
Tak lama kemudian Fandi yang datang dengan membawa 2 buah kantung kresek yang berisikan minuman dan beberapa camilan, saat ia sudah berada tak jauh dari tempat Alisa berada Fandi langsung kaget melihat Alisa yang tengah terjatuh.
" Sayang !!!", Ucap Fandi berteriak dan berlari agar dia segera sampai di tempat Alisa.
Fandi pun langsung membantu Alisa untuk bangun, " Kamu tidak apa-apa kan sayang??" tanya Fandi yang sedikit khawatir.
" Aku tidak apa-apa mas??" Ucap Alisa.
Fandi pun segera melihat ke arah samping, karena saat ia melihat Alisa dia tidak terlalu fokus dengan sekitarnya, Begitu Fandi melihat Tania yang berada di dekat Alisa, Fandi langsung murka dan langsung membentak Tania.
" Apa yang kamu lakukan kepada calon istiriku !!!", Ucap Fandi sambil berteriak.
Tania kemudian kaget karena apa yang ia lakukan kali ini diketahui oleh Fandi.
" Fand, aku tidak melakukan apapun terhadapnya ", Ucap Tania berbohong.
Fandi semakin geram karena Tania tidak berkata jujur, Jelas saja Fandi melihat Alisa terjatuh, pasti itu adalah ulah Tania.
" Kamu jangan pernah mengganggu hidup ku lagi ", Ucap Fandi dengan tatapan menajam.
" Tapi kan fand, aku mencintaimu", ucap Tania yang tidak tau malu.
" Aku lebih pantas denganmu Fand, bukannya gadis kampung ini ", sambil menunjuk kearah Alisa.
Apa kamu bilang, Kamu yang lebih pantas denganku, ucap Fandi menyeringai.
" Kamu itu wanita tidak tahu malu, Yang lebih pantas denganku adalah Alisa ", ucap Fandi sambil terus memandang Alisa dengan penuh cinta.
Tania yang melihat Fandi menatap Alisa menjadi murka, dia tarik tangan Alisa, tanpa Fandi sadari Tania kini langsung menampar Alisa.
Plakkk... terdengar suara tamparan yang begitu keras membuat badan Alisa kembali terjatuh.
" Tania !! apa yang kamu lakukan", ucap Fandi dengan nada menekan.
" Aku hanya memberinya pelajaran agar dia tidak mendekati mu lagi ", ucap Tania.
" Apa kamu sudah gila hah...!!! "
" Sayang !!! ", Ucap Fandi terhadap Alisa dan langsung membangunkan Alisa dan langsung memeluknya.
Wajah Alisa kini berubah menjadi kemerahan karena tamparan Tania yang begitu keras.
__ADS_1
" Tania.. Kamu sangat keterlaluan, aku tidak akan pernah memaafkan mu", ucap Fandi.
Alisa hanya meringis menahan sakit di pipinya, dia berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.
" Kamu tidak apa-apa sayang ", tanya Fandi sambil memegang pipi Alisa.
Alisa pun hanya menggeleng, dia masih bisa menahan rasa sakitnya.
" Dasar kamu wanita tidak tau malu Tania, bisa bisa nya kamu melakukan ini di depanku, mengemis cintaku, aku sudah tidak Sudi melihatmu lagi, apa kau lupa dulu kamu meninggalkanku hanya demi harta ", ucap Fandi.
" Dan sekarang kamu mau kembali kepadaku karena aku sudah kaya, itu kan yang kamu mau, kamu hanya ingin kekayaan ", ucap Fandi .
" Aku sudah sangat membencimu, dan aku ingin kamu segera pergi dari hadapanku, jangan pernah ganggu kami ", ucap Fandi mengusir Tania.
" Fand, aku mohon kasih aku kesempatan kedua ", ucap Tania memohon sambil berlutut.
" Aku berjanji akan berubah Fand, Aku akan merubah semua sikapku selama ini hanya demi kamu ", ucap Tania membela diri.
" Sudah !!! , aku tidak ingin mendengar apapun dari mulutmu itu ", ucap Fandi yang akan beranjak pergi.
" Ayo sayang, kita pergi dari sini, aku tidak mau jika dia terus mengganggumu ", ucap Fandi yang mengajak Alisa pergi.
" Fand, kamu harus dengerin aku, Kamu akan jadi milikku Fand ". ucap Tania.
" Tunggu pembalasanku ", ucap Tania geram.
" Dasar perempuan kampung ", ucap Tania.
Fandi dan Alisa segera pergi dari tempat itu, mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Tania dan melakukan hal yang bisa membuat Alisa celaka.
" Sayang, maafin aku karena aku tidak bisa menjagamu ", ucap Fandi menyesal.
" Mas, aku sudah tidak apa-apa, melihat kamu membelaku saja aku sudah sangat senang ", ucap Alisa menenangkan.
" Ya sudah lebih baik kita segera pergi dari sini, aku tidak mau hal itu terjadi lagi ", seru Fandi.
Fandi dan Alisa pun akhirnya pergi dari taman tersebut, Kini ia melajukan mobilnya menuju rumah orang tua Fandi.
Satu jam kemudian Fandi sudah berada di depan rumah megah orang tuanya, meskipun Orang tuanya terbilang cukup kaya tapi Fandi lebih nyaman tinggal di Apartemen nya.
Setelah dibukakan pintu oleh Bibi mereka segera menuju kedalam ruang tengah untuk menemui Mama nya yang sedang menonton televisi.
__ADS_1
" Assalamualaikum ma ", ucap mereka berdua sembari berjalan ke arah sang Mama dan segera memeluknya dan tak lupa mencium punggung tangan Mama nya.
"Waalaikum salam ", jawab Mama yang merasa bahagia dengan kedatangan Fandi dan calon menantunya yaitu Alisa.
" Ma, bagaimana kabar Mama ??", tanya Alisa yang kini tengah duduk disamping calon mertuanya tersebut.
" Alhamdulillah Mama sehat sayang ", ucap Mama sambil mengelus puncak kepala Alisa.
Tak lama kemudian Bibi pun datang dengan membawa 3 cangkir teh dan beberapa camilan untuk mereka Ber tiga.
" Silahkan Nyonya, Den Fandi, Non Alisa ", ucap bibi sambil meletakkan bawaannya ke atas meja.
" Terimakasih bi ", ucap Alisa sembari tersenyum.
" Sayang kapan kalian akan melaksanakan pernikahan kalian, apakah sudah menemukan tanggalnya ", tanya Mama Fandi.
Fandi yang mendengar pertanyaan sang Mama langsung saja memandang satu sama lain.
Fandi akhirnya buka suara, " Ma kami berdua sudah sepakat pernikahan kami akan dilaksanakan selepas Alisa lulus kuliah ", ucap Fandi kepada sang Mama.
" Dan itu juga tidak lama kok Ma, Tiga bulan lagi ", ujar Fandi melanjutkan.
Mama Fandi pun tersenyum, " Mama Fandi juga melihat Alisa dengan tatapan bahagianya, betapa senang saat ini sang Mama yang mengetahui bahwa putra nya akan segera menikah dengan wanita yang sangat cantik dan juga baik hatinya.
" Lebih baik kita mulai persiapkan saja Fand, mumpung masih tiga bulanan, nanti kalau kita mendadak kita gak akan dapat reservasi gedungnya ", ucap Mama kepada Fandi.
Fandi tersenyum senang, dia tak menyangka mamanya akan seantusias ini dengan pernikahannya.
" Kita berdua menurut saja apa kata Mama ", ucap Fandi sambil melirik Alisa.
Alisa pun mengangguk dengan seulas senyuman dibibir nya, " Iya ma, kita menurut aja ", ucap Alisa.
" Sayang, ayo ikut Mama ", ucap Mama kepada Alisa.
Alisa hanya menurut, dia mengikuti langkah calon mertuanya dari belakang.
Fandi pun memandang ke arah keduanya, ia kini tengah ditinggal sendirian karena kedua wanita yang menemani nya sudah pergi dari hadapannya
" Kebiasaan Mama nih, kalau sudah ada Alisa aku ditinggal sendiri ", ucap Fandi yang sudah cemberut .
" Mas, jangan gitu dong, aku kan cuma ikut Mama ke atas aja ", ucap Alisa sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Mereka kini tengah berjalan menaiki tangga untuk menuju kearah kamar Mama.