
Mereka pun memulai perjalanan nya Kembali, Setelah satu jam melakukan perjalanan, kini mereka sudah sampai ketempat tujuan mereka, Fandi yang dari tadi sudah menutup mata Alisa membuat ia semakin penasaran dengan apa yang akan ditunjukkan Fandi untuknya.
Mereka pun sudah sampai di depan kafe yang sudah di reservasi oleh Fandi sejak sore tadi, ia tidak mau makan malamnya dengan Alisa diganggu oleh orang lain, ia hanya menginginkan ketenangan dan keromantisan diantara mereka berdua.
Terlihat sekitar penjuru kafe sudah dihias sedemikian rupa untuk menambah kesan romantis,
Banyak lampu-lampu gemerlap di semua dinding kaca kafe tersebut,
Tak lupa juga sebuah meja bundar yang sudah dihiasi oleh lilin yang berada tepat di tengah meja tersebut.
Seseorang juga sudah bersiap siap untuk memainkan biolanya ketika sang Tuan dan Putri sudah menduduki singgah sana nya.
Alisa masih saja tetap ditutupi matanya oleh Fandi dengan sebuah sapu tangannya yang senantiasa berada disaku celana Fandi.
" Pelan pelan jalan nya Al", ucap Fandi.
"Mas, sebenarnya kita mau kemana, kok pakek acara mataku ditutup segala", ucap Alisa cemberut.
"Kamu sabar dulu Al, bentar lagi nyampek kok", jawab Fandi sambil terus menggandeng tangan Alisa.
"Ya udah aku nurut aja, tapi jangan tinggalin aku mas, aku takut", ucap Alisa.
"Iya aku bakalan gandeng kamu sampai ke tempatnya.?", Ucap Fandi.
Mereka pun berjalan secara perlahan dan tak lama kemudian mereka sudah sampai ketempat yang sudah disiapkan oleh Fandi.
Fandi pun menggeser tempat duduk yang akan ditempati Alisa, "Silahkan duduk sayang", ucap Fandi.
Alisa pun menurut saja, penutup matanya masih belum jika dibuka.
" Sebentar ya sayang" , ucap Fandi sambil membuka ikatan di kepala bagian belakang Alisa.
Alisa pun hanya terdiam sambil menunggu.
Tak perlu menunggu lama Fandi segera membuka penutup mata di kepala Alisa.
" Jangan dibuka dulu matanya, tunggu aba- aba dari aku", ucap Fandi.
Setelah semua selesai Fandi pun mulai menghitung," Satu.... Dua... Tiga... bukalah matamu sayang", ucap Fandi.
Alisa pun langsung membuka matanya secara perlahan, terlihat remang - remang namun lama kelamaan setelah agak jelas terlihat sebuah ruangan berkaca yang telah di hias sedemikian rupa oleh Fandi.
Alisa yang melihat keindahan ruangan ini langsung tersenyum, dia melihat sekeliling ruangan tersebut, banyak bertaburan bunga - bunga, lampu - lampu Tumblr juga ikut di hias agar semakin membuat ruangan itu nampak indah, Alisa pun mulai menghadap ke arah meja didepannya, ada beberapa lilin yang berada ditengah menambah suasana menjadi kian romantis.
" Apa kamu menyukai kejutan yang ini Al ??, Tanya Fandi.
Alisa hanya tersenyum sedari tadi dan ia juga mengangguk mengiyakan pertanyaan Fandi.
__ADS_1
"Aku suka sekali mas, terimakasih untuk ini semua, Apa kamu menyiapkan semua ini mas" , tanya Alisa penasaran.
" Iya sayang, aku khusus menyiapkan ini untuk wanita spesial di hidup ku", ucap fandi.
Alisa terlihat sangat bahagia dengan ucapan Fandi.
Terdengar suara alunan biola yang sedang dimainkan oleh seorang Violinis, membuat suasana ditempat tersebut menjadi sangat romantis untuk mereka berdua.
Alisa pun ternganga dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya, dia tidak menyangka Fandi akan menyiapkan hal seromantis ini yang tak pernah dibayangkan sekalipun oleh Alisa.
Mereka pun terbawa suasana karena irama biola yang sedang dimainkan oleh seorang Violinis tersebut.
Tiba tiba pelayan pun datang dengan membawa beberapa hidangan untuk dua sejoli itu yang sedang menikmati keindahan malam ini.
" Silahkan kan Tuan, Nona ", ucap pelayan tersebut,
"Terimakasih ", ucap Alisa tersenyum.
Mereka pun menikmati hidangan tersebut, sesudah itu Pelayan tersebut datang kembali untuk meletakkan 2 Cup dessert untuk mereka berdua,
" Silahkan dinikmati ", ucap kembali Pelayan tersebut.
Fandi pun mengajak Alisa untuk segera mencicipi dessert yang sudah di sediakan tersebut,
" Ayo sayang makan lah ", ucap Fandi menyuruh Alisa.
Tanpa berpikir panjang Alisa segera menyendok kan dessert itu kemulutnya, suapan pertama dan kedua masih bisa ia nikmati, lalu dia menyendok kan lagi dan itu suapan ketiga, tiba - terasa ada sesuatu di mulutnya.
Lalu ia pun bertanya kepada Fandi.
" Mas ini apa ??, tanya Alisa sambil memperlihatkan cincin di tangannya.
Fandi pun tersenyum lalu mengambil cincin tersebut dari tangan Alisa.
" Itu cincin untuk mu sayang, itu sengaja aku siapkan spesial untuk mu ", Setelah itu Fandi pun berdiri dan langsung berjongkok dihadapan Alisa.
" Sayang, aku tidak bisa berkata romantis seperti orang lain, tapi izinkan aku untuk menemanimu, mendampingi mu dan menjaga mu di setiap waktuku.
Aku ingin menikahimu, aku juga ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku,
Mau kah kamu menerima lamaran ku Al, menjadi pendamping hidupku selamanya ", Ucap Fandi kepada Alisa yang membuat mata Alisa berkaca-kaca.
Alisa kini tengah berkaca - kaca, bulir - bulir air mata bahagia telah lolos jatuh dari pelupuk mata Alisa.
Alisa pun mengangguk sambil berkata iya,
" Aku mau menjadi istri mu mas", jawab Alisa Sambil tersenyum dan menangis. seketika mata Fandi pun berbinar - binar karena bahagia.
__ADS_1
" Terimakasih Sayang ", ucap Fandi.
Fandi pun segera memasangkan cincin tersebut di jari manis kiri Alisa, Alisa yang melihat Fandi memasangkan cincin tersebut merasa bahagia, "Terimakasih Ya Allah, telah kau limpahkan kebahagiaan untukku saat ini,
Semoga hidupku dan mas Fandi akan bahagia", ucap Alisa dalam hatinya.
***
Mereka pun sekarang berada di dalam mobil dan melajukan kembali mobilnya untuk perjalanan pulang.
Senyum mereka tetap terus terukir sedari tadi, menggambarkan perasaan mereka yang kini tengah berbunga bunga, Fandi terus melakukan mobilnya sekarang sembari melihat pemandangan yang ada disekitar jalan raya akhirnya Fandi memecahkan keheningan sedari tadi.
" Aku akan segera meresmikan pertunangan kita sayang", ucap Fandi.
" Kita nanti akan bicarakan sama Om Ardi dan orang tuaku", Ucap Fandi melanjutkan.
" Terserah mas saja, yang menurut mas baik aku tetap menurut saja", ucap Alisa.
Satu jam kemudian tepat pukul Sembilan malam mereka sudah sampai Dirumah Alisa, " kok sepi ya mas", Tanya Alisa.
" Mungkin Papamu sama kakek sudah istirahat Al ", ucap Fandi.
" Ya udah kalau gitu kamu masuk aja Al, sudah malam, habis ini langsung istirahat", ucap fandi.
" Iya mas ", jawab Alisa dan kemudian masuk kedalam rumahnya.
"Kalau begitu aku pamit ya Al, udah malem ", Ujar Fandi.
" Hati hati dijalan mas", ucap Alisa sambil melambaikan tangannya.
Alisa masih saja berdiri didepannya sambil melihat Fandi yang tengah berjalan menuju gang rumahnya, setelah Fandi sudah tidak terlihat lagi baru Alisa memasuki rumahnya.
Alisa yang kini tengah memasuki rumahnya nampak heran,
"Apa Papa sama Kakek apa beneran sudah tidur", Gumam Alisa.
Lalu Alisa berjalan menuju kamar Papa dan kamar Kakek nya, tapi setelah dilihat ternyata kamar keduanya kosong.
Segera Alisa pergi kebelakang untuk menanyakan keberadaan Papa dan Kakek nya kepada bibi.
"Bi... bibi ..." panggil Alisa.
"Iya non ", jawab Bibi.
" Papa sama Kakek kemana ya bi kok gak ada dirumah??", Tanya Alisa.
"Oh itu non, Tuan sama Tuan sepuh tadi pergi, ada urusan penting katanya", seru Bibi.
__ADS_1
"Oh ya udah bisa kalau gitu aku Kekamar dulu", ucap Alisa.
Alisa pun berlalu dan menuju kamarnya untuk beristirahat.