Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 66


__ADS_3

Alisa berinisiatif untuk membelikan alat tes kehamilan untuk Disya tapi sebelum ia ingin Disya diperiksa duku, ia tak mau nantinya dugaannya salah dan membuat anak-anak nya kecewa, dan sebelum itu juga Alisa harus berbicara dengan Rafa terlebih dahulu, bertanya apakah Rafa mengizinkan Ghani untuk memeriksa Disya, bukannya di rumah ini ada seorang dokter, jadi buat apa Alisa memanggil dokter lain padahal anaknya sendiri adalah seorang dokter.


Alisa kemudian mendekat dan ia sedikit mendekat Jan tubuhnya ke arah putranya,


"Fa, lebih baik Ghani aja yang memeriksa Disya, Ghani kan juga dokter" Saran Alisa, tapi Rafa ada sedikit keraguan jika adiknya yang memeriksa istrinya, bukannya tak percaya dengan keahlian Ghani, tapi Disya mau atau tidak jika diperiksa oleh Ghani. dan Rafa akan menanyakan nya.


"Kita tanya dulu sama Disya Mom, Disya mau atau tidak, aku takutnya Disya tidak nyaman jika yang memeriksa dirinya adalah seorang laki-laki" Ucap Rafa dan Alisa dapat mengerti.


"Hmm.. iya, lebih baik kita tanyakan saja, bagaimana maunya Disya, dan kita tidak boleh memaksanya"


Rafa pun kembali mendekat ke arah istrinya, mencoba menanyakan apakah ia mau jika Ghani yang memeriksa dirinya.


"Sayang, apa kamu mau jika Ghani yang memeriksa ke adaan mu??" Tanya Rafa, dan Rafa dapat melihat wajah terkejut dari istrinya.


"Kakak gak maksa kamu sayang, jika kamu gak mau kakak bisa Carikan dokter wanita" ucap Rafa, dan saat ini mata Disya beralih ke arah Mama mertuanya, jujur ia tak enak, tapi di juga tidak nyaman jika yang memeriksa keadaannya adalah Ghani.


"Ma, Maaf Ma, tapi Disya malu kalau harus Ghani yang memeriksa Disya, gak apa-apa kan ma jika Disya cari dokter perempuan saja??" Tanya Disya kepada Alisa, ada rasa takut pada diri Disya, Disya takut jika Mama mertuanya akan tersinggung dengan ucapannya.


"Tidak apa-apa sayang, Mama tidak masalah, kalau gitu cepat panggil dokter, Mama harus tahu keadaan Disya" Ucap Alisa, dan Rafa segera keluar untuk menemui Ghani terlebih dahulu, ia ingin tanya dokter perempuan terbaik di rumah sakit tempat ia bekerja.


Rafa sudah sampai di kamar adiknya itu, ia mengetuk pintu tersebut perlahan, Rafa tahu jika adiknya itu saat ini sedang istirahat karena baru pagi tadi ia sampai di rumah.


Tak lama setelah itu pintu pun terbuka, Ghani terlihat masih setengah sadar, dan ia kemudian mencoba untuk mengembalikan kesadarannya saat ini.

__ADS_1


"Ada apa kak??" Tanya Ghani yang melihat kakaknya ada di depan kamarnya dan sedang membangunkannya.


"Boleh kakak minta tolong, panggilkan dokter perempuan terbaik di tempatmu bekerja, Kaka ingin dia memeriksa Disya" Ucap Rafa, mendengar kakak iparnya sakit Ghani pun segera menyadarkan dirinya dari rasa kantuknya.


"Kak Disya sakit, sakit apa??, bukannya tadi pagi baik-baik aja ??" Tanya Ghani.


"Kakak juga tidak tahu, yang kakak tahu tadi mommy telfon kakak suruh pulang dan mommy bilang jika Disya sedang sakit"


Ghani pun kembali masuk kedalam kamarnya, ia kemudian mengambil ponselnya dan segera menelfon dokter temannya yang saat ini sedang bertugas di rumah sakit.


Setelah selesai Ghani pun keluar kembali dan memberitahukan jika dokter yang ia panggil sedang dalam perjalanan kemari, setelah itu Rafa pun kembali ke kamar, ia ingin terus bersama istrinya saat ini.


Didalam kamar Disya saat ini tak kembali tidur, ia sedang disuapi bubur oleh Alisa, meskipun penolakan yang Alisa dapatkan dari Disya tapi tak membuat Alisa menyerah, Disya harus memakan bubur nya meskipun itu hanya sedikit.


"Iya Ma, tanya apa??" Tanya Disya lagi, kini Disya sudah duduk bersandar di sandaran ranjangnya dengan banyak bantal yang membantu menopang tubuhnya, Disya tak sekuat tadi pagi, kepalanya sangat pusing dan badannya terasa lemas sekali.


Disya sangat bersyukur mempunyai suami dan Mama mertua se sayang dan se perhatian seperti Rafa dan Alisa.


"Kapan terakhir kali kamu datang bulan sayang??" Tanya Alisa yang ingin memastikan apakah benar jika Disya saat ini sedang hamil atau tidak, Disya pun seketika tampak berpikir, mulai mengingat kapan terakhir kali ia datang bulan, dan setelah mengingat nya Disya tampak terkejut sendiri.


"Kenapa sayang??" Tanya Alisa saat melihat ketegangan di wajah Disya.


"Ma, kayaknya aku telat deh ma" Ucap Disya memberitahukan, Alisa pun tampak menyunggingkan senyuman nya, benar dugaannya, Disya saat ini sedang hamil.

__ADS_1


"Mama sudah duga, ya udah kalau gitu Mama belikan testpack ya, tapi kamu diam aja dulu, jangan kasih tau Rafa, kita buat surprise aja" Disya pun akhirnya menuruti permintaan Mamanya, sesekali buat surprise untuk suami tersayang nya.


Wajah Disya tampak terlihat sangat bahagia, berulang kali ia mengelus perut ratanya, meskipun belum tahu kepastiannya, tapi ia yakin kalau didalam perutnya ada kehidupan lain di sana.


Tak lama setelah kepergian Mama mertuanya, Rafa pun kembali masuk, dan ekspresi wajah Disya pun seketika kembali seperti semula, lemas.


"Udah selesai makan nya??, dokternya udah jalan kesini datang, kita tunggu aja" Disya pun mengangguk dan tersenyum kepada suaminya.


Ia kini tengah memikirkan jika benar saat ini dirinya tengah hamil bagaimana ekspresi suaminya, pastinya suaminya itu akan overprotektif kepada nya, dan Disya menjadi tersenyum sendiri membayangkan nya.


"Kamu kenapa sayang??, kok senyum-senyum sendiri, ada yang lucu??" Tanya Rafa dan seketika senyum itu pudar dan ekspresi wajah Disya kembali seperti semula, belum sempat Disya menjawab Dokter yang dikirim Ghani pun sudah datang.


"Selamat siang pa Bu" Ucap Dokter tersebut,


"Selamat siang juga Dokter, silakan" Rafa akhirnya meninggalkan istrinya keluar sebentar untuk menjalani pemeriksaan di dalam.


Sementara itu, di dalam kamarnya Alisa tengah selesai melakukan transaksi online, ia membeli alat tes kehamilan lewat aplikasi online, dan nantinya akan ada Abang Ojol yang akan mengantarkan nya, setelah selesai Alisa segera keluar berjalan kembali menuju ke kamar putranya untuk memastikan kembali jika hasilnya benar-benar hamil, dan ia tak mah jika Rafa mengetahuinya terlebih dahulu, ia ingin Rafa tahu dengan caranya.


Tepat saat Alisa masuk Dokter sudah selesai memeriksa Disya, Alisa yang sangat kepo sekali langsung saja menanyakan perihal perkiraan nya tentang kehamilan Disya.


"Bagaimana Dokter??" Tanya Alisa, dan dokter itu pun tersenyum,


"Menurut gejala yang di katakan oleh ibu Disya, bisa saya simpulkan kalau Bu Disya saat ini sedang hamil, untuk lebih jelas besok bisa datang ke rumah sakit untuk menjalani USG untuk kebenaran nya" Ujar Dokter tersebut yang membuat Alisa dan Disya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2