Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2, Part 2


__ADS_3

Mereka tiba di Surabaya dengan selamat, kini mereka berdua tengah menunggu jemputan dari papa Denis untuk membawa mereka ke rumah Disya.


Supir yang ditugaskan pun juga sudah datang, Rafa membantu supir tersebut untuk memasukkan barang-barang Disya.


Mereka kini melanjutkan berjalan dan keluar dari bandara internasional tersebut, perjalanan hanya membutuhkan waktu satu jam, tak lama setelah itu mereka kini Sampai di depan pelataran rumah Disya, keduanya kini disambut oleh Denis dan Nisa.


"Assalamualaikum", ucap Rafa dan Nisa.


"Waalaikum salam", Jawab Denis dan Nisa yang tersenyum melihat kedatangan mereka berdua.


Disya segera menuju ke arah mamanya terlebih dahulu, dan Rafa mencium punggung tangan Denis terlebih dahulu.


Disya memeluk mamanya dengan erat, sudah 6 bulan sejak kunjungan Mama dan papanya, baru hari ini Disya bisa bertemu dan memeluk mamanya lagi


Mereka semua pun masuk, Rafa juga mengikuti dari belakang,


Mereka kini duduk bersama didalam ruang tamu, bibi pun juga sudah menyiapkan teh hangat dan beberapa camilan untuk menyambut kedatangan Disya dan Rafa.


Bibi sudah menyiapkan kamar tamu untuk Rafa, Denis dan Nisa yakin pastinya Rafa saat ini tengah lelah sekali karena perjalanan jauhnya bersama dengan putrinya.


"Lebih baik kamu istirahat dulu fa, Tante sudah siapkan kamar buat kamu", ucap Nisa.


Rafa pun mengangguk dan mengikuti Tante Nisa dari belakang.


"Terimakasih Tante", ucap Rafa kepada Tante Nisa.


"Sama-sama, Tante yang seharusnya berterimakasih kepada kamu, kamu sudah membawa Disya pulang dengan selamat", ucap Nisa.


Rafa kemudian masuk kedalam kamar dan segera merebahkan tubuhku, jujur saja badannya sangat lelah dan lebih tepat nya saat ini matanya sudah tak sanggup untuk ia buka.


Ditempat lain, Fandi dan Alisa yang sudah mengetahui jika Rafa dan Disya sudah sampai di Surabaya segera menyusul putranya tersebut, Ghina dan Ghani yang tak mau ikut Hanay berdiam diri di rumah dan tak kemanapun.

__ADS_1


"Ya sudah jika.kalian gak mau ikut, kalian jaga rumah aja", ucap Aliaa, si kembar itu pun mengangguk.


Setelah fandi dan Alisa berangkat, Ghina dan Ghani masuk kedalam kamarnya sendiri-sendiri, Ghina punya urusan tersendiri Nyang tak mau di urusi oleh Ghani, begitu juga sebaliknya.


tepat pukul 5 sore, Fandi dan Alisa baru saja keluar dari bandara, mereka kini sedang berada di dalam mobil dan segera menuju ke rumah denis dan Nisa, Fandi dan Alisa sudah tiga kali ini datang kerumah Denis dan Nisa jadi tak perlu jemputan khusus untuk menunjukkan dimana letak rumah Denis.


Alisa sudah menyiapkan kotak merah berisikan cincin pertunangan, bukannya mendadak, tapi mengingat Rafa yang sangat mencintai Disya, Alisa rasa mempercepat hal yang baik tidak ada yang salah.


Rafa terbangun, ia melihat dari arah jendela jika hari sudah semakin gelap, Rafa kemudian bangun dan segera menuju ke kamar mandi, Rafa akan berpamitan pulang malam ini, ia tidak mau lama-lama berada disini, Setelah ia sampai nanti ia akan membicarakan masalah pertunangan nya kepada orangtuanya.


Suara bel pintu rumah itu pun mengagetkan para pembantunya yang sedang menyiapkan makan malam, salah satu dari mereka kini berjalan membukakan pintu dan terkuat Fandi dan Alisa lah yang datang.


para pembantu yang sudah mengerti siapa Fandi dan Alisa segera mempersilahkan Alisa untuk segera masuk kedalam rumah.


Setelah mempersilahkan duduk, salah satu pembantu tadi naik ke lantai atas untuk memberitahu jika ada tamu yang ingin bertemu dengan majikannya tersebut.


Denis pun segera turun, begitu juga dengan Nisa.


Denis terlihat kaget saat melihat Fandi datang bersama degan Alisa.


Denis pun mendekat dan kemudian memeluk Fandi dengan erat.


Nisa juga mendekat dan memeluk Alisa dengan erat juga, para wanita ini sebenarnya sudah saling memendam rindu satu sama lain.


Tak lama setelah itu Rafa pun turun dan kaget melihat Daddy dan Mommy nya yang berada disana.


"Dad, mom", Ucap Rafa, Fandi dan Alisa pun mendongak, ia melihat putarnya yang keluar dari dalam kamar tamu.


Rafa duduk disamping Alisa, mereka kini tengah menunggu Disya yang masih belum keluar dari kamarnya.


Disya keluar dari dalam kamarnya dengan menggunakan dress selutut dan lengan panjang, Disya terlihat sangat cantik dengan balutan dress berwarna biru Dongker tersebut.

__ADS_1


Disya pun mendekat, kemudian ia mencium punggung tangan Mama alisa dan papa Fandi.


" Ma, Disya kangen banget sama mama", ucap Disya kepada Alisa.


Sama hal nya dengan Alisa, Disya juga terlihat memeluk Fandi yang sudah ia anggap seperti ayah kandungnya sendiri.


mereka pun semua terdiam, ini adalah kesempatan Fandi untuk menunaikan niatnya kesini.


" Den, sebenarnya, kami ada maksud dengan kedatangan kami kesini, kami ingin melamar Disya untuk Rafa, apa kalian mau menerima lamaran kami??", Tanya Fandi.Dusya sama sekali tidak menyangka, hari ini ia akan bertunangan dengan Rafa, lelaki yang sangat ia cintai.


"Bos, kami sangat senang jika bos mau menjadi kan Disya menantu di dalam keluarga kalian, tapi semua ini aku serahkan kepada Disya langsung bos, biarkan Disya sendiri yang akan menjawab nya.


Semua mata kini tertuju kepada Disya, semua kini menanti apa jawaban yang akan diberikan Disya.


Disya pun tiba-tiba menganggu membuat Rafa akhirnya bisa tersenyum lebar, Alisa kemudian menyerahkan kotak berwarna merah tersebut, disana terdapat dua cincin yang akan menjadi simbol telah terjadi ikatan diantara mereka berdua.


Rafa tak menyangka jika keluarga nya sudah menyiapkan ini semua, dan Rafa patut berterima kasih kepada mommy nya karena pasti mommy nya lah yang menyiapkan itu semua.


Rafa kini meraih tangan Disya untuk pertama kalinya, Rafa kini telah menyematkan cincin yang sudah berada di jar manis Disya.


Kemudian kini Disya, kini Disya harus memasang kan juga cincin dijari manis Rafa.


Setelah mereka melaksanakan penukaran cincin, kemudian mereka semua saat ini tengah makan malam secara bersama-sama untuk merayakan pertunangan antara Rafa dan Disya.


Setelah makan malam kedua keluarga itu pun masih berbicara, kini mereka tengah membahas tanggal pernikahan mereka berdua.


Kini semua sudah sepakat, pernikahan Rafa dan Disya akan dilakukan satu bulan Setelah ini, Fandi, Alisa dan Rafa kemudian berpamitan pulang, mereka berdua akan kembali ke Jakarta malam ini juga.


Tepat pukul 12 malam , mereka bertiga sudah Sampai di kota Jakarta, Rafa segera masuk kedalam kamarnya, ia sudah rindu dengan kamarnya yang sudah dua malam ini tidak ia tiduri.


Rafa menghempaskan tubuhnya dengan kasar, ia menatap langit-langit kamarnya, sungguh kejadian tidak terduga, malam tadi ia dan Disya sudah resmi bertunangan, itu bukan rencana nya, semua itu sudah di susun rapi oleh orang tuanya, dan Rafa pastinya sangat berterimakasih kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Rafa kemudian bangkit dari tempat tidurnya, ia berjalan kearah kamar mandi dan mengambil handuk yang ia selalu gantung di balik pintu kamar mandinya, ia ingin segera mandi, badannya lengket Kembali, kejadian tadi sungguh membuat Rafa terlihat sangat gugup dan bercucuran keringat.


Guyuran air shower mampu membuat pikirannya kembali jernih, sekarang setelah mandinya selesai ia berniat akan segera tidur, badannya juga sudah capek dan karena besok pagi pekerjaan nya di kantor sudah sangat menumpuk.


__ADS_2