Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Mengantar keluarga Denis


__ADS_3

Sesuai janji mereka, siang ini Fandi dan keluarga sudah pergi menuju ke rumah Denis, Rafa yang tahu jika ia akan kerumah Disya tampak terlihat senang, anak itu tak henti-hentinya menunjukkan senyum nya kepada semua orang, tapi bagaimana jika nantinya Rafa tahu kepindahan Disya apakah senyum itu masih akan terbit di bibir Rafa.


Diperjalanan Alisa sengaja berhenti disalah satu toko yang menyediakan aneka mainan, Alisa berharap Rafa?? akan membelikan sesuatu untuk Disya, untuk kenang-kenangan raga yang diberikan untuknya.


"Ayo kita turun dulu, Mommy mau beli sesuatu dulu ya, Bi sum yang juga ikut terlihat ikut turun menemani Ghina, Ghani kini sedang di gandeng oleh Fandi dan juga sedang masuk kedalam toko tersebut, Ghina ikut turun, ia juga tengah digandeng oleh Fandi, anak kembarnya ini memang sangat lucu, kemanapun mereka akan selalu berpakaian hampir mirip, dan wajah mereka juga sama.


Alisa sengaja menemani Rafa mencari kado untuk Disya, sedangkan Ghina dan Ghani sudah di urus oleh Fandi.


Rafa terlihat berjalan di salah satu rak boneka, mulai dari boneka terkecil dan sampai yang terbesar,


" Gak mau beliin Hadiah buat Disya, kayaknya Disya suka sama boneka kak", ujar Alisa.


Rafa pun tersenyum, ia kemudian melihat berbagai jenis dan bentuk boneka yang akan ia pilih, anak umur 8 tahun itu pun kini sedang sibuk memilih boneka yang cocok untuk Disya.


Pilihan Rafa tertuju pada boneka beruang berwarna pink yang lumayan cukup besar, "Pasti Disya suka mom", ujar Rafa, Aliaa pun hanya mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh Rafa putranya.


Rafa kini terlihat semakin tidak sabar, anak itu ingin segera menyerahkan boneka pemberiannya kepada Disya.


"Ayo kak kita kesana", tunjuk Alisa kepada Daddy nya, Sekarang giliran Alisa yang akan memilih mainan untuk Ghina terlebih dahulu, anak itu suka sekali dengan boneka Barbie, jadi Alisa pun gak perlu susah untuk memilih boneka apa yang di sukai oleh putrinya tersebut, Sementara Fandi kini juga ikut ambil bagian menemani Ghani untuk membeli mainan juga, sama seperti kakaknya, Ghani lebih suka robot dan mobil-mobil an sebagai mainannya.


Kini mereka berkumpul menjadi satu di meja kasir, semua barang pun sudah ada di atas meja tersebut dan siap untuk dibayar.


Alisa melihat Rafa hanya membawa boneka itu saja dan tak ada mainan lainnya.


"Kak, kakak nggak beli mainan juga??", Tanya Alisa kepada Rafa putranya.


Rafa menggeleng, "Mainan Rafa sudah banyak mom, jadi nggak usah deh", ucap anak itu, sejujurnya Rafa amat tidak selera dengan berbagai mainan yang ada di hadapannya, yang ia inginkan saat ini adalah segera sampai di rumah Disya.


Setelah melakukan pembayaran, mereka semua akhirnya masuk kembali kedalam mobilnya, perjalanan pun dilanjutkan, Rafa terlihat kembali tersenyum saat mobil sudah dinyalakan.


Perjalanan mereka membutuhkan waktu satu jam lebih, Setelah membeli rumah baru, jarak rumah Fandi dan Denis bertambah jauh, apalagi jarak rumah Denis dan kantor juga cukup jauh dan lumayan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai.


Rafa terlihat memegang boneka tersebut, ia sudah tidak sabar untuk memberikan boneka itu kepada Disya, dan Rafa pun juga masih belum tahu jika itu adalah kado kenang-kenangan darinya untuk Disya.


Alisa melihat putranya yang terlihat bahagia, tapi Alisa tidak bahagia, ia merasa sedih, bagaimana reaksi Rafa nanti, apakah anak itu akan marah atau tidak, Alisa pun tidak tahu, dan nantinya juga Alisa harus siap untuk memberi pengertian kepada putranya jika Disya harus pergi dari kota ini.


Satu jam kemudian, Mereka tiba dirumah keluarga Denis, mereka semua keluar dari mobil, Rafa turun terlebih dahulu, ia segera berlari menuju rumah Disya terlebih dahulu.


Bi sum juga ikut turun, tapi kali ini, Alisa dan Fandi lah yang mengambil alih anak kembar mereka dan masuk bersama anak-anak kembar mereka.


"Assalamualaikum", Ucap Alisa dan Fandi.


"Waalaikum salam", jawab Denis dan Nisa, Alisa terlihat memeluk nisa sambil tersenyum satu sama lain.


Denis menyambut keluarga mantan bosnya itu dengan ramah, semua nya pun masuk kedalam rumah besar itu, dan dapat dilihat jika sudah ada beberapa koper sudah siap di sana dan juga sudah siap untuk dimasukkan kedalam mobil.


"Silahkan duduk bos", Ucap Denis, Fandi pun mengangguk, ia dan lainnya pun duduk, Nisa pun juga ikut duduk, dan kemudian ia pergi kedapur untuk menyiapkan minuman untuk bos dan keluarjanya.


Disya yang baru saja keluar dari kamarnya kini melihat Rafa yang baru saja datang seketika terlihat sangat senang, anak itu terlihat duduk bersama dan saling berbicara, Rafa kemudian menyerahkan jadi yang ia beli tadi, sebuah boneka beruang berwarna pink yang cukup besar bagi Disya.


"Sya, ini buat kamu, semoga kami suka ya", Ucap Rafa dan Disya pun mengangguk.


"Makasih ya kak, bonekanya akan selalu Disya simpan sampai kapanpun", ucap Disya., Rafa pun mengangguk dan tersenyum dengan apa yang diucapkan oleh Disya kepadanya.

__ADS_1


Disya kemudian terdiam membuat Rafa juga sedikit bingung dengan sikap Disya kepadanya.


"Kak, maafin Disya ya, Disya mau pergi", ucap Disya.


Rafa pun tak mengerti maksud Disya, " Pergi kemana Sya??", Tanya Rafa.


"Disya nanti mau kerumah Kakek, dan Disya juga pindah sekolah, jadi Disya gak bisa sekolah bareng kakak lagi", ucap Disya.


Rafa kemudian berlari menuju ke arah Mommy nya.


"Mom, kata Disya, Disya mau pergi mom, dia mau pindah sekolah, Disya bohong kan mom", ucap Rafa.


Semua pun saling berpandangan, mereka semua bisa merasakan apa yang Rafa rasakan, kehilangan teman yang sangat disayangi adalah hal yang terberat untuk mereka semua.


Alisa kemudian berdiri, ia menghampiri putranya yang sedang berdiri bersama dengan Disya, Alisa berjongkok untuk mensejajarkan diri nya Rafa dan Disya.


"Sayang, kita semua harus berpisah dengan om Denis, Tante Nisa dan Disya, Disya ditunggu kakeknya sayang, sama seperti Rafa kalau kakek dan kakek uyut kangen pastinya Rafa akan datang kesana kan??", tanya Alisa kepada Rafa, Rafa pun mengangguk, "Jadi Disya juga harus bertemu dengan kakek nya Disya ya mom", ujar Rafa.


Alisa pun mengangguk, Akhirnya Rafa sedikit mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Alisa.


"Sya, jangan lupain aku ya, sering kabarin mommy juga", Rafa pun tak marah lagi dan dia kini bisa tersenyum meskipun ia nantinya akan berpisah dengan Disya.


Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, Denis pun segera bersiap untuk berangkat menuju ke bandara, barang-barangnya juga sudah tertata rapi di bagasi mobil nya, semua nya pun sudah siap, mereka semua kemudian masuk kedalam mobil mereka masing-masing.


Mereka kemudian berangkat menuju ke bandara bersama-sama, didalam perjalanan Rafa memilih naik mobil Denis bersama dengan Disya, Fandi dan dan Denis pun menyetujui nya, melihat kedekatan mereka selama ini membuat Denis dan Fandi tak tega harus memisahkan anak-anak mereka.


Mereka semua sudah turun, Fandi membantu Denis untuk menurunkan barang-barangnya dari dalam mobilnya, mobil senja sementara akan diurus oleh Fandi, dan nantinya akan ikut dikirim ke Surabaya.


Rafa dan Disya, anak itu terlihat turun dari dalam mobil dengan bergandengan tangan, wajah dari mereka kali ini tampak berbeda, menjelang keberangkatan Disya, Rafa sama sekali tidak mau melepaskan tangan Disya dari tangannya.


"Bos, kami berangkat dulu, doakan kami selamat sampai ke tujuan bos", Ucap Denis sambil memeluk bosnya, Kedua laki-laki itu terlihat akan meneteskan air matanya.


"Iya kami akan mendoakan kalian semoga selamat sampai tujuan", Mereka kemudian melepas pelukan mereka,


"sering-seringlah menghubungi kami den, Dan kami masih menganggap Disya seperti anak kaki sendiri, dan kamu tentunya, kamu masih tetap aku anggap seperti adik kandungku sendiri", ucap Fandi.


"Iya bos, terimakasih atas semuanya selama ini, kami tidak akan melupakan semua kebaikan bos kepada keluarga kami", tak terasa air mata Denis turun membasahi pipinya, Ini merupakan perpisahan terberat untuk Denis.


Di satu sisi, Alisa juga terlihat memeluk Nisa, kedua wanita itu sudah menangis sesenggukan, mereka juga sama, Alisa sudah menganggap Nisa seperti adiknya juga, selama menjadi Sekertaris nya dulu, hubungan Nisa dan Alisa menjadi semakin erat Sampai sekarang.


"Mbak, kami oaymit dulu ya, Maafkan segala kesalahanku kepada mbak", Ucap Nisa.


"Iya, maafkan juga kesalahanku kepadamu, aku akan merindukan mu Nia, terutama aku akan merindukan Disya, jangan lupa selalu mengabari kami, alamat kalian Disana", ucap Alisa.


"Pasti mbak, kami akan selalu mengabari mbak, ", ucap Nisa.


"Jangan lupa kan kaki ya, ingat aku juga mommy nya Disya, aku menyayangi Disya tulus, dan Disya sudah aku anggap seperti anakku sendiri", air mata Alisa kembali menetes dan kemudian ia menambahkan eratan pelukannya.


Kini Rafa dan Disya, mereka juga terlihat berpelukan sebelum mereka berpisah, tak bisa dipungkiri mereka berdua juga ikut menangis, menangisi perpisahan mereka,


Disya kemudian merogoh saku celana jeans nya, ia kemudian mengeluarkan sebuah kalung yang sempat Nisa belikan untuk Disya, kalung liontin yang dapat dipisah.


Sesuai izin dari mamanya tadi malam Disya memberikan sebagian liontin tersebut kepada Rafa,

__ADS_1


"Jangan pernah melupakan aku kak, aku akan merindukan kak Rafa", Disya kemudian memberikan liontin tersebut kepada Rafa.


"Kakak simpan ya liontin ini, mudah-mudahan kakak bisa ingat aku dengan melihat liontin ini", ujar Disya.


"Terimakasih ya sya, pastinya, akan kakak simpan liontin ini, jika kakak kangen kamu kakak akan melihat liontin ini", Suara Operator bandara pun sudah kembali berbunyi, mengintruksikan kembali jika pesawat akan segera berangkat menuju ke tempat tujuan.


" Sayang, ayo kita berangkat", ajak Nisa kepada Disya.


Sebelum Disya berangka, Alisa kemudian memeluk Disya yang sudah ia anggap sebagai putrinya tersebut.


"Jangan lupakan Mama ya sayang, mana sangat sayang sama Disya, begitu juga dengan papa Fandi", Ga di kemudian mendekat dan ia memeluk Disya dengan erat.


Fandi dan Alisa kemudian mencium kening Disya, ada rasa berat melepas Disya, tapi mereka berdua tak punya hak jika harus menahan Disya agar tidak pergi.


"Ma, pah, Disya pergi dulu ya, jangan lupain Disya, Disya sayang mama Alisa sama papa Fandi", Disya kemudian mencium pipi Alisa dan Fandi.


Alisa dan Fandi mencoba tersenyum, Kini Denis, Nisa dan Disya sudah masuk kedalam, pesawat mereka akan segera berangkat.


5 menit kemudian, Setelah pesawat mereka sudah lepas landas, Fandi dan keluarga pun meninggalkan bendara, Rafa terlihat masih menangis, ia masih menatap liontin yang diberikan oleh Disya untuknya.


"Selamat jalan Disya, semoga selamat sampai tujuan".


Fandi kemudian pergi meninggalkan bandara, tujuannya kali ini adalah area pusat perbelanjaan, ia tak mungkin membawa putranya itu pulang kerumah sekarang, melihat wajahnya yang masih sedih membuat Fandi tak tega untuk membawa Rafa pulang terlebih dahulu.


Satu jam kemudian, fandi sudah sampai tepat di basemen mall tersebut, mereka semua turun, Ghina dan Ghani yang sudah mengerti mereka sudah berada di mall terlihat sangat senang sekali, berbeda dengan kakak nya, Rafa masih saja belum menunjukkan senyum diwajahnya.


Fandi dan Alisa membawa ke tiga anak nya menuju ke area play ground, Ghina dan Ghani sudah terlebih dahulu main bersama dengan mommy nya, Berbeda dengan Rafa anak itu terlihat masih kurang semangat saat ini.


Fandi kemudian mendekat, ia ingin berbicara dengan putra sulungnya itu.


"Kak, gak perlu kakak bersedih, Disya pasti juga akan sedih jika tahu kakak sedih, ayo senyum lagi, dimana senyum Rafa selama ini, dimana semangat Rafa selama ini, lihat adik-adik kamu tuh kak , mereka sedang bergembira bermain disana, memangnya kakak gak mau main??", tanya Fandi.


Rafa kemudian mengangguk, ia menuruti semua perkataan daddy nya kali ini.


Rafa kemudian berlari, ia kini sudah bisa tersenyum dan mulai melupakan kesedihannya, kini Rafa sedang asyik bermain dan membuat Alisa dan Fandi merasa lega.


Setelah semua sudah lelah bermain, Fandi mengajak semuanya untuk makan malam bersama, kini ke enam orang tersebut sudah duduk di dalam satu meja yang berisi kan 6 orang, mereka kini tengah menyantap makan malam


mereka secara bersama-sama.


Makan malam pun selesai, tak lupa juga Alisa membawa dua 3 kotak makanan untuk pak udin yang masih menjadi penjaga rumahnya, Bi Jum yang masih setia dengannya, dan pak Dadang yang saat ini sudah menjadi supir pribadi untuk anak-anaknya.


Sesampainya dirumah, Ghina dan Ghani sudah kelelahan, anak kembar itu sudah tidur pulas sejak berada di mobil tadi, mungkin saja mereka sangat lelah karena ada permainan tadi cukup menguras tenaga para anak-anak itu.


Aliaa mengantar Rafa menuju ke kamarnya, kamarnya sudah terpisah dengan si kembar, Rafa kini sdyah mempunyai kamar sendiri tepat di sebelah kamar Daddy dan Mommy Nya.


Setelah memastikan Rafa sudah tidur, Alisa kemudian keluar dari dalam kamar dan menuju kamar si kembar, Alisa juga harus memastikan jika kedua anaknya itu juga benar-benar sudah tidur, Alisa tersenyum melihat kedua anak nya yang saat ini sedang tidur pulas, Alisa kemudian mencium kening Ghina dan Ghani, setelah itu Alisa pun keluar dari dalam kamar itu dan menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya, badannya cukup lengket karena Alisa tadi juga ikut berlari mengejar Ghina dan Ghani yang sedang bermain di area play ground.


Alisa kemudian mengambil handuk kimono nya dan segera mandi, beberapa menit kemudian Alisa sudah selesai mandi tepat saat Fandi membuka pintu kamarnya, pandangan pertama yang dilihat oleh Fandi adalah istrinya buang sehabis mandi dan bau wangi sabun nya yang dapat menggodanya saat ini.


Fandi kemudian mendekat dan mengecup tengkuk leher istrinya, Alisa pun kaget, kemudian ia menoleh dan melihat suaminya yang kini tersenyum mesum kepada dirinya.


Fandi ingin melepas semua pakaian istrinya, tapi segera ditahan oleh Alisa,

__ADS_1


"Mas jangan dulu, kamu belum mandi,Ebih baik kamu mandi dulu biar badan kamu segar, terus tidur", ucap Alisa.


Fandi kemudian mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi, melihat suaminya yang sedang mandi membuat ide Alisa muncul, segera ia mengganti handuk kimono nya dengan piyama tidurnya, Setelah mengganti pakaiannya Alisasegera naik keatas ranjang dan segera tidur.


__ADS_2