Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
91


__ADS_3

Dirumah sakit.


Fandi dan Alisa kini tengah berjalan menyusuri koridor rumah sakit untuk segera sampai di ruang praktek Dokter Tamara.


" Sayang, pelan-pelan aja jalannya ", Ujar Fandi kepada Alisa.


" Aku sangat bersemangat sekali mas untuk melihat anak kita ", Ujar Alisa tersenyum.


Setelah berada tepat di depan pintu ruangan Dokter Tamara, Fandi dan Alisa langsung saja dipersilahkan masuk oleh suster yang sedang bertugas mendampingi Dokter tersebut.


" Silahkan masuk Nyonya, anda sudah ditunggu ", Ucap Suster tersebut yang langsung di angguki oleh Alisa.


Fandi dan Alisa segera memasuki ruangan Dokter Tamara, Keduanya menyalami dokter Tamara dengan sangat ramah.


" Silahkan duduk ", Ucap Dokter Tamara mempersilahkan.


" Terimakasih Dokter ", Jawab mereka bersamaan.


Alisa kini diminta untuk berbaring di ranjang yang sudah tersedia di ruangan itu.


Setelah menjalani banyak pemeriksaan kini Alisa dapat tersenyum puas saat melihat kondisi bayinya yang sangat sehat menurut Dokter Tamara.


" Selalu jaga kesehatan Nona, dan jangan terlalu capek ", Ucap Dokter Tamara.


Mereka pun kini keluar dengan perasaan bahagia, Alisa masih terus mengelus perut buncitnya yang sudah semakin besar


" Sayang, kamu lapar??", Tanya Fandi.


" Iya mas tapi aku lagi pingin makan dirumah Papa ", Ujar Alisa.


Fandi pun segera mengemudikan mobilnya menuju arah rumah Papa Ardi.


Satu jam kemudian Fandi dan Alisa sudah sampai di depan gerbang rumah tersebut.


Setelah pintu terbuka Fandi segera melajukan kembali mobilnya dan memarkirkan mobilnya


bersama dengan deretan mobil lainnya.


" Ayo sayang ",Ajak Fandi sambil membukakan pintu untuk Alisa.


Alisa menyambut tangan suaminya dengan sangat senang, mereka pun kini berjalan menuju pintu utama dengan bergandengan tangan.


Setelah berada didalam rumah Alisa segera pergi menuju ke kamarnya bersama Fandi, Alisa sudah merasakan lelah karena ia tidak sempat istirahat tadi.


Setelah sampai di ranjangnya, Alisa segera melepas jilbabnya dan menyimpannya didalam lemarinya,

__ADS_1


" Sayang, kamu istirahat aja dulu, mas mau kebawah dulu ", Ujar Fandi.


" Iya mas, Emh.... mas, aku lapar tolong bawain sekalian makanan ya ?", Pinta Alisa kepada suaminya.


" Iya sayang tunggu sebentar ya ", Ujar Fandi melangkah keluar dari dalam kamar Alisa.


Alisa kini tengah membaringkan badannya karena ia sudah sangat lelah sekali dengan aktivitas hari ini bersama suaminya, apalagi sesudah itu ia harus pergi menemui Dokter siang tadi.


Di dapur Fandi kini tengah menjadi pusat perhatian para maid di rumah mertua nya Tersebut, jarang sekali selama sudah menjadi suami Alisa, Fandi masuk kedalam dapur.


" Ada yang bisa saya bantu tuan??", Tanya Bi Minah yang merupakan pembantu senior di rumah itu.


" Saya mau mengambilkan Alisa makan siang Bi ", Ucap Fandi kepada Bi Minah.


" Oh iya tunggu sebentar Tuan ", Ujar Bi Minah sambil menyiapkan makan siang untuk tuan dan Nonanya.


Bi Minah kemudian mengambil dua piring yang akan di isi oleh nasi, tapi sebelum bi Minah yang melakukan Fandi tiba-tiba saja menghentikan pergerakan dari tangan Bi Minah.


" Bi, biar saya saja yang melakukan nya ", Ujar Fandi sambil mengambil piring yang di bawa Bi Minah.


Bi Minah pun menyerahkan Piring tersebut, dan Fandi mulai mengisi piring tersebut dengan nasi dan berbagai lauk yang ada di meja makan tersebut.


Setelah mengisi piring tersebut dengan penuh Fandi segera membawa makan siang mereka ke kamar.


Tak lama kemudian Fandi sudah datang dengan membawa sepiring nasi penuh beserta lauk, tak lupa juga segelas air minum untuk mereka berdua tentunya.


" Lho kok cuma satu mas??", Tanya Alisa yang melihat Fandi hanya membawa satu piring saja.


" Mas mau kita makan sepiring berdua aja ", Ujar Fandi sambil tersenyum.


" Mas suapin ya ", Ujar Fandi melanjutkan.


Alisa pun membuka mulutnya lebar-lebar, dan satu sendok nasi pun sudah masuk kedalam mulutnya.


Sudah banyak nasi yang sudah masuk ke dalam mulut Alisa, tapi tak satu pun yang masuk kedalam mulut Fandi.


" Mas kamu kok nyuapin aku terus, kamu kan belum makan juga dari tadi, sini aku suapin kamu juga ", Ujar Alisa mengambil alih sendok yang di pegang Fandi.


Alisa kini mulai menyuapkan sesendok nasi kedalam mulut suaminya.


" Ternyata lebih enak di suapin sama istri ya ??", Ujar Fandi sambil tersenyum.


Alisa hanya tersenyum menanggapi perkataan suaminya, " Kamu baru tahu mas ", Ujar Alisa.


" Aku aja berasa makan di restoran terkenal kalau istri aku yang cantik ini yang menyuapi aku ", Ujar Fandi mulai dengan gombalannya.

__ADS_1


Alisa hanya tersenyum, " Mulai gombal lagi deh ", Ujar Alisa.


Fandi pun hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya.


Setelah makanan mereka habis Fandi segera menyerahkan air putih kepada istrinya,


" Ayo sayang minum air nya ", Sambil menyodorkan gelas ke bibir Alisa.


" Mas seharusnya kamu dulu yang minum, setelah itu baru aku ", Ujar Alisa.


Fandi pun tersenyum, kemudian ia meminum terlebih dahulu setelah itu ia berikan kepada Alisa.


" Minum di bekas Bibir suami kan Sunnah mas ", Ucap Alisa.


" Ya udah kalau begitu, mulai saat ini kamu harus minum di bekas Bibir mas ya ", Ujar Fandi sambil tersenyum.


Fandi kini merebahkan tubuhnya di ranjang bersama istrinya, rumah mertuanya sangat sepi sekali karena Papa Ardi belum datang dari kantor, sedangkan kakek Bagas hari ini tengah berada diluar kota untuk menghadiri acara pernikahan relasi bisnisnya.


Saat sore hari mereka pun sudah bangun, kini Alisa terlebih duku yang berada di kamar mandi, merasa ada suara gemericik air Fandi pun segera membuka matanya, benar saja istrinya kini tidak berada di sampingnya.


Kemudian Fandi melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, ia sangat khawatir kepada istrinya yang tengah hamil besar seperti ini.


Dengan ketukan yang lumayan cukup keras Fandi kini memanggil istrinya yang sedang berada dikamar mandi.


" Sayang, buka dong pintu nya, aku khawatir sama kamu Kalau kamu mandi sendiri ", Ujar Fandi.


Tidak ada sahutan dari dalam, Alisa sengaja membiarkan suaminya di luar kalau sampai masuk entah apa yang terjadi di dalam, mungkin Fandi akan menjahili istrinya tersebut dengan tameng ingin menjaga istrinya saat mandi.


Tak berapa lama kemudian Alisa pun keluar dari dalam kamar mandi.


Dengan rambut basah dan dengan dibalut handuk kimono, Alisa berjalan secara pelan keluar dari dalam kamar mandi.


" Sayang ", Ucap Fandi memanggil istrinya.


" Iya mas ada apa ?", Tanya Alisa sambil mengusap rambutnya dengan handuk.


" Sayang, mas kan udah pernah bilang, kalau mau mandi kamu harus kasih tau mas dulu ", Ujar Fandi.


" Kenapa begitu, aku bisa mandi sendiri mas ", Ujar Alisa menolak.


" Bukan begitu sayang, mas hanya menghawatirkan mu, kan lantai kamar mandi licin sayang ",


" Iya mas maaf, tapi lain kali aja ya kalau aku ingat aku akan panggil mas kalau aku mau mandi ", Ujar Alisa.


" Sebaiknya kamu segera mandi mas nanti keburu Papa datang ", Ujar Alisa.

__ADS_1


Fandi pun akhirnya melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan Alisa bisa tersenyum senang karena ia bisa ganti baju dengan aman.


__ADS_2