
Pagi ini Alisa sangat bersemangat karena hari ini dia sudah mulai masuk kuliah lagi, dan siang ini dia juga kembali kerja di Resto, dan ini juga sudah direncanakan oleh Alisa, dan dia sudah memohon kepada Papanya dan Fandi.
Mereka pun tidak bisa menolak permintaan Alisa karena Alisa mulai dari pagi tadi sudah merengek seperti anak kecil
"Pah??? aku mohon, hari ini aku mau kuliah", Ucap Alisa kepada Papa nya.
"Tapi kamu masih belum sembuh benar sayang", ucap Papa Ardi sedikit khawatir.
" Tapi aku sudah bosan dirumah pah", Ucap Alisa.
"Lagi pula aku kemarin keluar sama mas Fandi dan aku tidak apa apa, aku sehat - sehat saja", ucapnya Alisa yang merayu sang Papa.
"Baiklah, tapi dengan satu syarat", ucap Papa Ardi.
Alisa mengerutkan dahinya,
"Ya Allah, pah?? masak sih pakek syarat", Ucap Alisa yang sudah cemberut.
" Tapi gak apa apa Alisa terima syarat nya", ucap Alisa.
" Kamu harus minta izin Fandi dulu, kan Fandi sebentar lagi akan jadi suami kamu ", ucap Papa Ardi.
Tanpa berpikir panjang Alisa segera pergi ke kamarnya untuk menelfon Fandi.
" Assalamualaikum sayang, tumben pagi - pagi udah telfon, kangen ya ", ucap Fandi yang langsung menggoda Alisa.
"Waalaikum salam mas, Kamu jangan mengada - Ngada dulu mas, aku tuh telfon kamu mau ngomong sesuatu", ucap Alisa kesal.
Fandi pun tertawa karena Alisa tiba - tiba saja menjadi kesal,
" Iya Al maaf ya sayang, Emangnya kamu mau ngomong apa ??", tanya Fandi kepada Alisa.
" Aku to the point aja mas, aku mau kuliah dan masuk kerja siang ini ", Ucap Alisa.
" Apa sayang ??, kamu kan udah aku kasih cuti ",Ucap Fandi.
" Mas aku udah bosan dirumah, lagi pula aku sudah sehat ", Ucap Alisa.
"Al, Kamu itu masih belum sembuh benar, Kenapa kamu harus masuk kuliah, kan kamu udah aku izinin seminggu, ini masih empat hari, masih ada tiga hari lagi untuk kamu istirahat". Seru Fandi.
" Tapi kan mas aku udah bosen dirumah terus, lagi pula aku udah beneran sehat, kamu gak lihat apa kalau aku kemaren sehat - sehat aja ", jawab Alisa.
"Ya udah kalau kamu maksa Al, Tapi kamu nanti berangkat nya aku anterin, pulangnya juga aku jemput", Ucap Fandi memberi syarat.
"Ya udah makasih ya Mas", ucap Alisa dengan antusias.
Setelah menutup panggilan telefon dengan fandi, Alisa segera bersiap siap untuk pergi kuliah, dia juga tidak sabar untuk bertemu teman - temannya kembali.
Tiga puluh menit kemudian tepat jam tujuh pagi Fandi sudah tiba di depan rumah Alisa.
Alisa yang menunggu sedari tadi langsung saja menghampiri Fandi.
" Assalamualaikum ", Ucap Fandi yang sudah sampai di halaman rumah Alisa.
" Waalaikum salam mas ", Jawab Alisa sambil tersenyum.
" Udah lama nunggunya sayang?? ", tanya Fandi.
" Nggak kok mas, aku baru aja selesai", Ucap Alisa.
" Ya udah kalau gitu ayo kita langsung berangkat", Ajak Fandi kepada Alisa.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju jalan Raya, mereka terus berjalan sampai dimana Fandi selalu memarkirkan Honda Civic nya.
"Ayo sayang nanti kamu terlambat ", ucap fandi.
" Iya mas", Jawab Alisa.
Fandi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tiga puluh menit kemudian Fandi dan Alisa sudah berada di depan gerbang kampus Alisa.
" Ayo sayang, aku antar kedalam ", Ucap Fandi sambil menggandeng tangan Alisa.
" Mas, disini aja, aku tidak apa-apa, aku bisa sendiri ",Ucap Alisa menolak secara halus.
" Lagi pula ini sudah terlalu siang mas, nanti kamu malah yang terlambat karena mengantarkan aku kedalam ", Ucap Alisa.
Fandi pun terpaksa mengiyakan permintaan Alisa,
"Ya udah sayang, aku berangkat dulu, nanti kalau udah mau pulang kabarin aku segera",Ucap Fandi.
"Iya mas, ya udah hati hati dijalan ya mas??" Ucap Alisa sambil melambaikan tangannya.
Anton yang melihat Alisa bersama Fandi tiba tiba ia merasa cemburu.
"Secepat itukah kamu melupakanku Al," ucap Anton yang berada tidak jauh dari gerbang kampus.
Alisa segera berjalan menuju tempat kuliahnya, hingga ditengah tengah perjalanan ia dihadang oleh Anton.
"Gimana kabar kamu Al, sudah lama sekali aku tidak melihatmu," Ujar Anton tiba-tiba.
Alisa masih saja terus berjalan tanpa menghiraukan Anton yang berbicara kepadanya.
" Maaf, aku rasa tidak ada yang perlu kamu tanyakan, dan satu lagi jangan ganggu aku An?? ", Ucap Alisa memberi peringatan.
" Kenapa sih aku harus ketemu Anton", ucap Alisa kesal.
Suasana hatinya menjadi tidak baik setelah bertemu Anton, Teman - temannya yang melihat nampak bingung dengan Alisa yang suasana hatinya sedang buruk.
" Kenapa Lo Al, Dateng - Dateng langsung cemberut", ucap Vina.
" Gue barusan ketemu Anton, padahal suasana hati gue tadi pagi lagi bahagia, eh malah ketemu Anton, jadi bete gue sekarang", Ucap Alisa dengan kesalnya.
" Ya udah Al, Lo gak usah mikirin dia lagi kan udah ada Bang Fandi ", Ucap Melly kepada Alisa.
Alisa yang mendengar nama Fandi langsung saja tersenyum.
"Hmm.. yang baru denger nama nya aja langsung tebar tebar senyuman", Ujar Fira menggoda Alisa
Alisa pun langsung mengangkat jari manisnya ke arah temannya saat ini, mereka pun terlihat bingung,
"Kenapa lo Al, tangan lo kok diangkat - angkat gitu ??", Tanya Shinta keheranan.
Alisa mendengus kesal,
"Hmm... kalian gak peka ya, nih lihat dong jari manis gue ada apanya??", Tanya Alisa yang masih mengangkat tangan nya.
Mata teman teman Alisa seketika langsung melotot dibuatnya,
" Ya Allah Al, Lo udah tunangan ???", Tanya mereka semua kaget.
" Belum, gue cuma dilamar aja ", Ucap Alisa tersenyum.
__ADS_1
" Wah wah wah... kita kalah cepat nih", ucap Vina.
" Selamat ya Al, kita ikut bahagia denger Lo udah dilamar sama babang Lo yang ganteng itu", Ucap Melly kepada Alisa.
" Makasih ya semua ", Ucap Alisa sambil memeluk temannya.
Tak lama kemudian Dosen pun datang dan memulai mata kuliah sampai jam berakhir.
Fandi yang sudah di telfon oleh Alisa langsung menuju ke kampus Alisa.
Dia sekarang tengah berada di depan gerbang kampus, Anton yang mengetahuinya segera berjalan menuju ke arah Fandi.
" Sedang apa anda disini ??", , tanya Anton ketus.
" Maaf anda siapa ya , saya sedang menjemput tunangan saya", jawab Fandi.
" Apa!!!! tunangan anda, maksud anda tunangan anda siapa??", tanya Anton menyelidik.
" Anda tidak perlu tau, memang ada urusan apa anda dengan saya, saya merasa tidak mengenal anda", Ucap Fandi dengan nada tingginya.
Anton pun merasa kesal dengan Fandi, ia tak percaya jika Fandi dan Alisa Sudah bertunangan.
" Anak yang aneh, suka mengurusi urusan orang lain", ucap Fandi.
Tak lama kemudian Alisa pun datang bersama temannya,
" Hai babang Fandi", ucap Vina.
Fandi pun hanya tersenyum,
" Sudah siap Al, tanya Fandi.
Sudah mas, ya udah kita jalan dulu ya, sambil melambaikan tangannya ke temannya.
Dalam perjalanan menuju resto,
" Kamu yakin Al mau kerja sekarang,??" Tanya Fandi.
"Iya dong mas, aku tu udah kangen sama Kak Dina, Mbak Dewi dan sama anak anak resto lainnya", ucap Alisa.
Fandi pun hanya mengikuti kemauan Alisa saja, selama tidak membahayakan atau menyebabkan ia sakit, Fandi tidak akan marah.
" Ya udah kalau gitu. maumu sayang " , Ucap Fandi.
Saat masih di perjalanan tiba-tiba Alisa ingat akan sesuatu.
" Emhh... mas !!, aku mau minta tolong ya??", Ucap Alisa.
" Apa Sayang ??", Tanya Fandi.
" Nanti kalau di Resto jangan bilang ke siapa siapa bahwa kita sudah tunangan ya mas ??", ucap Alisa.
Fandi pun mengerutkan keningnya, " Memangnya kenapa Al, kan emang bener kamu tunangan aku", ucap Fandi.
"Aku gak mau bikin heboh satu Resto lagi mas, udah cukup yang kemaren.
Kita rahasiakan aja dulu mas", pinta Alisa.
"Ya udah kalau itu maumu Al, kalau itu juga yang membuat kamu nyaman aku gak apa-apa" , ucap Fandi.
Alisa pun tersenyum senang saat ini.
__ADS_1
" Makasih ya mas ", ucap Alisa.