Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Baby Disya


__ADS_3

Denis dan Fandi sudah keluar dari kamar perawatan Nisa, disana hanya tertinggal Alisa yang menemani Nisa dikamarnya.


Fandi mengajak Denis menuju ke kantin rumah sakit karena Fandi yakin jika Denis masih belum mengisi perutnya sampai sekarang.


Mereka kini duduk di bangku yang saat ini sedang kosong, wajah mereka saat ini Sama-sama menjadi pusat perhatian karena ketampanan mereka berdua.


Denis duduk dan menyandarkan di kursi tersebut, pelayan kantin pun datang dan Fandi segera memesan, Fandi memesan satu mangkok bakso dan es teh untuk menyegarkan tenggorokan nya yang sudah kering sedari tadi.


" Kamu pesan apa den ??", Tanya Fandi.


" Terserah bos saja ", Fandi pun memesankan Makanan yang sama untuk Denis juga.


Pelayan itu pun pergi dan mereka berdua kini tengah duduk dan menanti.


15 menit kemudian pesanan mereka sudah datang, Fandi langsung saja menyantapnya karena perutnya sudah lapar sejak tadi.


Sedangkan Denis masih diam, ia masih tidak berselera karena mengingat istrinya yang kesakitan tadi saat melahirkan putri mereka.


Fandi melihat Denis masih tak menyentuh makannya membuat Fandi juga berhenti dan menatap Denis.


" Den, ayo makan makananmu, apa yang kamu pikirkan, istri dan anakmu baik-baik saja, jangan sampai kamu sakit nantinya dan membuat Nisa khawatir ",


Denis pun mengangguk benar kata bos nya dirinya tak boleh sampai sakit, toh semuanya juga sudah beres tak ada yang perlu dikhawatirkan, Nisa dan putrinya juga selamat.


Denis pun kini sudah mau menyentuh makannya, dan membuat Fandi seketika tersenyum.


Sesudah mereka menghabiskan makanannya mereka kini masih duduk santai di kantin tersebut, mereka kini menambah dua cangkir kopi kesukaan mereka, dan mereka kini menyesap kopinya dengan perlahan dan sambil menikmati aromanya.


Sebelum mereka pergi, Fandi terlebih dulu memesan makanan untuk istrinya, Awalnya Fandi juga ingin memesankan untuk Nisa, tapi setelah dipikir-pikir Nisa masih tak diperbolehkan memakan makanan luar, akhirnya Fandi hanya memesan satu porsi saja.


Mereka akhirnya Kembali, Setelah satu jam mereka berada di kantin dan mengisi perut mereka.


Fandi dan Denis melihat Alisa menggendong bayi cantik itu, dan Nisa masih berbaring karena masih belum bisa bergerak efek jahitan selepas melahirkan tadi.

__ADS_1


" Bang, kamu belum ngasih nama buat putri kita ", Ujar Nisa mengingatkan Denis.


" Iya, Abang sudah siapkan namanya yang, Namanya Disya Dara Pratama", Ujar Denis kepada Nisa.


Nisa pun tersenyum, " Nama yang bagus bang, aku suka ", Jawab Nisa dengan senyuman.


Tapi dibalik senyuman itu tersimpan rasa kesedihan yang dirasakan Nisa, kedua orang tua mereka sama sekali tidak mengetahui jika saat ini mereka sudah mempunyai cucu.


Fandi menyerahkan sebuah kotak makanan kepada Alisa, Fandi yakin jika istrinya sebenarnya juga tengah lapar, " Makanlah sayang, mas bawakan makanan untuk kamu ", Alisa kemudian menyerahkan baby Disya kepada Denis, dan segera meraih kotak makanan yang diberikan Suaminya.


Tak lama kemudian salah satu suster datang, suster tersebut membawakan makanan untuk Nisa makan sore ini,


" Denis menyerahkan putrinya kepada Fandi karena Denis ingin menyuapi makanan untuk istrinya, dan Fandi menerima bayi tersebut dengan senang hati, bayi tersebut sangat cantik membuat Fandi ingin sekali mencium bayi tersebut, ada rasa ingin memiliki bayi lagi dan Fandi berharap kelak anak keduanya juga perempuan sama dengan Disya.


Menjelang Maghrib Fandi dan Alisa berpamitan kepada Denis karena pastinya Rafa saat ini tengah menunggu orang tuannya.


Didalam perjalanan Fandi dan Alisa saling diam, mereka berdua sangat lelah saat menemani Denis tadi.


" Sayang ", Panggil Fandi sambil memecahkan keheningan diantara mereka.


" Disya cantik ya, dia lucu ", Ujar Fandi.


" Iya mas, dia cantik, mirip Nisa ", Jawab Alisa, karena menurut Alisa wajah Disya sekarang kemiripannya masih dominan ke wajah Nisa.


" Apa kamu gak ingin punya Disya lainnya sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya.


" Maksudnya mas ??", Tanya Alisa tak mengerti, Disya yang lainnya, Alisa sama sekali tak mengerti apa yang dimaksud Suaminya.


" Ya kita punya anak lagi, kamu hamil lagi sayang ", Ujar Fandi.


" Kamu ingin punya anak perempuan mas ??", Tanya Alisa dan Fandi pun mengangguk mengiyakannya.


" Emang kalau aku hamil.lagi kamu bisa pastikan kalau yang aku kandung bayi perempuan mas ??", Alisa pun tak menyangka jika Fandi akan meminta ia hamil.kagi sekarang, dan lebih Alisa tak menyangkal jika Suaminya ini sekarang menginginkan anak perempuan darinya.

__ADS_1


" Ya kita coba aja sayang, kalau perempuan Alhamdulillah, kalau laki-laki lagi ya kamu hamil lagi dong", Ucap Fandi membuat Alisa membulat kan matanya.


" Kamu sudah siap jika kamu yang mengalami mual-mual lagi ??", Tanya Alisa yang mengingat jika hamil pertamanya Fandi yang merasakan morning sickness nya.


" Nggak masalah sayang, mas siap lahir batin ", Jawab Fandi dengan yakin.


Alisa pun terkekeh, ia pun akan menuruti permintaan Suaminya kali ini yang ingin memliki anak lagi.


" Kita ikhtiar sama-sama ya mas, semoga aku cepat hamil lagi ", Jawab Alisa sambil tersenyum.


Fandi pun merasa senang, awalnya ia ragu mengutarakan niatnya ini kepada istrinya takut jika Alisa akan menolak, tapi siapa sangka jika Alisa mau dan dengan senang hati ingin mewujudkan keinginanya.


Mereka kini sudah sampai, Fandi segera masuk kedalam rumahnya bersama dengan istrinya.


Mereka segera masuk kedalam kamar dan segera membersihkan badannya sebelum mereka bertemu dengan Rafa putranya.


" Mas ingin kamu lepas KB kamu sayang ", Ujar Fandi kepada Alisa.


" Iya mas ", Alisa menjawab sambil tersenyum, ia akan mulai besok, ia akan pergi ke dokter kandungan untuk melepaskan KB nya yang ia pasang sewaktu sehabis melahirkan Rafa.


Mereka kini tengah berada di ruang tengah, Fandi kini sedang bermain dengan Rafa dan Alisa masih serius dengan televisi yang ada di hadapannya,


Fandi tak pernah lelah jika ia harus bermain bersama dengan putranya, Fandi justru akan merasa senang dan itu bisa membuat rasa lelahnya hilang.


" Besok kita lihat Adek Disya ya sayang ", Ujar Fandi kepada Rafa,


Fandi terlihat sangat ingin bertemu dengan bayi itu lagi, apalagi melihat wajahnya yang lucu, itu yang membuat Fandi ingin memiliki anak perempuan seperti Disya.


" Kita beli kado dulu buat adik Disya nya, besok kita sama-sama cari sebelum kesana ", Jawab Alisa yang kini beralih memandang ke suami dan putranya.


Fandi pun tersenyum, rasanya sudah tak sabar lagi untuk mendengar tangis bayi lagi dirumahnya ini, dan memberikan adik untuk Rafa.


Fandi kemudian bangkit dan duduk disamping Alisa, Fandi Kemudian mendekat dan dia membisikkan sesuatu ke pada Alisa.

__ADS_1


" Kita mulai malam ini sayang ", Ujar Fandi membuat Alisa seketika mendelikkan Matanya.


__ADS_2