
"Ceklek", Tepat pukul 21.30 malam Rafa kembali menuju ke kamarnya.
Dapat ia lihat istrinya yang saat ini sedang berada di atas ranjang tempat tidurnya dengan Memainkan ponselnya.
"Aku ke kamar mandi dulu", Disya mengangguk pelan, sedangkan Rafa saat ini melangkahkan kembali kakinya menuju ke kamar mandi.
Rafa harus lebih segar malam ini. Di dalam kamar mandi Rafa segera mencuci mukanya. menambahkannya sedikit facial foam khusu laki-laki agar wajahnya terlihat segar juga sama seperti disya saat ini.
Rafa menatap kaca kamar mandi disana memperhatikan wajahnya dengan seksama. Usianya sudah tak muda lagi. dan rasanya jika mempunyai satu anak pun kurang bagi Rafa.
Rafa ingin Dia bisa memiliki anak sepasang laki-laki dan perempuan. Itu yang Rafa inginkan.
Disya saat ini menanti suaminya dengan perasaan tak karuan. Padahal bukan pertama kali Disya akan melakukan hal ini. Entah, Tapi malam ini sangat berbeda-beda bagi Disya. Mungkin karena sekarang ia lebih leluasa di rumah ini. Mau seperti apapun tak akan ada orang yang tahu. kecuali di rumahnya ini terdapat CCTV. Dan Disya jadi ngeri jika itu terjadi.
Sudah 15 menit, Namun sang suami belum juga keluar dari kamar mandi. Disya merasa penasaran. Mungkinkah Rafa tertidur, atau memang sedang melakukan sesuatu disana.
Disya turun dari ranjang tempat tidurnya. Dengan memakai setelan lingerie membuat Disya sedikit ragu untuk berjalan ke arah kamar mandi. Namun saat ini Disya ingin memastikan Rafa baik-baik saja dan terjadi sesuatu dengan suaminya di dalam.
Disya perlahan mengetuk pintu kamar mandi tersebut. satu kali ketukan tidak ada sahutan. Dua kali sama saja. dan beberapa saat kemudian sebelum tangan Disya menyentuh Daun pintu tersebut. Pintu itu pun terbuka dan menampakkan seseorang yang berada di dalam nya tadi.
Rafa yang baru saja keluar kini melihat pemandangan indah yang ada di hadapannya.
Mata tajam Rafa kini menatap dengan intens ke arah depan. ke arah wanita yang sudah halal untuk di pandang.
__ADS_1
"Hm.. Mau ngapain??", Tanya Rafa. sepertinya menggoda istrinya jauh lebih menyenangkan saat ini.
Disya yang terpergok hanya diam saja. dia tidak bisa berkutik. Mau kabur pun sudah tidak bisa. apalagi baju yang ia kenakan saat ini sudah membuat dirinya terkunci. dia tidak bisa kemana-mana karena tangan dan badan suaminya sudah menghalangi dirinya untuk tidak bergerak kemanapun.
"Hmm... Aku cuma mau....", Sebelum Disya menjawab kini bibir disya sudah di bungkam dengan bibir Rafa. Mereka seketika diam, menikmati aktivitas yang mereka lakukan saat ini.
Setelah satu menit. Rafa melepas ciumannya dan membiarkan istrinya bisa bernafas dengan lega. Wajah Disya saat ini seketika mendadak merona karena sedikit malu dengan yang di lakukan nya tadi.
"Lagi??", Rafa kembali bertanya. lebih tepatnya menggoda sang istri yang saat ini sudah seperti kepiting rebus.
Disya menggeleng-gelengkan kepalanya, dan Rafa pun tersenyum dengan itu.
Rafa kembali melihat penampilan sang istri. memang sedikit berani istrinya malam ini menggunakan pakaian ini.
"Kamu mau menggodaku??", Tanya Rafa.
"Menggoda suami sendiri kan nggak masalah", Seru Disya lagi.
"Nggak masalah??", Tanya Rafa kepada Disya.
"Iya kan. Masalah nya dari mana coba", Disya pun sedikit cemberut. Respon suaminya tidak seperti yang ia harapkan saat ini.
"Masalah nya disini," Tunjuk Rafa ke arah junior nya.
__ADS_1
Juniornya jika melihat pemandangan seperti ini justru akan semakin bermasalah tentunya.
Disya tak habis pikir dengan suaminya itu. ada-ada saja yang ia hubung- hubungkan.
"Terserah. Aku mau kembali ke sana", Disya kemudian berjalan kembali ke arah ranjang king size itu. Dia kemudian naik dan menarik selimut tebal nya sampai batas leher.
"Sayang. Kok malah tidur??." Rafa naik ke atas ranjang dan juga ikut masuk kedalam selimut bersama sang istri.
Disya saat ini hanya diam saja sambil memejamkan matanya. Pura-pura tidur lebih baik saat ini. Tapi semua ini kan sudah di persiapkan khusus untuk suaminya. jadi Disya pun akhirnya kembali membuka matanya dan melihat bagaimana tingkah Suami nya saat ini.
"Aku nggak tidur, Tapi cuma ngantuk aja", Ujar Disya sambil mengambil guling dan meletakkannya di tengah membatasi dirinya dan Rafa.
"Nggak usah pakai guling. aku nggak suka", Semenjak Rafa menikah memang Rafa tidak suka memakai guling di tempat tidurnya. Tidak perlu ada pembatas antara dirinya dan istrinya.
"Tapi aku pengen pakai guling", Keduanya saat ini saling berebut sampai-sampai membuat Fasya tiba-tiba sedikit terganggu tidurnya karena ulang dari kedua orang tuannya.
"Shuutt.. Jangan berisik dong. Fasya kebangun sayang",
Disya kemudian turun dan melihat Putri nya yang sedang tidur di box bayi itu. Fasya kembali pulas tidurnya dan sama sekali tidak terganggu.
"Gimana??. udah tidur lagi??", Tanya Rafa. dan Disya pun mengangguk.
Rafa kemudian menarik tangan istrinya dan dengan refleks Disya pun terjatuh tepat di atas sang suami.
__ADS_1
"Aku mau kamu sekarang. Nggak nanti dan nggak besok. Tapi sekarang", Disya pun mengangguk. Jujur dirinya juga menginginkan suaminya. sudah 3 hari ini mereka tak melakukan aktivitas malam mereka. sehingga menimbulkan kerinduan antara mereka Berdua. merindukan bau tubuh masing-masing, sehingga membuat candi tersendiri bagi mereka berdua.
Saat ini semua yang menempel di badan mereka berdua sudah berserakan di lantai. Tak perduli dengan keadaan kamar yang berantakan mereka tetap fokus untuk melepaskan hasrat mereka. Melepas kerinduan untuk berbagi peluh bersama di atas tempat tidur mereka.