
Mata Alisa pun membulat mengetahui jika perusahaan Surya hari ini menghubungi dirinya,
" Baik terimaksih Nis, segera sambungkan ya", Mau tak mau Alisa pun harus menerima telfon Tersebut dan harus bersikap biasa saja toh Pak Surya tidak mengetahui jika aku ini istri dari mas Fandi.
Alisa dan Fandi langsung saja bangkit dari tempat duduknya dan langsung menuju ke mejanya untuk meraih gagang telepon.
" Selamat pagi ", Alisa pun menjawab panggilan tersebut.
" Apa Pak, oh iya tidak apa-apa jika Bapak ingin berkunjung ke kantor kami, kantor kami akan terbuka lebar untuk anda ", Ujar Alisa.
Fandi tersenyum sudah ia duga jika nantinya Surya akan datang di Bachtiar Group tapi Fandi tidak menyangka jika akan secepat ini.
Alisa kembali meletakkan gagang telfonnya, laku ia berjalan kembali menuju ke tempat duduk Fandi yang sudah kembali lagi duduk sofa.
" Mas bagaimana ini ??", Alisa pun terlihat gugup, dan ia tak tau harus melakukan apa, Setelah mengetahui dari Suaminya ia enggan untuk bertemu dengan orang yang ingin merusak rumah tangganya.
" Kamu bersikap biasa aja sayang, anggap kamu gak tau apa-apa ", Fandi pun mencoba membuat istrinya rilex dan tenang.
" Baik mas, pak Surya akan datang besok ", Jawab Alisa.
🌸🌸🌸
Di Bandung, Pak Surya kini tengah memikirkan bagaimana cara agar ia bisa menikahkan putrinya dengan Fandi,
" Bagaimana ini Pah, Mama sudah terlanjur suka dengan Fandi, selain dia tampan dia adalah seorang Presdir".
Pak Surya terlihat memikirkan sesuatu untuk mewujudkan keinginannya, apalagi untuk menyatukan perusahaan nya dengan Wiratama Corp, itu sudah menjadi impiannya sejak dulu.
" Tenang saja mah, besok Papa akan berangkat ke Jakarta, Papa akan menemui Presdir Bachtiar Group, Papa yakin perusahaan besar itu akan membantu Papa untuk mendapatkan Wiratama Corp", Ujar Pak Surya.
" Kalau begitu Mama akan memberitahu Fattiya, Mama dan Fattiya harus ikut bersama dengan Papa ke Jakarta ", Ujar Bu Susi bersemangat.
Bu Susi Kemudian berjalan menuju kamar putrinya bermaksud untuk memberitahu jika dia besok harus ikut bersama dengan Mama Papa nya ke Jakarta.
__ADS_1
Belum sampai Bu Susi mengetuk kamar putrinya, Fattiya sudah keluar dengan di penampilan modisnya, ia sedang menyeret sebuah koper dan bermaksud untuk pergi karena ada pekerjaan mendadak.
Selama Fattiya diluar negri ia sudah bekerja sebagai seorang model disana dan ketika Tya pulang sekarang masih mendapat job pemotretan di Indonesia.
" Tya, kamu mau kemana ??", Bu Susi pun memperhatikan koper yang tengah diseret oleh putrinya.
" Maaf Mom tapi sepertinya aku akan pergi hari ini, aku ada pemotretan" Tya pun kembali menyeret kopernya menuju pintu utama rumahnya.
Pertengkaran selalu terjadi saat Tya ingin menjalani pemotretan nya karena orang tuanya tidak setuju jika ia menjadi model, yang diinginkan Pak Surya adalah Tya menjadi seorang istri dari Presdir.
" Kamu gak bisa pergi Tya, kamu harus ikut Mama sama Papa ke Jakarta besok ", Bu Susi pun mulai meninggikan suaranya.
" Maaf Mom, tapi Tya tidak bisa, Tya tau Mom mau menjodohkan Ku dengan Fandi??, tapi maaf Mom Tya tetap memilih Feri ", Ujar Tya mengerti tujuan orangtuanya.
" Tapi Mama dan Papa melakukan semua ini untuk kamu sayang ", Bu Susi tetap terus membujuk Tya agar mau ikut ke Jakarta.
" Maaf Mom, tapi Tya tidak bisa, Fandi sudah punya istri dan Tya tidak mau jadi orang ke tiga apalagi istri kedua, Tya akan tetap bersama Feri, ya sudah Mom Tya pergi dulu", Fattiya kemudian menjalankan mobilnya dan segera menemui Feri, Feri akan selalu mengikuti kemana Tya pergi dan selalu menjaganya dimana pun ia berada.
" Tya...Tya...", Bu Susi pun berteriak berharap tua akan berhenti dan kembali pulang, namun Bu Susi salah Fattiya masih terus melajukan mobilnya menuju ke rumah Feri kekasihnya.
Pak Surya Kemudian keluar dan menghampiri istrinya yang tengah meneriaki putrinya.
" Kenapa mah ??", Pak Surya tiba-tiba datang dari belakang dan melihat istrinya yang tengah menahan emosi.
" Tya pergi pah, dia pergi bersama laki-laki itu, bagaimana ini pah ??",
Bu Susi pun semakin bingung bagaimana cara mempertemukan kembali putrinya dengan Fandi jika Tya sekarang tak tau keberadaannya.
Alisa yang masih berada di ruangannya terlihat bingung dengan semua ini, mengapa selalu saja ada masalah yang menerpa rumah tangganya, bahkan suaminya yang di inginkan oleh orang lain untuk dijadikan suaminya.
Tiba-tiba ponselnya pun berbunyi dan terlihat suaminya yang sedang menelepon nya sekarang.
" Halo mas, assalamualaikum ", Ucap Alisa.
__ADS_1
" Waalaikum salam sayang, aku sudah diluar kita pulang sekarang sayang ",
Alisa pun segera mematikan ponselnya dan segera pergi meninggalkan ruangannya,
" Mbak pulang duku Nis ", Alisa pun berpamitan kepada sekertaris nya yang masih sibuk dengan pekerjaannya
" Iya mbak, hati-hati dijalan ", Nisa pun terus melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit sambil menunggu suaminya datang menjemput nya.
Tak lama kemudian Nisa pun segera mematikan laptopnya karena pekerjaan nya pun sudah selesai, segera ia mengemasi barangnya dan segera pergi keluar dari kantor.
Didalam mobil Alisa masih terlihat diam saja tanpa mengeluarkan suaranya, Fandi pun merasa jika istrinya masih memikirkan masalah Surya yang membuat pikiran Fandi pun juga kacau.
" Sayang kamu nggak apa-apa kan ??", Fandi pun terlihat khawatir melihat istrinya yang diam.
"Kamu sudah makan sayang ??", Fand pun masih bertanya kembali dan Alisa hanya menjawab lewat gelengan kepalanya.
" Ya sudah sebaiknya kita makan dulu, aku nggak mau istri mas yang cantik ini sakit ", Alisa pun tersenyum, Fandi merasa senyum istrinya sangat berharga karena lewat senyum istrinya ia mampu melewati hari-hari nya.
Mereka kini sudah sampai di depan kafe yang tak jauh dari kantornya, segera Fandi keluar dan membukakan pintu samping untuk istrinya," Silahkan sayang ", Fandi pun memperlakukan istrinya dengan sangat romantis.
" Terimakasih Mas ", Alisa terlihat bahagia saat diperlakukan oleh suaminya seperti ini.
Mereka kemudian melangkahkan kakinya menuju kafe dan segera mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka.
Fandi terlihat masih memandangi wajah istrinya membuat Alisa sangat malu,
" Mas jangan seperti itu, aku malu ", Fandi kemudian tersenyum,
" Mas selalu ingin melihat wajahmu sayang ",
Alisa pun tersenyum Kembali.
Alisa pun kini kembali terdiam membuat Fandi mengerutkan dahinya, " Kamu Kenapa lagi sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya.
__ADS_1
" Mas bagaimana seandainya pak Surya memaksa kamu untuk menikahi putrinya ??", Alisa pun masih terpikirkan dengan masalah itu.
" Shttt... kamu tidak boleh berbicara seperti itu, sampai kapanpun mas tidak akan menduakanmu apalagi menikahi putrinya Surya, mas akan selalu bersama mu sayang sampai nafas mas tidak dapat berhembus Kembali ".