Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Tawaran gila


__ADS_3

Alisa kini masih dengan pikiran nya yang sedang kalut, Alisa takut jika Fandi nantinya akan bertemu dengan perempuan cantik disana , apalagi ia pernah dengar jika keluarga Surya mempunyai putri yang sangat cantik dan dia lulusan dari luar negri sama seperti Suaminya.


Alisa masih mondar-mandir sambil terus memegangi ponselnya berharap jika suaminya akang segera menghubunginya dan menceritakan kejadian yang ia alami malam ini.


Dibandung, Fandi kemudian berdiri bermaksud untuk berpamitan kepada keluarga Pak Surya untuk menyudahi makan malam yang membuat hatinya sangat kacau malam ini.


" Maaf Pak, sepertinya kita sudahi saja makan malamnya saya masih banyak urusan ",


Pak Surya kemudian melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 19.45,


" Maaf Pak Fandi apa tidak sebaiknya kita berbincang-bincang dulu, ini masih terlalu sore, lagi pula putri saya akan menemanimu disini ", Ujar pak Surya menawarkan Tya.


Tya kemudian mendongakkan kepalanya, sejujurnya ia malam ini juga sudah ada janji kencan dengan kekasihnya Feri untuk makan malam romantis.


" Maaf Pak, sepertinya saya tidak bisa, tidak baik laki-laki dan perempuan bersama di tempat yang sama dan pada malam hari ", Jawab Fandi.


" Tapi Pak Fandi, kita kan bisa sambil membicarakan masalah bisnis kita disini, apalagi ini adalah kerja sama besar kita, dan saya berharap perusahaan kita nantinya dapat bersatu ",


Fandi, Denis dan Anton pun terlihat mengerut kan keningnya.


" Maksud bapak apa ??", Tanya Fandi tak mengerti.


" Jangan pura-pura tidak mengerti pak Fandi, Pak Fandi bisa mendapatkan saham saya tanpa tanda tangan kontrak ",


Pak Surya pun mulai melakukan hal gilanya, dan Fandi pun sama sekali tidak mengerti.


" Maaf pak saya tidak mengerti ", Jawab Fandi.


" Begini Lo nak Fandi ", Bu Susi pun menyela pembicaraan antara suaminya dan Fandi.


" Nak Fandi bisa saja mendapatkan saham keluarga saya asal nak Fandi mau menikah dengan putri saya, iya kan pah ??",


Bu Susi pun memandang ke arah Suaminya dengan senyum manisnya.

__ADS_1


" Dad, Mom, maksud kalian apa ??, aku sudah punya Feri dan aku tidak akan pernah meninggalkan Feri ", Tya pun mulai kesal dengan orang tuanya, Tya semenjak sore tadi sudah tidak ingin ikut makan malam bersama karena ini merupakan makan malam antar kolega bisnis orang tuanya.


Bu Susi pun kemudian mendelik ke arah putrinya seakan meng kode jika ia harus mengunci mulutnya rapat-rapat.


Denis dan Anton terlihat kaget dengan penuturan pak Surya, mereka tidak menyangka akan melakukan penawaran gila tersebut kepada Bosnya.


" Maaf Pak Surya, saya tidak bisa, asal kalian tahu saya sudah mempunyai istri dan seorang anak ", Ujar Fandi.


Mata Bu Susi pun membulat,


" Bagaimana ini pah, Mama sudah terlanjur suka dengan Fandi ",


Pak Surya kemudian mencoba untuk berbicara dengan Fandi lagi.


" Maaf pak Fandi tapi sepertinya anda perlu berpikir dua kali untuk menerima tawaran saya ", Pak Surya pun masih kekeh ingin mewujudkan keinginannya.


" Jika pak Fandi tidak mau menerima tawaran saya , saya pastikan jika pak Fandi tidak akan menerima saham dari saya maupun saham dari Bachtiar Group, Saya juga tahu jika anda juga bekerja sama dengan perusahaan besar itu, dan saya pastikan Bachtiar Group akan memutus kerja sama secara sepihak dengan anda ", Pak Surya pun kembali mengancam, ia sangat kenal dengan Pak Ardi Bachtiar, Pak Surya yakin jika Fandi akan menurut jika sudah menyangkut dengan Bachtiar Group karena Perusahaan tersebut mempunyai andil besar dalam segala bidang.


Fandi Kemudian tertawa.


Asal Pak Surya tahu, saya dan istri saya yang memegang penuh di Bachtiar Group ",


Pak Surya Kemudian mendelik,


" Maksud anda apa Pak Fandi??",


Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan semuanya, jika anda pintar anda bisa mengartikan semuanya.


" Saya rasa kerja sama kita tidak bisa di teruskan, saya akan memutuskannya dan saya akan segera pergi dari sini ", Ujar Fandi yang sudah berdiri dan akan pergi dari hadapan Pak Surya.


" Pak Fandi, anda tidak boleh memutuskannya secara sepihak, jika bapak memutuskannya saya akan meminta kerugian dari perusahaan Bapak ", Pak Surya masih tidak berhenti, ia hendak mengancam kembali.


Denis dan Anton pun hanya menjadi penonton yang tidak bisa membuka suaranya nya, dan Fandi pun juga melarang keduanya untuk berbicara karena ini sudah menyangkut masalah pribadi dirinya.

__ADS_1


" Maaf Pak, saya sama sekali belum menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan anda, jadi anda tidak berhak untuk meminta kerugian pada perusahaan saya "


" Ayo kita pergi, kita sudah tidak ada urusan apapun dengan Mereka semua ",.


Fandi Denis dan Anton pun pergi dari tempat tersebut,


Dan Fandi pun berencana akan segera terbang ke Jakarta malam ini juga.


" Kamu segera urus tiket penerbangan kita malam ini, saya tidak mau menginjak kakiku disini lagi ", Perintah Fandi kepada Denis.


" Baik bos ", Jawab Denis yang langsung melaksanakan perintah dari bosnya, Denis mengerti posisi bosnya dan dia juga terlihat geram kepada Pak Surya.


Begitu juga dengan Anton, dia terlihat senang ternyata Fandi amat mencintai Alisa dan dia sangat memperjuangkan pernikahannya.


Fandi Denis dan Anton segera kembali menuju tempat ia menginap,


" Sebaiknya kita segera pergi dari sini, aku sudah tidak ingin lagi berada di tempat ini ", Fandi pun teramat kesal saat ini karena Perdebatannya dengan Pak Surya tadi.


" Baik Pak, saya akan segera mengemasi barang-barang saya ", Anton pun kemudian segera masuk kedalam kamarnya, dan Fandi pun juga langsung masuk kedalam kamarnya.


Satu jam kemudian mereka bertiga telah siap untuk pergi dari kota Bandung,


Fandi pun kini semakin bersemangat karena ia akan bertemu dengan istrinya Kembali.


Fandi tidak menyangka jika kerja sama nya kali ini akan mempertaruhkan pernikahannya, Ternyata Pak Surya selama ini tengah mengincarnya untuk di jadikan suami putrinya,


" Aku benar-benar tidak menyangka jika pak Surya akan melakukan hal licik seperti ini, dia bahkan tidak membutuhkan tanda tangan kontrak kita ", Ujar Fandi.


" Iya Pak, saya juga tidak menyangka kejadiannya akan seperti ini, dan jujur saya bangga kepada anda , anda segera bertindak tegas dan tidak menyakiti istri anda nantinya",


Fandi merasa perkataan Anton hati ini sangat tulus dan tidak berniat apapun,


" Terimakasih sudah percaya kepada ku, dan maaf untuk kali ini kita tidak bisa menjalin kontrak kerja untuk perusahaan kita ",

__ADS_1


Fandi Jujur saja sangat sedih, apalagi ini proyek pertamanya selama memegang perusahaan keluarganya.


" Tidak apa-apa bos, bos melakukan hal yang sangat benar, dan pasti Bu bos akan bangga kepada anda Bos ", Denis pun menghibur Fandi dan Fandi sangat beruntung bisa bersama dengan Denis dan Anton hari ini.


__ADS_2