Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
115


__ADS_3

Fandi hari ini mendapatkan sekertaris baru yang sudah dipilih secara langsung oleh Pak Didit, Pak Didit sudah dipercaya oleh Fandi untuk mencarikan sekertaris baru untuk nya.


Ditempat lain yang berada di lantai 5, Meta kini tengah cemberut karena ia tak bisa lagi menemani bos sebagai sekertaris Fandi.


" Sial banget kenapa aku bisa berada di tempat ini, seharusnya aku sudah sama si bos di lantai atas ", Ujar Meta kesal.


Teman satu di divisi yang melihat meta tampak sedang berbisik-bisik di belakang Meta.


" Tuh anak yang baru pindah kenapa mukanya di tekuk kayak gitu ", Ujar salah satu karyawan yang ada di tempat tersebut.


" Iya dia seperti nya gak suka berada disini, dia kan mantan sekertaris bos ", Ujar karyawan lain.


Mereka masih saja berbicara di belakang Meta membuat meta yang mendengarnya sedikit kesal.


Meta kemudian segera keluar dari ruangan tersebut dan menuju kantin kantin kantor.


Sementara di lantai 10 di ruangan Fandi kini tengah berbicara kepada sekertaris barunya yang bernama Denis.


" Tugas kamu adalah mengatur schedule saya setiap hari, dan kamu harus mengikuti saya setiap saya ada meeting dan pekerjaan diluar kantor ", Ujar Fandi.


" Siap Pak, saya akan bekerja dengan sangat baik ", Ujar Denis kepada Fandi.


" Baiklah, sekarang kamu bisa menempati mejamu ", Ujar Fandi.


Denis segera keluar dan segera mengecek iPad yang sudah tersedia di atas meja tersebut dan mengecek jadwal Fandi hari ini dan sampai seminggu kedepan.


Denis terus menggeser layar iPad nya dan segera menyiapkan jadwal dan kemudian akan dilaporkan kepada Fandi.


" Permisi Pak, ini jadwal Anda untuk seminggu kedepan ", Ujar Denis.


" Terimakasih Den,kalau begitu kamu boleh keluar ", Ujar Fandi.


***


Makan siang pun sudah tiba, terlihat Fandi masih berada di meja kerjanya tanpa melirik jam yang ada di tangannya.


Kemudian Denis mengetuk pintu dan segera masuk kedalam ruangan Fandi.


" Permisi Pak, sudah waktunya makan siang, apa Bapak perlu sesuatu ??", Tanya Denis.


" Tidak usah nanti saya akan kekantin saja ", Ujar Fandi.


" Oh ya Den, Ini sudah masuk waktu dhuhur, Dan aku mau mengajakmu untuk sholat bersama di masjid kantor ", Ujar Fandi.


" Baik Pak ", Jawab Denis.

__ADS_1


Fandi segera mematikan laptop nya dan segera menuju ke masjid dan diikuti oleh Denis dari belakang.


Fandi terlihat segar setelah melaksanakan sholat dhuhur dan kini mereka tengah bersiap-siap untuk keluar dari masjid.


" Kamu ikut saya ke kantin ", Ujar Fandi memerintah.


" Baik Pak ", Jawab Denis sekenanya.


Kemudian mereka dengan bersama-sama pergi menuju kantin kantor.


" kamu pesan saja, aku tunggu di meja ", Ujar Fandi.


Denis langsung memesan makanan untuk bos nya dan segera membawa ke meja tersebut.


" Ayo makanlah jangan sungkan ", Ujar Fandi.


Denis tak menyangka jika bosnya tersebut sangat baik kepadanya, bahkan untuk makan bersama bawahannya Fandi tak malu.


Denis kemudian segera menyantap makan siangnya karena perutnya sudah lapar.


Ponsel Fandi berbunyi dan segera ia mengambil dan segera menerima panggilan tersebut.


" Assalamualaikum sayang ", Ujar Fandi.


" Waalaikum salam Mas ", Jawab Alisa.


" Ini mas lagi makan sayang, mas lagi makan dikantin kantor ", Ujar Fandi.


" Rafa kemana sayang, mas sudah kangen ", Tanya Fandi kepada Alisa.


" Rafa masih tidur mas, baru setengah jam yang lalu ", Ujar Alisa.


" Kamu sudah makan ??", Tanya Fandi balik.


" Habis ini mas, ini aku lagi bantuin Bi Jum masak ", Ujar Alisa yang kini tengah berada di dapur bersama Bi Jum dan sedang memasak udang goreng kesukaan Alisa.


" Ya sudah sayang, mas mau lanjutin makan dulu nanti mas usahain pulang cepat ", Ujar Fandi.


" Iya mas, Nanti jangan lupa ya aku nitip sesuatu ", Ujar Alisa yang sudah mengatakan apa yang ia inginkan kepada suaminya sebelum berangkat tadi pagi.


" Iya sayang, mas ingat kok, Ya sudah mas tutup dulu telfonnya, Assalamualaikum ", Ucap Fandi.


" Waalaikum salam mas ", Jawab Alisa.


Alisa sudah terbiasa menelfon suaminya untuk mengingatkan makan siang suaminya yang terkadang dilupakan oleh suaminya saat pekerjaan nya menumpuk, Apalagi saat ini Alisa dengan antusias nya menelfon suaminya karena ia ingin Suaminya tahu kabar Rafa setiap hari saat di tinggal Daddy nya Bekerja.

__ADS_1


Rafa kini sudah ganteng karena Rafa sudah mandi, bau harum dari bedak bayi yang digunakan membuat siapa saja ingin mencium bayi tersebut.


" Hm.. Rafa sudah harum, ganteng dan sekarang tinggal nunggin Daddy pulang ", Ujar Alisa sambil membawa Rafa ke depan teras rumahnya.


Tak perlu menunggu lama akhirnya seseorang yang ditunggu pun sudah tiba di halaman rumahnya.


" Assalamualaikum sayang ??", Ujar Fandi sambil melangkahkan kakinya ke teras rumahnya.


" Waalaikum salam Mas ", Jawab Alisa tersenyum.


" Wah, Anak Daddy sudah mandi nih, udah ganteng rasanya, Daddy pingin nyium nih ", Ujar Fandi sambil mendekatkan wajahnya ke arah Rafa.


" Mas stop, Kamu belum mandi dan kamu baru datang, jadi lebih baik mas segera masuk dan bersihin badan mas dulu, baru nyium Rafa ", Ujar Alisa mengingat kan Suaminya.


" Maaf ya sayang, mas lupa karena udah lihat Rafa yang semakin lucu, Ya udah mas mau masuk dulu mau mandi ", Ujar Fandi melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumahnya.


Setelah mandi Fandi segera menemui istri dan anaknya yang tengah menunggu di halaman samping rumahnya.


Fandi segera duduk disamping istrinya dan mengalih ambil Rafa untuk didudukkan di pangkuan nya.


" Wah anak Daddy makin ganteng aja ya kayak Daddy nya ", Ujar Fandi yang membanggakan dirinya didepan istrinya.


" Wah Daddy kepedean ya sayang ", Ujar Alisa kepada Rafa yang terlihat tersenyum senang.


Mereka pun asyik bercanda di sore yang sangat cerah ini.


" Sayang, besok ikut mas kekantor ya ", Ujar Fandi mengajak istrinya kekantor karena ingin menunjukkan suasana kantornya yang baru kepada Istrinya.


" Mau apa mas ??", Tanya Alisa.


" Mas mau nunjukin kantor mas yang sekarang, biar kamu tahu dan agar kamu dikenal oleh seluruh karyawan mas kalau kamu itu istri mas ", Ujar Fandi.


Alisa merasa sangat senang sekali karena Fandi mau terbuka dengan seluruh karyawannya dan tidak menyembunyikan statusnya yang sudah mempunyai istri, bahkan Fandi dengan sangat senang ingin menunjukan bahwa ia adalah istrinya.


" Iya mas, aku mau ikut kamu besok ", Ujar Alisa setuju.


Fandi pun merasa senang, kemudian ia mengambil ponselnya dan segera menelfon Denis untuk memberinya tugas yang tidak pernah dipikirkan oleh Denis sebelumnya.


" Sayang, sebentar mas mau menelfon seseorang dulu ", Ujar Fandi menjauh dari Alisa.


Alisa pun hanya mengangguk saja, ia kemudian beralih ke arah Rafa yang sedang ia gendong.


" Halo Den, bisa bantu saya ??", tanya Fandi.


" Iya Pak, apa yang bisa saya bantu ?", Tanya Denis.

__ADS_1


" Belikan saya perlengkapan bayi yang baik dan yang paling mahal, dan saya minta besok pagi sudah ada di dalam ruangan saya ", Ujar Fandi.


Denis yang mendapat perintah tersebut terlihat bingung dengan Bosnya.


__ADS_2