Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Kembali seperti semula


__ADS_3

Usia kandungan Nisa sudah memasuki usia 4 bulan, dan Nisa sudah kembali seperti semula, ia tidak mual lagi dan ia juga bisa berdekatan dengan Denis lagi.


Denis yang merasakan perubahan dari istrinya beberapa hari ini sangat bahagia sekali, ia sudah rindu untuk memeluk istrinya, apalagi ia sudah sangat ingin mengelus perut buncit milik istrinya yang sudah hampir terlihat.


Sore ini, Nisa sedang memasak masakan kesukaan Suaminya, ia ingin mereka makan malam romantis dirumahnya dan Nisa pun sangat antusias sekali dalam memasak masakannya kali ini.


Menginjak usia kehamilan 4 bulan membuat nafsu makan Nisa semakin bertambah, ia bisa memakan makanan lebih banyak dari porsi biasanya.


Tepat pukul 5 sore Denis pun sudah tiba di rumah, Nisa pun yang sudah bersiap kini tengah menyambut kedatangan Suaminya dengan wajah yang sangat ceria.


Ia buka pintu rumahnya dan ia sambut kedatangan Suami nya dengan penuh senyuman.


" Assalamualaikum yang ", Ucap Fandi saat melihat Nisa keluar dari balik pintu, Nisa pun langsung menghampiri suami nya dan mengambil tas yang ada di tangan Suaminya.


" Waalaikum salam Bang ", Nisa pun meraih tangan Suaminya laku segera menciumnya, Denis pun merasa bahagia bisa melakukan ritual yang selalu mereka lakukan selama ini, ia sudah rindu saat-saat seperti ini jika ia pulang dan pergi ke kantor.


Mereka pun masuk kedalam rumah, sedangkan Denis tak langsung mengekori istrinya karena ia harus menutup pintu rumahnya terlebih dahulu.


Nisa kini meletakkan tas milik suaminya di atas meja yang berada di pojok kamarnya, Fandi kemudian mengikuti dan menyusul istrinya yang sudah berada di dalam kamar mandi.


" Mau langsung mandi bang ??", Tanya Nisa.


" Iya yang, Abang gerah banget ", Denis pun mulai melepas satu persatu kancing yang ada di bajunya.


" Aku siapin air dulu ya bang ", Ujar Nisa yang akan pergi menuju kamar mandi.


Denis pun segera melarang istrinya ke kamar mandi, ia ingin melakukan itu sendiri, ia tak mau membuat istrinya lelah saat ini.


" Yang gak usah, biar Abang sendiri, kamu duduk aja tunggu Abang disini", Denis pun mendudukkan istrinya di atas ranjangnya dan kemudian Denis masuk kedalam kamar mandi.


Nisa pun tak ingin berdiam diri, ia kemudian mengambilkan baju untuk Denis untuk ia pakai sehabis ia mandi, Setelah menata semuanya Nisa pun segera duduk kembali karena tak ingin membuat Denis kesal kepadanya karena tak menuruti permintaannya.


Tak perlu membutuhkan waktu lama, Denis pun sudah menyudahi mandinya dan sudah keluar dari dalam kamar mandi, Denis segera mengambil handuk lainnya dan mengusap rambutnya yang basah.

__ADS_1


Denis melihat baju yang sudah tertata rapi membuat ia yakin jika Istrinya sudah menyiapkan itu semua pada saat ia mandi tadi.


Denis pun mendekat dan mengambil pakaian itu dan segera memakainya.


" Makasih ya yang ", Ujar Denis Kepada Nisa.


Nisa pun tersenyum, ia sangat bahagia sekali bisa melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri.


Mereka keluar dari kamar dan menuju ke ruang tengah untuk menonton tv, Nisa Kemudian berjalan ke dapur dan mengambilkan secangkir kopi untuk Suaminya tersebut.


" Ini bang ", Nisa pun menyerahkan secangkir kopi tersebut, Dan Denis pun menerimanya dengan senang hati.


" Makasih yang, kamu gak usah terlalu capek, Abang bisa ambil sendiri kok ", Ujar Denis.


Denis tak ingin membuat istrinya kelelahan setiap hari, Denis sangat menjaga Kandungan istrinya agar tetap sehat.


" Aku nggak Apa-apa kok bang, Abang tenang aja, lagi pula kalau aku nggak gerak malah buat aku bosan dirumah ", Ujar Nisa.


" Abang kangen sama kamu, sudah lama kita nggak kayak gini ", Denis pun semakin mempererat pelukannya.


" Iya, aku juga kangen sama Abang, Maaf ya bang beberapa bulan ini aku gak bisa memperhatikan Abang ", ujar Nisa sedih.


" Nggak apa-apa yang, itu bukan mau kamu kok, dan Abang sangat mengerti kondisi kamu kemarin ", Ujar Denis.


Tak lama kemudian terdengar suara adzan Maghrib, Denis dan Nisa pun segera mengambil wudhu dan segera menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setengah jam kemudian setelah mereka selesai sholat, Denis dan Nisa sudah berada di meja makan, mereka sudah bersiap untuk makan malam tapi sebelum itu Nisa kini tengah menghangatkan makanan yang ia masak tadi.


" Masak apa yang ??", Tanya Denis Kepada Nisa.


" Aku masak gurami asam manis bang, kesukaan Abang ", Jawab Nisa sambil meletakkan makanan tersebut di meja tepat di depan Denis.


Aroma gurami tersebut sudah masuk kedalam hidung Denis dan membuat perut Denis semakin keroncongan.

__ADS_1


Nisa pun segera mengambil piring dan mengisi piring Suami nya dengan nasi, " Segini cukup bang ??", Tanya Nisa memperlihat kan nasi yang ia ambil.


" Sudah yang, makasih ya ", Jawab Denis, Denis kemudian segera mengambil laik yang ada di depannya.


Sementara itu, Setelah mengambilkan nasi untuk Denis kini giliran ia mengambil nasi untuk dirinya sendiri,


Mereka pun kini tengah makan malam bersama dengan nikmat, rasa asam manisnya membuat Denis terus menambah makan malamnya kali ini.


Nisa yang melihat suaminya lahap merasa sangat bahagia, ia senang jika Denis menyukai masakannya.


Denis pun berganti melihat ke arah istrinya, Bisa juga terlihat sangat lahap sekali, apalagi kini ia harus memberi makan untuk dirinya dan juga bayinya yang ada di dalam kandungannya.


" Besok jadwal kamu ke dokter kan yang ??", Tanya Denis kepada Nisa.


Nisa pun hanya mengangguk dan melanjutkan Kembali makannya.


"Besok Abang antar aja, Abang usahakan pulang pada sat jam makan siang, dan Abang akan izin kepada pak bos , Ujar Denis.


Senyum Nisa terlihat melebar, ia sempat khawatir jika Denis tak dapat menemaninya untuk memeriksakan kandungannya besok.


Saat ini Denis terlihat sedang mencuci piring bekas ia makan dan bekas Istrinya, Nisa kini hanya diam melihat punggung suaminya dari belakang.


Setelah selesai Denis pun tak beranjak dari dapur, ia kemudian menyalakan kompor dan mulai merebus air untuk membuatkan susu khusus ibu hamil untuk Nisa.


" Ayo yang diminum susunya mumpung masih hangat ", ujar Denis meletakkan susu tersebut di depan istrinya.


Nisa pun segera meraih gelas tersebut dan langsung meminum susunya sampai habis.


Ia kemudian meletakkan gelas tersebut, kemudian ia mengelus perutnya yang sudah sangat kenyang, perutnya sudah semakin terlihat saat ini membuat Nisa kembali tersenyum bahagia.


" Terimakasih sudah mengizinkan ku untuk merasakan rasanya mengandung Ya Allah, tolong lindungilah kehamilanku sampai aku melahirkan ", Ucap Nisa dalam doanya.


Beberapa saat kemudian bisa pun sudah merasakan ngantuk, ia kemudian berjalan meninggalkan Denis yang tengah menonton tv sendirian dan segera tidur.

__ADS_1


__ADS_2