
Setelah sampai di kantornya ternyata Fandi ternyata tak dapat bersantai sama sekali, ia kini sudah ditunggu oleh klien yang sudah menunggunya sejak 15 menit yang lalu.
Fandi masuk kedalam ruangannya, Dan Alisa juga mengikuti nya,
" Kamu disini saja sayang, aku mau menemui klien dulu ", Ucapnya.
Alisa pun mengangguk, badannya juga sudah lelah, dan dia berniat untuk istrinya sejenak sambil menunggu suaminya selesai dengan urusannya.
Setelah Fandi meninggalkan dirinya, Alisa hanya ditemani oleh laptop yang sedang mempertontonkan drama Korea kesukaan nya, Sambil menyandarkan tubuhnya Alisa terus senyam-senyum sambil memperhatikan adegan demi adegan yang diperankan disana.
Sudah satu jam, tapi Fandi masih belum muncul juga, Alisa juga sudah merasa bosan mengotak-atik laptopnya sejak tadi.
Alisa pun beranjak, ia kemudian berjalan kearah jendela yang memperlihatkan seluruh kota dari lantai tinggi tersebut.
Alisa pun tersenyum, merasa matanya dapat pemandangan bagus dari ruangan Suaminya.
Tak lama kemudian Alisa merasakan matanya sudah berat, ia mengantuk, rasanya ia ingin segera membaringkannya tubuhnya di atas ranjangnya yang empuk.
Alisa kembali berjalan, Ia kemudian merebahkan tubuhnya di sofa yang cukup besar menurut dirinya, Segera Alisa membaringkan tubuhnya dengan pelan, tak lama kemudian Alisa pun sudah terlelap, kini ia sudah menari-nari didalam mimpinya.
Satu jam berlalu, dan ini sudah pukul 4 sore, Satu persatu karyawan sudah ada yang pulang, dan Fandi masih belum keluar juga dari ruang rapatnya.
Alisa pun tiba-tiba terbangun, ia mengerjapkan matanya perlahan, ruangan itu masih sepi dan Alisa yakin jika Suaminya belum kembali sama sekali.
Alisa pun terbangun, ia berjalan ke arah kekamar mandi karena ia sudah ingin buang air kecil, didalam kamar mandi, Alisa merasa kegerahan sehingga ia memutuskan untuk mandi didalam kamar mandi di ruangan Suaminya.
Beberapa menit kemudian rapat pun sudah selesai, Dan Fandi kini masuk kedalam ruangannya, saat ia masuk ia tak menemukan istrinya, Semakin masuk kedalam Fandi mendengar dari dalam kamar mandi Ruangan tersebut suara gemericik air, Fandi yakin jika istrinya yang sedang berada di dalam kamar mandi.
Fandi kemudian duduk, ia menunggu istrinya, ia lirik jam dipergelangan tangannya dan waktu sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore, pastinya para karyawan lainnya sudah pulang, dan Denis juga baru saja pulang setelah keluar dari ruang rapat bersama dengan dirinya.
Tak lama kemudian Alisa keluar dari dalam kamar mandi, ia sudah menegangkan pakaiannya kembali, kerudungnya pun juga sudah ia pakai di dalam, sehingga saat keluar dari dalam kamar mandi ia sudah siap untuk pulang.
Alisa melihat suaminya yang sedang duduk sambil bersandar, Alisa kemudian mendekat dan ia cium kening suaminya dari atas.
__ADS_1
" Sudah lama mas ??", tanya Alisa yang kini duduk di samping Fandi.
" baru saja, kamu sudah mandi ??", Fandi melihat wajah istrinya yabg tampak segar saat ini.
" Iya mas, aku gerah tadi, jadi aku mandi di sini ", Jawab Alisa.
Fandi pun hanya mengangguk,
" Pulang sekarang sayang ??", Tanya Fandi kepada Alisa.
Alisa pun mengangguk,
" Aku ambil tas dulu mas ", Alisa mengambil tasnya yang ia letakkan di atas meja kerja Suaminya, dan tak lupa juga ia membereskan meja itu terlebih dahulu.
Mereka kini keluar dari dalam ruangan itu, suasana kantor sudah sangat sepi sekali, hanya ada satpam yang berjaga di sore sampai malam hari.
" Selamat sore pak ", Ucap salah satu satpam saat melihat Fandi dan Alisa keluar dari gedung besar ini.
" Selamat sore juga pak ", Jawab Fandi, kemudian Fandi dan Alisa segera menuju ke mobil mereka dan segera pulang karena hari sudah semakin sore.
Kini mereka sudah berada di rumah, sedang berada di kamar, Rafa juga sudah tidur setelah ia bermain sedari tadi bersama Fandi, Anak itu sangat aktif sehingga membuat Fandi terlihat kewalahan menghadapi tingkah anak itu.
Fandi masih duduk bersandar diranjang nya, dia sedang menetralkan nafasnya kembali, Fandi sedari tadi hanya menjadi kuda yang dinaiki oleh Rafa, jika Fandi berhenti sejenak maka anak itu akan menangis minta Daddy nya untuk merangkak kembali.
Alisa terlihat membawakan satu gelas penuh berisi air putih, ia tahu jika Suaminya kini sedang kelelahan karena permainan nya tadi bersama Rafa.
" Makasih sayang ", Fandi menerima air tersebut dan langsung meneguk nya sampai habis.
" Haus banget ya mas ??", Tanya Alisa sambil tersenyum.
" Iya lah sayang, kamu gak tau aja, pinggang aku rasanya udah pegal banget ", Ujar Fandi dengan merubah mimik wajahnya.
Alisa terkekeh melihat ekspresi suaminya.
__ADS_1
" Mau aku pijitin ??", Tanya Alisa yang kini sudah naik ke atas ranjang.
" Boleh sayang, pinggang mas sakit", Fandi kemudian membuka kaos tipisnya dan memperlihatkan badannya dan ia kemudian merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap.
Alisa kemudian mulai menggerakkan tangannya untuk memijat seluruh bagian punggung Suami nya, Fandi begitu menikmatinya, rasa sakitnya kini sudah berangsur hilang.
Alisa kemudian mengambil minyak urut untuk dioleskan di seluruh bagian tubuh suaminya, aroma yang sangat menenangkan, badannya jadi hangat karena efek dari minyak urut Tersebut.
Fandi kemudian membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba membuat Alisa Seketika kaget.
" Mas kamu tuh ya, bikin aku kaget aja", Alisa sedikit mengerucutkan bibirnya.
Fandi kemudian menarik tangan Alisa sehingga Alisa tiba-tiba jatuh kedalam pelukannya, mata mereka saling bertemu, ada hasrat yang terpendam dari pancaran mata Fandi.
Fandi semakin mendekat kan wajahnya, ia semakin dekat sehingga hembusan nafas mereka terasa satu sama lain, Fandi kemudian mengecup pelan bibir istrinya, kecupan itu perlahan berubah, berubah menjadi ******* kecil yang tiba-tiba bisa berubah menjadi ganas.
Alisa Sulit mengimbangi Suaminya,
Alisa pun juga sedikit kewalahan dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, Fandi seperti ingin memakan istrinya kali ini, Hasratnya sudah berada di pucuk dan ia ingin segera menuntaskannya.
Alisa kemudian melepas pagutan suaminya secara paksa, ia kehabisan nafas karena suaminya sama sekali tidak memberikan Alisa celah sedikitpun, bibir nya terus saja ******* bibir Istrinya tanpa ada rasa puas.
" Mas udah ", Ujar Alisa menghentikan suaminya, Fandi pun tak menghiraukan ia kemudian malah membaringkan tubuh suaminya.
" Mas mau kamu sayang ??",
Aliaa pun sedikit menghindar, ia takut karena usai kandungannya masih muda, ia takut terjadi sesuatu kepada janinnya.
" Mas, jangan dulu, kandungan aku masih lemah ", Ujar Alisa menghentikan.
Fandi kemudian tersadar jika istri nya kini tengah hamil, Fandi pun segera bangun, ia kemudian duduk dan menyandarkan punggungnya.
" Emangnya gak boleh ya sayang ??", Tanya Fandi lagi.
__ADS_1
" Aku nggak tau mas, kenapa kamu nggak tanya ??", Ujar Alisa.
Fandi pun jadi teringat, mengapa ia tak menanyakan hal itu kepada dokter Tamara tadi, Dan kini Fandi hanya bisa menahannya Sampai ia mendapat kepastian dari dokter kandungan Istrinya.