
Alisa masuk kedalam kamar mandi, ia ingin mencuci mukanya terlebih dahulu sebelum memenuhi keinginan suaminya yang tak bisa ditawar lagi.
Dan kini Fandi sudah menunggu dirinya diatas ranjangnya, Fandi sudah berulang kali melihat kearah pintu tapi istrinya tak kunjung keluar,
" Sayang, kamu kok gak keluar-keluar ??", Fandi kini mulai tak sabar dan segera turun untuk menyusul istrinya.
Tak sampai Fandi turun Alisa sudah keluar dengan wajah segarnya, penampilan Alisa sekarang membuat mata fandi Tek berkedip sama sekali, Alisa tadi diam-diam mengambil lingerie yang ia simpan di dalam lemari apartemen nya, lingerie tersebut adalah hadiah dari Melly dulu sewaktu pernikahannya dengan Fandi.
Awalnya Alisa merasa risih, ia tak yakin akan sanggup memakainya atau tidak, bahan yang sangat tipis transparan membuat Alisa menjadi malu sendiri.
Tapi niatnya untuk menyenangkan Fandi hari ini membuat urat malu Alisa tiba-tiba hilang, entah apa yang ada dipikirannya saat ini.
Fandi masih menatap istrinya tanpa berkedip, mulutnya sedikit terbuka dan tak lama kemudian ia mulai tersadar.
Alisa pun berjalan pelan menghampiri suaminya, ia sejujurnya tak nyaman, tapi ini sudah terlanjur dan pastinya ia tidak bisa kabur dari kamar ini.
Fandi pun mengulurkan tangannya, Alisa menerima uluran tangan Suaminya dengan senang hati.
" Kamu cantik sayang, dari mana kamu dapat ini ", Tanya Fandi sambil menunjuk kain transparan yang dipakai istrinya.
" Aku, aku mendapatkannya dari Melly dulu sewaktu pernikahan kita", Jawab Alisa.
" Mengapa baru hari ini kamu pakai sayang, mengapa tidak sejak dulu ", Fandi pun membelai rambut Istrinya.
" Aku malu mas, ini kan sangat terbuka ", Ujar Alisa mencari alasan.
" Sekarang kamu gak perlu malu lagi, lagi pula kamu memakainya hanya didepan ku saja ", Fandi masih merayu istri nya.
" Tapi mas ", Tawar Alisa.
" Tidak ada tapi-tapian sayang, mas mau kamu pakai ini setiap hari, kalau perlu mas akan belikan lagi yang banyak untuk mu, mau warna apa ??",
Alisa pun menggeleng, " Tidak perlu mas ini saja sudah cukup, mau buat apa beli Banyak-banyak ", Ujar Alisa.
__ADS_1
" Buat menyenangkan mas lah sayang, kamu gak usah protes kamu tinggal tunggu aja mas yang akan membelinya, tapi kamu harus memakai nya setiap hari ", Perkataan Fandi pun tidak dapat terbantahkan, entah berapa potong baju yang akan fandi belikan untuk istrinya.
Fandi hari ini melihat istrinya tampak sangat cantik, dan Fandi tidak mau menyia-nyiakan kesempatan berharga ini, di kamar hanya berdua dan tidak ada yang akan mengganggu.
Beberapa saat kemudian Apa yang dipakai Alisa kini sudah tercecer dimana-mana, Fandi sudah membuang pakaian itu tanpa melihat akan jatuh kemana, ia sudah tidak dapat menahan hasratnya kepada istrinya tentunya, bau badan Istrinya sudah menjadi candu untuk Fandi sehingga Fandi akan merindukan bau Tersebut setiap hari.
Keringat mereka sudah bercucuran hawa panas yang mereka ciptakan sama dengan panasnya di luar gedung tersebut, AC yang ada di dalam kamar tersebut tidak dapat menahan peluh kedua manusia itu untuk tidak keluar hari ini.
Deru nafas mereka masih tidak stabil, nafas Alisa masih belum berjalan normal, apa yang dilakukan Fandi terhadapnya barusan membuat Alisa masih susah untuk mengatur ritme nafasnya.
Alisa pun sudah menjatuhkan dirinya di atas ranjang, begitu juga dengan Fandi, tidak bertemu istrinya selama satu malam saja membuat laki-laki tersebut sangat buas dan Alisa tidak dapat membayangkan kembali.
Tenaga Alisa sudah habis terkuras dan Fandi pun ingin mengulangi nya kembali.
" Ayo sayang, satu kali lagi ", Fandi pun sudah menciumi bibir istrinya kembali, dan Alisa kembali tak bisa mengontrol dirinya.
Fandi tidak ada lelahnya sama sekali laki-laki itu masih saja kuat walaupun itu sudah dua kali mereka lakukan,
Setelah mereka melakukan pelepasan secara bersama-sama Fandi kemudian mencium kening pipi beserta bibir istrinya kembali, Fandi sudah terlihat sangat puas dengan apa yang ia lakukan hari ini.
Tepat pukul setengah 5 sore Alisa terbangun, ia terperanjat kaget saat mengetahui jika ini sudah sore, Alisa kemudian turun dari ranjangnya dan mengambil semua lingerie yang berserakan dilantai, ia kemudian menoleh ke belakang dan melihat suaminya juga sudah terbangun.
Fandi kemudian mengerjapkan matanya perlahan-lahan, tapi apa yang ia lihat pertama sungguh membuat Fandi tak dapat menahan hasratnya kembali, ia melihat Alisa yang memunguti pakaian nya tanpa sehelai benang apapun,
Alisa yang sudah menyadari suaminya telah bangun segera berlari kecil menuju kamar mandi,
Saat hendak menutup pintu kamar mandi tersebut, pintu itu tidak dapat tertutup dengan sempurna, Alisa masih terus berusaha menutupnya tapi kini digagalkan oleh Fandi yang juga ingin masuk kedalam kamar mandi tersebut.
" Mas gantian aja ya, aku mau mandi duluan ", Alisa pun memohon kepada Suaminya.
Fandi tak menghiraukan sama sekali, kini ia sudah menutup pintu tersebut dan seketika langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya kedalam bathtub bersama dengan dirinya.
Percintaan ketiga kalipun terjadi dan Alisa hanya bisa pasrah,
__ADS_1
Kini setelah selesai mandi Alisa masih tetap mengerucutkan bibirnya, Fandi yang melihat bibir istrinya yang seperti itu seakan tak mampu untuk tidak menyentuhnya.
" Cup ", Fandi mencuri ciuman dari bibir istrinya sekilas.
" Mas ", Ujar Alisa kesal.
Fandi pun hanya tertawa,
" Kamu jangan cemberut begitu sayang, jika bibirmu seperti itu terus bisa dipastikan mas akan memakan bibir kamu lagi ", Ancam Fandi.
Alisa pun menutup mulutnya,
" Sebaiknya kita segera pulang mas, ini udah hampir malam, kasihan Rafa ", Alisa sudah merengek minta pulang, dan fandi pun langsung menganggukinya.
Mereka berdua sampai dirumahnya tepat adzan Maghrib sudah dikumandangkan,
Rafa yang melihat orang tuanya pulang langsung berlari menghampiri Alisa.
Alisa kemudian menggendong putranya, ia bawa menuju ke lantai atas dimana kamarnya berada.
Fandi juga segera mengikuti langkah istrinya,
Fandi segera bergegas ke kamar mandi karena tak mau sampai terlewat waktu sholat Maghrib nya, Setelah selesai kini giliran Fandi menjaga Rafa dan Alisa kini yang akan menunaikan kewajibannya.
Bi jum sudah menyiapkan makan malam untuk mereka, Fandi dan Alisa Setelah selesai sholat segera turun dan menuju ruang Makan.
Fandi memanggil semua nya untuk makan malam bersama,
Kini mereka sudah berkumpul dan hanya satu yang tertinggal yaitu pak Udin,
Pak Udin sudah dibujuk sedari tadi tapi ia tidak mau,
" Gak apa-apa Bi, bibi duluan saja, saya masih mau jaga disini, lagi pula kalau ditinggal malah jadi kepikiran ", Bi Jum pun akhirnya menyerah.
__ADS_1
"Ya sudah pak nanti saya ambilkan saja, pak Udin makan di sini saja ya",
Bi Jum akhirnya masuk kedalam kembali dan mengambilkan makan malam untuk pak Udin.