Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Tumbangnya perusahaan Surya


__ADS_3

Kabar kebangkrutan PT. Surya Bakti indah sudah tersebar ke pelosok negri hingga membuat para investor yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Tersebut mundur,


Banyak investor yang merasa lega karena ia belum sempat menginvestasikan dana nya ke perusahaan Surya, entah apa yang terjadi jika dana tersebut sudah masuk kedalam perusahaan tersebut, tentu saja akan memperdalam hutang Surya dan akan menjadi kerugian bagi para investor.


Surya kini sedang berada di dalam rumahnya dan ia sedang mengamuk, ia tak menyangka jika perusahaan yang ia bangun dari nol kini harus tumbang dan tak dapat ia dirikan lagi,


" Semuanya kurang ajar, terutama Handoko, dia yang sudah membawa kabur semua uang perusahaan ", Ujar Surya sambil terus mengamuk didalam rumahnya.


Bu Susi Setelah mengetahui perusahaan yang ia bangga-banggakan sudah bangkrut hampir beberapa kali Bu Susi juga sudah jatuh tergeletak di lantai tak sadarkan diri, kini ia sedang diperiksa oleh dokter dan memastikan keadaan dirinya.


Bu Susi semakin terpuruk ketika mengingat Fattiya yang tak pulang-pulang setelah kejadian ia akan dijodohkan dengan Fandi, gadis itu sudah tidak tahu dimana keberadaannya.


Fattiya amat kecewa kepada orang tuanya karena menginginkan dirinya menjadi pelakor, Fattiya sungguh tidak habis pikir dengan jalan pikiran kedua orang tuanya yang menginginkan dirinya menjadi perusak rumah tangga orang lain.


Bu Susi pun terus termenung, bagaimana mencari jalan keluar untuk masalah nya saat ini, dan ia juga harus mencari dana bantuan untuk membangkitkan perusahaan nya Kembali.


Pak Surya kemudian masuk kedalam kamar tersebut, penampilan pak Surya juga terlihat kacau, ia sama sekali tidak menyentuh sarapannya dan sampai makan malamnya sekarang,


pak Surya sangat tidak bernafsu untuk mengisi perutnya, pikiran pak Surya sudah tertuju pada perusahaan nya yang sudah jatuh bangkrut.


Bu Susi terus saja menangis membuat pak Surya semakin merasakan sakit kepalanya.


" Pah, bagaimana bisa terjadi ??", Tanya Bu Susi kepada Pak Surya suaminya.


Pak Surya hanya terdiam tidak menimpali apa yang Bu Susi katakan, sesungguhnya pak Surya saat ini tengah bingung bagaimana cara membangkitkan kembali perusahaan nya, dan dimana ia harus mencari dana benturan sedangkan saat ini para investor tengah berlari menjauh dan tak mau membantu dirinya.

__ADS_1


Ia juga memikirkan putri semata wayangnya, pada saat Fattiya pergi dari rumah pak Surya tampak tidak terlalu memperdulikannya karena ia sudah membangkang dan tak mau menuruti permintaan nya, sekarang ditengah kondisi yang seperti ini pak Surya baru ingat jika dia mempunyai putri yang sesungguhnya sangat menyayangi dirinya.


" Tya, kamu dimana ", Ujar pak Surya menyesal, Kini disaat kondisinya terpuruk putrinya saja tidak tahu sama sekali keadaan keluarganya karena kesalahan dirinya sendiri.


Tak terasa air mata pak Surya jatuh tak terbendung lagi, ia baru sadar jika putrinya benar, ia selalu memburu harta bahkan tega meminta putrinya untuk menjadi wanita perusak rumah tangga orang lain.


" Pulanglah Tya, rumah ini sangat sepi, maafkan segala kesalahan papa dan Mama ", Ujar pak Surya dalam hatinya.


Pak Surya kembali mengangkat kepalanya dan melihat surat kabar yang beredar pagi ini, Dimana berita kebangkrutan nya sudah tersebar ke seluruh pelosok negri.


" Pasti Fandi sudah tahu kebangkrutan ku ", Gumam pak Surya.


Pak Surya tidak tahu harus bagaimana jika sewaktu-waktu ia bertemu dengan Fandi atau pak Ardi, ia teramat malu karena ulahnya telah berani mendatangi Bachtiar Group dan meminta bantuan untuk menghancurkan Fandi.


Pikiran pak Surya pun semakin kacau, apa aku harus meminta bantuan kepada Fandi ??,


Pak Surya menarik rambut nya kasar, ia benci seperti ini, tapi semua sudah terlanjur, hanya penyesalan yang ia dapat saat ini.


Dilain tempat, putrinya Fattiya sedang melakukan pemotretan, hidup jauh dari keluarganya membuat ia bisa berpikir lebih dewasa lagi dalam menjalani hidupnya, ia tidak pernah melakukan hal yang dilanggar boleh agama selama ia hidup diluar dan hanya dinemani oleh kekasihnya.


Fattiya juga belum mengetahui masalah yang menimpa papanya, sudah lama ia tak mengecek berita di ponselnya, ponselnya akan ia gunakan bila dirinya sedang tidak sibuk.


Job pemotretan nya akhir-akhir ini sangat banyak sehingga ia tidak punya waktu istirahat yang cukup, ia kini sedang berada di luar negri dan kembali ke tempat asalnya, tempat ia merintis pekerjaan nya sebagai model internasional.


Feri kekasihnya yang selalu menemaninya disini, Feri sangat bertanggung jawab dan tidak pernah membuat Tya merasa takut jika berdekatan dengan nya, feri juga menjaga jarak agar nantinya mereka tidak terjerumus ke dalam hubungan yang terlalu jauh apalagi hubungan Suami istri.

__ADS_1


Feri juga selalu mengantar dan menjemput Fattiya dari lokasi pemotretan nya, disana Feri juga bekerja sebagai seorang pengacara di Australia.


" Sudah sayang ??", Tanya Feri saat menghampiri Tya yang sudah bersiap untuk pulang,


Fattiya juga sudah mengganti pakaiannya yang lebih nyaman agar feri tak merasa risih jika berdekatan dengan dirinya, makeup tebal nya juga sudah ia hapus terlebih dulu dan memoleskan sedikit make up tipis agar terkesan lebih natural Dimata Feri.


" Sudah, ayo kita pergi ", Ajak Fattiya kepada Feri, feri pun kembali memutar langkahnya dan mensejajarkan langkahnya dengan langkah kecil Fattiya.


" Mau makan ??", Tanya Feri lanjut.


"Boleh ", Jawab Tya dengan tersenyum.


Mereka pun kini berjalan kaki dan meninggalkan mobilnya yang ia parkir tak jauh dari lokasi pemotretan, di dekat tempat itu terdapat banyak kafe yang menyediakan berbagai macam makanan dan harganya juga relatif murah.


Pilihan Feri dan Tya jatuh pada kafe indo yang ada di sekitar tempat tersebut, mereka pun langsung memasukinya, karyawan disana pun kebanyakan orang Indonesia jadi membuat Fattiya dan feri mudah untuk berkomunikasi.


Karyawan kafe tersebut menghampiri feri dan Tya, setelah melakukan pemesanan mereka pun harus menunggu sampai makanan yang ia pesan datang.


Setengah jam kemudian makanan yang mereka pesan sudah ada di meja mereka, perut mereka yang sudah lapar membuat feri dan Tya langsung saja memakan makanan tersebut sampai habis, Makanan Indonesia yang mereka pesan dapat mengingatkan mereka akan negara mereka dan kampung halaman mereka.


" Kamu tidak ingin pulang sayang ??", Tanya Feri kepada Tya.


Tya pun terdiam, sesungguhnya Tya amat merindukan orang tuanya, tapi ia tidak mau menuruti permintaan orang tuanya yang sama sekali tidak bisa ia laksanakan.


" Belum tahu, aku masih suka disini", Jawab Tya bohong.

__ADS_1


Feri pun hanya terdiam sekujur Feri tahu jika Fattiya merindukan rumahnya apalagi merindukan orang tuanya.


__ADS_2