
Pagi ini terasa sangat dingin untuk Fandi karena dari semalam ia sama sekali tak mendapat pelukan dari Alisa, ya memang malam tadi Alisa tidur sangat lelap sekali sampai ia tak bangun sama sekali.
Berbeda dari Fandi, Denis kini tengah mandi bersama dengan istrinya, meskipun awalnya Nisa menolak tapi dengan sedikit paksaan yang membuat Nisa akhirnya mau dan luluh dari rayuan suaminya.
Kedua wanita ini sekarang tengah sibuk dengan berbagai masakan di dapur, dan Pak Ujang lah yang telah membawa semua bahan masakan untuk dimasak oleh kedua wanita yang tengah asyik di dapurnya.
Wajah Denis pun juga terlihat bahagia dan senyumnya sedari tadi terus ia perlihatkan kepada bosnya yang tengah kusut tersebut, Fandi yang melihat Denis terus saja cemberut karena pastinya Denis mendapat apa yang ia inginkan tadi malam.
" Bos kenapa cemberut aja sih, gak dapat jatah ??", Denis pun melihat Fandi dengan tatapan anehnya, bagaimana tak aneh, Fandi hanya diam dan terus menggerutu dari tadi dan Denis dengan entengnya mengejek bosnya tersebut.
Tanpa aba-aba lagi satu bantal pun sudah melayang di badan Denis dan dengan sigap nya Denis langsung menangkap nya.
" Wah bener nih, si bos nggak dapat jatah tadi malam " , Celetuk Denis, Fandi pun kembali menekuk wajahnya.
" Duh jangan diem aja dong bos ", Denis pun kembali menggoda Fandi.
" Den, lebih baik kamu diem aja deh, mau bantal ini melayang lagi ", Fandi pun kembali mengangkat bantal yang akan ia layangkan ke wajah Denis.
" Duh bos, jangan dong, sabar dong bos ", Denis pun Berpura-pura meminta ampun, padahal di dalam hatinya kini ia tengah menertawakan bosnya yang malam tadi tidak mendapat jatah dari istrinya.
Tak lama kemudian kedua wanita tersebut sudah datang untuk menjemput Suaminya masing-masing, mereka mengajak Suami mereka untuk sarapan, Denis pun menyambut uluran tangan istrinya dengan wajah sumringah nya, dan Fandi masih sama dengan wajah cemberut nya.
" Mas kamu Kenapa sih ", Alisa pun bertanya kepada suaminya dan Fandi pun hanya terdiam.
Alisa pun mengerti apa yang terjadi dengan suami nya hari ini, mengapa ia diam dan tak mau bicara, bibirnya saja sudah bisa untuk dikuncir karena sedari tadi hanya cemberut saja, Alisa pun akhirnya menjadi gemas dan mau tak mau merayu dan menuruti keinginan Suaminya agar bisa tersenyum lagi.
__ADS_1
" Iya iya mas, nanti malam aku janji, udah jangan cemberut lagi, senyum dong", Alisa pun mengalah dan menjanjikan sesuatu yang amat menguntungkan Suaminya.
Fandi pun akhirnya tersenyum dan menggandeng tangan istrinya dengan semangatnya," Beneran ya sayang, janji ya " Fandi pun berbisik, tingkahnya sudah seperti anak kecil yang lupa dibelikan mainan oleh sang Mama, dan Alisa pun hanya menggeleng kan kepalanya.
Tanpa mereka sadari, dua orang yang juga sedang berjalan di belakangnya memperhatikan dan mendengar semua pembicaraan mereka, Denis dan Nisa pun langsung tertawa dengan lirih, takut si bos berdua yang ada di depan mendengar tawa dari mereka.
" Benar kan apa yang Abang bilang yang, Si bos ngambek kan ??",
Sedari tadi dua orang yang ada di belakang Fandi dan Alisa sedang membicarakan tingkah bos nya yang cemberut dari tadi karena tak mendapat jatah dari istri nya tadi malam.
" Iya bener bang, lucu ya mereka, udah punya anak tapi masih ngambek-ngambekan ", Nisa pun menjadi terkekeh.
Wah bener-bener ya dua orang yang ada di belakang Fandi dan Alisa, bagaimana jika Fandi dan Alisa mendengar entah apa yang akan dilakukan oleh kedua bos nya itu kepada dirinya, author juga gak tau ya Hehehe.
Sore harinya Nisa meminta kepada Alisa agar mengizinkannya untuk membawa Rafa jalan-jalan ke sekitar villa dan di sekitar kebun teh,
" Iyo bos, tenang aja, kami bisa kok jaga Rafa, apalagi kalau sama Bu bos udah disiapin susu untuk Rafa, pasti deh Rafa gak akan rewel ", Denis pun meyakinkan bosnya, pasalnya Nisa sudah terlanjur sayang dengan bayi tampan itu, jika Alisa membawa Rafa ke kantor, pastinya Nisa lah yang akan sering masuk kedalam ruangan bosnya untuk bermain bersama Rafa.
" Bos kan lumayan bos bisa berduaan sama istri bos ", Denis pun mengingatkan rencana Fandi yang akan menagih janji istrinya, senyum Fandi pun terlihat melebar senyuman nya, " Tapi Den ", Fandi masih sedikit ragu, bukannya ia tak percaya dengan Denis dan Nisa pastinya Denis dan Nisa akan menjaga putranya dengan sangat baik, yang ditakutkan Fandi adalah Rafa akan menangis jika tak bersama Mommy nya.
" Ya sudah, tapi bentar aja ya, kalau Rafa nangis langsung pulang ", Fandi pun memperingatkan Denis.
" Siap bos, makasih ya bos ", Denis pun terlihat sangat bahagia,
Ia bahkan saat ini tengah menantikan kehamilan istrinya, namun ia tak mau terlalu memperlihatkan kepada istrinya takut jika nanti akan kecewa lagi, Sudah hampir tak terhitung lagi Nisa sudah menggunakan alat tes kehamilan tapi hasilnya masih negatif, dan Denis pun mencoba menenangkan istrinya jika Nisa sudah menangis.
__ADS_1
" Tapi ingat Den, kalau udah nangis langsung bawa pulang ", Fandi pun mengingatkan untuk yang kedua kalinya.
Alisa sekarang tengah bersama dengan Rafa dan juga Nisa, mereka berdua tengah mendandani Rafa, Setelah Rafa sudah ganteng Alisa pun mencium pipi putranya terlebih dahulu.
" Jangan nakal ya sama Tante Nisa ", Aliaa pun mencium kembali pipi gembul putranya.
" Aku akan menjaganya baik-baik mbak, makasih ya udah bolehin aku ngajak Rafa jalan-jalan ", Ujar Nisa.
" Iya Nis ", Jawab Alisa.
" Mbak tenang aja, gak lama kok, cuma muter-muter aja lihat kebun teh ", Nisa pun menjelaskan.
Nisa kini menggendong Rafa dan Deni kini tengah mengambil kereta dorong milik Rafa,
" Sudah siap bang ", Nisa pun menghampiri Denis.
" Sudah yang, ayo kita berangkat ", Rafa sudah berada di dalam kereta dorong nya dan Denis lah yang akan mendorong kereta tersebut.
" Mbak, kami berangkat dulu, assalamualaikum ", Nisa dan Denis pun keluar dengan berjalan kaki mengelilingi villa dan kebun teh terdekat.
Nisa pun tersenyum ketika Rafa juga tersenyum kepadanya.
" Bang enak ya kalau udah punya anak ", ujar Nisa membuat Denis pun tersenyum kepada istrinya.
" Iya yang, Kita usaha terus ya, insyaallah jika Allah sudah mempercayai kita, kita akan segera punya anak, kamu yang sabar ya ", Denis pun meyakinkan istrinya.
__ADS_1
" Iya bang amin , semoga aku segera hamil ya", Ucap Nisa yang langsung diangguki Denis.