
Fandi melihat Rafa yang sudah digendong oleh Alisa membuat Fandi ingin segera pulang kerumah, " Halo sayangnya Daddy, Kok tumben gak tidur??", Tanya Fandi .
" Rafanya udah tidur Daddy, baru bangun ", Ujar Alisa dengan nada seperti anak kecil.
" Dady jadi kangen sama Rafa, Daddy nanti pulang cepet kok ", Ujar Fandi.
" Iya Daddy hati-hati dijalan ya ", Ujar Alisa.
" Iya sayang, ya udah mas tutup dulu telfonnya ya, assalamualaikum " Ujar Fandi.
" Iya Mas, Waalaikum salam " Jawab Alisa.
Alisa kembali ke dalam dan menemui Dina dan Dewi yang sudah selesai makan siang,
" Al, kita mau pamit pulang dulu ya " Ujar Dina dan Dewi.
" Iya kak, kok cepet banget sih padahal masih kangen " Ujar Alisa.
" Maaf ya Al aku gak bisa lama-lama, dan makasih ya makan siangnya ",Ujar Dewi.
" Iya kak, makasih ya ", Ujar Alisa.
" Ganteng, Tante mau pulang ya " Ujar Dina dan Dewi yang mencium pipi gembul Rafa.
Setelah berpamitan Dina dan Dewi segera memesan taxi online, Beberapa menit kemudian taxi online pun sudah datang, Dina dan Dewi segera masuk ke dalam mobil.
" Din kamu masih hutang penjelasan ya sama aku ", Ujar Dewi.
" Iya kak, Kira in udah lupa ", Ujar Dina.
" Begini kak, Alisa itu bukan orang sembarangan " Ujar Dina.
" Maksud kamu apa Din???", Tanya Dewi belum mengerti.
" Alisa itu anak orang kaya, Itu yang punya perusahaan " Bachtiar Group ", Ujar Dina.
" Apa Din??, Kamu gak bercanda kan??", tanya Dewi.
" Ya Allah kak, gak mungkin aku bercanda, aku kan pernah di ajak Alisa kerumahnya dulu sewaktu Alisa lagi marahan sama pak Fandi. Ujar Dina.
" Kamu kok gak pernah cerita sih Din??", Ujar Dewi.
" Maaf kak, Alisa bilang ini rahasia, gak boleh ada yang tahu ", Ujar Dina.
" Alisa baik banget ya Din, Walaupun dia kaya dia mau temenan sama kita ", Ujar Dewi.
" Iya kak, itu yang buat aku nyaman sama Alisa, gak pernah beda-beda in teman ", Ujar Dina.
" Wah ternyata yang beruntung itu pak Fandi ya bisa menikah sama Alisa ", Ujar Dewi.
" Ya mereka sama-sama beruntung lah kak, Alisa baik dan pak Fandi juga baik ", Ujar Dina yang mengingat kebaikan Fandi.
Tak lama kemudian Dewi sudah sampai dirumahnya, membuat ia harus menyudahi mereka.
__ADS_1
" Hati-hati ya Din", Ujar Dewi sambil turun dari taxi online tersebut.
" Iya kak, ya udah aku pulang dulu, Assalamualaikum", Ucap Dina.
" Waalaikum salam ", Jawab Dewi.
Fandi kini sudah keluar dari kantor Papa nya setelah makan siang tadi,
Fandi langsung saja menuju ke arah rumahnya karena ia tidak kembali lagi di resto.
Fandi kini mulai berpikir tawaran dari Papa nya untuk memimpin perusahaan besar milik Papa nya.
" Apa aku terima saja tawaran Papa ", Ujar Fandi.
Fandi masih saja terus berpikir, ia berniat akan membicarakan tentang ini dengan istrinya.
Fandi juga memikirkan restonya yang semakin berkembang pesat,
" Siapa yang akan aku percaya ", Ujar Fandi.
Fandi masih terus mengemudikan mobilnya sampai ia tiba di rumahnya.
Pak Udin segera membukakan pintu untuk majikannya tersebut.
" Selamat siang Den " Ujar pak Udin.
" Selamat siang juga Pak ", Ujar Fandi sambil tersenyum.
Pak Udin segera menutup gerbang kembali saat Fandi sudah masuk kedalam halaman rumahnya.
Rafa sudah ditidurkan kembali ke box bayi yang ada di dalam kamar tersebut.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka dan Alisa dengan reflek menoleh kearah pintu tersebut.
" Assalamualaikum sayang ", Ucap Fandi.
" Waalaikum salam mas, tumben udah pulang", Ujar Alisa.
" Iya sayang, mas lagi banyak pikiran , Ujar Fandi.
" Kenapa mas, apa ada masalah ??", Tanya Alisa serius.
" Nanti aku cerita ya, aku mau mandi dulu, mau pegang Rafa juga aku dari luar hak baik ", Ujar Fandi.
Fandi segera memasuki kamar mandi dan segera menyegarkan badannya.
Guyuran dari air shower yang membasahi rambutnya mampu untuk sedikit menjernihkan pikiran nya.
Fandi kini mulai melaksanakan sholat dhuhur dikamarnya,
Setalah selesai Fandi kemudian berjalan kearah box bayi dan mencium Pipi Rafa sekilas.
Rasa lelah yang dialami Fandi mendadak langsung hilang saat melihat Rafa yang tengah tertidur, Alisa yang masih duduk disofa sengaja memperlihatkan gerak Fandi dari tadi.
__ADS_1
" Mas jangan digangguin Rafa kalau tidur, kasihan", Ujar Alisa.
Fandi kemudian segera melangkahkan kakinya menuju ke arah sofa dan menghampiri Alisa.
Pipi Alisa sudah berulang kali disentuh oleh bibir Fandi yang sedari tadi terus menempel diwajahnya,
" Mas sudah, aku geli ", Ujar Alisa.
" Sebentar aja sayang, mas kan kangen. Ujar Fandi yang tak mau melepaskan Alisa.
Alisa pun pasrah dengan apa yang dilakukan Fandi kepadanya.
" sayang, mas mau bicara sesuatu kepada mu", Ujar Fandi sambil menyandarkan kepalanya di bahu Alisa.
" Iya mas, bicaralah, aku akan mendengarnya", Ujar Alisa.
"Mas tadi ke kantor Papa ", Ujar Fandi.
Fandi kemudian menjeda ucapannya.
" Lalu " Ujar Alisa yang penasaran.
" Papa meminta mas agar mas memimpin perusahaan Papa ", Ujar Fandi.
" Mas bingung harus bagaimana, Sejujurnya mas gak mau membuat Papa kecewa, Tapi mas juga gak bisa meninggalkan Resto mas yang mas rintis mulai dari nol ", Ujar Fandi.
" Mas, kalau menurut aku mas sebaiknya menerima penawaran Papa, Nanti urusan resto kita bisa fikirkan ", Ujar Alisa.
" Mas juga sempat berpikiran seperti itu sayang, Tapi mas tadi meminta waktu kepada Papa untuk memikirkan semua ini ", Ujar Fandi.
" Iya mas, semua itu harus di pikirkan secara perlahan dan tidak boleh tergesa-gesa, kita harus benar-benar yakin dengan apa yang kita pilih ", Ujar Alisa.
" Terimakasih sayang, kamu sudah mau mendengarkan mas, mas menjadi sangat lega sekarang ", Ujar Fandi.
" Sama-sama mas, itu sudah menjadi kewajiban aku untuk mendengarkan semua keluh kesah mas ", Ujar Alisa.
" Dan aku mohon mas setiap ada masalah cerita sama aku, jangan kamu pendam sendiri, aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu ", Ujar Alisa melanjutkan.
" Iya sayang, terimaksih, mas beruntung sekali mempunyai istri sebaik kamu ", Ujar Fandi yang mulai memandang wajah Alisa semakin dekat.
Fandi sengaja mendekatkan wajah nya karena ia ingin merasakan sesuatu dari bibir istrinya,
Tapi setelah ia ingin membuka mulutnya, Alisa tiba-tiba mulai mengalihkan perhatian Fandi.
" Kamu sudah makan mas ??", Tanya Alisa.
" Sudah sayang, mas tadi makan siang sama Papa di kantor ", Ujar Fandi.
" Sayang, masih lama kah ??", Tanya Fandi.
" Apa mas, kamu tanya apa??", Ujar Alisa yang sebenarnya mengerti apa yang sedang di tanyakan oleh suaminya tersebut.
Alisa hanya berpura-pura saja tidak mengerti perkataan Fandi.
__ADS_1
"Gak jadi deh sayang ", Ujar Fandi yang membuat Alisa menahan tawanya.