Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Hamil ???


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Fandi sudah bangun dan sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, Dan Mama Mira pun sudah datang dengan membawa baby sitter baru untuk Rafa cucunya.


Namanya Bi sum, Baby sitter Rafa kali ini sudah berumur dan agak sedikit lebih muda dari Bu Jum, Sesuai dengan kriteria Alisa, Bi sum sudah sangat berpengalaman dalam merawat bayi, menurut Mama Mira Bi sum terakhir mengasuh bayi dan baru berhenti satu bulan yang lalu saat anak yang dirawatnya sudah masuk sekolah TK.


Alisa pun menyambut kedatangan Mama mertuanya dan Bi sum dengan senyuman," Bagaimana liburan kalian ??", Tanya Mama Mira.


" Alhamdulillah ma, semua berjalan dengan lancar, dan Alhamdulillah lagi Rafa tidak rewel sama sekali ", Ujar Alisa.


" Tapi sebenarnya ada yang kurang ma ", Ujar Alisa lagi.


" Apa sayang ?? ", Tanya Mama Mira kepada Alisa.


" Mama dan papa gak ikut, seharusnya Semua nya ikut dan Alisa bisa menjadi lebih bahagia lagi ", Ujar Alisa.


Mama Mira tak menyangka jika menantunya ini sangat menyayangi nya dengan tulus, "Lain kaki aja sayang, kan Mama kemarin memang lagi sibuk ", Ujar Mama Mira.


Mama Mira sebenarnya tidak benar-benar sibuk, hanya saja tak mau mengganggu kesenangan Fandi dan Alisa.


Apalagi setelah apa yang menimpa rumah tangga putranya, Mama Mira semakin tak ingin mengganggu Fandi yang ingin membahagiakan istrinya.


Fandi dan Alisa akan berangkat ke kantor, dan mereka langsung menyalami dan berpamitan kepada Mamanya.


" Kami berangkat dulu ya ma, Assalamualaikum ", Ucap Fandi dan Alisa.


" Waalaikum salam, hati-hati dijalan, jangan ngebut Fand ", Mama Mira mengingatkan putranya.


" Iya ma ", Jawab Fandi dengan tersenyum kepada Mama nya.


Dilain tempat Denis dan Nisa pun juga akan berangkat ke kantor, pagi ini ada yang berbeda dengan Nisa karena Nisa merasakan perutnya agak terasa mual sedari tadi pagi.


Nisa pun tak menghiraukannya, selagi ia masih kuat Nisa pun akan tetap pergi bekerja.


Denis pun sama sekali tidak tahu keaadaan istrinya karena Nisa sama sekali tak mengeluh kepadanya.


" Ayo yang berangkat, udah siang nih ", Denis pun sedikit berteriak karena ia sudah berada didalam mobilnya.

__ADS_1


" Iya bang, sebentar, ini masih mau ngunci pintu ", Nisa pun dengan segera mengunci dan menyimpan kunci rumahnya di dalam tasnya.


Nisa dan Denis pun segera berangkat menuju ke kantor nya,


Nisa merasakan mual Kembali saat mencium bau AC didalam mobilnya.


" Kok bau sih bang, Abang gak bersihin dulu ya mobilnya ??", Nisa pun mulai protes kepada suami nya.


Denis pun mengerutkan keningnya, ia sama sekali tak mencium bau apapun di mobilnya, mobilnya sudah ia bersihkan dan bisa dijamin bau didalam mobil itu sangat wangi.


" Bau apa sih yang, jangan ngada-Ngada deh yang, Abang gak nyium apapun ", Denis pun mulai menajamkan penciumannya.


Nisa kini menutup hidungnya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa didalam tasnya.


Denis pun melihat tingkah istrinya kembali,


" Kok ditutup segala sih yang, kenapa sih kamu ??", Denis pun merasa aneh dengan tingkah Istrinya.


"Udah bang, kamu jangan ngomong aja, lebih baik kaku fokus aja kedepan ", Nisa pun tak ingin lagi menimpali perkataan Suaminya, jika Nisa bicara terus perutnya akan mual Kembali tentunya.


Nisa kemudian keluar dari mobil Suami nya dengan cepat,


" Gak bang, lagi gak pengen ", Nisa pun segera menutup pintu mobilnya dan tak lupa mengucapkan salam kepada suaminya.


" Kenapa sih, kok jadi aneh hari ini ??", Denis pun masih bertanya-tanya dalam hatinya, tak biasanya Nisa akan bersikap seperti ini dengannya.


" Apa mungkin istriku Kesambet lagi kemarin pas waktu di villa", Denis pun menerka-nerka, Ada aja ya si Denis, masak sih Kesambet kan aneh ??


" Lebih baik aku berangkat aja dulu, aku mau tanya ke bos, pasti bos nggak tau kalau di villa nya ada penghuninya yang sekarang lagi nempel di badan Nisa ", Ujar Denis yang melakukan mobilnya di jalanan.


Denis kemudian segera masuk setelah memarkirkan mobilnya di basemen kantornya, ia segera masuk kedalam ruangan bosnya dan memberutahu apa yang terjadi dengan Nisa pagi ini.


" Selamat pagi Bos ", Denis pun bertemu dengan Fandi saat akan masuk kedalam lift.


" Bos ada yang ingin aku bicarakan bos, penting dan tidak disini ", Ujar Denis yang kemudian menekan angka yang akan membawanya menuju lantai dimana ruangan mereka.

__ADS_1


Fandi pun penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Denis sehingga ia menjadi tak sabar.


Dua orang laki-laki itu pun langsung duduk di sofa yang ada di ruangan Fandi.


" Apa yang ingin kamu katakan den ???", Fandi pun bertanya dan ia juga sangat penasaran.


" Bos, sepertinya di villa bos ada penghuninya, Nisa pagi ini bertingkah aneh, aku takut bos jika Nisa ketempelan setan yang ada disana ".


Fandi pun langsung tertawaan mendengar cerita dari sekertaris nya tersebut.


" Kamu ada-ada saja den, mana mungkin di villa ku ada setannya, kamu ngaco aja", Fandi pun kembali tertawa.


" Wah si bos nggak percaya, Buktinya bos pagi ini Nisa aneh sekali bos dan yang paling Serem lagi Nisa gak mau nyium aku bos ",


Fandi pun kembali tertawa.


" Itu bukan Nisa nya yang aneh, mungkin Nisa emang lagi gak mau nyium kamu ", Jawab Fandi dengan tawanya lagi.


Denis pun diam, bicara sama bosnya percuma saja menurut nya.


🌼🌼🌼


Nisa kini sedang berada di dalam lift berada dengan Alisa, Alisa pun merasakan ada yang aneh dari Nisa, biasanya ia akan menyapa terlebih dahulu, tapi pagi ini tidak, Nisa sama sekali tak berbicara kepadanya.


Alisa pun merasa sangat aneh, apa ia salah ngomong kepada Nisa sehingga pagi ini Nisa tak mau berbicara kepadanya, tapi Alisa tak mau su'udzon kepada Nisa.


" Nis kamu kenapa ???", Alisa Kemudian bertanya kepada Nisa.


" Maaf mbak, Nisa kali ngomong rasanya mual pagi ini , gak tau kenapa ??",


Tiba-tiba Nisa bertabrakan dengan seorang karyawan perempuan lainnya yang menggunakan parfum yang sangat mencolok baunya dan membuat Nisa merasa mual kembali.


Nisa pun berlari ke arah toilet yang berada di sekitar ruang kerjanya, ia muntahkan semua sarapan yang ia masukkan kedalam perutnya pagi tadi.


Alisa pun semakin khawatir dengan Nisa, Alisa Kemudian menghampiri Nisa dan memijat tengkuk leher Nisa agar Nisa bisa mengeluarkan semua isi perutnya.

__ADS_1


" Sudah baikan ??", Nisa hanya mengangguk lemas,


" sebaiknya kamu istirahat saja Nis, nanti biar aku telfon Denis biar dia jemput kamu buat pulang, hari ini kamu gak usah kerja dulu ", Ujar Alisa.


__ADS_2