Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Mulai ke rencana awal


__ADS_3

Fandi sudah selesai dan berniat untuk menjemput istrinya di kantornya karena jam sudah menunjukkan jam waktu pulang kantor,


Fandi segera keluar ia kemudian segera masuk kedalam mobilnya dan menancapkan gasnya menuju ke kantor istrinya dengan kecepatan sedang karena jalanan sudah mulai ramai dan hampir macet, sudah beberapa kali Fandi berhenti karena jalanan macet yang disebabkan adanya perbaikan jalan di salah satu rute jalan menuju ke kantor istrinya, dengan perasaan tenang, sabar dan tak tergesa-gesa akhirnya Fandi pun kini sudah Samapi tepat dihalaman kantor Bachtiar Group.


Fandi kemudian turun dan tak membiarkan istrinya turun sendiri tanpa dirinya, jadi sebelum istrinya turun ia harus sampai terlebih dahulu ke dalam ruangan istrinya yang berada di lantai 15.


Fandi sampai tepat dimana Alisa akan melangkahkan kakinya untuk keluar dari dari ruang kerjanya, Alisa sempat kaget karena kemunculan Suaminya secara tiba-tiba.


" Mas, kami buat aku kaget saja ", Alisa pun mendekat dan mencium tangan Suaminya.


" Maaf sayang, mas tadi memang sedikit berlari, tapi untung nya mas tepat waktu kamu juga mau keluar ", Fandi kemudian merangkul pinggang istrinya dan mengajak keluar dari dalam ruangan tersebut.


" Seharusnya kamu gak usah susah payah naik kesini, aku kan bisa turun sendiri, kamu tinggal tunggu aja di mobil ", Alisa sedikit mengomeli suami nya, apa lagi mendengar nafas Suaminya yang tak beraturan dan terlihat beberapa peluh yang keluar dari dahi dan bagian tubuh Fandi lainnya.


" Iya sayang, ya udah gak usah dibahas lagi, Habis ini kami mau kemana , mas akan antar kamu ", Ujar Fandi.


Alisa hanya terdiam, ia terpikir kan untuk makan diresto suaminya karena sudah lama mereka tak mengunjungi resto tersebut.


" Kita ke resto aja ya mas, udah lama kita nggak kesana, lagi pula aku juga kangen sama kak Dina ", Ujar Alisa.


Terakhir kali mendengar kabar Dina jika Dina sudah bisa membeli mobil dari bonus dan gaji yang Fandi berikan selama ini kepadanya, dan Dina amat berterimakasih kepada Fandi dan juga Alisa.


Fandi pun setuju, kemudian mereka segera menuju ke mobil mereka dan segera berangkat menuju ke sana,


" Oh ya sebentar mas, aku mau kabarin Bi Jum dulu ", Alisa merogoh tas yang ia bawa, ia mulai mencari nomor telepon rumahnya dan tak lama kemudian suara bi Jum sudah terdengar.


" Halo Bi, Assalamualaikum ", Ucap Alisa.


" Waalaikum salam Non, ada apa??", Bi Jum langsung mengenali suara Alisa karena bi Jum sudah lama bekerja di dalam rumah keluarga Bachtiar dan semenjak Alisa hamil bi Jum sudah pindah bekerja di keluarga Fandi dan Alisa.


" Bibi hari ini gak perlu masak, nanti aku bawakan makanan untuk makan malam ", Ujar Alisa.


" Baik Non ", Jawab Bibi.


" Ya sudah Bi, aku tutup dulu, Assalamualaikum ", Ucap Alisa dan kemudian menutup ponselnya, mobil masih berjalan Fandi masih menatap lurus kearah depan dan tangannya kemudian meraih tangan istrinya kemudian menciumnya.

__ADS_1


"Kita mulai nanti malam ya sayang ", Ujar Fandi.


Alisa pun tak mengerti apa yang di maksud suaminya


" Memulai apa mas??", Tanya Alisa kepada Fandi.


" Masak kamu lupa sih sayang, rencana awal kita, katanya mau punya anak perempuan?", Tanya Fandi.


Alisa pun tersenyum mengerti, Tak sangka Fandi masih ingat akan hal itu, apalagi masalah lingerie yang di belikan untuknya, Alisa harap Suaminya sudah lupa dan tak memintanya untuk memakai pakaian kurang bahan tersebut nanti malam.


" Iya mas, aku ingat ", Alisa pun tak menoleh sama sekali, dan membiarkan Fandi sedari menciumi tangannya seperti orang yang sedang baru pertama kali pacaran.


" Nanti kamu harus memakai lingerie kamu ", Titah Fandi, Mata Alisa Pun mendelik, baru saja ia berharap agar suaminya tak ingat akan hal itu, tapi dugaan Alisa saat ini salah, bahkan Fandi sangat mengingat dan berharap nanti malam ia mengenakan pakaian yang menjijikan menurut Alisa.


Beberapa menit kemudian mobil mereka sudah terparkir di tempat parkir khusu mobilnya, ada tempat sendiri, jadi tidak jadi satu dengan kendaraan pengunjung resto.


Para karyawan pun sudah tau jika pemilik resto tempat ia bekerja datang, segera mereka menyambut kedatangan Fandi dan Alisa dengan penuh hormat,


" Selamat sore, pak Bu ", Ucap salah satu karyawan resto tersebut.


" Al ??", Panggil Dina saat melihat Alisa berjalan ke arah nya.


Fandi kemudian meninggalkan istrinya dan masuk kedalam ruangannya,


" Bagaimana kabar kakak ??", Tanya Alisa sambil memeluk Dina.


" Alhamdulillah Al, aku baik, dan kamu ??", Tanya balik Dina.


" Alhamdulillah kak aku juga baik-baik saja",


Dina kemudian mengajak Alisa duduk disalah satu meja yang kosong, mereka berdua menghabiskan waktu sebentar sebelum Alisa masuk kedalam ruangan Fandi.


Setelah mengakhiri perbincangan nya, Alisa kemudian pamit dan masuk kedalam ruangan suaminya yang merupakan ruangan pribadi untuk Alisa dan Fandi, ruangan itu selalu terkunci dan yang membawa kuncinya adalah Fandi dan Dina.


Dina hanya bertugas membukakan pintu tersebut untuk dibersihkan dan kemudian di tutup kembali karena karyawan lain tidak boleh sampai masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


" Kamu dan pak Fandi mau makan apa Al, biar aku pesankan ", Ujar Dina.


" Terserah kakak saja ", Jawab Alisa tersenyum.


" Baiklah kami tunggu sebentar Al, aku akan menyuruh salah satu karyawan untuk mengantar makanan untuk kamu dan pak Fandi", Alisa kemudian masuk dan Dina berjalan menuju dapur resto.


Didalam ruangannya, Fandi sama sekali tak bersantai, ia membuka layar laptopnya, dan mulai mengecek laporan beberapa Minggu ini.


" Mas ", Panggil Alisa yang kini sedang duduk di sofa.


" Iya sayang, ada apa ??", Fandi pun masih menatap layar tersebut.


" Terimakasih", Ujar Alisa.


Kening Fandi pun berkerut,


" untuk apa ??", tanya Fandi.


" Untuk kebaikan mu kepada kak Dina ", Ujar Alisa.


" Aku hanya memberikan sesuai dengan apa yang ia hasilkan untuk kita, kerja yang sangat bagus dan tidak ada masalah sejauh ini, Dina bisa diandalkan sayang ", Ujar Fandi.


Fandi pun kembali menatap layar di depannya.


" Mas aku gerah banget aku mau mandi aja disini, lagi pula seperti nya ada baju ku disini ", Ujar Alisa melangkahkan kakinya di dalam kamar pribadi milik Fandi dan Alisa.


Biasanya Fandi akan menggoda istrinya, tapi tidak untuk saat ini, ia masih sibuk dan tak bisa diganggu, ia akan menyelesaikan ini secepat mungkin sebelum ia pulang dari restonya.


Tak lama kemudian suara ketukan membuat konsentrasi Fandi terpecahkan,


Fandi kemudian mendongak dan mempersilahkan orang di luar pintu tersebut untuk masuk kedalam.


Pintu pun terbuka dan terlihat dua karyawan yang datang dengan membawa makanan dan minuman untuk mereka berdua.


" Terimakasih, kalian boleh kembali", Perintah Fandi yang langsung diangguki oleh kedua karyawan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2