Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
123


__ADS_3

Seperti yang Fandi katakan tadi malam, mereka hari ini akan mengunjungi Restonya yang sudah satu bulan ini dikelola oleh Dina.


Alisa kini sudah cantik dengan gamis santai nya dan Rafa juga di pakaikan kemeja yang membuat bayi itu terlihat sangat tampan.


Fandi yang masih menatap punggung istrinya untuk mempersiapkan perlengkapan Rafa kini tersenyum sendiri.


Ia tidak menyangka jika saat ini wanita yang mampu membuat hatinya bergetar sekarang sudah menjadi istri dan ibu dari anaknya.


" Sudah mas, Ayo kita berangkat, nanti keburu siang takut macet soalnya kan hari Minggu " Ujar Alisa yang sudah siap dengan perlengkapan Rafa.


Rafa kini tengah digendong oleh Fandi dan keluar dari kamar mereka yang sudah berpindah kembali ke lantai atas.


" Bi, nanti gak usah masak makan malam ya, takutnya kita pulangnya malam ", Ujar Alisa kepada Bi Jum.


" Iya Non ", Jawab Bibi seraya tersenyum kepada Alisa.


Fandi dan Alisa pun segera keluar dari rumah dan berjalan menuju ke mobilnya.


Alisa kemudian membuka pintu samping belakang mobilnya untuk menaruh barang-barang Rafa, setelah itu ia raih Rafa yang ada di dalam gendongan Fandi.


Fandi mulai keluar dari gerbang rumahnya sambil tersenyum kepada Pak Udin yang sudah siap berada di pos jaganya.


" Pak, nanti seandainya kalau ada yang cari saya, bilang saja saya lagi keluar dan pulang nya malam ", Ujar Fandi.


" Baik Tuan ", Jawab pak Udin yang segera keluar untuk menutup kembali gerbang rumah itu.


Fandi masih menatap lurus jalanan didepan, benar kata Alisa sedikit lagi mereka berangkat agak siang pastinya mereka akan terjebak macet, karena jalanan di pagi ini sangat padat sekali.


Fandi mulai tiba di halaman parkir Restonya, para pegawainya juga tengah sibuk membersihkan setiap sudut ruangan dan bagian luar Resto.


" Selamat pagi Pak, Bu ", Ucap salah satu pegawai yang sedang membersihkan meja.


" Selamat pagi juga, Dimana Dina ??", Tanya Fandi langsung kepada pegawainya.


" Mbak Dina sedang berada di dalam ruangannya pak ", Ujar pegawai tersebut.


" Tolong panggilkan Dina, suruh dia keruangan saya ", Perintah Fandi kepada pegawainya dan langsung diangguki.


" Baik Pak ",


Fandi kemudian berjalan kembali ke ruangannya yang sudah seminggu ini tak ia kunjungi.

__ADS_1


" Sayang, kamu tidurkan Rafa aja dulu ", Ujar Fandi.


" Iya mas ", Jawab Alisa yang langsung melangkahkan kakinya menuju kamar yang berada di ruangan tersebut.


Alisa mulai mengusap punggung Rafa yang sudah mulai bisa tengkurap itu, setelah bayi itu sudah tertidur Alisa segera menidurkan Rafa ke ranjang Tersebut.


Merasa Rafa kini sudah aman dengan menaruh beberapa guling di samping bayi tersebut, Alisa pun keluar kembali dari kamar tersebut.


Alisa kini duduk di sofa sedang menatap layar ponselnya, dan Fandi juga sudah mulai membuka laptopnya dan mulai bekerja di hari libur ini.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangan itu," Masuk ", Perintah Fandi dari dalam ruangannya.


Pintu pun terbuka, terlihat Dina yang kini sedang membawa beberapa lembar laporan dan sudah di masukkan kedalam map yang ada di tangannya.


Dina tersenyum ketika masuk ia mendapati Alisa yang juga ada di dalam ruangan tersebut.


" Bapak memanggil saya ??", tanya Dina yang berjalan menghampiri meja kerja Fandi.


" Iya Din, duduk lah ", Perintah Fandi dan langsung di laksanakan oleh Dina.


Dina kemudian menyeret kursi di hadapan bosnya tersebut dan menjatuhkan tubuhnya di kursi itu.


" Ina saya bawakan laporan yang saya kirim kan ke bapak malam tadi lewat email, Bapak coba periksa lagi dan kemudian bapak tandatangani", Ujar Dina sambil menyodorkan map tersebut kepada bosnya itu.


" Ini sudah saya tandatangani ", Ujar Fandi mengembalikan map tersebut.


" Kalau sudah tidak ada lagi saya mau permisi pak " Ujar Dina yang akan bangkit dari tempat duduknya.


" Tunggu Din, masih ada yang akan kami bicarakan dengan mu, maksud Fandi kami adalah ia dengan Alisa, mereka berdua akan sudah sepakat akan memberikan bonus kepada Dina karena selama satu bulan ini kinerjanya sangat bagus.


Fandi segera bangkit dan berjalan menuju sofa tempat istrinya berada,


" Kita bicara disini saja, lebih enak ", Ujar Fandi mengisyaratkan bahwa Dina harus pindah juga ke sofa tempat bosnya duduk sekarang.


Dina pun semakin bingung, entah apa yang akan di bicarakan oleh bos dan istrinya tersebut.


" Maaf Pak, kira-kira ada apa ya, apa saya melakukan kesalahan ??", Tanya Dina yang sedari tadi menunggu Fandi yabg belum juga membuka suaranya.


" Bukan Din, Saya sama istri saya sudah sepakat akan memberikan kamu bonus ini ", Ujar Fandi sambil menyerahkan amplop yang berisikan uang yang cukup banyak, bisa di bilang 3x gaji Dina dalam 3 bulan kedepan.


" Maaf pak, apa ini tidak terlalu berlebihan ", Ujar Dina.

__ADS_1


" Kak, terima saja itu bukti kerja keras kakak selama satu bulan ini, dan kami sangat puas sekali ", Ujar Alisa.


" Terimakasih banyak Pak ", Ujar Dina dengan senyuman nya .


" Terimakasih banyak Al, kamu sudah terlalu banyak membantu ku selama ini ", Ujar Dina.


" Iya kak, sama-sama ", Jawab Alisa yang membalas senyuman Dina dengan ramah.


" Kalau begitu saya permisi pak", Ujar Dina berpamitan.


Alisa dan Fandi kemudian mengangguk.


Setelah Dina keluar dari Ruangan nya, Fandi masih saja tidak beranjak dari tempat duduknya, bahkan kini ia tengah menyadarkan kepalanya di bahu istrinya, Fandi kini tengah bermanja-manja.


Fandi kemudian segera berpindah, ia tidurkan badannya dan kepalanya berbantalkan paha istrinya.


" Sayang ", Ucap Fandi yang masih asyik menenggelamkan kepalanya di paha istrinya.


" Iya mas, ada apa ??", Tanya Alisa sambil mengusap lembut rambut Fandi.


" Mas izinkan kamu buat kerja, buat bantuin Papa di Perusahaan ", Ujar Fandi.


" Kamu serius mas ??", Tanya Alisa memastikan.


" Iya sayang, beneran ", Ujar Fandi.


" Terus Rafa gimana mas ??, aku gak tega buat ninggal dia kerja ".


" Kamu tenang aja sayang, bukannya ada Mama, Mama pasti akan senang jika setiap hari dia sama Rafa ", Ujar Fandi.


" Apa tidak merepotkan Mama mas ??",


" Nggak sayang, percaya sama mas ", Ujar Fandi meyakinkan.


" Makasih udah ngizinin aku bantuin Papa ya mas, tapi aku harap mas bisa pelan-pelan bantuin aku, aku kan sama sekali belum tau dunia bisnis ", Ujar Alisa.


" Pastinya sayang, kamu tenang saja ", Ujar Fandi.


" Kalau ada waktu senggang, pasti mas akan datang buat bantuin kamu secara langsung ", Ujar Fandi.


Alisa pun tersenyum senang, " Terimakasih mas, aku akan secepatnya memberi tahu papa tentang kabar ini ", Ujar Alisa.

__ADS_1


Fandi kemudian memegang leher Alisa dan agak sedikit membungkukkan badannya, Dengan segera Fandi mencium basah bibir istrinya yang selalu menggoda menurut nya.


__ADS_2