Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
120


__ADS_3

Fandi sudah merencanakan kalau ia ingin mengundang Denis makan malam dirumahnya,


Melihat Denis yang masih sibuk Fandi akhirnya mengurungkan niatnya untuk memanggil Denis saat ini.


Dimeja kerja Fandi juga banyak setumpuk dokumen Nyang harus Fandi baca terlebih dahulu sebelum ia menandatangani nya.


Tepat pukul 10 pagi Denis kemudian masuk kedalam ruangan bosnya untuk memberitahukan bahwa sebentar lagi mereka akan berangkat untuk meeting dengan kliennya.


" Permisi bos, sudah saat nya kita berangkat untuk menemui klien kita ", ujar Denis yang berdiri didepan meja kerja Fandi.


" Baiklah segera persiapkan semua, kita akan berangkat sekarang ", ujar Fandi.


Denis segera keluar kembali menuju mejanya untuk menyiapkan semua yang ia perlukan untuk meeting nanti, tak lupa iPad yang harus selalu is bawa untuk mencatat poin-poin penting yang akan di bicarakan klien tersebut.


Kini mereka sudah berada di area parkir kendaraan,


Fandi kemudian menyerahkan kunci mobilnya kepada Denis mengisyaratkan bahwa Denis harus mengemudikan mobilnya.


" Den kamu yang nyetir ", Ujar Fandi kepada Denis.


Fandi merasa nyaman jika seperti ini, entah apa yang harus dilakukan oleh Fandi ketika sekertaris yang selalu mendampinginya adalah perempuan, apalagi seperti meta, ia tidak akan pernah bisa membayangkan nya.


" Dimana kita akan menemui kliennya Den ??", Tanya Fandi.


" Kita akan meeting di " Fandys food " Bos ", Ujar Denis.


Fandi pun tersenyum, tak perlu menunggu weekend akhirnya Fandi bisa datang ke restonya siang ini.


Kini mobil Fandi sudah terparkir di depan resto milik Fandi, setelah Fandi dan Denis masuk karyawan pun nampak menunduk hormat kepada Fandi.


" Selamat datang Pak ", Ujar salah satu pegawai Fandi.


" Segera siapkan meja untuk kami ", Ujar Fandi.


Denis terlihat bingung kenapa semua menunduk kepada Fandi yang baru datang.


Tak lama kemudian setelah pegawai tersebut pergi kebelakang, Dina langsung menghampiri Fandi yang tengah duduk di ruangan VIP.


" Selamat pagi pak ", Ujar Dina.


" Selamat pagi juga Din, saya kesini karena ada meeting penting dengan klien ", Ujar Fandi menjawab pertanyaan Dina sebelum ia bertanya.


" Baik kalau begitu, saya permisi dulu ", Ujar Dina meninggalkan Fandi.


Tak lama kemudian klien yang mereka tunggu akhirnya datang, Mereka kini tengah membicarakan kelangsungan bisnis mereka yang akan mereka kerjakan bersama-sama.


" Terimakasih Pak, saya sangat senang bekerja sama dengan anda ", Ujar salah satu klien tersebut.

__ADS_1


" Sama-sama pak ", Jawab Fandi.


Mereka pun akhirnya bersalaman sebelum mereka pergi dari tempat itu, Denis juga bersalaman dengan sekertaris yang mendampingi klien tersebut yang ternyata juga seorang laki-laki.


Setelah kliennya pulang, Denis segera mengajak Fandi untuk kembali ke kantor.


" Sebentar Den, ikut saya sebentar ", Ujar Fandi sambil melangkahkan ke ruangan kebesaran nya.


Denis yang juga mengikuti Fandi akhirnya masuk juga ke dalam ruangan itu.


Fandi segera duduk di kursi kebesarannya membuat Denis terlihat sangat bingung juga,Segera Fandi menekan telfon penyambung ke ruangan Dina sehingga tak perlu menunggu lama Dina akhirnya datang menemui Fandi dengan membawa Map laporannya.


" Permisi Pak, ini laporan yang anda minta ", Ujar Dina sambil menyerahkan map yang ia bawa.


Dina kemudian segera duduk tepat dihadapan Fandi untuk menuggu Fandi memeriksa semua laporan buang telah ia buat.


" Terimakasih Din, akhir-akhir ini resto sangat meningkat sekali ", Ujar Fandi senang.


" Iya Pak, Minggu ini terjadi peningkatan jumlah pengunjung di resto kita ", Ujar Dina.


Setelah mengecek semuanya, Fandi akhirnya menyerahkan kembali laporan tersebut dan kemudian Dina meninggalkan ruangan Fandi.


Denis yang menunggu pun jadi semakin bingung, ada hubungan apa bosnya dengan Resto besar ini.


" Kita makan dulu sebelum pulang Den ", Ujar Fandi.


Denis melihat menu makanan tersebut, makanan ter favorit dan terenak di resto ini tengah berada di depannya.


Fandi kemudian berpindah tempat untuk makan siang bersama Denis.


Setelah makan siang mereka selesai Fandi segera meninggalkan Resto nya dengan dikuti oleh Denis dari belakang.


" Bos, ada hubungan apa bos dengan resto ini ??", Tanya Denis penasaran karena Fandi tidak mengatakan apapun kepada Denis sedari tadi.


" Resto ini milikku Den ", Ujar Fandi kepada Denis.


Dengan mata melotot Denis tak percaya dengan perkataan Fandi, " Yang benar bos ??", Tanya Denis tak percaya.


" Sudahlah Den, itu tidak penting ", Ujar Fandi tersenyum.


Denis masih tidak menyangka karena bosnya adalah pemilik resto tersebut,


Dengan masih menatap lurus jalan di depan ya Denis akhirnya membuka suaranya kembali.


" Bos ternyata hebat punya restyo sebesar dan seramai itu ", Ujar Denis.


" Jangan terlalu memujiku Den, itu semua kurintis dari nol, sampai akhirnya aku bertemu dengan istriku ", Ujar Fandi.

__ADS_1


" Maksud bos Apa ??",Tanya Denis semakin penasaran dengan cerita bosnya.


" Aku dulu bertemu istriku disana Den, dia bekerja di resto ku ", Ujar Fandi.


" Oh jadi mbak Alisa pernah kerja sama bos ya ", Ujar Denis.


" Tapi jangan pernah remehkan istriku Den, Dia bukan wanita sembarangan ", Ujar Fandi.


" Iya tahu Bos, Dia kan sudah jadi istri bos ", Ujar Denis.


" Bukan itu maksudku Den ", Ujar Fandi yang masih menatap ke depan.


" Maksud bos Apa ??", Tanya Denis.


" Ah.. nanti kapan-kapan aku akan menceritakan kepadamu ", Ujar Fandi.


" Yah si Bos, kok malah buat aku penasaran ", Ujar Denis kecewa.


Mereka pun kemudian saling diam tanpa berbicara.


" Oh ya Den, Minggu depan aku mau mengundang mu makan malam di rumahku ", Ujar Fandi.


Mendengar perkataan bosnya Denis pun langsung tersenyum senang.


" Beneran bos ", Ujar Denis.


" Iya, kamu ajak keluargamu ", Ujar Fandi.


" Siap bos, terimaksih sudah mau mengundang saya makan malam dirumah bos ", Ujar Denis tersenyum.


Mereka kini sudah tiba di kantor lagi, Fandi segera memasuki ruangannya dan Denis juga sudah duduk bersandar di kursinya.


" Den, segera siapkan poin-poin penting yang sudah kamu catat tadi dan berikan kepada saya ", Ujar Fandi memerintah.


" Baik bos ", Jawab Denis dan segera menyalakan layar laptopnya dan memulai mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Bosnya.


Satu jam kemudian setelah Fandi menunaikan sholat dhuhur, Denis kemudian datang dan menyerahkan beberapa lembar hasil meeting bersama kliennya tadi.


" Terimakasih Den, kamu boleh kembali kemejamu ", Ujar Fandi.


Denis pun seger keluar dan kembali ke mejanya, didalam ruangannya Fandi segera mengecek bapa yang ada di dalam lembaran kertas tersebut dan membacanya secara perlahan.


Setalah membaca semua hasil kerja Denis Fandi dapat tersenyum puas karena Denis dapat diandalkan untuk menjadi sekertaris nya.


Banyak poin-poin penting yang sudah di catat dengan rapi oleh Denis sehingga membuat Fandi mengerti apa yang ada di dalam laporan tersebut.


Kemudian fandi segera menaruh lembaran map tersebut dan segera menutupnya kembali, ia merasa sangat lelah karena meeting dengan kliennya tadi.

__ADS_1


Dengan berjalan menuju ke arah sofanya Fandi akhirnya merebahkan sejenak tubuhnya dan tak perlu menunggu lama akhirnya Fandi tertidur.


__ADS_2