Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 62


__ADS_3

Hari-hari yang dilalui oleh Disya begitu cepat, sudah hampir satu Minggu mereka berada di Surabaya, kini tinggal hari ini saja mereka akan berada di Surabaya, dan mereka akan memanfaatkan hari terakhir mereka dengan mengajak Mama, Papa dan Lita menuju ke salah satu area pusat perbelanjaan terbesar di kotanya.


Mereka berada dalam satu mobil, Rafa yang berada di balik kemudi dan disampingnya ada Denis yang juga ikut duduk di depan, dan dibelakang ada Disya dan Mama Nisa, dan di bagian belakang lagi pastinya Lita, anak itu sengaja duduk dibelakang sendiri sambil memainkan ponselnya sedari tadi.


Setelah melewati macetnya jalanan akhirnya mereka kini sampai ke tempat yang mereka inginkan, mereka satu persatu keluar, berjalan bersama masuk kedalamnya.


Tujuan pertama Rafa membawa Anggota keluarga nya untuk makan terlebih dahulu, dan setelah itu barulah mereka akan berkeliling untuk sekedar berbelanja kebutuhan mereka.


Rafa dan Disya sengaja mencari meja besar yang bisa untuk di tempati seluruh keluarga besar mereka, kini salah satu pelayan datang, membawa buku menu dan mereka pun segera memesan makanan yang sudah tersedia di sana.


"Kakak mau makan apa, biar aku yang pesan"


"Apa aja sayang, samakan aja sama kamu" Ucap Rafa dan Disya pun segera memberitahukan apa yang ia pesan kepada pelayanan tersebut,


Setengah jam kemudian makanan yang mereka pesan datang dan mereka segera memakan makanan yang sudah ada di atas meja Mereka.


Setelah makan siang mereka semua pergi untuk berkeliling, mereka kini mulai mencari kemeja, kemeja untuk Papa Denis dan Rafa, Disya saat ini tengah memilihkan kemeja untuk Rafa dan Mama Nisa juga sedang sibuk memilih kan kemeja untuk suaminya.


Dua jam kemudian mereka sudah selesai, rasa lelah sudah mendera tubuh mereka dan mereka pun memutuskan untuk segera pulang.


Mereka tiba di rumah dan kemudian segera masuk kedalam kamar masing-masing, Rafa dan Disya juga begitu, mereka masuk kedalam kamar dan beristirahat sejenak dan nantinya mereka berdua akan menyiapkan barang mereka kembali untuk pulang ke Jakarta.


Keesokan harinya, tepatnya pagi ini, semua pun sudah berkumpul, hari ini adalah hari dimana Rafa dan Disya akan pulang ke Jakarta.


"Ma, Pa, Disya berangkat dulu ya" Ucap Disya sambil memeluk mama dan kemudian Papanya, terlihat raut wajah sedih yang di perlihatkan oleh Nisa saat Disya berpamitan kepadanya.


Sebenarnya Nisa masih menginginkan Disya dan Rafa untuk lebih lama lagi disini, tapi sekarang Disya harus mengikuti kemana suaminya pergi.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu hati-hati ya, jaga kesehatan dan sering-sering kesini" Ucap Nisa yang masih belum mau melepaskan pelukannya.


"Iya Ma, pasti, kalau ada waktu lagi Disya dan kak Rafa akan selalu datang kesini"


Kini giliran Rafa yang berpamitan kepada Denis,


"Pa, kita pamit pulang dulu" Ucap Rafa kepada Denis yang juga sambil memeluk Papa mertuanya itu.


"Iya, kalian hati-hati dijalan, jaga anak Papa Fa, sayangi dia" Ucap Denis.


"Pasti Pa, Rafa akan selalu menjaga Disya dan menyayangi Disya Pa"


Disebelah kanan Mamanya terlihat Lita yang masih terdiam, ia juga terlihat sedih karena kakaknya akan pulang, jujur anak itu juga masih merindukan kakaknya,


"Dek, kakak pulang dulu ya, kamu jagain Mama sama Papa, kakak yakin kamu itu udah besar, udah mampu untuk menjaga mama dan papa" Ujar Disya, dan Lita kemudian segera memeluk Kakaknya tersebut.


"Iya kak, Lita janji sama kakak, kakak sering-sering ke sini ya" Ucap Lita dengan sendu dan Disya pun menganggukinya.


Siang hari nya, Rafa dan Disya sudah sampai di Jakarta, Ghani yang sudah di beritahu sebelumnya juga sudah standby di bandara dari setengah jam yang lalu.


Rafa dan Disya segera masuk kedalam mobil Ghani, adiknya itu selalu bisa diandalkan untuk urusan jemput menjemput, dan Ghani sama sekali tidak pernah mengeluh.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di rumah orang tua mereka, untuk saat ini mereka masih pulang ke rumah orang tua mereka, dan keesokan harinya baru lah mereka akan pindah ke apartemen sesuai dengan keinginan Rafa dan Disya.


Alisa dan Fandi menyambut kedatangan Putra dan menantunya itu, sudah sangat rindu sekali Alisa dengan Rafa dan Disya, dan setelah melihat kedatangan nya Alisa langsung saja memeluk kedua anaknya itu.


"Kalian pasti capek kan??, lebih baik kalian istirahat dulu, atau kalian mau makan dulu??" Tanya Alisa.

__ADS_1


"Kita ke kamar aja dulu Mom, mau mandi, dan nanti kita makan siang di bawah kok" Ujar Rafa, dan Alisa pun mengangguk, Dan kini Rafa dan Disya pun segera naik ke kamar mereka dan segera membersihkan tubuh mereka.


Didalam kamar, Disya segera menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuknya, mendadak kepalanya sangat pusing sekali, dan perlahan Disya memejamkan matanya sedikit untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya.


Rafa yang melihat ada keanehan pada istrinya pun segera menghampiri nya, ia ingin memastikan jika kondisi istrinya untuk saat ini baik-baik saja.


"Kamu kenapa sayang??" Tanya Rafa yang saat ini sudah ikut berbaring di samping Disya sambil memperhatikan istrinya tersebut.


"Aku tidak apa-apa kak, hanya pusing sedikit, nanti juga baikan" Ucap Disya.


"Mau kakak bawa ke dokter??" Tanya Rafa dan seketika Disya pun menggeleng.


"Nggak perlu kak, aku gak perlu dokter, istirahat aja, nanti juga pusing nya hilang"


Rafa pun mengangguk, dan ia kemudian segera bangun dan melepas semua pakaiannya.


"Kamu mandi sekarang atau nanti??, kalau mau sekarang kakak bisa bantu kamu untuk mandi" Ucap Rafa, dan itu seketika membuat mata Disya tiba-tiba terbuka.


"Mau modus kan??" Tanya Disya.


" Nggak kok, kan kamu lagi pusing, jadi kan wajar kalau kakak menawari kamu bantuan" Ucap Rafa.


"Hm.., itu sama aja kak, selalu deh" Ucap Disya, tapi Disya tidak menolak tawaran dari suaminya, jujur saja badannya juga sudah lengket, jika tidak mandi pastinya akan sangat tidak enak di badannya.


"Ya udah ayo kak??" Ucap Disya.


"Kemana??", Tanya Rafa lagi.

__ADS_1


"Katanya mau bantuin aku mandi, gak jadi nih, kok penawaran nya capat amat habisnya" Ujar Disya, dan itu pun membuat Rafa tersenyum.


"Oh, nggak kok sayang, penawaran nya masih ada, kemudian Rafa segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya kedalam kamar mandi.


__ADS_2