
Setelah mendengar apa yang dikatakan Papanya tadi Alisa langsung berlari dan turun ke bawah,
Alisa yang tidak menemukan Fandi di manapun kini ia tengah panik mencarinya.
Kini Alisa mencari Fandi di penjuru rumahnya tapi Fandi tidak tau keberadaan nya.
Wajah Alisa kini semakin khawatir, dia sekarang tengah mondar - mandir di depan rumahnya tersebut.
Fandi kini yang sudah keluar dari kamar tamu melihat Alisa yang sepertinya sedang gelisah dan mondar - mandir di depan.
Fandi pun tersenyum, dia langsung menghampiri Alisa yang ada di teras rumahnya.
" Sayang ", ucap Fandi dari dalam rumah.
Alisa yang mendengar Fandi sedang memanggilnya langsung saja menoleh ke arah suara tersebut.
Begitu melihat Fandi Alisa langsung menghampiri nya dan melihat keadaannya,
Meskipun badan nya nampak segar, tapi terlihat jelas wajah Fandi nampak pucat dan badannya sedikit panas.
Sejenak Alisa melupakan amarahnya terhadap Fandi, ia langsung menghampiri Fandi dan langsung menghujani Fandi dengan berbagai pertanyaan.
" Mas, kamu tidak apa - apa ??", tanya Alisa yang khawatir.
" Apa kamu sakit ??", Lanjut Alisa yang menampakkan wajah kekhawatiran nya.
" Aku tidak apa - apa sayang, aku hanya sedikit pusing ", ucap Fandi.
Alisa yang merasa perubahan wajah Fandi yang semakin terlihat pucat langsung saja mengajaknya masuk,
" Ayo mas masuk, disini dingin, aku gak mau kamu tambah sakit ", ucap Alisa.
Fandi pun hanya menurut saja dan mengikuti Alisa dari belakang,
Kakek dan Papa Ardi sudah menunggu untuk makan malam,
Setelah Alisa dan Fandi datang mereka langsung Menyantap makan malamnya.
Setelah selesai Fandi pun berpamitan kepada Alisa dan keluarga nya karena Fandi sudah terlalu lama disini.
Ketika Fandi dan Alisa berjalan menuju pintu depan, Tiba - tiba Fandi merasa pusing dan tanpa sadar memegang sesuatu untuk menyangga tubuhnya yang sudah lemas,
" Mas !!! " Teriak Alisa panik.
" Mas kamu gak apa - apa?? "tanya Alisa.
" Badanku lemas sayang, kepalaku pusing", ucap Fandi dengan lemah.
__ADS_1
Papa Ardi yang mendengar Alisa berteriak langsung saja meninggalkan meja makan dan menghampiri Alisa dan Fandi yang berada di teras depan.
" Sayang ada apa??", tanya Papa Ardi.
" Mas Fandi sakit pah??", ucap Alisa panik.
" Fand, kamu tidak apa - apa ?? ",tanya Papa Ardi.
",Aku tidak apa-apa Om, hanya sedikit pusing saja", ucap Fandi meyakinkan.
"Tapi wajahmu sangat pucat sekali fand", ucap Papa Ardi yang merasa khawatir juga.
" Om gak perlu khawatir, aku baik baik saja, nanti minum obat juga baikan", ucap Fandi.
" Ya sudah Aku mau pulang sayang", ucap Fandi.
" Mas apa gak sebaiknya mas Fandi menginap disini", ucap Alisa.
" Iya Fand, menginapkan disini", lanjut Papa Ardi.
" Maaf Om, hari ini banyak yang harus Fandi kerjakan, jadi Fandi harus pulang sekarang", ucap Fandi.
Alisa pun masih tetap menghawatirkan Fandi yang masih terlihat pucat.
" Pah, bolehkah malam ini Alisa menemani mas Fandi", tanya Alisa memohon.
" Alisa janji Alisa tidak akan melakukan hal bodoh dengan mas Fandi", ucap Alisa meyakinkan.
" Baik pah Terimakasih", ucap Alisa senang.
" Ayo mas kita berangkat sekarang, Biar aku yang nyetirin mobilnya, kamu duduk aja" , ucap Alisa sambil berjalan beriringan dengan Fandi.
Setelah sampai di mobil Fandi, Alisa langsung membuka pintu samping mobil dan Fandi segera duduk di situ, tak lupa juga Alisa memasangkan seat belt kebadan Fandi.
Fandi tampak menyenderkan kepalanya dan memejamkan matanya sejenak, Alisa yang melihatnya tampak semakin khawatir dengan keadaan Fandi.
" Mas, kita kerumah sakit aja ya", ucap Alisa.
" Gak usah sayang, aku baik - baik aja, aku istirahat aja di apartemen dan minum obat", ucap Fandi menolak.
Setelah mendengar pernyataan Fandi Alisa kemudian mengemudikan mobil Fandi dengan kecepatan minimum, tak lupa juga Mereke mampir dulu ke apotek untuk membelikan Fandi obat penurun panas.
Setelah setengah jam berkemudi akhirnya Alisa dan Fandi tiba di sebuah gedung tinggi tempat Fandi tinggal.
Alisa membuka pintu samping dan melepaskan seat belt Fandi dan berusaha untuk memapah Fandi menuju gedung apartemen nya.
" Gak usah sayang, aku bisa sendiri, aku gak mau ngerepotin kamu", ujar Fandi.
__ADS_1
" Gak apa-apa mas, aku senang kok bisa bantuin kamu", ucap Alisa sambil terus berjalan.
Setelah memasuki lobi apartemen nya Alisa dan Fandi langsung menuju lift yang akan membawa mereka menuju lantai 12 dimana tempat tinggal Fandi.
Setelah lift terbuka Fandi dan Alisa langsung menuju kamar yang di tuju Fandi, Fandi segera mengambil card dari sakunya untuk membuka pintu apartemen nya.
Alisa langsung membawa Fandi ketempat tidurnya, lalu ia lepas sepatu Fandi yang ia kenakan seharian ini dan menyelimutinya.
" Mas aku ke dapur dulu mau ambil air", ucap Alisa sambil melangkah keluar kamar.
Fandi pun hanya mengangguk dan tersenyum.
Tak lama kemudian Alisa sudah berada dikamar Fandi dengan membawa segelas air putih hangat.
" Mas ayo minum obat nya ", sambil menyerahkan obat yang ia beli tadi.
Fandi hanya menurut saja dan dia merasa senang karena Alisa mau merawatnya.
" Mas, apa gak sebaiknya Mama dikasih tahu" , tanya Alisa kepada Fandi.
"Gak usah sayang aku gak mau mama jadi khawatir, aku udah gak apa-apa kok, besok pasti udah enakan", ucap Fandi.
Alisa hanya menurut saja , Dia kini tengah duduk di sebelah Fandi di atas ranjangnya.
" Sayang, maafin aku ya, aku udah buat kamu nangis hari ini , aku udah buat kamu kecewa hari ini.
Tapi asal kamu tahu aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Tania, Tadi siang dia berusaha mendekatiku dan dia juga memintaku untuk kembali padanya".
Alisa yang mendengarnya nampak kaget.
" Sayang, aku sudah menolak nya , dan kamu jangan khawatir aku akan selalu mencintaimu, dia hanya masa laluku" , ucap Fandi.
Yang kamu lihat tadi itu tidak benar, dia tadi mencoba mendekat, tapi aku menolak, pas aku mau bangun ternyata kamu udah datang duluan dan terjadi kesalahpahaman itu" , ucap Fandi menjelaskan.
Alisa yang mendengarnya pun hanya diam, Tapi dia berusaha untuk percaya kepada Fandi.
Melihat keadaan Fandi ia jadi tidak tega.
" Ya udah mas, aku udah maafin kamu, tapi kamu harus selalu jujur sama aku" ucap Alisa.
"Dan kamu sebaiknya istirahat mas biar cepat sembuh", ucap Alisa.
Ya udah aku mau keluar dulu ya mas, kalau ada apa-apa panggil aku", ucap Alisa sambil berjalan keluar dari kamar Fandi.
Setelah itu Alisa menuju kamar yang bersebelahan dengan kamar Fandi, lalu ia segera istirahat agar dia bisa bangun pagi dan bisa merawat Fandi besok pagi.
***
__ADS_1
*Akhirnya bisa nyelesain part ini, rasanya gak punya inspirasi sama sekali, biarin aja kalau agak monoton yang penting tetap up
Makasih untuk kalian yang sudah like vote komen dan udang nge rate bintang 5*