Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
167. Keberangkatan Fandi ke Bandung.


__ADS_3

Tak lam kemudian Alisa turun setelah sebelumnya Bu Jum memberitahu dia jika ada Nisa yang menunggunya di lantai bawah.


" Ada apa ya Nisa ke rumah, apa ada hal penting ??", Tanya Alisa dalam hatinya.


Segera Alisa keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Rafa yang tengah tertidur di dalam box bayinya.


Alisa kemudian berjalan menuju ke ruang tamu, dimana Nisa berada.


" Assalamualaikum mbak ", Ucap Nisa yang melihat Alisa datang menghampiri nya.


" Waalaikum salam Nis ??, Ada apa?? apa ada hal penting ??", Tanya Alisa kepada Nisa tak mungkin jika Nisa akan datang di jam kantor seperti ini jika tak ada hal yang sangat penting.


" Aku mau minta tanda tangan mbak Alisa sekarang, karena berkas ini harus dikirim ke Surabaya hari ini ", Ujar Nisa kepada Alisa dan kemudian menyerahkan beberapa map tersebut.


Alisa pun menerima map tersebut, ada rasa tidak enak kepada Nisa yang harus yang jauh-jauh dari kantor untuk mencari dirinya.


" Maaf kan mbak ya Nis, tak seharusnya kamu datang jauh-jauh kemari ", Ujar Alisa.


" Tidak apa-apa mbak, itu sudah tugas saya ", Jawab Nisa dengan senyuman.


Tak lam kemudian Bi Jum pun datang dengan membawa dua gelas jus segar dan beberapa camilan untuk tamu Nonanya Tersebut.


" Terimakasih bi, oh ya boleh Alisa minta tolong bi ??",


" Iya Non", Jawab Bu Jum kepada Alisa.


" Tolong bibi ke atas bibi temani Rafa dulunya, takutnya dia terbangun ", Ujar Alisa yang langsung di angguki oleh BI Jum.


Alisa masih harus mencari baby sitter untuk Rafa, jika mengandalkan Bi Jum ia juga tidak tega, Bi Jum yang sudah bertugas di dapur tak mungkin di tambahi tugas untuk menjaga Rafa disaat ia bekerja.


Alisa Kemudian langsung membuka dan membaca isi dari berkas tersebut sebelum ia menandatangani nya.


Setelah Alisa mengerti isi dari kertas tersebut segera ia menandatangani nya dan menyerahkan kembali kepada Nisa.


Nisa pun tersenyum ia merasa tugas yang di berikan oleh pemilik perusahaan tempat ia bekerja selesai dengan baik.


" Ayo jus diminum dulu ", Ujar Alisa mempersilahkan Nisa untuk meminum jus yang ada di hadapannya.


" Iya mbak terimaksih ", Nisa pun segera meminumnya dan terlihat sangat haus.


" Terimakasih ya mbak, kalau begitu aku pamit dulu ", Nisa pun akhir kembali ke perusahaan.


🏵️🏵️🏵️

__ADS_1


Malam harinya Alisa sudah menyiapkan beberapa kemeja untuk dikenakan suaminya sampai tugas dibandung selesai, membawakan juga pakaian santai untuk suaminya saat sudah kembali ke hotel untuk beristirahat.


Fandi kemudian masuk kedalam kamar dan melihat Istrinya yang sedang menutup koper besar yang akan ia bawa besok.


" Biar mas yang turunin sayang, kan ini berat", Ujar Fandi.


Fandi pun menatap istrinya yang tak akan bisa ia tatap untuk satu Minggu kedepan.


Ia kemudian menuntun istrinya untuk duduk ke ranjang bersama dengan dirinya.


Ia tatap wajah istrinya yang tak berbalut kerudung malam ini, wajah cantik istrinya membuat Fandi ingin selalu bersama dengannya .


" Mas pasti akan merindukanmu sayang ", Ujar Fandi mengelus wajah istrinya.


Ia harus menguatkan dirinya untuk satu Minggu kedepan untuk tidak melihat wajah istrinya secara langsung.


" Jangan begitu kamu mas, jika kamu seperti ini aku juga akan berat jika harus ditinggal kamu selama seminggu kedepan ",


Alisa juga akan merasakan rindu yang berat jika harus tidak bertemu suaminya selama satu Minggu ke depan.


" Mas ingin kamu malam ini sayang, sebelum mas pergi mas ingin mengisi daya mas terlebih dahulu ", Ujar Fandi tersenyum mesum kepada istrinya.


Alisa pun mengerti, ia juga ingin sekali menyenangkan suaminya sebelum suaminya pergi,


Ada rasa kenikmatan yang dialami oleh pasangan suami istri tersebut,


Fandi kemudian mengeratkan pelukannya dan membaringkan tubuh istrinya secara perlahan.


Mau berapa ronde sayang ??",Tanya Fandi dengan senyum manjanya.


Alisa terlhat sangat tersipu degan perkataan suaminya tersebut.


" Terserah kamu saja mas ", Balas Alisa sambil tersenyum dengan bibir basahnya.


Mereka berdua melakukan nya dengan waktu yang sangat lama, entah berapa ronde yang Fandi lakukan bersama dengan istrinya, yang terlihat saat ini mereka sudah tertidur pulas saat waktu sudah menunjukkan pukul 1malam.


Terdengar suara adzan shubuh membuat Alisa seketika terbangun, badannya terasa sangat sakit semua karena ulah suaminya yang tak membiarkan dirinya istirahat sebentar saja.


" Mas ayo bangun, kamu harus berangkat pagi ", Ujar Alisa membangunkan suaminya.


Fandi masih tidak bergeming, ia tetap melanjutkan tidurnya karena badannya sangat lelah.


Alisa pun mulai terus membangunkan suaminya sampai akhirnya Fandi pun mengalah dan memilih untuk membuka matanya.

__ADS_1


" Mas kamu berangkat pagi kan, Ayo bangun nanti kesiangan ",


Dengan langkah gontai nya Fandi masuk kedalam kamar mandi,


Alisa kemudian segera pergi keluar hendak memasak sarapan pagi untuk suaminya.


Dengan memikirkan sarapan yang paling cepat saji ia saat ini tengah memasak nasi goreng untuk suaminya.


Bu Jum yang baru saja selesai sholat shubuh juga ikut membantu nona ya untuk memasak,


" Tolong bibi goreng telurnya ya, aku mau buat kopi dulu ",


Alisa dengan cepat


air untuk membuatkan kopi untuk suaminya,


Saat alir sudah mendidih Alisa segera menuangkan air tersebut ke cangkir yang sudah terisi dengan bubuk kopi hitam dan sedikit gula,


segera ia bawa menuju kamarnya sambil menyiapkan pakaian untuk suaminya.


Alisa segera menaruh kopi tersebut di atas meja dan kemudian berjalan menuju ke lemari pakaiannya untuk mengambilkan kemeja yang akan di pakai suaminya nanti.


" Terimakasih sayang ",


Alisa membantu suaminya untuk memakaikan kemejanya di badannya,


Fandi pun menjadi tersenyum senang kala diperhatikan lebih oleh istrinya.


Tepat pukul setengah 6 pagi Denis sudah sampai di rumah Fandi dan Fandi pun segera keluar.


" Hati-hati dirumah sayang, nanti Mama akan kesini ", Ujar Fandi, Mama Mira sudah mengetahui jika Fandi akan tugas diluar kota selama satu Minggu kedepan, jadi mama Mira akan datang dan akan dirumah putranya Sampai malam tiba.


" Iya ma, kamu juga hati-hati disana, jaga makan jaga kesehatan kamu dan yang harus kamu ingat jaga hati kamu, ingat aku dan Rafa yang selalu menunggu kamu pulang mas ",.


Fandi kemudian tersenyum dan kemudian mengecup kening istrinya sebelum ia berangkat ke Bandung.


" Mas berangkat dulu ya, Assalamualaikum ", Ujar Fandi saat melangkah masuk kedalam mobil yang sudah menjemputnya.


" Waalaikum salam, hati-hati mas ", Alisa kemudian melambaikan tangannya sampai mobil yang ditumpangi Suaminya sudah tak terlihat lagi.


Didalam bandara terlihat laki-laki yang akan mendampingi Fandi dan Denis tengah menunggu kedatangan mereka berdua,


Sudah hampir setengah jam pria tersebut di bandara tapi bosnya sama sekali belum juga datang.

__ADS_1


__ADS_2