
Fandi masih memeluk istrinya dengan erat, sesekali ia mengelus perut rata istrinya, Fandi terlihat sangat bahagia, usahanya kali ini ternyata tidak sia-sia dan kini istrinya sudah dinyatakan positif hamil anak yang ke dua.
Fandi kini masih mengurung istrinya diperlukannya, ia ingin mengganti apa yang tadi malam tak ia dapatkan,
" Kenapa kamu tidur sama Rafa gk bilang sama mas ??", Tanya Fandi.
Alisa kini hanya tersenyum saja,
" Kan mas sudah bilang mau menuruti semua permintaan aku, kamu kan udah janji mas ", Ujar Alisa.
Fandi pun tercengang, Ternyata permintaan istrinya adalah tidur hanya berdua dengan Rafa tanpa dirinya disampingnya, bahkan Alisa tidak tahu jika semalaman ini Fandi sama sekali tak bisa untuk memejamkan matanya.
" Mas gak suka permintaan mu yang seperti ini sayang, yang lainnya aja ", Tawar Fandi.
" Tapi aku maunya itu mas, dan aku gak mau yang lain ", Ibu hamil pun tak bisa dibantah kali ini dan Fandi pun harus mengiyakan saja toh itu sudah selesai.
Fandi pun mengerti kenapa akhir-akhir ini istrinya sangat aneh,
Dan Fandi seharusnya pun bisa mengerti dan setidak nya bisa menyadari jika itu merupakan bawaan dari ibu hamil.
Mungkin kehamilan Alisa yang kedua ini terbilang sangat sensitif, Alisa akan mudah tersinggung jika mendengar perkataan yang tak mengenakkan ditelinga nya.
Fandi pun menguap, ia merasakan kantuknya kembali dan ingin segera tidur Kembali, ia tak perduli dengan pekerjaan nya toh hari ini adalah hari Sabtu jadi Fandi free sampai besok,
" Kamu ngantuk mas ??", Tanya Alisa.
Fandi pun mengangguk, Matanya sudah tak sanggup lagi untuk terbuka, dan kini kepalanya sudah berada di pelukan Alisa.
" Mas baru bisa tidur jam 3 tadi, sekarang mas ngantuk banget dan mas mau tidur dulu ", Beberapa saat kemudian Fandi pun sudah terbawa oleh mimpinya,dan Alisa kemudian membenarkan posisi kepala Suaminya yang kini berada di pelukannya.
Fandi terlihat sangat pulas tadi, Alisa yakin jika suami nya tersebut tadi malam tidak tidur sama sekali karena dirinya tidak ada disamping Suaminya malam tadi.
" Maafkan aku mas ??", Ucap Alisa lirih, kemudian Alisa membetulkan posisi tidur Fandi dan menarik selimut hingga batas dadanya, tak lupa juga Alisa mendaratkan satu ciuman dibibir Suaminya.
Alisa pun keluar, meninggalkan suaminya yang masih tidur dikamarnya, hari ini Alisa ingin membuat menu sarapan spesial untuk suaminya.
Hari ini Alisa ingin membuat nasi goreng cumi, entah kenapa pagi ini air liur Alisa dibuat ingin menetes karena membayangkan masakan itu, mungkin efek dari kehamilannya yang sekarang, dulu sewaktu Alisa hamil Rafa Alisa tak terlalu seperti ini, sekarang Alisa hanya terbayang-bayang dengan berbagai makanan yang membuat air liurnya ingin menetes.
Pukul 8 pagi Alisa kembali menuju ke kamarnya, saat ia membuka pintu kamarnya terlihat Fandi yang sudah bangun dan kini sedang menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjangnya.
__ADS_1
" Kamu sudah bangun mas ??", Alisa pun masuk dan menutup pintu kamarnya kembali.
Fandi kemudian melambaikan menyuruh istrinya mendekat dan Alisa pun menghampirinya.
" Duduk disini ", Fandi menepuk ranjang disebelah nya dan menyuruh Alisa duduk disampingnya.
Alisa pun duduk dan tangan Fandi kemudian melingkar di perut istrinya.
" Kamu gak perlu capek-capek, biar bibi saja yang menyiapkan semuanya, kamu harus banyak istirahat sayang ",
Alisa pun mengangguk,
" Iya mas, aku akan banyak istirahat dan tak melakukan pekerjaan yang terlalu berat ", Ujar Alisa.
Fandi pun tersenyum, ia kemudian mengelus perut rata istrinya.
" Terimakasih sudah mau mengandung anak kita sayang, mas sangat bahagia sekali, terimakasih ", Fandi kemudian mencium kening Alisa.
" Iya mas, aku juga sangat bahagia sekali, Aku sudah tidak sabar melihat nya mas ", Alisa juga mengelus perutnya.
Fandi pun terkekeh,
" Iya Sayang, Kamu tenang saja ", Ucap Alisa.
Fandi terus memeluk istrinya dengan erat, Dan hari ini Fandi berniat untuk memberikan kabar baik ini kepada keluarga besar mereka berdua tentang kabar baik ini.
" Sayang sudah mandi ??", Tanya Fandi.
Alisa pun menggeleng, " Ya udah mulai saat ini kamui harus mandi sama mas sayang, mas harus memastikan kamu di dalam kamar mandi aman-aman saja".
Alisa pun mendelikkan matanya, Alisa pun mulai berpikir pasti ini adalah rencana modus Suaminya.
" Kok gitu ??", Alisa pun ingin protes kepada suaminya, tapi itu pun percuma.
" Kamu harus nurut sayang, itu demi kebaikan kamu ", Ujar Fandi yang kini mulai melepas kerudung milik istrinya.
" Sekarang kita mandi ", Ajak Fandi,Alisa pun akhirnya pasrah, dan mereka pun mandi berdua didalam kamar mandi.
Siangnya tanpa sepengetahuan Alisa Kedua orang tua mereka sudah ada di dalam rumah Alisa dan Fandi, Mama Mira sudah sampai tapi papa Dimas tidak bisa ikut karena masih ada urusan.
__ADS_1
Fandi yang baru turun dari tangga rumahnya menyambut sang Mama dengan penuh suka cita.
" Fand??", panggil Bu Mira saat melihat Fandi datang menghampirinya.
" Mama sudah datang ??", Tanya Fandi, lalu segeralah Fandi meraih tangan Mama nya dan segera menciumnya.
" Kenapa kamu nyuruh Mama kesini Fand, ada apa ???", Tanya Mama Mira kepada putra semata wayangnya tersebut.
Fandi pun tersenyum,
" Nanti Mama akan tahu ", Ujar Fandi sengaja ingin memberi rasa penasaran untuk mamanya.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil dari arah depan dan bisa dipastikan jika itu adalah Papa Ardi, Alisa juga tidak tahu jika Fandi juga mengundang papa mertuanya ke ruamhnya.
" Assalamualaikum ", Ucap pak Ardi saat masuk kedalam rumah putrinya.
" Waalaikum salam ", Jawab Fandi dan Mama Mira.
Fandi pun menghampiri Papa Ardi dan mencium punggung tangannya.
" Papa sehat ??", tanya Fandi.
" Alhamdulillah Fandi, papa sehat, bisa kamu lihat sendiri papa masih bisa datang kesini sendirian ", Jawab Pak Ardi dengan tersenyum.
Pak Ardi pun melihat Bu Mira juga ada disana.
" Bu Mira ??", Sapa pak Ardi kepada besannya Tersebut.
" Pak Ardi, silahkan duduk ", Ujar Mama Mira.
" Terimakasih Bu ", Tak lama kemudian Fandi pun pergi sebentar, ia akan menyusul istrinya yang kini tengah berada di kamar putranya sedang bermain bersama dengan Rafa.
Alisa pun tersenyum saat Fandi masuk, Rafa pun juga ikut tersenyum kepada Daddy nya.
" Ayo kita turun sayang, ada yang mau bertemu dengan mu", Ucap Fandi.
" Siapa mas ??", Alisa pun penasaran siapa yang menemui nya siang ini.
" Ayo lebih baik kita turun ", Alisa pun mengangguk dan dia kini berjalan di belakang Suaminya, Rafa juga telah digendong oleh Fandi karena Fandi kini sudah melarang Alisa untuk menggendong putranya tersebut.
__ADS_1