Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
19. Menemukanmu


__ADS_3

Pagi ini merupakan pagi hari yang diselimuti awan kesedihan bagi Fandi dan papa Ardi, Pasalnya Alisa sampai sekarang masih belum bisa ditemukan keberadaan nya.


***


Alisa kini yang masih disekap didalam gudang resto masih tetap menagis sepanjang malam sampai pagi ini, terlihat matanya yang sembap dan lingkar hitam disekitar matanya karena tak tidur semalaman, Pashmina yang dikenakannya juga sudah tidak beraturan bentuknya.


Air matanya kini masih terus menetes tanpa jeda sekalipun, " Bagaimana aku bisa keluar dari sini ", gumamnya Alisa yang masih menangis.


Alisa masih menatap sudut gudang tersebut, ia sedang mencari celah agar ia bisa kabur dari tempat menyeramkan seperti ini.


Ia kemudian menatap langit-langit gudang tersebut, banyak sarang laba-laba yang sudah menempel banyak di sekitar langit-langit tempat itu.


" Pah, tolong aku, aku takut disini pah?? ",


Itu kata kata yang selalu terucap di bibir Alisa sepanjang malam tadi.


Fandi yang kian frustasi karena masih belum bisa menemukan wanita yang amat dicintainya itu kini tengah berada didalam mobilnya.


Dia masih terus mengemudi kan mobilnya sepanjang malam berharap ada keajaiban bisa menemukan Alisa.


" Bagaimana bisa aku tetap tenang jika tidak menemukan mu Al ??", gumam Fandi lirih.


Penampilan Fandi pun sudah acak acakan tidak terawat, berulang kali dia berteriak didalam mobilnya dan beberapa kali memukul kemudi mobilnya.


" Ya Allah, apa yang harus aku lakukan" , ucap Fandi berdoa.


Papa Ardi yang juga tidak tidur memikirkan keberadaan putrinya kini juga sedang menelfon beberapa orang suruhannya untuk mencari keberadaan Alisa.


" Cepat cari keberadaan putriku sekarang !!", perintah papya Ardi dari seberang telfon,


" Baik Tuan ", Ucap Orang suruhan tersebut.


Fandi yang masih mencari Alisa kini tengah menuju restonya, Fandi berharap bisa menemukan petunjuk di dalam restonya tersebut. " Pasti aku akan menemukan petunjuk disana ", ucap Fandi sambil terus mengemudikan mobilnya.


Fandi segera menancap gas nya berharap agar dia bisa segera sampai ke restonya.


Fandi yang sudah sampai di depan restonya dengan berlari secara tergesa gesa membuat karyawannya yang berada di dalam resto menjadi bingung,


"Apa yang terjadi pada pak Fandi ya??, Kenapa penampilan nya pagi ini sangat aneh sekali " , tanya Dina yang heran melihat atasannya yang hanya memakai kaos oblong dan celana pendek, apalagi sekarang penampilannya juga sudah terlihat sangat kacau.


Fandi kini tengah berada didalam ruangannya sedang menenangkan pikirannya dan sedang mencari petunjuk dari tempat terakhir kali Alisa berada dengan menggunakan rekaman CCTV Resto.


" Semoga saja aku bisa menemukan petunjuk dari sini ", harap Fandi sambil mengambil laptopnya yang ia simpan didalam laci meja kerjanya.


Dengan lincah Fandi mulai menghidupkan laptop nya dan sedang memutar rekaman CCTV tadi malam.


Fandi terlihat serius dengan apa yang dilihat sekarang, terlihat Alisa sedang menyiapkan tasnya yang dia ambil dari loker sebelum dia pulang, terlihat juga Alisa yang pergi meninggalkan tasnya menuju ke suatu tempat, lalu Fandi menekan tombol selanjutnya untuk melihat tempat lain yang dituju alisa, Alisa yang tampak menuju ke toilet wanita.


Tak berselang lama setelah itu, Alisa sudah keluar dari toilet dan nampak seorang perempuan sedang membekap Alisa dari belakang.


Fandi nampak memelototkan matanya saat melihat Alisa yang dibekap dan kemudian sudah tak sadarkan diri.


Dia terus saja melanjutkan rekaman yang ia putar, nampak Alisa yang sudah diseret menuju suatu tempat yang tidak dapat dijangkau kamera CCTV.

__ADS_1


Fandi pun mengumpati perempuan itu berkali kali, dia tidak menyangka bahwa Alisa akan mengalami hal seperti ini, sayangnya perempuan tersebut tidak bisa terdeteksi wajahnya karena dia menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya.


Tanpa pikir panjang Fandi pun segera berlari menuju tempat Alisa disekap, meskipun tempat itu tidak dapat dijangkau kamera,


Fandi tau dimana tempat itu, seketika para karyawan yang kaget melihat Fandi berlari, beberapa dari lainnya juga mengikutinya karena dirasa ada sesuatu yang membuat atasannya berlari secepat itu dan menunjukkan wajah kemurkaannya.


Fandi yang sudah berada di bagian gudang belakang kini sudah berteriak kencang memanggil nama Alisa membuat para karyawan nya kaget,


" kenapa pak Fandi meneriaki Alisa " , Gumam salah satu karyawan Resto tersebut.


" Bukankah Alisa sedang tidak berada disini", ucap karyawan lainnya.


Fandi yang melihat pintu gudang yang ia curigai sebagai tempat penyekapan Alisa pun langsung di dobrak keras oleh Fandi.


Dengan 1 kali tekanan akhirnya pintu gudang tersebut terbuka dengan lebar.


Nampak dari sudut yang paling belakang terlihat sesosok wanita lemah yang sangat ia cintai sedang di ikat dengan kejamnya.


" Alisa... ", panggil Fandi yang langsung memeluknya.


Air mata Fandi tampak tak terbendung lagi melihat wanita yang dicintainya itu tak berdaya.


" Alisa ", panggil Fandi sambil menepuk Pipi Alisa berulang kali tapi tak ada respon sama sekali yang ditunjukkan Alisa.


Karyawan yang mengetahui kejadian tersebut langsung membantu Fandi untuk melepas ikatan dari tubuh Alisa.


Fandi pun melihat lakban yang menempel dibibir Alisa langsung saja melepaskannya dengan perlahan agar Alisa tak merasakan sakit.


Tanpa pikir panjang Fandi langsung menggendong Alisa ala bridal style untuk menuju rumah sakit karena keadaan Alisa yang sudah tak berdaya dan sangat lemah.


" Pak ada apa dengan Alisa, mengapa keadaannya seperti ini" tanya Dina panik.


Fandi tidak menjawab pertanyaan dini tersebut dan malah menyuruh dina untuk mengikuti dirinya menuju rumah sakit.


Dina yang sedang berada di kursi belakang yang tengah memegangi Alisa sudah tidak dapat membendung air matanya.


" Pak apa yang terjadi dengan Alisa ??", Tanya Dina meminta penjelasan.


Fandi yang masih terdiam akhirnya angkat bicara.


" Alisa disekap di gudang dibelakang Resto", Ucap Fandi getir.


Setelah mendengar penjelasan Fandi Seketika dina langsung menagis meratapi nasib sahabatnya tersebut.


Dengan kecepatan tinggi, Fandi terus menekan gasnya agar cepat sampai ke rumah sakit terdekat.


Setelah sampiy dirumah sakit, Fandi segera membawa Alisa dengan menggendong nya seperti tadi, terlihat dari arah berlawanan para suster pun sudah membawa brankar untu membawa Alisa ke ruang UGD.


Didalam Alisa kini tengah menjalani pemeriksaan dan sedang ditangani oleh dokter.


Fandi kini tengah menunggu Alisa diluar seketika mengambil ponsel dari sakunya dan menelfon papa Ardi dan memberitahukan keadaan Alisa.


" Halo Om, Alisa sudah berhasil saya temukan, dia sekarang berada di rumah sakit Om ",Ucap Fandi dari balik telfon yang membuat Papa Ardi kaget.

__ADS_1


" Ya Allah, bagaimana keadaannya Fand ?? ", Tanya Papa Ardi.


" Saya belum tahu Om, Alisa masih ditangani oleh dokter didalam ",Ucap Fandi.


" Terimakasih Fand, Om akan segera kesana ", Ucap Papa Ardi.


Setelah mematika ponselnya, Dengan terduduk lemas Fandi pun menanyakan sesuatu kepada dina.


" Din,,??", panggil Fandi.


" Iya Pak ", jawab Dina sambil menoleh kearah Atasannya tersebut.


" Apa kamu tau selama ini Alisa punya musuh sesama karyawan ", tanya Fandi.


Dina pun terdiam sejenak, karena setahu Dina yang selama ini tidak suka kepada Alisa adalah Leni.


" Maaf pak, bukannya saya su'udzon pak, tapi setahu saya selama ini yang teramat tidak menyukai Alisa adalah Leni ", ucap Dina tertunduk.


Saat Fandi masih memikirkan kata kata dari Dina, tiba tiba dokter yang menangani Alisa pun keluar.


" Keluarga Nona Alisa ", Ucap seorang dokter.


Fandi yang merasa sedang dipanggil langsung saja menghampiri Dokter ,


" Iya Dok saya sendiri ", ucap Fandi.


" Bagaimana Dok keadaannya ", tanya Fandi.


Dokter pun menjelaskan kepada Fandi bahwa Alisa baik baik saja hanya saja sedikit shock dengan kejadian yang menimpanya. Dan dia sekarang hanya butuh istirahat untuk memulihkan badannya ucap Dokter.


" Baik dok , terimakasih banyak ", ucap Fandi.


Tak lama kemudian, Papa Ardi sudah sampai dirumahnya sakit dan segera menuju ke ruangan rawat inap Alisa.


" Bagaimana keadaannya Fand ??", tanya Papa Ardi.


" Alhamdulillah Om, Alisa tidak apa apa, hanya sedikit shock saja, dia hanya butuh istirahat ", ucap Fandi menenangkan.


" Syukurlah Fand ", ucap Papa Ardi.


Kemudian Papa Ardi ,Fandi dan Dina masuk kedalam kamar rawat inap Alisa.


Tampak Terlihat Alisa yang tengah berbaring lemah di ranjang pasien.


Fandi dengan segera mendekat menuju ranjang dan langsung memegang tangan Alisa, Dia pandangi wajah yang sedari tadi ia ingin lihat.


Wajah yang sangat ia rindukan, senyumannya yang mampu membuat Fandi susah untuk memejamkan matanya di malam hari.


" Maafkan aku Al ", ucap Fandi untuk pertama kali.


" Aku berjanji akan selalu menjaga mu mulai sekarang ", Ucap Fandi yang masih menatap Alisa.


Hai readers, udah aku up 4 episode sekaligus untuk hari ini ya, jadi jangan lupa Vote, like dan Rate nya ya...

__ADS_1


Terimakasih.


😘😘😘😘


__ADS_2