
" Tolong antarkan map ini Ke kantor Bachtiar Group ", Ujar Denis.
" Apa pak ??", Tanya Anton memastikan.
" Ini semua kamu Antar langsung ke ruangan Presdir Bachtiar Group, setelah kamu mendapatkan tanda tangannya kamu segera kembali ", Ujar Denis.
" Ba-baik pak ", Jawab Anton gugup.
Anton tau jika itu adalah perusahaan milik keluarga Alisa, Anton takut jika harus berhadapan dengan Papa Alisa karena Anton masih mengingatnya jika Papanya Alisa sangat membenci dirinya.
Denis kemudian segera menyerahkan beberapa tumpukan map dan segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
" Oh ya, jangan lupa, nanti map tersebut taruh Kembali di ruangan saya ", Ujar Denis yang langsung di angguki oleh Anton.
Anton segera pergi dari ruangannya dan hendak keluar untuk melaksanakan tugas dari sekertaris Fandi.
Dengan langkah gontai Anton pun tampak tidak bersemangat sama sekali melaksanakan tugas luar pertamanya.
Fandi yang kini berada di ruangan nya merasa dipusingkan dengan orang-orang baru yang datang dalam hidupnya,mulai dari Heni yang memiliki wajah yang Fandi sendiri pun tak mengingatnya sampai sekarang, kini giliran di dalam kantornya hari ini ada kejutan besar dalam hidup Fandi, mantan kekasih istrinya yang sekarang tengah bekerja di dalam satu gedung dengannya.
Sebenarnya Fandi tak mau mencampurkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan tapi mengingat terakhir kali ia dan Alisa bertemu Anton, Alisa dan Fandi langsung bertengkar hebat dan menyebabkan Alisa pergi dari rumah saat hamil besar.
Fandi kemudian meraup wajah frustasinya, bagaimana ia bisa tak tahu jika ada pegawai baru disini, kemudian Fandi teringat bahwa Pak Didit pernah menyerahkan CV pegawai baru tersebut, tapi Fandi sama sekali tidak menyentuhnya, kemudian ia penasaran dengan CV yang pernah ia abaikan, dengan cepat Fandi segera mencari map berwarna coklat tersebut.
Setelah Akhirnya ia menemukannya Fandi segera membuka dan melihat data diri dari pegawai baru itu, benar saja CV Anton lah yang ada di dalam map tersebut.
Tak lama kemudian Denis pun datang dan masuk kedalam ruangan nya.
" Bos, semuanya sudah beres, saya sudah menyuruh Anton untuk datang ke perusahaan Bachtiar untuk menyerahkan hasil kerjasama kita ", Ujar Denis kepada Fandi.
Fandi pun terlihat memelototkan matanya karena mendengar Anton lah yang pergi menemui istrinya.
" Apa kamu menyuruh Anton kesana ??", Tanya Fandi tak percaya.
__ADS_1
" Iya bos, dan dia sudah berangkat ", Ujar Denis yang membuat Fandi segera berdiri dari tempat duduk nya.
" Siall ", Umpat Fandi yang membuat Denis seketika melongo.
Fandi kemudian segera berlari keluar dan segera menuju ke arah besmen kantornya, segera ia mengemudikan mobilnya dengan cepat berharap ia akan sampai terlebih dulu di kantor istrinya.
Beda dengan bosnya saat ini, Denis masih dengan kebengongannya melihat reaksi bosnya yang langsung saja berlari keluar setelah mengetahui Anton yang akan ke perusahaan istrinya.
" Ada apa dengan pak bos ??", Ujar Denis yang terlihat aneh.
Fandi masih terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia berharap saat Anton masuk keruangan istrinya ia sudah sampai di dalamnya.
Fandi kini sudah tidak dapat lagi berpikiran jernih, apalagi menyangkut urusan hatinya maka ia akan bertindak seperti orang gila saat ini.
Nafas Fandi terdengar sangat ngos-ngosan ketika sampai di halaman kantor milik istrinya, apa yang dilakukan Fandi sekarang tak luput dari perhatian banyak karyawan yang ada disana, bukan lagi mereka tak mengenal menantu pemilik perusahaan ini, Fandi disini sangat dikenal oleh seluruh karyawan. bahkan sampai menjadi idola bagai karyawan wanita disini karena ketampanan dan kewibawaannya.
Segera ia menuju ke lift dan berharap Anton belum sampai di ruangan istrinya, di dalam lift ia amat gusar menunggu lift yang tak kunjung terbuka.
Alisa pun kaget bukan main mendengar pintu ruangannya di buka cukup keras oleh seseorang,
Alisa seketika mendongak kan kepalanya melihat siapa yang datang dengan membuka pintu yang amat kasar tersebut.
" Mas, apa yang kamu lakukan disini??", Tanya Alisa yang melihat suaminya lah yang membuka pintu ruang kerjanya dengan kasar.
Fandi pun tak menjawab pertanyaan istrinya, yang ia butuhkan adalah segelas air putih untuk menetralkan kinerja jantungnya yang sudah berdetak lebih cepat dari tadi.
Ia kemudian segera menuju ke meja istrinya melewati istrinya yang tengah menatapnya dengan intens, Fandi segera meneguk segelas air yang ada di atas meja tersebut sampai habis tak tersisa.
" Mas kamu kenapa sih ??", Tanya Alisa yang masih belum mendapat jawaban dari Suaminya.
Fandi kemudian duduk di sofa lalu menyandarkan punggungnya, ia masih ingin menetralkan nafasnya agar kembali Normal seperti biasanya.
Alisa segera duduk disebelah suaminya berharap ia mendapat penjelasan dari apa yang suaminya lakukan saat ini.
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu membuat Alisa dan Fandi menoleh seketika ke arah pintu tersebut.
Fandi sudah mengira jika yang datang adalah Anton si mantan kekasih istrinya tersebut,
" Masuk ", Ujar Alisa dari dalam memerintahkan seseorang yang ada dibalik pintu tersebut untuk segera masuk.
Terlihat seseorang yang sedang membuka pintu membuat nafas Fandi memburu seketika, benar apa yang Fandi duga Anton lah yang datang masuk kedalam ruangan istrinya membuat Alisa seketika kaget.
Anton pun yang melihat Alisa didalam juga terlihat kaget dengan apa yang ia lihat di dalam ruangan tersebut.
Fandi pun nampak berdiri disamping istrinya, Alisa pun langsung saja menoleh kearah suaminya, mungkin ini adalah jawaban yang ia inginkan dari tadi melihat keanehan yang dilakukan suaminya.
" Boleh saya masuk ", ujar Anton meminta izin.
Alisa kemudian menatap suaminya seolah meminta isyarat apa yang harus ia lakukan saat ini, menyuruh Anton masuk atau sebaliknya.
Fandi kemudian mengangguk kan kepalanya, dan Alisa pun juga mengatakan iya kepada Anton.
" Silahkan duduk ", Ujar Alisa.
Kini mereka duduk saling berhadapan membuat suasana di dalam ruangan tersebut menjadi canggung.
Anton tak menyangka jika sekarang yang memegang kendali penuh di perusahaan ini adalah Alisa.
Padahal Anton sudah menyiapkan hatinya jika ia harus di cerca oleh Papa nya Alisa karena kebencian Papa Alisa terhadapnya.
Anton kemudian beralih ke Fandi yang terlihat juga ada disana, "Sejak kapan Pak Fandi sudah berada disini ??", Gumam Anton dalam Hatinya.
Anton kemudian segera menyerahkan beberapa berkas yang akan Alisa tandatangani,
Alisa kemudian segera memeriksa berkas yang dibawa Anton dan segera menelitinya terlebih dahulu, Alisa tak ingin Anton berlama-lama di dalam ruangannya jadi secepat mungkin Alisa menandatangani berkas tersebut.
Setelah selesai Anton pun juga segera berpamitan karena ia juga tak nyaman berada di dalam situasi seperti ini, dia harus berpapasan dengan mantan kekasihnya beserta suaminya Juga.
__ADS_1