
Kata-kata Shinta masih terngiang-ngiang di telinga Alisa apakah benar dirinya sudah hamil, dan begitu juga dengan perkataan Suaminya, Alisa sama sekali tidak menyadari jika bulan ini dirinya belum menstruasi sama sekali.
Alisa Kemudian berpikiran ia akan membeli alat tes kehamilan secara diam-diam, ia tak mau memberi tahu suami nya terlebih dahulu saat ini, Jika akhirnya dirinya memang benar-benar sedang hamil, itu akan menjadi kejutan untuk Suaminya.
Alisa kemudian mengambil ponselnya, ia kemudian membeli alat tes kehamilan tersebut secara online, Kini Alisa sudah melakukan pemesanan, tinggal menunggu barang tersebut datang.
Setengah jam kemudian Shinta memberitahu jika ada Abang ojol yang mengantarkan pesanan Alisa, Alisa kemudian keluar dan menerima barang tersebut setelah ia membayarnya.
" Terimakasih ya mas ", Ucap Alisa sambil membayar pesanannya, awalnya Alisa sedikit malu tapi ia tak mau ambil pusing karena Alisa sudah terlalu penasaran dengan apa yang di katakan Shinta kepada-nya.
Abang ojol itu pun kemudian pergi, Dan Alisa kembali ke dalam ruangannya, ia kemudian segera membuka bungkus plastik tersebut dan mengambil alat tes kehamilan yang sudah ia beli tadi.
Alisa kemudian segera menyimpannya ke dalam tas nya, ia akan memakai alat itu besok pagi setelah ia bangun tidur.
Alisa hari ini sama sekali tak berkonsentrasi dengan pekerjaan nya, ia ingin waktu berputar cepat dan ia segera membuktikan semuanya apakah benar dirinya kini tengah hamil lagi.
Sore hari nya, Alisa sudah bersiap untuk keluar dari kantor nya, Fandi sudah terlebih dulu mengabarinya jika dia sudah dalam perjalanan untuk menjemput dirinya.
Alisa kemudian segera turun meninggalkan Shinta yang masih membereskan mejanya.
Di loby kantornya Alisa tengah duduk disana menanti suaminya yang belum juga datang, seharusnya Fandi sudah datang tapi sampai saat ini Fandi belum sama sekali menampakkan dirinya.
Alisa terlihat sangat gelisah, berulang kali ia melihat ke sekeliling berharap Suaminya sudah datang menjemputnya.
Ponsel Alisa kini sudah berada di genggaman nya, berulang kali ia sudah menghubungi Suaminya tapi ponselnya sama sekali tidak bisa dihubungi.
Alisa semakin bingung, ia khawatir takut terjadi sesuatu terhadap suaminya, Kini Alisa terlihat mondar-mandir sambil menatap layar ponselnya.
" Mas kamu kemana, kenapa kamu belum datang juga ??", Ujar Alisa.
Shinta yang baru saja keluar dari lift melihat Alisa yang tengah gelisah, Shinta kemudian menghampiri Alisa dan berniat menanyakan apa yang sedang terjadi dengan sahabat nya tersebut mengapa Alisa terlihat sangat gelisah.
" Al, kamu kenapa ??", Tanya Shinta, Di loby tersebut hanya tinggal mereka berdua jadi Shinta bisa leluasa memanggil sahabatnya tersebut dengan sebutan namanya.
Aliaa pun menoleh dan melihat Shinta yang berada di sampingnya.
__ADS_1
" Aku tidak apa-apa Shin, kamu sudah mau pulang ??", Tanya Alisa.
Shinta mengangguk, tapi sebelum Shinta ingin bertanya lebih lanjut Taksi online yang ia pesan sudah datang.
" Al maaf aku duluan, taksi yang aku pesan sudah datang ", Ujar Shinta.
Alisa pun mengangguk, " Iya, hati-hati dijalan Shin ", Jawab Alisa dan Kemudian Shinta pun masuk kedalam taksi online nya tersebut.
🌼🌼🌼
Didalam perjalanan Fandi kini masih terjebak macet, ponselnya pun juga kehabisan baterai sehingga membuat Fandi Beberapa kali mengumpati orang yang sedang membuat kemacetan di ujung jalan.
Di ujung jalan yang akan Fandi lalui kini menjadi tempat dimana tercipta kemacetan karena ada truk besar yang tiba-tiba macet ditengah jalan,
Mobil derek yang dipanggil pun belum juga datang sehingga membuat kemacetan semakin bertambah panjang.
Fandi pun terlihat gelisah, ia yakin istrinya saat ini tengah menghawatirkan dirinya.
Beberapa saat kemudian terlihat mobil derek yang sudah Sampai dari arah berlawanan membuat Fandi bisa tersenyum lega.
Kendaraan pun dapat melaju dengan lancar kembali dan Fandi pun langsung Menginjak pedal gas nya Kembali agar segera sampai ndi kantor Istrinya.
Tak lama kemudian datang sebuah mobil yang membuat senyum Alisa terukir di bibirnya.
Fandi pun segera keluar, ia yakin istrinya saat ini sedang gelisah menunggu kedatangannya.
Fandi segera masuk dan Alisa pun juga terlihat akan keluar menemui dirinya, Alisa Kemudian segera memeluk Fandi karena hatinya sudah lega bisa melihat suaminya saat ini.
" Mas aku takut kamu kenapa-kenapa ", Ujar Alisa yang sudah menangis didalam pelukan Fandi.
Fandi kemudian mengelus kepala istrinya dengan penuh kasih sayang.
" Sayang mas gak apa-apa, kamu gak usah nangis kayak gini ", Ujar Fandi.
Alisa pun semakin menangis dan sesekali memukul dada Suaminya.
__ADS_1
" Kamu kemana aja?", Tanya Alisa lagi namun ia masih enggan menatap wajah suaminya, wajahnya sudah memerah karena sedari tadi Alisa hanya menangis di pelukan Suaminya.
" Maafin mas sayang, tadi mas kejebak macet di jalan ", Ujar Fandi sambil menatap wajah istrinya.
" Kamu bohong mas, kenapa gak ngabarin aku?? ", Tanya Alisa.
Alisa masih sedikit kesal karena sedari tadi Fandi tersenyum tanpa melihat dirinya yang sudah hampir pingsan karena menunggu kedatangan Fandi.
" Hape mas lowbat jadi gak bisa ngabarin kamu sayang, kamu jangan marah lagi ya sayang, nanti cantiknya hilang loh ", Ujar Fandi.
Alisa semakin menangis dan Fandi pun semakin bertambah bingung.
" Sayang kamu kenapa lagi ??", Tanya Fandi.
" Kamu bilang aku sudah nggak cantik lagi, Aku jelek ", Alisa semakin mengencang tangisannya.
Alisa saat ini semakin bertambah sensitif di kehamilan nya yang sekarang,membuat Fandi semakin tambah frustasi, apalagi Fandi masih belum mengetahui jika Istrinya tersebut tengah hamil.
" Sayang, mas gak bilang kamu jelek kok, istrinya mas ini selalu cantik Dimata mas, dan kecantikan kamu tidak akan ada yang menggantikan di mata mas ", Ujar Fandi menenangkan Alisa.
Fandi kemudian mengajak Alisa keluar dari gedung tersebut karena ia tidak mau menjadi tontonan satpam yang akan berjaga di sini.
" Ayo sayang sebaiknya kita pulang saja, sudah sore ", Fandi kemudian mengajak istrinya masuk kedalam mobil dan kemudian memasangkan safety belt di badan Istrinya.
" Sudah jangan menangis lagi, Mas akan lakuin apapun buat dapetin maaf dari kamu ",
Aliaa kemudian menoleh, ada senyuman yang terbit dari bibirnya
" Beneran mas mau ngelakuin apapun demi aku ??", Tanya Alisa lagi.
Fandi pun mengangguk,
" Iya apapun sayang ", Ucap Fandi mantap demi mendapat maaf dari istrinya.
Alisa pun tersenyum senang,
__ADS_1
" Ayo kita pulang mas, dan permintaan aku nanti kalau udah sampai rumah ",
Fandi pun mengangguk dan ia kemudian ia mulai menghidupkan mesin mobilnya dan segera pulang kerumahnya karena sebentar lagi sudah masuk waktu sholat Maghrib.