
Untung saja hari ini adalah hari Minggu jadi Anton tak bertemu dengan Fandi untuk satu hari ini.
Anton tau jika bosnya tersebut sangat marah kepadanya karena telah berani menemui istrinya walaupun itu masalah pekerjaan.
Anton saat ini tengah menikmati capuccino hangat di teras Rumahnya, tak lama kemudian ponselnya tiba-tiba saja berbunyi.
" Halo sayang ???", Sapa Wina yang kini tengah memanggilnya.
" Iya sayang ada apa ??" tanya Anton.
" Hati ini kamu sibuk gak ??", Tanya Wina.
." Nggak aku hari ini free ", Ujar Anton.
Anton dan Wina masih tetap menjalin hubungan sampai sekarang, dan mereka sudah merencanakan untuk segera menikah, hanya saja rencana ini belum banyak orang yang tau termasuk teman-teman kantornya.
" Kita jalan ya sayang, udah lama nih gak keluar sama kamu ", Ujar Wina.
" Ok deh,mau kemana ??", Tanya Anton.
" Kemana aja deh, yang penting sama kamu ", Ujar Wina.
" Ya udah kamu siap-siap dulu, satu jam lagi aku jemput ",
Anton pun segera masuk dan sebelum itu ia menghabiskan cappucino nya terlebih dahulu.
🌸🌸🌸🌸
Dilain tempat, seperti biasanya setiap weekend Alisa dan Fandi akan mengunjungi Restonya,
" Kamu sudah siap sayang ??", Tanya Fandi yang sudah siap dengan kaos dan celana jeans nya, Fandi juga memakai sepatu slip on untuk menambah kesan santai nya.
" Sudah mas,Rafa juga sudah siap dari tadi ", ujar Alisa yang kini mulai menggendong Rafa yang ia baringkan di ranjangnya.
Fandi dan Alisa segera berangkat menuju restonya sudah satu Minggu ini ia sama sekali tidak mengecek laporan yang dikirim kan oleh Dina kepadanya
Satu jam kemudian Fandi dan Alisa sudah sampai di halaman parkir Restonya dan segera masuk kedalam restonya.
__ADS_1
Para karyawan yang sedang bertugas pun terlihat sedang menyambut pemilik Resto yang kini tengah masuk kedalam.
" Selamat pagi Pak, Bu ", Ujar pegawai yang kini sedang membukakan pintu untuk Bosnya.
" Selamat pagi ", Jawab Fandi tersenyum, Alisa juga tersenyum kepada para pegawai dan segera mengikuti suaminya dari belakang.
Alisa mengikuti suaminya masuk kedalam ruang yang menjadi ruang utama di situ, ruang kerja Fandi yang beberapa bulan ini sudah di sulap sedemikian rupa dengan ranjang king size didalamnya.
Anton kini sudah sampai di pelataran rumah Wina dan Wina menyambutnya dengan tersenyum.
" Kita berangkat sekarang aja ", Ujar Wina.
Wina segera memakai helm yang sudah di pasangkan oleh Anton sebelumnya, dan setelah itu Wina segera naik dan merangkul pinggang Anton.
Anton pun segera melajukan motornya membelah padatnya jalan karena hari Minggu banyak sekali orang yang akan berlibur ke tempat wisata yang ada di kota tersebut.
Anton dan Wina kini sedang menuju taman kota, banyak pengunjung yang juga sedang ada disana , bahkan banyak juga yang sedang berolah raga walau matahari sudah memancarkan panas.
Anton dan Wina kini berjalan dan mencari tempat duduk yang berada dibawah pohon untuk sekedar berteduh dari panasnya sinar matahari.
Mereka melihat banyaknya pengunjung diantaranya banyak anak-anak yang sedang berlari untuk mengejar bola yang sedang dimainkan.
" Iya, merek lucu Banget ", Ujar Anton sambil melihat anak-anak yang sedang berlari dihadapannya.
Tak terasa waktu pun sudah menunjukkan waktu untuk makan siang, Anton segera mengajak Wina untuk pergi ke salah satu restoran ternama di kotanya.
Anton melajukan motor sport nya menuju ke resto Fandys food, mereka kini tengah masuk kedalam resto dan mencari tempat ternyaman untuk mereka tempati.
Didalam ruangan kerja suaminya Alisa sudah merasakan lapar sedari tadi, mungkin karena efek menyusui sehingga Alisa mudah sekali lapar.
" Mas aku mau kedepan ya, mau makan ", Ujar Alisa sambil menggendong Rafa yang sudah terbangun dari tidurnya.
" Kenapa gak makan disini aja sayang, kan tinggal pesan aja nanti pasti dianterin ", Ujar Fandi.
" Nggak ah mas, bosen aku ingin makan diluar gabung sama pengunjung lainnya ", Ujar Alisa.
" Ya sudah kalau begitu aku selesaikan ini dulu, sayang kalau mau keluar dulu gak apa-apa, nanti jangan lupa pesankan mas juga ", Ujar Fandi.
__ADS_1
Alisa Kemudian keluar dari ruangan suaminya , sambil mencari kereta dorong yang sebelumnya sudah dikeluarkan oleh pegawai yang sudah diperintahkan oleh Fandi tadi.
Setelah menemukan yang ia cari Alisa segera meletakkan Rafa kedalam kereta dorongnya dan di sandingkan didekat kursi tempat ia duduk.
Pelayanan pun datang dengan membawa menu yang sudah tertera pada buku tersebut, Setelah memesankan makanan untuk dirinya dan suaminya pelayan itu pun segera pergi kebelakang kembali.
Anton duduk tepat di samping jendela kaca bersama dengan Wina, Anton masih belum menyadari jika didalam Resto tersebut juga ada Alisa dan Fandi.
Wina kini izin pamit kepada Anton untuk pergi ke toilet sebentar, dan Anton pun kini tengah memainkan ponselnya sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang.
Fandi pun kini sudah keluar dari ruangannya dan menuju tempat istrinya berada,
segera ia mendudukkan dirinya ke kursi yang berada disamping istrinya,
Fandi kemudian menatap ke sekeliling pengunjung di resto nya ini, betapa bahagianya usaha Resto yang ia rintis mulai dari nol kini sudah berkembang pesat dan menjadi Resto paling trend di kalangan anak muda maupun dewasa.
Fandi masih melihat para pengunjung yang silih berganti masuk dan keluar, kemudian pandangan Fandi tertuju pada Anton yang tepat berada di sebelah kaca.
Anton pun juga begitu, ia melihat Fandi juga berada di resto yang sama dengannya saat ini, betapa terkejutnya ia sekarang bahwa Alisa juga berada disana juga.
" Kenapa harus seperti ini lagi ", Gumam Anton dalam hatinya.
Sejujurnya Fandi amat tak enak kepada Fandi yang kini adalah bosnya sekarang.
Fandi pun mulai mengepalkan tangannya, Fandi mengira Anton mengikutinya sampai di resto ini.
Alisa yang melihat suaminya tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah dalam hatinya bertanya-tanya.
" Kenapa lagi mas Fandi ini, perasaan tadi baik-baik aja, kenapa sekarang jadi aneh gini", Gumam Alisa dalam hatinya.
Anton merasa jika Fandi saat ini menatapnya dengan tatapan aneh, tak lama kemudian Wina pun datang dan bisa mengalihkan perhatian Anton dari bosnya tersebut.
Tak lama kemudian makanan keduanya sudah Samaypi di meja mereka masing-masing,
Alisa terlihat sangat antusias karena perutnya sudah lapar dari tadi, beda dengan suaminya yang sudah kehilangan nafsu makannya sejak tadi.
" Mas, ayo dimakan dong, katanya tadi lapar juga ", ujar Alisa melihat Fandi tak menyentuh sama sekali makanan nya.
__ADS_1
Fandi mau tak mau harus memaksakan diri untuk makan karena tak mau membuat istrinya curiga terhadapnya karena suasana hatinya sudah panas.