Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Teror dari Leni


__ADS_3

Leni kini masih menatap Alisa dan Fandi, Fandi terlihat mencium kening Alisa membuat Leni tampak marah, Rasa amarah nya pun tak dapat ia redam, sesekali ia menangis karena tidak dapat memiliki Fandi, " Jika waktu itu Alisa tidak masuk kedalam hidup Fandi pastinya aku yang akan di cium dan dipeluk oleh Fandi "Gumam Leni dalam Hatinya.


Alisa yang berjalan masuk kedalam kantornya merasa jika dirinya tengah ada yang mengawasi, ia kemudian membalikkan badannya dan melihat ke sekitar, tapi tidak ada siapapun yang mencurigakan bagi Alisa. segera Alisa menghilangkan rasa gelisahnya dan kembali masuk kedalam kantornya.


Didalam loby Alisa bertemu dengan Shinta yang juga baru datang, mereka pun masuk kedalam lift secara bersama-sama.


Setelah sampai di ruangannya Alisa segera duduk dan Shinta pun mulai mengecek jadwal Alisa hari ini.


Perasaan Alisa masih sangat kacau, takut , ya memang benar Alisa benar-benar takut jika Leni akan kembali dan menyakitinya.


Tatapan Alisa masih kosong saat Shinta masuk kedalam ruangan nya.


" Al,...Al... Kamu kenapa ??", Tanya Shinta jika sedang berduaan dengan Alisa Shinta akan tetap memanggil Alisa dengan seperti biasanya sesuai kesepakatan mereka, berbeda jika ada karyawan lain maka Shinta akan memanggilnya dengan nama Bu Alisa.


Alisa pun tersentak, ia kaget, Shinta kini berada tepat dihadapan nya dan Alisa sama sekali tidak menyadari jika Shinta tengah memanggilnya dari tadi.


" Iya Shin, ada apa ??",


Alisa pun terlihat gelagapan dan tengah menetralkan deru nafasnya.


" Aku cuma mau memberitahukan jika nanti ada meeting dengan PT. Sejahtera ", Shinta kemudian memberikan beberapa berkas yang akan mereka bawa ke sana nantinya, dan Shinta juga meminta tanda tangan Alisa.


"Iya aku pelajari dulu ", Alisa pun mengambil berkas tersebut dari tangan Shinta.


" Kamu tidak apa-apa kan Al ??", Tanya Shinta yang melihat Alisa sama sekali tak berkonsentrasi hari ini.


" Aku tidak apa-apa,kamu jangan khawatir ", Jawab Alisa dengan menunjukkan senyuman nya.


" Ya sudah Al, kalau kamu ada masalah jangan sungkan-sungkan cerita sama aku, aku masih sahabat kamu Al", Ujar Shinta.

__ADS_1


" Iya Shin, makasih ya, aku beneran nggak apa-apa kok ", Alisa masih meyakinkan sahabatnya tersebut jika ia memang tidak apa-apa dan tak perlu dikhawatirkan.


Di depan kantor kini Leni tengah membawa sebuah kotak kardus dan meletakkannya di depan pintu kaca kantor.


Pak satpam yang Baru saja dari pantry dengan membawa kopi kaget dengan kardus yang ada di lantai.


" Ini apa ya ??", Pak satpam tersebut melihat kardus tersebut dan ternyata ada nama Alisa di atasnya.


Satpam itu pun langsung mengira jika itu paket untuk pemimpin perusahaan ini.segera ia bawa kardus tersebut dan membawanya langsung ke lantai 15, dimana ruangan Alisa berada.


Satpam tersebut hanya mengantarkan kardus tersebut di meja Shinta dan Shinta yang akan menyerahkan langsung kepada Alisa.


" Makasih pak ", Ujar Shinta sambil melangkah membawa kotak kardus tersebut ke ruangan Alisa.


Shinta mengetuk kembali pintu ruangan Alisa, dan Shinta pun segera masuk setelah di persilahkan oleh Alisa.


" Ini ada paket untuk mu Al ", Ujar Shinta yang menaruh kotak tersebut di atas meja sofa di ruangan itu.


" Tidak tahu Al, yang jelas ini ada nama kamu ", Tunjuk Shinta pada bagian atas kardus yang bertuliskan nama Alisa, hanya Alisa saja dan tak ada nama belakanganya.


" Terimakasih Shin ", Ujar Alisa kepada Shinta, Shinta kemudian keluar dan kembali ke mejanya, rasa penasaran pun muncul, Alisa kemudian mendekat dan ingin membuka kotak tersebut.


" Kira-kira apa ya isinya, dan dari siapa ??", Tanya Alisa, Alisa kemudian mengambil cutter dan membelah selotip yang merekat di kardus tersebut.


kardus itu pun sedikit terbuka setelah selotip yang merekatkannya sudah di buang, Alisa pun semakin penasaran dan terlihat ada banyak darah di dalam kardus tersebut dan membuat Alisa kaget dan melempar kardus tersebut.


Alisa pun ketakutan dan ia langsung saja menangis, siapa yang tega mengirimkan semua itu kepadanya.


Shinta yang mendengar suara barang terjatuh langsung datang keruangan Alisa,

__ADS_1


" Al, ada apa ??", Tanya Shinta yang sudah melihat Alisa menangis.


Shinta kemudian menghampiri dan langsung memeluk sahabatnya tersebut.


" Ya Allah Al, kamu kenapa ??", Tanya Shinta yang melihat Alisa seperti sedang ketakutan.


" Buang itu Shin,cepat buang, aku gak mau melihatnya, cepat buang ", Alisa seketika berteriak membuat Shinta langsung membawa kardus tersebut keluar, Shinta juga dapat melihat darah yang ada di dalam kardus tersebut dan menemukan secarik kertas yang dipastikan itu dari pengirim kardus tersebut.


Di dalam ruangannya Alisa segera mengambil ponselnya dan menelfon Fandi,tak ada jawaban dari Fandi dan Alisa pun mencoba kembali, dan pada panggilan ketiga akhirnya Fandi mengangkat telfon dari istrinya tersebut.


" Halo sayang, ada apa ??"


Tanya Fandi yang tak biasanya istrinya akan menelfonnya di jam kerja seperti ini.


" Halo mas,,, tolong aku mas, aku takut hiks...hiks...hiks...", Dikantornya Fandi kemudian seketika berdiri dan membuat para karyawan dan juga Denisyang sedang rapat dengan ya menatapnya dengan aneh.


" Kamu kenapa sayang ??", Fandi pun seketika panik dan segera pergi dari ruang rapat tersebut.


" Den urus semua, aku harus menolong istriku ", Fandi pun berlari dan menuju ke pintu keluar kantornya dan segera mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, panggilan dari Alisa masih belum terputus Fandi masih mendengar isak tangis istrinya yang membuat Fandi semakin khawatir kepada istrinya.


" Kamu tenang sayang, mas akan kesana ", ujar Fandi, Alisa pun terdiam. tak menjawab, ia masih menangis tapi sudah tak mengeluarkan suara sama sekali.


Shinta yang menemukan secarik kertas segera menyimpannya jika sewaktu-waktu ia butuhkan,


Shinta yang melihat isi kardus itu terlihat ngeri, siapa yang dengan tega mengirimkan ini kepada Alisa.


Tak lama kemudian Fandi pun datang dan segera menuju ke tempat istrinya, saat sudah berada di lantai 15, Fandi bertemu Shinta yang dulu adalah sahabat Alisa.


" Kamu Shinta kan??, Dimana istri saya ??, Tanya Fandi kepada Shinta.

__ADS_1


" Alisa ada diruangannya mas, dia tadi mendapatkan paket yang berisikan ini, Shinta pun menunjukkan paket tersebut, ada banyak darah dan ada boneka yang juga berlumuran darah,


dan satu lagi mas, aku tadi menemukan ini ", Shinta pun menyerahkan secarik kertas yang ia temukan tadi, Shinta yakin itu pasti surat dari pengirim kardus tersebut dan itu juga pasti ditujukan untuk Alisa, untung saja Alisa tidak membacanya, bisa dipastikan Alisa akan semakin histeris karena membaca isi surat itu.


__ADS_2