
Hari sudah berganti, Alisa sudah siap untuk berangkat ke kantor, ia ingin segera berangkat ia juga ingin segera berbicara dengan Shinta, barangkali Melly pernah cerita sesuatu dengan Shinta.
Fandi sudah menunggu nya di luar, Setelah sarapan tadi Alisa berpamitan terlebih dahulu mengambil tasnya yang masih ada di dalam kamarnya.
Dengan langkah pelan dan tak tergesa-gesa, Alisa berjalan turun dari tangga dan menuju ke halaman rumahnya.
Alisa masuk kedalam mobilnya, Fandi pun juga baru saja masuk setelah membukakan pintu untuknya, memang suami yang sangat pengertian, Fandi tak pernah absen untuk membukakan pintu mobil untuk Alisa.
Perjalanan pun sangat santai, sambil ditemani alunan lagu romantis di pagi hari membuat suasana di mobil tersebut tampak menenangkan sekaligus membuat kedua orang tersebut saling menghayati lirik bagai lirik yang sedang di nyanyikan.
sesekali Fandi mengikuti lirik lagu tersebut membuat Alisa selalu memperhatikan setiap gerakan bibi Suaminya.
"Kamu cocok kayaknya jadi penyanyi mas", Ucap Alisa sambil tertawa melihat ekspresi Suaminya.
Fandi terdiam, dia mungkin merasa tersindir, entah menurut istrinya suara nya enak atau malah sebaliknya.
"Nyindir nih ceritanya", Ucap Fandi kepada istrinya.
Alisa pun kembali tertawa, "Nggak, aku nggak nyindir sama sekali, suara kami memang bagus mas", ucap Alisa jujur.
"Ayo teruskan lagi, aku pingin denger mas nyanyi lagi", perintah Alisa.
Fandi pun mengangguk dan dia mulai bernyanyi dengan sedikit lebih kencang karena menurut nya hanya dirinya dan Alisa yang mendengar suaranya.
Sing a song
Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Membawa sejuk memanja rasa
Dia yang selalu ada untukku
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Bersama arungi derasnya waktu
__ADS_1
Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Bersama arungi derasnya waktu
Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku ku punya kamu selamanya kan begitu
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Bersama arungi derasnya waktu
Kau jiwa yang selalu aku puja
Tulus
Sesekali Alisa juga mengikuti Fandi, tangan mereka bertaut, dan Fandi juga sesekali mengecup tangan Alisa dengan penuh kasih sayang.
Perjalanan mereka memerlukan waktu yang cukup lama karena Fandi melajukan mobilnya cukup sedang, Lagu pun terus berganti sampai tak terasa Mereka akhirnya sampai juga di depan gedung megah Bachtiar Group.
Alisa pun turun, dan tak lupa ia mencium tangan Suaminya sebelum memasuki gedung kantornya.
"Kamu hati-hati, sayang, jangan capek-capek, dan nanti siang jangan lupa telfon aku", Ucap Fandi, Alisa mengangguk dan kemudian masuk kedalam gedung kantornya, Fandi kemudian segera melajukan mobilnya kembali, ia harus sampai dikantornya Setengah jam lagi karena ia harus memimpin rapat.
Alisa masuk kedalam kantornya, ia segera masuk kedalam lift dan naik menuju ke lantai 15, ia ingin membicarakan sesuatu kepada Shinta nantinya.
Ting, pintu lift pun terbuka, Alisa kemudian keluar, ia pun berjalan kembali untuk sampai diruangannya.
Alisa melihat Shinta yang tengah membersihkan mejanya, Shinta pun mendongak melihat Alisa yang berjalan ke arahnya.
"Shin, kamu ke ruangan aku ya, ada hal penting yang ingin aku bicarakan", Shinta pun mengangguk, dan Alisa kemudian melangkahkan kakinya dan membuka kenop pintu ruangannya, Alisa meletakkan tasnya terlebih dahulu, lalu ia pun berjalan ke arah sofa dan duduk di sana ia akan menunggu Shinta yang sudah ia beritahu untuk datang ke ruangannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, pintu pun terbuka, Shinta kemudian masuk, ia melihat Alisa yang sudah duduk di sofa sedang menunggu dirinya.
"Sepertinya Alisa ingin membicarakan hal yang menyangkut urusan pribadinya", Gumam Shinta, jika menyangkut urusan perusahaan Alisa tak harus duduk berdua dengannya seperti ini tanpa ada jarak antara bos dan Sekertaris.
"Duduk Shin", Titah Alisa, Shinta pun duduk, ia penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh Alisa kepada nya.
"Ada apa Al, sepertinya serius", Ujar Shinta. Alisa kemudian mengangguk.
"Sebentar ya Shin", Alisa kemudian bangun dan berjalan ke arah meja kerjanya, Shinta pun semakin bingung, apa yang akan Alisa ambil di mejanya.
Alisa membuka tasnya, ia mencari sesuatu, dan setelah mencari sebentar akhirnya Alisa menemukan apa yang sedang ia cari sedari tadi, sebuah undangan pernikahan dari Melly untuknya.
"Ini", Aliaa kemudian menyerahkan undangan yang tertulis namanya disana.
Shinta pun menerimanya, dan ia membaca undangan tersebut, tertulis nama Melly dan Anton.
Shinta pun tampak kaget dan ia tak percaya dengan apa yang ia baca dan ia lihat.
"Melly dan Anton menikah??", Tanya Shinta tak percaya.
"Kamu tidak tahu Shin??", Tanya Alisa lagi.
Shinta pun menggeleng, "Aku baru tahu setelah kamu menyerahkan ini Al, kok bisa??, ini Anton mantan kamu kan??", Tanya Shinta yang mengingatkan jika Anton adalah mantan Alisa.
"Iya Anton mantan aku, kami gak usah pakai embel-embel mantan dong, jika mas Fandi dengar pasti dia langsung cemburu, dia kan cemburu an", Ujar Alisa, Shinta pun terkekeh mendengar itu.
"Iya maaf, Anton teman kita", ucap Shinta mengganti julukan Anton kepada Alisa.
"Sip, itu baru benar",
"Melly kok tiba-tiba nikah sama Anton, gimana ceritanya Al??", tanya Shinta yang bertambah penasaran.
"Ceritanya panjang, aku kemarin ketemu melly dan Anton di mall, dan kami sempat berbicara panjang lebar", Ujar Alisa.
Shinta pun hanya manggut-manggut saja, tapi rasa penasaran nya masih menyelimuti hatinya.
"Kamu akan tahu sendiri nanti Shin, aku gak mau menceritakan apa yang di alami Melly, itu bukan wewenang aku", Ucap Alisa.
Shinta pun mengangguk, "Iya aku tahu, aku akan cari tahu sendiri Al, kamu kasih tahu kalau Melly mau menikah aja aku udah lega", Ucap Shinta.
"Kalau gitu aku keluar dulu ya, aku mau menerus kan pekerjaan ku", Pamit Shinta, Alisa pun mengangguk dan ia juga kembali ke kursi kebesarannya untuk memulai pekerjaannya.
Alisa masih belum bisa berkonsentrasi, tak menyangka jika Melly akan menikah dengan Anton, dan tak menyangka juga jalan mereka akan seperti ini, dipertemukan dengan ketidaksengajaan dan berujung seperti ini.
__ADS_1
Alisa pun hanya bisa berdoa, semoga pernikahan Anton dan melly akan bahagia walaupun Alisa tahu mereka berdua masih belum ada rasa cinta sama sekali sampai saat ini.