
Hari-hari yang dilalui Fandi pun tetap sama dengan ke anehan yang ditunjukkan Alisa kepadanya dan Fandi pun perlahan sudah terbiasa dengan itu,
Alisa juga sama, ia masih belum menyadari jika ada yang berbeda dari tubuhnya, badannya bertambah gemuk dan nafsu makannya bertambah disaat hamil yang sekarang,
Sama dengan dulu Alisa tidak mengalami morning sickness, hanya saja jika ia mencium bau sabun mandinya akan kembali mual, tapi setelah ia membuangnya dan menggantinya dengan sabun mandi milik suaminya semua pun normal seperti sedia kala.
Sudah dua Minggu ini Alisa akan sarapan dua kali dalam 3 jam, Dan Fandi sama sekali tidak tahu karena Alisa sudah bekerja kembali, Shinta pun sedikit curiga mengapa Alisa seperti orang yang sedang kelaparan akhir-akhir ini.
Alisa kini sedang menikmati nasi rawon yang ia beli secara online tadi, Alisa pun memakannya bersama dengan Shinta karena sejujurnya Alisa tidak suka jika ia makan sendirian.
Nasi yang ada di mangkuk Alisa sudah habis tak tersisa, Shinta pun hanya melihat saja dan masih terus mengunyah sarapan yang sama untuk yang kedua kalinya.
Sebenarnya Shinta sudah menolak setiap Alisa mengajak, tapi ia sungguh tak enak hati jika harus menolak ajakan sahabat sekaligus bosnya itu.
" Al kamu gak takut gendut ??", Tanya Shinta, Shinta sudah mempunyai cara agar ia tak gemuk, ia sengaja tak memakan sarapannya dirumah, bukannya ia terus mengharap makanan dari Alisa, tapi setiap hari Alisa pasti akan mengajak nya makan di jam 9 pagi.
Alisa pun menggeleng,
" Aku masih langsing kok ", Ujar Alisa percaya diri, padahal jika dilihat bentuk badan Alisa sudah terlihat beda meskipun hanya sedikit, wajah Alisa terlihat semakin chubby, dan lagi-lagi Alisa sama sekali tidak menyadarinya.
Shinta pun terdiam jika ia melanjutkan pastinya Alisa akan ngambek jika ia mengatai nya gendut, tapi Shinta masih curiga dengan perubahan sikap Alisa akhir-akhir ini.
" Al ,kamu gak mau ke dokter, aku rasa kamu akhir-akhir ini aneh ", Ujar Shinta.
" Maksud kamu shin ??", Tanya Alisa tak mengerti.
" Kamu gak nyadar dengan perubahan sikap mu, pola makan mu, dan lain-lain nya ", ujar Shinta.
Alisa kembali menggelengkan kepalanya,
dan Shinta pun seketika menepuk jidatnya.
Shinta pun tak meneruskan perkataannya, ia lebih memilih menghabiskan nasi rawon yang sudah tinggal sedikit.
" Makasih ya Al ", ujar Shinta kepada Alisa, Shinta kemudian keluar dan kembali menuju kemejanya.
Siang harinya Fandi sudah tidak ada pekerjaan, ia berniat pergi ke kantor istrinya,
Fandi segera mematikan laptopnya dan membereskan semua berkas Yang ada di mejanya, Jadwal nya hari ini kosong sampayk akhir pekan dan itu membuat Fandi sangat senang.
Fandi Kemudian keluar dan berpamitan kepada Denis.
__ADS_1
" Den aku keluar duku, mungkin nanti aku tidak kembali ke kantor, jadi nggak perlu tunggu aku ", Ujar Fandi kepada Denis.
" Baik bos ", jawab Denis kepada bosnya tersebut.
Fandi pun pergi dan Denis pun segera menyelesaikan pekerjaan nya karena beberapa menit lagi sudah jam istirahat.
Didalam mobilnya Fandi sudah melajukan mobilnya menuju ke arah kantor istrinya, dan Fandi sudah berencana akan makan siang bersama dengan istrinya didalam ruangan istrinya, jadi Fandi akan terlebih dahulu mampir ke salah satu resto untuk memesan makanan yang akan ia bawa menuju ke kantor istrinya.
Setengah jam kemudian Fandi pun sudah masuk Kembali kedalam mobilnya dengan membawa dua kotak makanan Yang akan Fandi bawa ke sana.
Dengan semangat Fandi pun melanjutkan perjalanan nya dan segera menuju kekantor istrinya.
Tak lama kemudian Fandi sudah tiba di halaman kantor milik istrinya, tapi Fandi terus melajukan mobilnya untuk sampai di basemen kantor tersebut.
Fandi kemudian berjalan masuk, kedua resepsionis yang sedang berjaga pun memberi hormya kepada Fandi,
" Selamat siang Pak ", Ucap kedua resepsionis tersebut.
Fandi hanya tersenyum dan kemudian meneruskan langkahnya menuju ke arah lift.
Suasana kantor terasa sepi karena ini merupakan jam makan siang,para karyawan kantor pastinya kini sedang berkumpul di kantin kantor dan yang lainya ada yang mencari makanan diluar kantor.
Fandi masuk kedalam lift, dan didalam ia berpapasan dengan salah satu karyawan Alisa, Fandi pun diam tak bersuara membuat orang yang disampingnya juga ikut terdiam.
Fandi kemudian melenggang keluar, ia terus berjalan sampai di depan ruangan istrinya.
" Assalamualaikum ", Ucap Fandi saat masuk dan membuka pintu ruangan istrinya.
" Waalaikum salam ", Seketika Alisa pun mendongak, ia tak tahu jika Suaminya akan datang ke kantornya saat ini, dan kedatangan Fandi membuat Alisa begitu kaget.
" Mas ??", Sapa Alisa yang kemudian datang menghampiri Suami nya.
Kemudian Alisa meraih tangan Suaminya dan mencium punggung tangan Fandi.
" Kami sudah makan sayang ??", Tanya Fandi.
Aliaa pun mengangguk, " Kapan ??, terus sama siapa ??", tanya Fandi.
" Tadi jam 9 mas, sama Shinta ", Jawab Alisa.
Fandi Kemudian menghembuskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
" Berarti mas sia-sia bawa makanan buat kamu ", Ujar Fandi cemberut.
" Kamu gak sia-sia kok mas, aku kan udah lapar lagi ", ujar Alisa.
Senyum Fandi seketika terukir Kembali dengan pernyataan istrinya.
Fandi kemudian mengajak istrinya duduk di sofa,
" Sekarang lebih baik kita makan siang dulu ", Ajak Fandi.
" Mas, apa nggak sebaiknya kita sholat dulu ??",
Fandi kemudian menatap jam tangannya.
" Baiklah sayang, kita sholat dulu, nanti setelah selesai baru kita makan", Ujar Fandi.
Mereka berdua mengambil wudhu secara bergantian dan setelah itu mereka sholat dhuhur secara berjamaah di dalam ruangan tersebut.
Mereka kini sudah selesai, Dan kini mereka sudah duduk kembali di sofa dan bersiap akan makan siang.
Fandi pun menatap istrinya yang sedang mengeluarkan kotak makan tersebut dari kantung kresek yang membungkus makanan itu tadi.
" Sayang seperti nya ada yang aneh ??", Ujar Fandi.
Alisa pun menoleh,
" Maksud kaku mas, ??", tanya Alisa.
"Bukannya seharusnya kamu sudah menstruasi sayang, tapi ini sudah pertengahan bulan kamu masih belum menstruasi juga ", Ujar Fandi yang selalu mengingat kapan istrinya akan menstruasi setiap bulan.
Aliaa pun seketika berhenti, ia baru sadar jika ia belum menstruasi bulan ini, dan Alisa sama sekali tidak menyadari nya.
" Aku sama sekali nggak ingat mas ", Ujar Alisa.
Fandi pun kemudian terdiam dan sesekali berpikir.
" Sayang, sebaiknya kamu beli alat tes kehamilan deh, mas yakin kamu hamil ", Ujar Fandi.
" Dari mana kamu tahu mas ??", Tanya Alisa.
" Sayang, mas itu selalu memperhatikan kamu, beberapa hari ini kamu aneh banget, kamu lebih suka makan dan sekarang kamu juga lebih suka tidur ", Jawab Fandi.
__ADS_1
Alisa kemudian terdiam dan mencerna semua perkataan Suaminya.