
Setelah mendapat izin dari keluarga Ghina, akhirnya Zian dan Ghina pergi menuju tempat yang sudah Zian siapkan tapi dengan satu syarat yaitu harus pulang tidak melebihi pukul 10 malam, dan Zian pun tak masalah, ia sangat senang sekali bisa di beri izin untuk membawa seorang putri dari bosnya.
"Kita mau kemana mas??", Tanya Ghina sambil menatap jalanan lurus kedepan.
"Rahasia, nanti kamu tahu sendiri", Zian masih menyembunyikan kemana ia akan membawa perempuan cantik itu.
Ghina kemudian tak berbicara lagi, percuma ia tanya lagi, dan pastinya akan dijawab RAHASIA.
Tak lama kemudian, lebih tepat nya 45 menit perjalanan mereka, kini mereka berdua telah sampai di depan resto tempat Ia pertama kali menurunkan Ghina, ya ini resto milik orang tua Ghina dan lagi-lagi Zian tidak tahu, dan dengan sangat kebetulan Zian menyewa tempat privat disini untuk makan malam bersama dengan Ghina.
Ghina kemudian turun, ia tidak menyangka jika akan makan malam disini, pastinya semua karyawan daddy nya akan tertunduk hormat kepadanya, dan Ghina tidak suka itu.
Salah satu karyawan menyambut kedatangan Zian yang telah menyewa salah satu tempat di dalam Resti tersebut, dan karyawan itu pun juga sedang memberi hormat kepada Ghina saat ini.
"Selamat malam Mbak Ghina", Ujar salah satu karyawan tersebut membuat Ghina menunjuk senyum manisnya,
"Selamat malam juga mbak", Ucap Ghina kepada karyawan tersebut, Zian tak mengerti bagaimana bisa Ghina mengenal karyawan disini.
"Silahkan masuk mbak, mau disini atau diruangan bapak", ucap Karyawan tersebut.
"Kami sudah memesan ruangan khusus, jadi bisa antar kami kesana??", dengan sekali anggukan akhirnya Zian dan Ghina pun diantar oleh salah satu karyawan yang menyambutnya tadi.
Zian dan Ghina masuk di salah satu private room yang ada di resto milik Daddy nya, sungguh pemandangan yang bagus, di ruangan ini terdapat hiasan dinding yang sangat bagus dan dapat membuat kesan romantis bila ditempati pada malam seperti ini.
Karyawan itu pun menyodorkan dua buah buku menu, satu untuk Zian dan satu untuk Ghina.
"Silahkan mbak Ghina", Ghina mengambil buku itu dengan senang hati, lalu Ghina pun mulai memesan begitu juga dengan Zian.
Kini mereka sedang menunggu makanan mereka datang, Dan kini sedang an pun masih menatap wajah Ghina dari pancaran lampu yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Ghin !!", Panggil Zian kepada Ghina, dan Ghina kemudian menatap wajah Zian yang juga menatap wajahnya saat ini.
"Iya mas, ada apa??", Tanya Ghina, Ghina mulai merasa tak nyaman jika ia dipandang seperti ini, baru pertama kali untuk Ghina, dan Ghina pun menjadi salah tingkah saat ini.
"Maafkan aku", Ucap Zian kemudian.
"Untuk apa mas??, aku rasa mas tidak pernah punya salah", Ghina pun mengerutkan keningnya,
"Memangnya dia salah apa, kenapa tiba-tiba minta maaf", ucap Ghina dalam hatinya.
"Untuk kesalahan ku yang pernah berpikiran buruk tentangmu, jujur aku juga sempat cemburu melihat kamu satu mobil sama mas Rafa, dan tadi siang, aku juga cemburu lihat kamu duduk sama mas Rafa", Kening Ghina berkerut kembali, masih bingung dengan ucapan Zian kepadanya.
"Aku gak ngerti sama sekali mas, maksud kamu apa??", Zian kemudian mengusap wajahnya kasar.
"Ghina, aku suka sama kamu dari semenjak aku melihat mu", Ucapan Zian yang begitu singkat mampu membuat kinerja jantung Ghina pun tak menentu.
"Aku gak bercanda Ghina, aku serius, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu", Tangan Zian kini pun mulai menggenggam tangan Ghina yang terasa dingin, dan Ghina pun semakin tak bisa berpaling dari pandangan Zian yang tak berpindah kemanapun.
"Kamu mau kan Nerima cintaku, aku benar-benar serius sama kamu",
Tak lama setelah itu, para pelayan pun datang dengan membawa pesanan mereka.
"Silahkan mbak Ghina", ucap pelayan tersebut dengan Tersenyum.
"Terimakasih ya mbak", Ucap Ghina dengan tersenyum.
"Sekarang kita makan aja dulu, aku mau tau jawaban kamu nanti", Ghina mendelikkan matanya, secepat ini kah, Cuma diberi waktu setengah jam saja, dan Ghina pun mau tak mau harus memberikan jawaban itu nanti, lebih tepatnya setelah makan malam mereka selesai.
Mereka makan malam dalam diam, Ghina tidak begitu selera dengan makanan yang ia pesan, biasanya ini adalah menu andalan disini, dan sekarang Ghina terlihat hanya mengaduk nya saja.
__ADS_1
Zian kemudian menatap Ghina, Ghina sama sekali tidak menyentuh makanan nya.
"Ghin, kamu kenapa??", tanya Zian, Ghina pun menjadi salah tingkah kembali saat di tatap oleh Zian seperti ini.
"Aku Nggak apa-apa kok mas", Jawab Ghina.
"Lalu, kenapa makananmu belum kamu makan juga??",
" Nggak kok mas, ini mau aku makan", Ucap Ghina yang kemudian mulai menyuapkan spaghetti kedalam mulutnya.
Ghina memaksakan makanan itu masuk kedalam mulutnya, meskipun ia sedikit terpaksa tapi Ghina mencoba untuk membuat Zian tidak merasa bersalah kepadanya.
Tak lama setelah itu, makanan di piring mereka sudah habis, dan benar saja Zian saat ini tengah menatap Ghina kembali dan ingin meminta jawaban dari Ghina.
"Ghina, bagaimana, Apa jawabanmu, apa kamu mau menerima ku??", Tanya Zian lagi.
Ghina pun hanya terdiam, sejujurnya ia masih belum memliki jawaban, Ghina masih bimbang, ia tak mau memberi jawaban secara tergesa-gesa, ia masih ingin di beri waktu lagi.
"Mas, Sebelum itu aku minta maaf, tapi aku belum bisa memberi jawaban sekarang, biarkan aku memikirkan nya terlebih dahulu", ucap Ghina.
"Zian pun kemudian tersenyum, mengerti dengan maksud Ghina, zina juga tak mau terlalu memaksa Ghina untuk memberi jawaban atas cinta nya malam ini.
"Ok tidak apa-apa ghin, aku akan sabar menunggu jawaban yang akan kamu berikan, tapi jangan lama-lama ya", Ghina pun kemudian mengangguk.
"Iya mas, tidak akan lama", Ada rasa lega dihati Ghina, setidak nya ia bisa memberitahu Mommy nya terlebih dahulu, meminta pendapat dengan apan yang ia alami saat ini, dan Ghina pun harus meminta pendapat dengan Daddy dan kakaknya Rafa, semua orang pun harus tahu termasuk juga Ghani, meskipun Ghani sedikit menyebalkan buat Ghina, tapi untuk urusan seperti ini Ghina akan melibatkan semua keluarganya untuk menilai apa Zian baik dan benar-benar tulus kepadanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 Lewat 10 menit, sesuai dengan apa.yang di katakan pak Fandi, Zian harus. mengantar Ghina tidak boleh lewat dari pukul 10 malam, jadi Zian pun kini mengajak Ghina untuk meninggalkan restoran tersebut.
Kini Ghina dan Zian sudah berada di dalam mobil, Safety belt pun sudah terpasang dengan benar, kini keduanya pun berjalan pulang sebelum jam yang sudah ditentukan oleh pak Fandi terlewat.
__ADS_1