Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Bonus Chapter 1


__ADS_3

Alisa dan Fandi saat ini benar-benar sudah pensiun, Masa tuanya ia buat untuk merawat cucunya, Cucu dari Rafa dan cucu dari Ghina.


Sayangnya Ghani belum mau menikah, menunggu sang pujaan hati untuk lulus terlebih dahulu itu keputusan Ghani dan itu tak lama lagi.


Pagi ini semuanya berkumpul, terkecuali Ghani, sudah kebiasaan Ghani akan melewatkan sarapan bersama keluarganya, jika ada panggilan mendadak tentunya Ghani akan segera berangkat meskipun itu jam 3 pagi dan di hari Minggu pula.


Ghina dan Zian kebetulan juga sedang ada di sini, setelah bayi mereka lahir, ghina dan Zian memutuskan untuk tinggal berdua di rumah milik mama mertuanya, yaitu Tania.


Rumah itu sudah lama kosong dan Alisa pun merelakan putri satu-satunya itu untuk pergi dari rumah, Konsekuensi mempunyai suami Ghina pun harus ikut kemana suaminya pergi, dan Ghina juga tak keberatan untuk itu.


Sedangkan Rafa, Rafa juga sudah mempersiapkan rumah barunya, rumah yang akan ia tempati bersama Disya nantinya.


Rumah itu masih 70%. Rafa sengaja membangun rumah itu, bukan membelinya. Rafa ingin menentukan bagaimana model rumahnya nanti, agar ia bisa nyaman tinggal di sana nantinya.

__ADS_1


Fasya saat ini sudah berumur 3 tahun, Dia sudah sangat aktif sekali dan itu membuat Disya sangat kewalahan sekali. Fasya juga sesekali membuat Vino menangis, Fasya akan marah jika mainannya tiba-tiba diambil secara paksa oleh Vino.


Fasya dengan suara kerasnya tiba-tiba menangis, Dan Vino pun juga ikut menangis membuat Disya dan ibu mertuanya Alisa, juga semakin bingung.


"Kenapa malah jadi berantem sih sayang, Kan kasihan kakak Fasya nya", Alisa pun meraih Vino yang masih membawa mainan milik Fasya.


"Sudah tidak apa-apa, Ayo Fasya minum susu dulu, Vino mau minum susu??", Bayi berumur 1 tahun itu pun mengangguk dan tersenyum lebar tatkala mendengar kata susu.


"Sebentar, Aunty mau bikin susu dulu ya", Kali ini Disya mengajak Fasya untuk pergi ke dapur. Ia tak mau meninggalkan Fasya bersama dengan Ibu mertuanya dan Vino, Disya khawatir jika Putrinya itu akan bertengkar lagi dan membuat ibu mertuanya semakin bingung dan pusing.


Sementara itu, Ghina saat ini tengah selesai membersihkan badannya, hari Minggu seperti ini sudah biasa buat Ghina untuk mandi lebih siang, karena Ghina akan mendahulukan pekerjaan rumahnya dan setelah itu baru mandi.


Semenjak menikah dengan Zian, Ghina akan membersihkan kamarnya sendiri, mulai dari menyapu, mengepel dan mengganti seprei kamarnya. menurut Ghina kamarnya adalah privasi nya. Jadi cukup dirinya dan Zian yang tau isi dari kamarnya.

__ADS_1


Saat ini kedua bayi itu sudah menghabiskan susu yang Disya bawa tadi, Vino yang kekenyangan mulai mengantuk, sedangkan Fasya semakin kenyang semakin dia aktif kembali.


Disya pun menghela nafasnya, Rasanya ia ingin istirahat sejenak, mengawasi Fasya membuat ia lelah dan tak jarang menguap karena ngantuk.


Mungkin ini keberuntungan Disya, Suaminya tiba-tiba datang dan ikut duduk di samping Disya.


"Kamu istirahat saja sayang, biar Papa yang jaga Fasya", Seperti mendapatkan sumber kehidupan kembali, wajah Disya seketika sumringah dan berbinar, mereka bertiga saat ini berjalan menaiki tangga. Disya ingin tidur sejenak sedangkan Rafa akan menjaga Fasya dan bermain di ruang tengah atas yang disana juga cukup banyak mainan.


Disya tidur cukup lama, 2 jam berlalu. dan Disya kemudian terbangun. Dan apa yang ia lihat untuk pertama kalinya.


kedua orang tersayang nya kini sedang berada disampingnya. Berada didekatnya, mereka berdua saat ini tengah tertidur pulas, dan Disya tersenyum melihatnya. Disya amat bahagia bisa mempunyai keluarga kecil seperti ini.


Disya pun kemudian melanjutkan tidurnya kembali, menemani kedua orang tersayang nya yang saat ini tengah bermimpi dengan indah.

__ADS_1


Dikit aja ya, semoga menghibur 😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2