
"Nanti kamu pulang bareng aku aja, aku antar", itu ucapan Zian kepada Ghina saat Ghina ingin pergi dari ruangannya.
"Iya mas, tapi kamu tahu kan tadi jika mommy ingin aku pulang cepat hari ini", Zian pun mengangguk kepada Ghina.
"Itu tidak masalah Ghin",
"Ya sudah, nanti aku tunggu di luar saja ya, gak enak sama yang lainnya", Zian pun kembali mengangguk dan membiarkan Ghina keluar dari ruangan nya dan melanjutkan pekerjaannya.
Semua mata lagi-lagi menatap Ghina yang baru saja keluar dari ruangan Zian, dan Nita pun penasaran dengan apa yang dikerjakan oleh Ghina Disana.
"Eh Ghin, Lo ngapain aja didalam??", Tanya Nita penasaran, tapi Nita berbicara dengan sedikit berbisik karena ia takut kepergok oleh Zian sedang mengobrol dengan Ghina saat jam kerja.
"Nggak ngapa-ngapain, eh iya nanti makan bareng di kantin ya, gue mendadak lapar nih", Nita pun hanya mengangguk mengiyakan, toh jam istirahat nggak lama lagi.
"Ok, tapi traktir gue ya", Ghina hanya memberi jempolnya tanda ia setuju dan itu membuat Nita seketika kegirangan.
Jam istirahat pun sudah tiba dan Ghina segera menarik tangan Nita yang masih berada di mejanya.
"Ayo, Lo lama banget, gue laper banget nih", Nita pun mau tak mau mengikuti Ghina yang menariknya, tak lupa juga Nita membawa barang pentingnya, yaitu ponsel, barang yang tak boleh sampai tertinggal, dan kalau dompet meskipun Nita tidak membawanya kan ada Ghina yang akan mentraktir dirinya.
Zian keluar dari ruangannya, dan melihat meja Ghina yang sudah kosong, niat Zian siang ini mau mengajak Ghina makan berdua dengannya, tapi sepertinya ia kurang cepat, Ghina sudah pergi entah dengan siapa.
Zian pun kembali, dan ia mengambil ponselnya, ia mulai mencari makan siang lewat aplikasi online karena perutnya juga sudah sangat lapar.
Rencana Zian sore nanti, sebelum jam pulang kerja ia akan mengantar Ghina, mengantar sang pujaan hati untuk pulang karena ia akan pergi selama 2 hari kedepan dan pastinya Zian tidak akan bisa bertemu dengan Ghina nantinya.
Didalam kantin kantor, Ghina sedang lahap memakan makan siangnya, ia merasa senang sekali hari ini karena nanti sore ia akan pergi ke Surabaya untuk menemui kakak iparnya.
Setelah makan siang selesai, Ghina dan Nita pergi menuju ke musholla kantor, ia akan melakukan sholat dhuhur terlebih dahulu sebelum kembali menuju ke ruangannya.
Disana Ghina juga bertemu mommy dan Daddy nya yang juga sedang menunaikan sholat dhuhur.
"Nanti mommy tunggu di mobil ya sayang",Ujar Mommy Alisa sambil berbisik.
"Maaf mom, nanti aku diantar Zian, gak apa-apa kan mom??",
Alisa pun mengangguk, "Tapi jangan kemana-mana ya, kita buru-buru sayang", Ghina pun mengangguk dan kemudian meninggalkan Musholla bersama dengan Nita, beruntung Nita tadi tidak mengetahui jika dirinya sedang berbicara dengan Mommy nya, dan Ghina pun bisa bernafas lega.
Tepat pukul 2 siang, Zian sudah mengintruksikan jika ia akan mengantar Ghina sekarang, padahal, menurut jam yang di berikan oleh Mommy nya, Ghina akan keluar dari kantor sekitar pukul 3 sore nanti.
Aku tunggu di mobil, kamu keluar aja dan langsung masuk ke mobilku.
Zian pun mengirim pesan kepada Ghina,
Iya mas, Aku keluar sekarang ya.
Ghina kemudian mengemasi barang-barang nya, Nita pun mengerutkan keningnya karena melihat Ghina yang bersiap-siap untuk pulang.
"Lo mau kemana Ghin??", Tanya Nita yang belum mengetahui jika Ghina akan pulang cepat hari ini.
__ADS_1
Ghina pun menepuk jidatnya,
"Oh ya gue lupa, gue izin pulang cepat hari ini, orang tua gue tadi ngabarin gue kalau hari ini gue dan keluar mau ke Surabaya, jadi gue tadi izin sama pak Zian", Ucap Ghina.
Ghina pun langsung pamit kepada Nita dan rekan-rekannya, ia kemudian segera menuju basemen kantor agar tak membuat Zian menunggu dirinya terlalu lama.
Ghina kini sudah sampai di basemen Bachtiar Group, ia kemudian Segera mencari mobil Zian, matanya mulai menyusuri setiap mobil yang ada disana dan akhirnya ia menemukan mobil Zian yang terparkir paling ujung sendiri, Ghina pun kemudian menghampiri dan segera memasuki mobil Zian.
"Maaf menunggu lama", Ghina pun duduk tepat disamping Zian.
"Iya tidak apa-apa", Jawab Zian sambil memperhatikan Ghina yang sedang memasang safety belt di badan nya.
Mobil Zian melaju cukup pelan, is ingin menikmati perjalanan bersama Ghina lebih lama lagi hari ini.
"Kita makan dulu", Ucap Zian kepada Ghina, dan Ghina pun melirik jam tangannya,
" Masih pukul 2 siang, seperti nya masih cukup waktunya",Ucap Ghina dalam hatinya.
"Iya boleh mas".
Zian kemudian melajukan mobilnya sedikit cepat, agar cepat sampai di temani tujuannya, tempat yang sudah direncanakan oleh Zian untuk Ghina tentunya.
Mobilnya kini sudah terparkir ditempat resto yang pertama kali ia mengajak Ghina makan, tempat yang sama yaitu Fandy's Food.
Zian kemudian turun dan kemudian membukakan pintu untuk Ghina.
"Makasih ya mas", Ucap Ghina saat Zian membukakan pintu mobil untuk nya.
Saat mereka berdua masuk, para karyawan pun menyapa Ghina dengan ramah.
"Selamat siang mbak Ghina, silahkan masuk", Ghina pun tersenyum kepada karyawan yang menyapa nya tadi.
"Selamat siang juga mbak", Jawab Ghina disertai senyuman yang tak pernah pudar dari bibir Ghina.
Ghina segera mencari tempat duduk yang nyaman untuk nya dan Zian.
Mereka pun duduk dan Zian kini penasaran, sudah dua kali ini Ghina disapa oleh para karyawan resto ini, apa mereka teman, atau??, Zian pun tak tahu itu, dan dia berniat untuk bertanya kepada Ghina untuk memecahkan rasa penasarannya.
"Ghina kamu kenal sama pegawai sini, atau dia teman kamu??", Tanya Zian yang merasa penasaran.
Ghina pun tersenyum kepada Zian.
"Itu bukan teman ku mas, ini kan restonya Daddy, jadi wajarlah mereka kenal aku", Ucap Ghina membuat Zian pun mendelikkan matanya.
"Jadi selama dua kali ini mereka makan di restoran milik keluarga Ghina", Zian pun tak tahu itu, dan dia pun cukup tercengang dengan perkataan Ghina.
"Kenapa kamu gak bilang Ghin, kalau aku tahu aku bakalan ngajak kamu makan di tempat lain", Ucap Zian, Zian pun ingin Ghina merasakan suasana resto ini, resto yang sangat terkenal, dan Zian berharap Ghina akan suka, tapi ternyata Resto ini milik keluarga nya, jadi sia-sia saja usaha Zian, toh Ghina sudah sering datang kemari dan bisa dipastikan Ghina sudah bisa dengan suasana resto ini.
"Kenapa mas, kamu nyesel ya ngajak aku makan di resto punya keluarga ku??", Tanya Ghina yang hampir salah paham dengan Zian.
__ADS_1
"Bukan begitu Ghin, aku hanya ingin kamu tahu jika disini itu sangat romantis sekali, tapi tau-tau nya ini resto milik keluarga mu, jadi kamu pasti sudah biasa datang kemari", ucap Zian.
"Nggak apa-apa lah mas, aku juga kalau kesini palingan langsung ikut Daddy keruangannya, jadi aku gak pernah menikmati keindahan resto yang di bangun oleh Daddy selama ini", Ucap Ghina.
Zian hanya manggut-manggut saja, dan tak lama setelah itu salah satu karyawan disini datang dengan membawa menu spesial di sini.
"Terimakasih ya mbak", Ucap Ghina.
"Iya mbak Ghin, selamat menikmati", ucap salah satu karyawan dan kemudian segera berlalu dari meja yang ditempati oleh Ghina dan Zian.
Ghina dan Zian segera menyantap makanan yang sudah di hidangkan, mengingat waktu terus saja berjalan, jadi sebisa mungkin Ghina harus cepat sampai dirumah sebelum pukul 4 sore.
Setelah makanan mereka habis Ghina segera mengajak Zian untuk segera pulang, ia tak mau sampai mommy atau kakak nya mendahului dirinya, jadi secepat mungkin Ghina mengajak Zian untuk segera meninggalkan resto ini.
Ghina sudah mengintruksikan kepada Zian agar menambah kecepatan laju mobilnya, dan Zian pun memahaminya dan segera melakukan apa yang diminta oleh Ghina.
Setengah jam kemudian mereka sampai di depan gerbang rumah Ghina, belum ada tanda-tanda mommy, dan daddy nya pulang bahkan kakaknya saja juga belum pulang juga sampai sekarang.
"Makasih ya mas, gak mau mampir dulu", Zian pun menggeleng, "Lain kali saja, kamu hati-hati disana, jangan lupa hubungi aku ya", Ghina kemudian mengangguk.
Dari belakang tiba-tiba ada sebuah mobil sport yang juga berhenti di depan gerbang, Dari dalam ia menurunkan kaca mobilnya dan meminta Ghina untuk membukakan pintu gerbang untuk nya.
"Ghin, tolong bukain pintu gerbangnya dong, gue udah ngantuk nih, cepetan", Titah Ghani, bibir Ghina seketika mengerucut, ia kesal kepada Ghani, selalu saja ia yang akan membukakan pintu untuk pak dokter itu.
"Siapa dia Ghin??", Tanya Zian.
"Itu, kembaran aku, dia rada nyebelin, ya udah mas aku mau bukain pintu gerbang dulu", Ucap Ghina yang kemudian berjalan untuk membukakan gerbang untuk Ghani.
"Iya bentar, kenapa gk turun aja sih, kan aku capek", ucap Ghina.
Zian kemudian berjalan dan membantu Ghina membukakan pintu gerbang untuk Ghani.
"Makasih adik ku sayang", Ghani kemudian masuk dan segera memarkirkan mobil nya di halaman rumah tersebut.
Zian memperhatikan Ghina dan Ghani sedari tadi, "Memang mirip, berarti dia memang saudara kembar Ghina", ucap Zian dalam hatinya.
"Dua dokter??", Tanya Zian kepada Ghina.
"Iya mas, dia dokter, dari semalam belum pulang, jadi dia habis ini pasti langsung tidur, pekerjaan dia lebih. berat dari pada aku, jadi aku memaklumi dia yang kadang menyebalkan", Ucap Ghina.
"Ya udah mas aku masuk dulu, mommy dan kak Rafa pasti habis ini juga pukang, beneran kamu gak mau mampir dulu??", Tanya Ghina lagi memastikan.
" Nggak usah, kamu pasti lagu buru-buru, lain kali aja, oh ya, soal pertanyaan aku tempo hari bagaimana, apa kamu sudah punya jawabnya??", tanya Zian.
Ghina pun menggeleng kan kepalanya,
"Maaf mas, aku belum punya jawabnya, tapi setelah aku pulang dari Surabaya, aku akan kasih jawaban buat kamu", ucap Ghina.
Zian pun mengangguk dan kemudian pamit kepada Ghina.
__ADS_1
" Baik, aku akan menunggu, sampai jumpa Minggu depan, aku pasti merindukan mu, Assalamualaikum", ucap Zian dan kemudian segera memasuki mobilnya
" Iya mas, waalaikum salam, hati-hati dijalan", Ghina kemudian masuk kedalam rumah Setelah mobil Zian sudah meninggal kan rumahnya.