
Mereka berdua sudah sampai di rumahnya, dan Rafa kini diambil alih oleh bi Sum, Sudah dapat dipastikan jika Fandi dan Alisa kini hanya berdua saja didalam kamar,
Suasana kamar tersebut masih dingin , tak ada yang ceria, Alisa kembali terdiam mengingat Suaminya yang di goda oleh para wanita di mall tadi.
Segera Alisa pergi ke kamar mandi, niatnya untuk membersihkan badannya dan untuk menjernihkan pikiran nya sambil mengguyur seluruh tubuhnya dengan air shower.
Pintu pun sudah di tutup, Segera Alisa menyalakan Kran dan kini seluruh badannya sudah basah.
Fandi sebenarnya ingin menyusul istrinya, tapi melihat aura istrinya yang tak baik hari ini membuat niatnya ia urungkan, ia akan mencoba berbicara lagi dengan hati-hati berharap Alisa akan luluh.
Sudah setengah jam, tapi Alisa tak kunjung keluar, dan Fandi kini sudah tak sabar ingin memberikan paper bag yang ia belikan tadi hanya untuk istrinya.
Suara pintu terbuka membuat Fandi langsung menoleh kan kepalanya, Pandangan yang tak biasanya, istrinya hanya mengenakan handuk saja yang dililitkan di badannya.
Alisa sengaja, ia memang ingin membalas perbuatan Fandi yang membuat dirinya kesal tadi.
" Kamu sudah selesai sayang ??", Tanya Fandi, Alisa hanya diam dan hanya berjalan ke sana kemari membuat Fandi semakin bingung.
Alisa kemudian duduk, ia kemudian menggosok rambut basahnya dengan handuk kecil yang ada di tangannya.
" Mau mas bantu ??", Fandi kini berjalan ke arah Alisa untuk membantu menggosok rambutnya, Memang kali ini ia harus modus sedikit lah, biar istrinya bisa memaafkannya.
Handuk di ambil dari tangan Alisa, Alisa hanya diam saja melihat seperti apa perjuangan Fandi untuk mendapatkan maaf darinya.
" Seberapa besar kamu mau berjuang mas ??", Gumam Alisa dalam Hatinya.
Fandi kini menggosok rambut Istrinya dengan pelan, bau shampo yang baru saja dipakai istrinya membuat Fandi seakan tak mau berhenti mencium bau rambut Alisa.
Fandi mencoba beralih, ia memegang pundak polos istrinya dan Alisa dapat merasakan tangan Suaminya yang memegang bahunya sekarang.
Tangan Fandi sedikit meraba, ini adalah kesempatan untuk nya,
__ADS_1
Kemudian ia memutar tubuhnya dan kini ia tepat di depan wajah polos istrinya.
" Sayang, maafin mas ya, mas sama sama sekali gak tahu kalau para wanita itu menghampiri mas, itu nggak disengaja ", Ujar Fandi.
Alisa masih menatap mata Fandi, terlihat kejujuran disana, lagi pula ini pertama kalinya Fandi di kerumuni oleh banyak wanita dan seharusnya Alisa mengerti kalau itu bukan di sengaja oleh suaminya.
" Maafin mas ya, jangan marah lagi, mas gak sanggup lihat kamu marah", Fandi kemudian mendekat dan mencium kilas bibir Istrinya.
" Iya aku maafin kamu sayang, maafin aku juga yang diemin kamu datu tadi ya ", Alisa kini mulai menjawab, kata sayang yang diucapkan Alisa membuat Fandi bisa tersenyum lebar.
" Oh iya, mas punya sesuatu buat kamu, dan kamu harus janji mau pakai apa yang mas berikan padamu", Ujar Fandi.
Alisa pun tersenyum, ia menunggu apa yang ingin suami nya berikan untuknya.
Fandi kini berjalan menuju ke arah sofa, ia kemudian mengambil paper bag tersebut dan menyerahkan nya kepada Alisa.
" Ini buat kamu, khusus hanya untuk istri mas tersayang, kamu pakai ya ", ujar Fandi.
Handuk Alisa pun tiba-tiba akan melorot membuat Alisa seketika memegang handuk tersebut.
Alisa pun tampak malu, ia harus segera mengganti pakaiannya, kalau tidak bisa-bisa Suaminya tak dapat mengendalikan apa yang ada di bawah tubuhnya.
" Aku mau ganti baju dulu mas ", ujar Alisa.
Alisa pun menuju ke arah lemari pakaiannya dan mengambil gamis yang tak terlalu formal,
Setelah mengganti bajunya dengan gamis, Alisa duduk kembali ia penasaran dengan isi paper bag tersebut.
" Aku buka sekarang ya mas ", Ujar Alisa.
Fandi pun semakin bersemangat, bagaimana ekspresi istrinya melihat apa yang ia beli untuknya, pastinya Alisa akan kaget.
__ADS_1
Alisa mulai membukanya, Ia mulai mengeluarkan isi dari Paper bag tersebut.
Alisa pun memelototkan matanya, Ada 5 setel lingerie yang dibeli Suaminya untuknya,
" Gimana sayang, kamu suka ??", Tanya Fandi.
Alisa pun tak menjawab, ia masih penasaran dengan berbagai bentuk lingerie yang dipilih suaminya.
Alisa pun ingin tersenyum, tak pernah Alisa menyangka jika Suaminya bisa membeli pakaian seperti ini untuk nya.
" Ini beneran kamu yang beli mas ??, Gak dibantuin sama karyawan mall kan ??", Tanya Alisa.
" Y nggak lah sayang, mas beli sendiri dan mas yang pilih sendiri untuk kamu, bagus kan??, Mas sengaja pilihin warna yang berbeda biar mas gak bosan lihatnya ", ujar Fandi.
Pintar sekali Suaminya dalam memilih pakaian ini, Alisa pun tidak dapat membayangkan bagaimana Suaminya ini membelikannya, apa kata karyawan mall tersebut melihat Fandi membeli baju kurang bahan tersebut.
" Lebih baik kamu suruh bi Jum cuci ini mumpung masih siang, nanti malam mas ingin kamu pakai hang warna ini ", Tunjuk Fandi kearah lingerie buang berwarna pink.
Alisa pun menggeleng,
" Biar aku yang cuci sendiri, malu kan mas kalau bi Jum tau, masak baju kayak gini di beli, dan banyak lagi ", Jawab Alisa.
" Ya sudah terserah kamu sayang, yang penting mas mau malam ini kamu pakai ini ", Alisa pun mengangguk tak ada pilihan lain, yang terpenting Suaminya senang.
Malam harinya, Fandi sudah menunggu Alisa untuk menagih apa yang ia inginkan malam ini, dan Alisa masih belum masuk ke dalam kamar, Alisa masih berada di kamar Rafa, ia sedang menidurkan Rafa bersama dengan Bi sum.
Setelah melihat Rafa yang sudah terlelap barulah Alisa meninggalkan kamar tersebut, Rafa sudah terbiasa tidur di temani Bi sum, dan kamar ini juga sudah menjadi kamar Bi sum.
Aliaa membuka pintu kamar tersebut, terlihat Suaminya yang duduk bersandar di sandaran ranjangnya dengan memainkan ponselnya, Alisa pun melewati nya ia ingin menuju kekamar mandi dan ingin segera mencuci mukanya sebelum tidur.
Semua pakaian tadi sudah kering, dan Alisa sudah menyimpan pakaian tersebut ke dalam lemari nya, ia tak ingin Bi Jum atau yang lainnya tau cukup dirinya dan Suaminya yang mengetahui itu semua.
__ADS_1
Aliaa pun keluar dari kamar mandi, wajahnya sudah bersih dan segar, ia kemudian duduk di meja riasnya ia kemudian mengoleskan krim malam nya yang selalu ia pakai, Fandi masih memantau pergerakan istrinya, berharap Alia segera mengganti pakaiannya dengan lingerie yang ia beli, ia amat penasaran dengan pakaian tersebut setelah istrinya yang memakainya.
Dan sepertinya Alisa lupa, ia kemudian menuju ke arah ranjangnya dan duduk disebelah nya, Alisa kemudian menarik selimut tersebut dan bersiap untuk tidur.