Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
78


__ADS_3

Fandi kini tengah berada didalam kamarnya, sebelum nya ia telah meletakkan barang belanjaannya di dapur, dan kini Bibi juga sudah memasukkan beberapa Snack yang ia beli tadi di toples yang ada di dapur.


Setelah menata semua camilan Alisa, Bibi sudah terlebih dulu meminta izin agar bisa pulang lebih cepat hari ini.


Bibi pun kini diantar oleh Seorang bodyguard yang berjaga di bawah apartemen tersebut.


Fandi yang sedang ingin mengganti pakaiannya sekarang tengah mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, ia tahu bahwa istrinya kini tengah mandi.


Kemudian muncul ide jahil dari pikiran Fandi untuk menjahili istrinya tersebut.


Fandi segera menggedor-gedor pintu kamar mandi sambil teriak - teriak.


Fandi pun kembali menggedor nya karena Alisa tak kunjung membukakan pintu untuknya.


" Sayang......, Cepet bukain pintunya ", Ucap Fandi sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi tersebut.


Alisa yang mendengar suara suaminya yang tengah panik langsung saja membuka pintunya dengan melilitkan handuk di badannya, ", Mas kamu kenapa ???", Tanya Alisa penasaran.


Alisa kemudian menatap suaminya dari atas kebawah memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa dengan suaminya.


Tanpa menjawab Fandi pun langsung masuk kedalam kamar mandi tersebut dan langsung mengunci pintu nya.


" Mas, kamu bohongin aku ", Ucap Alisa yang sudah cemberut.


Kini handuk yang melilit ke tubuh Alisa sudah hilang entah kemana karena di ambil oleh Fandi.


Alisa langsung saja didudukkan kembali ke bathtub bersama Fandi dan mereka berendam bersama - sama.


Fandi pun kemudian menciumi wajah Alisa dan beralih turun kebawah, sesekali Fandi meninggalkan jejak kepemilikannya di dada Alisa yang membuat Alisa malu sendiri.


Suara desahan kini sudah menggema di dalam kamar mandi tersebut, setelah melakukan olahraga mereka, kini mereka langsung membasuh tubuh mereka.


Alisa keluar dari kamar mandi masih dengan bibir yang di kerucutkan, karena Alisa harus berada didalam kamar mandi lebih dari satu jam karena suaminya masuk secara tiba-tiba kedalam kamar mandi bersama dengannya.


" Mas kamu keterlaluan" , Ucap Alisa kesal sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


Fandi pun hanya tertawa saja melihat istrinya tuang telah ia ganggu mandinya.


" Mas kan ingin menagih janjimu pagi tadi sayang ", Ucap Fandi tersenyum karena Alisa kini tidak bisa berkutik lagi.


Alisa pun pasrah karena ini merupakan kesalahan nya karena telah memberi janji yang tidak masuk akal untuk suaminya yang susah bangun.

__ADS_1


" Lain kali aku tidak mau mengatakan itu lagi", Gumam Alisa dalam hatinya.


****


Saat ini mereka berdua tengah duduk di sofa untuk menikmati camilan yang Fandi beli tadi di supermarket.


" Makasih ya mas ", Ucap Alisa senang karena ia mempunyai stock camilan banyak.


" Iya sayang ", Jawab Fandi sambil tersenyum.


Fandi kini sudah beralih menuju ruang kerjanya sedangkan Alisa masih setia dengan darkor yang ia tonton bersama suaminya tadi.


Setelah bosan Alisa pun kini bangkit dan berpindah menuju ruang kerja suaminya, sebelum itu Alisa menuju dapur terlebih dahulu untuk membuat kan Fandi kopi dan membuat susu untuk dirinya sendiri.


Setelah selesai Alisa kini sudah membawa nampan ditangannya dan segera menuju ruangan suaminya.


" Mas ini aku buatin kopi ", Ucap Alisa.


Fandi pun hanya melihat istrinya sambil tersenyum, lalu matanya kembali menatap laptop yang sedari tadi ia kerjakan.


" Mas, Diminum dulu kopinya ", Ujar Alisa.


Fandi kemudian bangkit dan duduk disofa bersama istrinya.


" Aku belum ngantuk kok mas, aku mau nemenin kamu disini ", Ucap Alisa karena ia sudah membawa semua camilannya ke ruangan Fandi.


"Mas kamu mau ", Tawar Alisa kepada Fandi.


" Nggak sayang, kamu aja yang makan ", Ucap Fandi.


Fandi pun kini kembali menuju meja kerjanya sedangkan Alisa masih setia dengan berbagai camilannya yang bisa membuat dirinya kenyang.


" Mas, aku lagi pengen martabak manis ", Ucap Alisa.


" Sayang, ini sudah malam, mana mungkin ada yang jual.martabak jam segini ", Ucap Fandi sambil melirik jam tangannya.


" Ada lah mas , kan masih jam segini, Aku pesen online aja ya ", Tawar Alisa yang langsung di angguki oleh Fandi.


Alisa kemudian langsung mengambil ponsel milik Fandi dan segera mencari aplikasi gofood untuk memesan makanannya.


" Sudah mas ", Ucap Alisa sambil meletakkan ponsel Fandi kembali ke meja kerjanya.

__ADS_1


Setelah kurang lebih satu jam pintu apartemen mereka pun diketuk oleh seseorang dari luar," Kamu tunggu disini aja sayang, biar aku yang buka ", Ujar Fandi yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


" Iya sayang, makasih ya", Ucap Alisa yang membuat Fandi tersenyum senang.


Tak lama kemudian Fandi datang dengan membawa pesanan Alisa yang tadi sedang di ambil oleh Fandi.


Fandi pun meletakkan martabak tersebut tepat di depan Alisa.


Dengan senyum yang lebar Alisa langsung saja mengambil sepotong martabak manis yang ada dihadapannya.


Setelah menghabiskan Tiga potong martabak, kini perut Alisa merasa kekenyangan,


" Sayang, aku udah kenyang ", Ucap Alisa.


Fandi pun kemudian menatap Alisa, gak biasanya istrinya tersebut memanggil dirinya sayang, bahkan sudah dua kali ini Fandi mendengarkannya.


Fandi pun merasa senang jika Alisa juga memanggil dirinya dengan sebutan sayang, karena duku Alisa sempat tidak mau memanggil dirinya sayang karena Alisa terlalu malu untuk menyebutkan nya.


" Sayang, gimana??? kamu mau apa nggak ??",Tanya Alisa kepada suaminya.


" Iya sayang aku mau, tapi nanti ya aku makannya ", Ucap Fandi.


" Ya udah kalau begitu aku mau kekamar dulu mas, udah ngantuk ", Ucap Alisa.


Fandi yang melihat istrinya pergi ke kamar hanya bisa menggerakkan kepalanya,


" Gimana kamu gak ngantuk sayang, dari tadi kamu makan terus ", Gumam Fandi dalam hatinya.


Tapi Fandi merasa senang jika nafsu makan istrinya bertambah karena bisa membuat bayi yang ada didalam kandungannya sehat.


Tak lama kemudian Fandi beralih ke sofa serta membawa laptopnya bersamanya, disandarkannya punggung Fandi yang agak sedikit pegal karena terlalu lama bekerja.


Sambil mencicipi martabak tadi, Fandi kini melanjutkan kembali untuk mengerjakan pekerjaan nya di laptopnya.


Tepat tengah malam Fandi telah selesai dengan pekerjaannya, matanya sudah tidak sanggup lagi untuk terbuka lebar. Dengan segera Fandi masuk kedalam kamarnya untuk segera tidur, tapi ia tak lupa untuk terlebih dulu masuk kekamar mandi untuk mencuci muka , tangan dan kakinya.


Fandi kemudian merebahkan tubuhnya tepat disamping istrinya, kemudian ia membetulkan terlebih dahulu menaikkan selimut istrinya yang sudah melorot.


Ia usap rambut coklat istrinya yang begitu halus dan harum menurutnya.


" Selamat tidur sayang ", Ucap Fandi kepada Alisa sambil mengecup keningnya.

__ADS_1


Fandi kemudian segera mengikuti istrinya tidur, dan tak lama Kemudian Fandi sudah terbawa oleh mimpinya.


__ADS_2