
Memang menggelikan menurut Disya ketika mengingat ekspresi Sang suami saat Papa nya tadi datang dan mengajak suaminya untuk sholat Subuh berjamaah di masjid terdekat, terlihat Rafa kaget dan segera berlari menuju ke kamar mandi dengan secepat kilat untuk mandi keramas agar tak membuat mertuanya itu menunggu terlalu lama.
Dan Rafa juga tak ingin Papa mertuanya melihat rambutnya yang basah dipagi hari, pastinya Rafa akan sangat malu sekali.
Setengah jam kemudian saat Disya juga baru selesai melipat mukenanya, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dan terlihat suaminya yang sedang masuk, ia pun membalikkan tubuhnya dan tersenyum kepada suaminya, Disya kemudian segera mendekat dan mencium tangan suaminya yang baru saja datang dari masjid.
"Mau ganti baju kak??" Tanya Disya dan Rafa hanya mengangguk menandakan ia setuju dengan apa yang dipikirkan istrinya.
Disya kemudian berjalan dan mengambilkan kaos tipis dan celana pendek yang masih berada di dalam koper, Disya sengaja tidak mengeluarkan pakaiannya, diriku hanya satu Minggu disini jadi itu tak perlu menurut Disya.
__ADS_1
Rafa kemudian mengambil kaos dan celana yang dibawa istrinya, dengan segera Rafa melepas baju koko nya, dan segera ia memakai kaos tersebut, dan kini giliran celananya, tiba-tiba saja Rafa melepas kain sarung nya dan segera mengganti nya dengan celana pendek tadi.
Disya terlihat kaget melihat pemandangan itu, ia kemudian menutup wajahnya dan itu membuat Rafa ingin menjahilinya.
Rafa segera memakai celana pendek yang sudah disiapkan Disya, dan dia segera menghampiri istrinya yang masih saja enggan untuk membuka kedua tangannya.
"Kamu kok gak buka mata sih yang, yakin gak mau lihat yang ini" Ucap Rafa yang sengaja, dan itu membuat Disya menggelengkan kepalanya dan masih tidak mau membuka kedua tangannya.
"Kak, ini masih pagi kak, kakak mau ngulang lagi??" Disya yang sudah terkecoh dengan perkataan suaminya yang masih belum memakai celana, kini pikirannya tak jauh-jauh dari hal itu.
__ADS_1
"Emang kamu mau lagi, iya??, kakak sanggup kok, ayo kalau kamu mau lagi" Tubuh Disya sudah di baringkan diatas kasur, dan Disya pun segera bangun membuat Rafa kembali tertawa, Disya saat ini bisa melihat jika suaminya tersebut sudah mengenakan pakaian lengkap dan tak seperti yang ia pikirkan.
"Nggak, kakak apa-apaan sih, ngerjain aku ya??" Disya pun mulai mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Rafa semakin gemas.
"Ya habisnya kamu kira kakak gak pakai celana gitu??, iya kan, ngaku deh" Rafa terlihat tertawa melihat ekspresi istrinya.
Disya kemudian terlihat sangat malu sekali, dan kemudian ia segera keluar dari kamarnya dan segera turun ke bawah menuju ke dapur tempat dimana mama dan Bibi di sana.
Disya tak mau pembicaraan itu terus berlanjut, pastinya suaminya itu akan menggoda nya terus menerus dan itu membuat Disya semakin bertambah malu jadinya karena mengingat peristiwa tadi.
__ADS_1
Disya kini sudah sampai di dapur, benar saja mamanya kini sudah berada di sana , sedang membantu bibi untuk menyiapkan sarapan dan Disya kemudian segera bergabung dan membantu mama dan Bibi memasak.
Dikit dulu ya, dari kemarin gak dapat inspirasi sama sekali