Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
155


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, semua orang yang hadir di pesta kejutan Fandi pun sudah pulang, hanya tinggal Fandi Alisa dan Rafa yang masih tetap berada di dalam Apartemen saat ini.


Alisa tadi sudah merengek manja kepada suaminya saat meminta ingin menginap disini, ia rindu suasana apartemen yang selama ini ia tinggali bersama Fandi saat sudah sah menjadi suami istri.


Terlihat Rafa yang masih tertidur sangat pulas di atas ranjang besar itu.


Fandi pun memutar otaknya untuk berpikir bagaimana caranya ia akan bermesraan bersama istrinya jika Rafa satu tempat tidur dengannya.


Alisa yang masih berada di kamar mandi sengaja berlama-lama karena ingin memberi hadiah untuk Fandi, hadiah yang pasti tak akan pernah ditolak oleh suaminya itu.


Fandi kembali melirik Arlojinya yang masih berada di pergelangan tangannya, sudah setengah jam istrinya berada di dalam kamar mandi.


" Apa yang dia lakukan ??", Tanya Fandi dalam hatinya.


Segera ia berdiri dan berjalan menuju ke arah pintu kamar mandi tersebut.


" Sayang, kamu tidak apa-apa kan ??", Tanya Fandi yang mengetuk pelan pintu kamar mandi tersebut agar tak membangunkan Rafa.


" Bentar mas ", jawab Alisa Setengah berteriak kepada suaminya.


Alisa masih memutar tubuhnya di depan cermin yang ada dikamar mandi, Ia kini sudah mengenakan lingerie berwarna hitam dan menampakkan bagian tubuhnya yang putih mulus, rambutnya juga ia gerai menambah kesan sexy saat Fandi melihatnya nanti.


Segera Alisa bersiap untuk keluar dari dalam kamar mandi, tapi ia sangat malu.


" Gimana ini ??", Gumam Alisa dalam hati.


Kenop pintu pun sudah diputar dan Alisa hanya mengeluarkan kepalanya saja melihat ke arah sekitar apakah suaminya masih disana.


Salah ia sendiri tadi tidak membawa selimut atau yang lainnya yang bisa menutupi bagian tubuhnya, setelah merasa suaminya tak ada disana Alisa segera keluar dari dalam kamar mandi.


Alisa berjalan mengendap-endap agar suara sandal yang ia kenakan tak terdengar oleh suaminya, tapi sepertinya Alisa tak mengetahui jika Fandi berada di belakangnya dengan tatapan penuh nafsu kepada istrinya.


Tangan Alisa tiba-tiba sudah di cekal oleh Fandi dan langsung menarik kedalam pelukannya.


Alisa pun kaget seketika ia menutup wajahnya karena sangat malu kepada suaminya.


" Kamu sengaja menggodaku sayang ??", Tanya Fandi yang saat ini mendekap tubuh istrinya.


Alisa pun semakin malu karena pertanyaan suaminya tersebut.

__ADS_1


" Aku, aku cuma mau ", Ujar Alisa terpotong saat Fandi kemudian mencium bibir istrinya.


" Kamu tidak perlu mengatakan apapun sayang, mas sudah mengetahui nya, ini kado nya kan ??", Tanya Fandi.


Fandi kemudian menuntut istrinya menuju ke ranjang mereka.


" Mas ada Rafa, bagaimana ??", Tanya Alisa yang membuat Fandi tersenyum.


" Kamu memikirkannya sayang ??", Tanya Fandi yang membuat Alisa sangat malu, tak seharusnya mulut nya ini berkata seperti itu, Alisa kini merutuki dirinya sendiri.


Fandi kemudian mengajak Alisa ke sofa dengan mengangkat tubuh istrinya, Alisa kemudian melingkarkan tangannya di leher Fandi karena ia takut jatuh, Fandi pun tersenyum kepada istrinya.


Fandi membaringkan tubuh istrinya diatas sofa, Fandi kemudian duduk disamping istrinya dan kemudian mengecup kening dan bibir istrinya.


" Kamu sudah siap sayang ???", Tanya Fandi yang membuat Alisa mendelikkan matanya.


" Kita mau melakukannya disini mas ??", Tanya Alisa kepada suaminya.


" Iya sayang, mau dimana lagi ", Ujar Fandi sambil tersenyum misterius.


Alisa pun pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya saat ini.


Pagi hari pun tiba dan Alisa sudah bangun dan sedang membersihkan dirinya saat ini, Setelah selesai Alisa pun segera keluar dengan menggunakan handuk kimono dan berjalan keluar menuju ke arah ranjang untuk membangunkan suaminya.


" Mas, bangun udah Subuh, nanti habis waktunya ", Ujar Alisa sambil terus membangun kan suaminya.


Fandi pun mulai membuka matanya dengan langkah gontai nya Fandi berjalan setengah sadar menuju ke arah kamar mandinya.


Alisa pun tersenyum melihat tingkah suaminya saat bangun pagi seperti ini.


Tak lama kemudian Fandi pun sudah keluar dengan wajah segar, Alisa kini sudah mengenakan mukena nya dan menunggu suaminya untuk sholat berjamaah.


Fandi segera mengganti bajunya dengan baju Koko dan segera melakukan sholat berjamaah bersama istrinya.


Matahari pun sudah bersinar mengitari bumi ini, Fandi kini sedang menikmati kopinya yang sudah disediakan oleh istrinya.


" Sayang, kamu gak usah masak, nanti kita pesan aja "Ujar Fandi.


Alisa kemudian duduk bersama Fandi sambil melihat acara televisi.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian suara tangisan Fandi membuat Fandi segera bangkit dari duduknya dan segera berjalan menuju ke arah putranya.


" Sayang, biar mas aja ", ujar Fandi yang ingin mengambil Rafa yang sudah terbangun.


Rafa kini berada didalam gendongan Daddy nya dan bayi itu tersenyum kepada Mommy nya.


Fandi kemudian duduk sambil memangku Rafa, Alisa pun melihat kedua lelakinya ini dengan senyuman penuh rasa sayang terhadap keduanya.


" Sayang, kamu pesan makanan aja sekarang, kamu pasti udah lapar karena menyusui Rafa", Ujar Fandi.


" Iya Mas ", Jawab Alisa sambil meraih ponsel suaminya yang tergeletak di atas meja yang ada di depannya.


Setelah memesan makanan Alisa kemudian mengambil Rafa dari pangkuan suaminya,


" Rafa mandi dulu ya nak ", Ujar Alisa yang kemudian membawa Rafa ke kamar mandi.


Fandi Kemudian mengikuti Alisa dan ikut memandikan Rafa bersama istrinya.


Rafa kini sudah segar dan bau harum bedak bayi menyeruak didalam kamar tersebut,


Tak lama kemudian terdengar suara pintu diketuk pertanda makanan mereka sudah datang.


" Biar mas yang buka, kamu belum pakai jilbab ", ujar Fandi yang kemudian mengambil dompetnya dan pergi membuka pintu.


Makanan pun sudah ada di meja makan, Alisa dan Fandi kini tengah menikmati sarapan mereka sambil mengingat saat-saat mereka dulu sarapan bersama disini.


" Aku begitu merindukan tempat ini mas ", Ujar Alisa kepada Fandi.


" Kamu suka disini sayang ??", Tanya Fandi.


" Bagaimana aku tidak suka mas, tempat ini sangat bersejarah untuk aku ", Ujar Alisa Tersenyum.


" Kalau gitu satu bulan sekali kita bisa menginap disini kalau kamu rindu ", Ujar Fandi.


" Benar mas, makasih ya ", Jawab Alisa senang.


" Sekarang kita habiskan sarapan kita, kita jalan-jalan aja habis ini ", Ujar Fandi.


Mereka keluar dari apartemen tepat pukul 9 pagi, Hal yang jarang dilakukan saat mereka sudah bekerja saat ini.

__ADS_1


Mereka kini mulai menyusuri jalan dan kemudian berhenti disalah satu taman dekat dengan apartemen tersebut, taman yang dulu pernah ia datangi bersama dengan Fandi tentunya.


__ADS_2