
Ghina segera kembali, kembali ke tempat dimana ruangan Zian berada, tapi sebelum itu ia melihat ruangan satu divisinya itu sudah kosong, Nita juga, dia sudah keluar dari ruangan itu dan entah kemana.
Ghina pun langsung saja melanjutkan langkahnya, masuk kedalam ruangan Zian dan segera memberitahukan jika orang tuanya sudah siap untuk menyambut orang tua Zian datang untuk melamarnya besok malam.
Didalam ruangan tersebut, Zian sudah menunggu Ghina, setelah Ghina pergi dari ruangannya tadi Zian segera mengorder makanan untuk makan siang dirinya dan Ghina, Zian yakin Ghina pasti belum makan siang dan Zian tadi juga melihat jika semua orang sudah mengosongkan mejanya sejak tadi.
Terdengar suara kaki melangkah dan Zian sudah menebak jika itu adalah Ghina, dan tak lama setelah itu Ghina pun terlihat membuka pintu tersebut, Ghina kemudian duduk di hadapan Zian dan segera menatap laki-laki yang secara langsung sudah melamarnya.
"Aku udah bicara sama Mommy dan Daddy mas, dan besok Daddy siap untuk menyambut kedatangan orang tua mas" Ucap Ghina, Zian kemudian tersenyum, ia akhirnya lega dan nantinya ia akan segera mengabari orang tuanya agar segera berangkat ke Jakarta.
"Alhamdulillah, nanti akan aku kabari Mama" Ucap Zian.
"Oh ya, kamu pasti belum makan siang kan sayang, aku udah pesankan buat kamu" Ujar Zian yang kemudian mengambil paper bag yang berisikan makanan yang sudah ia pesan tadi, wajah Ghina terlihat sangat senang sekali, betul sekali dan pas sekali dirinya saat ini tengah lapar, dan Zian ternyata sangat peka sekali.
"Kamu tahu aja kalau aku lagi lapar mas, makasih ya" Mereka akhirnya makan siang bersama, terlihat Ghina sangat lahap sekali, tak peduli ada laki-laki yang sedang ada dihadapannya tengah menatapnya, yang Ghina rasa saat ini ia sedang lapar sekali.
Akhirnya makanan keduanya sudah habis tak tersisa dan Zian langsung saja mengambil air minum yabg sudah tersedia juga didalam ruangannya.
Setelah makan siang selesai, Ghina kemudian segera keluar, tak mau sampai banyak temannya yang berpikiran buruk kepada nya karena sedari tadi mereka berduaan di ruangan tersebut.
"Mas aku keluar dulu ya, makasih makan siangnya" Ucap Ghina sambil meninggalkan ruangan Zian dan membawa sisa bungkus makanan yang ia makan dengan Zian.
__ADS_1
Ghina kemudian keluar dan terlihat Nita sudah kembali berada di kursinya kembali.
"Dari mana aja sih Lo, gue nyariin tau" Ujar Ghina, memang selepas dirinya menemui orang tuanya, sebenarnya Ghina mencari Nita, ia ingin mengajak Nita untuk makan siang, tapi melihat meja Nita yang sudah kosong akhirnya Ghina pun memutuskan untuk kembali ke ruangan Zian.
"Hehe ya maaf, aku kira kamu makan siang sama pak Zian, habisnya gak kasih kode dulu" Ucap Nita sambil menggaruk kepalanya yang tak Gatal.
"Ya kalau itu sih gue lupa, tapi gue akhirnya makan siang sama Zian, ya udah lah gak apa-apa, toh gue udah kenyang, oh ya gue belum sholat, bentar ya, gue mau ke mushola dulu" ucap Ghina yang kemudian berjalan menuju ke arah mushola kantor nya.
Setelah sholat dhuhur nya selesai, Ghina segera kembali, pastinya teman-teman nya juga sudah Kemabli sedari tadi.
Didalam ruangannya, Alisa dan Fandi sedang sibuk merencanakan acara besok, besok mereka akan kedatangan calon besan, jadi sebisa mungkin mereka akan menyiapkan persiapan sesempurna mungkin meskipun yang datang hanya orang tua Zian dan Zian nya sendiri.
Alisa segera meraih ponselnya, mencoba menghubungi Disya yang kebetulan pindah dari rumahnya pagi ini, dan Disya dan Rafa pastinya harus datang untuk menyambut kedatangan calon mertua dari adiknya.
"Halo assalamualaikum ma" terdengar suara Disya dari balik telepon.
"Waalaikum salam sayang, kamu sedang apa??, Mama mengganggu atau tidak ??" tanya Alisa memastikan, ia tak mau jika harus mengganggu waktu istirahat Disya.
"Nggak ma, Mama sama sekali tidak mengganggu Disya, ada apa ma??" Tanya Disya lagi
"Mama cuma mau bilang, kamu sama Rafa besok pagi harus datang ke rumah ya, akan ada acara lamaran nya Ghina" Ucap Alisa, dan Disya pun terlihat sangat bahagia sekali mendengar nya meskipun tak dapat dilihat oleh Alisa.
__ADS_1
"Alhamdulillah ma, Disya ikut senang, pasti ma, Disya pasti ke rumah besok, mau Disya bawakan apa ma??" Tanya Disya antusias.
"Tidak usah sayang, kamu datang aja Mama udah senang kok, Mama udah kangen banget sama kamu, padahal belum satu malam kamu pergi dari rumah" Ujar Alisa.
"Iya ma, Disya juga sangat kangen sama Mama" Jawab Disya, sesungguhnya Disya juga merasa kesepian disini, tapi tidak apa-apa, ia juga bahagia hidup mandiri seperti ini.
Tak lama setelah itu panggilan pun berakhir, dan Disya segera meletakkan ponselnya kembali, dan kembali menatap layar laptopnya yang sedang menayangkan drama Korea kesukaan Disya.
Alisa juga meletakkan kembali ponselnya, ia tak jadi menghubungi putranya, biar saja Disya yang memberitahukan semua ini,
Alisa kini bersandar di kursi kebesarannya, menatap langit-langit ruangannya yang besar itu, Alisa tak menyangkal jika ia akan berbesanan dengan Tania, Wanita yang dulu pernah ada di kehidupan suaminya, dan wanita yang dulu pernah menyakiti nya.
Tapi Alisa sangat bersyukur, melihat perubahan Tania sebelum menikah dan sampai sekarang, membuat Alisa merasa tak masalah sekali jika harus berbesanan dengan Tania.
💗💗💗
Ditempat lain, setelah mendapatkan kabar dari Zian, Niko dan Tania seger berangkat menuju ke Jakarta, nantinya mereka akan menempati rumah orang tua Tania selama ada di Jakarta, dan mungkin Zian juga akan menginap di sana selama orang tuanya juga ada di sana.
Sore harinya, Zian sudah keluar dari perusahaan, ia sudah mendapatkan telfon dari mamanya jika mereka sudah sampai di Jakarta, Zian pun segera pergi meninggalkan perusahaan dan segera pergi untuk menjemput orang tuanya.
Ghina juga sudah pulang, Tapi sebelum itu ia ditugaskan oleh Alisa untuk mengambil gaun yang sudah Alisa pesankan dadakan di butik milik putri dari Tante diyah, jadi Ghina pun akhirnya pergi dulu ke butik dan setelah itu ia pulang kerumahnya.
__ADS_1
Ghina meletakkan paper bag di atas kasurnya, ia penasaran seperti apa gaun yang sudah dipesan oleh Mommy nya untuk dirinya, gaun yang dadakan di pesan dan kebetulan juga ada sesuai dengan permintaan Alisa.
Ghina segera mengeluarkan gaun tersebut, gaun yang sangat indah, dengan lengan 3/4 dan panjang gaun yang menutupi sampai bawah lututnya, dengan warna merah maroon, semakin membuat Ghina akan terlihat sangat cantik saat mengenakan nya nanti.