
Ghani pun membiarkan Ratna yang masih marah kepadanya,
"Jika memang Kamu masih tidak mau menemui ku, aku bakalan terus berada disini sampai pagi", Ucap Ghani serius, Ghani tidak pernah main-main dengan ucapannya, Jika ia malam ini harus menginap di rumah Ratna itu tidak masalah jika ia harus duduk di luar itu juga tidak masalah, yang penting Ratna mau keluar dan mau menemuinya.
Ratna masih terus diam, dia tetap dalam pendiriannya untuk tidak keluar dari dalam kamarnya, Meskipun Ghani tidur di dalam di dalam rumahnya Ratna pun sudah tidak peduli lagi dan Ratna kemudian menutup semua korden jendelanya dan mengunci pintunya rapat-rapat ia tak mau sampai mamanya terus mengetuk dan memaksanya untuk membuka pintunya agar dia mau keluar untuk menemui Ghani.
Beberapa jam kemudian tepatnya sudah pukul 11 malam Ratna beranggapan jika Ghani sudah pulang dan tidak serius dengan ucapannya, Ratna perlahan membuka pintunya bermaksud untuk mengambil air minum dan segera kembali ke dalam kamarnya. Namun apa yang ia lihat saat ini, Ghani kini sedang berada di meja makannya dan sedang tertidur karena menunggu dirinya, ada rasa sedih di dalam hati Ratna melihat Ghani yang berjuang demi dirinya, dan itu mampu membuat hati Ratna luluh karena melihat perjuangan Ghani terhadap nya.
Ratna kemudian mendekat kearah Ghani, ia mengelus rambut orang yang sedang tertidur itu dengan penuh kasih sayang, tapi jujur ia sangat marah kepada Ghani, dan Ia juga sangat sedih jika mengingat Apa yang dilakukan Ghani tadi kepadanya.
Ghani merasa ada yang mengusap rambutnya, perlahan ia mulai mengerjapkan matanya, dan yang pertama kali ia lihat adalah Ratna,
Ghani pun mengucek matanya, apakah ia sedang bermimpi atau tidak,Tapi saat ini yang ia lihat Ratna sedang berada disampingnya dan menatap dirinya.
"Sayang, akhirnya kamu keluar juga, Aku senang banget", Ucap Ghani yang terlihat senang melihat Ratna mau menemui nya.
"Maafin aku ya, semuanya tidak seperti yang kamu bayangkan, aku dan Mesya tidak ada hubungan apa-apa, tolong kamu kembali sama aku, menikah lah dengan ku sayang", Ucap Ghani yang membuat Ratna akhirnya menangis kembali.
Ratna tidak menyangka jika Ghani akan berucap seperti ini.
"Aku serius sama kamu aku tidak pernah main-main dengan ucapan Aku, aku cinta sama kamu ,aku sayang sama kamu, Aku ingin kita menikah, Aku ingin kamu menjadi istriku", ucap Ghani, Ratna ini kini sudah berubah posisi duduknya duduk dihadapan Ghani Dan mereka kini saling berpandangan kembali.
Ratna menepis tangan Ghani, dia masih marah kepada Gani.
"Sudah lah mas, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, lebih baik kamu kejar Meisya, dia lebih cinta sama kamu dan kamu juga senang kan bisa ditemui dia setiap hari, sedangkan aku masih kuliah dan aku selalu sibuk, aku tidak bisa menemui kamu setiap hari.
Ratna kembali meneteskan air matanya di depan Ghani, dan itu membuat hati Ghani kembali terasa sakit saat melihat air mata Ratna jatuh karenanya.
"Tolong sayang, Aku benar-benar menyesal dan harus kamu tahu aku gak pernah cinta sama Meisya kita gak pernah ada hubungan apa-apa, kamu tahu Aku cinta cuma kamu, Aku sayang sama kamu, aku mohon kembali sama aku",Pinta Ghani kepada Ratna yang masih terus dengan keras kepalanya.
Ratna terlihat berpikir, sebenarnya ia juga tak mau berpisah dengan Ghani, tapi apa salahnya untuk ia bertanya kembali tentang kesungguhan Ghani kepadanya.
"Kamu tidak bohong kan mas??", tanya Ratna.
"Apa aku masih kurang dipercaya, kamu sudah lihat sendiri pertama kali aku minta kamu tuh jadi pacar pura-pura aku untuk membuat dia pergi jauh, aku gak pernah cinta sama dia, aku cinta sama kamu, kamu mau kan jadi istriku??", Tanya Ghani lagi yang sudah keberapa kalinya
Ratna kemudian tersenyum mendengar kata cinta dari Ghani,melihat Ghani yang juga melamarnya Ratna kemudian mengangguk, "Tapi ada syaratnya kamu harus janji kamu benar-benar harus menjauhi Meisya, jujur aku aku sakit hati melihat kamu Mas, aku marah sama kamu, Aku cemburu saat melihat kamu sama Mesya", ucap Ratna mengungkapkan isi hatinya
Ghani kemudian tersenyum senang, Ia lega akhirnya Ratna menerima lamarannya "Terima kasih sayang, tapi maaf aku gak...", ucap Ghani terjeda.
Ratna kembali bingung , maaf untuk apa lagi?? bukannya dia sudah memaafkan Ghani,
"Sudah mas, kamu jangan minta maaf terus, aku sudah benar-benar memaafkan mu", ucap Ratna.
Ghani kemudian tersenyum, "Bukan itu sayang, maafin aku jika malam ini aku tidak membawa cincin untukmu, tapi besok aku janji aku akan memberi cincin untuk kamu Dan nanti aku bicara sama orang tuaku dan akan melamarmu secara resmi" ucap Ghani kepada Ratna.
Ratna kemudian mengangguk dan tersenyum manis pada Gani,
"Akhirnya calon istri mas yang jelek ini bisa tersenyum lagi", Ucap Ghani yang kali ini ingin menggoda Ratna.
Ratna kemudian mendelikkan matanya, Kata kamu aku jelek mas??" tanya Ratna lagi, Bibir Ratna sudah mengerucut dan itu membuat Ghani semakin gemas kepada Ratna.
Ghani kemudian mengambil ponselnya, dan ia memberikan ponselnya kepada Ratna.
"Coba kamu lihat sendiri, kamu tuh jelek sayang, Ini lihat matanya sembab habis nangis", Ucap Ghani sambil tersenyum.
Ratna kemudian memukul lengan Ghani, tak menyangka jika Ghani akan jahil seperti ini kepadanya.
"Mas itu penasaran, kamu itu nangisin siapa sih??", Tanya Ghani lagi.
Ratna kepada mencubit lengan Ghani, "Mas awas kamu ya, Jangan pura-pura gak tahu lah,aku kayak gini kan gara-gara kamu",Ucap Ratna yang terus mencubiti lengan Ghani.
Ghani terkekeh kekeh mendengar ucapan Ratna.
"Iya sayang, maaf, kamu mau seperti apapun aku tetap cinta sama kamu, aku sayang sama kamu", ucap Ghani sambil mengusap lembut rambut Ratna.
"Ya udah kalau gitu Mas pamit pulang dulu ya, Gak baikkan kalau mas malam-malam masih disini", Akhirnya Ratna pun mengantarkan Ghani sampai ke depan rumahnya.
"Ya udah aku pulang dulu Assalamualaikum", Ucap Ghani dan kemudian segera masuk kedalam mobilnya, Ghani kemudian melambaikan tangannya kepada Ratna,
"Waalaikum salam Mas, hati-hati di jalan", Ucap Ratna dan terus masuk kedalam rumahnya,
Hari sudah semakin malam dan kini Ghani sudah pergi dari rumah Ratna Dan pulang menuju ke rumahnya dengan wajah yang sudah ceria kembali.
Ghani pulang ke rumahnya dengan wajah yang cukup ceria, Dia sangat bahagia sekali karena ia bisa melamar Ratna walaupun masih belum resmi, dan saat ini yang belum tidur dalam rumahnya yaitu adalah Ghina, Ghina masih berada di dalam dapur dan sekarang dia tengah mengambil air minum.
Sedari tadi Ghina berada di dalam kamarnya, dan dia sedang menonton drama Korea kesukaannya, Setelah beberapa lama, dia merasa haus dan kemudian dia mau pergi menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
__ADS_1
Setelah selesai membasahi tenggorokan nya, Ghina pun kemudian kembali menuju kamarnya, tapi sebelum ia kembali ia berpapasan dengan Ghani yang baru saja pulang.
"Kamu dari mana Kak, tumben baru pulang jam segini??", tanya Ghina kepada Ghani, wajah Ghani sudah berbeda dia sudah terlihat senang dan tidak lagi galau seperti tadi siang.
"Sepertinya lagi bahagia nih", Ucap Ghina kepada Ghani, Ghani pun menoleh kearah Ghina.
"Mau tau aja lo", Jawab Ghani,
Ghina tidak jadi kembali ke kamarnya, ia kemudian mengikuti Ghani dan ia sangat penasaran dengan apa yang dilakukan Ghani, kenapa ia bisa ceria saat ini.
"Cerita dong penasaran nih??", Ucap Ghina yang memohon agar Ghani menceritakan apa yang dialami dari tadi siang mengapa dia begitu kusut dan sekarang belum pulang disuruh ceria.
"Penasaran??, oke deh kalau gitu, ayo kita ke sana", tunjuk Ghani ke arah sofa ruang tengah, Ghani kemudian menyalakan tv dan Ghina duduk di sana sambil menemani Ghani.
Ghani kemudian menceritakan semua, dari awal hingga akhir dan tak ketinggalan satu apapun.
"Untung aja kamu nggak jadian sama Mesya, Aku enggak suka sama Dia, dia kan suka tebar-tebar persona, dan dia ganjen banget", Ucap Ghina mengingat bagaimana Mesya.
"Terus gimana sekarang hubungan kalian??", Tanya Ghina.
"Alhamdulillah, semuanya sudah baik-baik saja, aku hampir frustasi membujuk Ratna tadi, dan Alhamdulillah akhirnya Ratna kembali percaya sama aku", Jawab Ghani.
"Terus, rencana kalian gimana??", Tanya Ghina lagi.
"Aku ingin hubungan ku semakin serius sama Ratna, dan aku ingin melamarnya secara resmi", Jawab Ghani lagi.
Mata Ghina pun membulat, Ternyata Ghani sudah benar-benar serius dengan hubungan nya.
"Kamu serius mau ngelamar Ratna??", tanya Ghina.
"Iya, aku serius sama dia aku udah ngelamar dia tadi, meskipun nggak pakai cincin sih, yang penting aku udah mengikat dia", Ucap Ghani tersenyum saat mengingat dirinya yang sudah melamar Ratna.
"Ghin, aku mau tanya sesuatu, tapi jawab yang jujur", Ghina pun mengangguk dan menunggu pertanyaan seperti apa yang akan ditanyakan oleh Ghani.
Jika aku nikah duluan, kamu gak apa-apa kan??", Tanya Ghani, Ghani takut jika Ghina akan marah, Ghani berpikiran jika ia dan Ghina itu seumuran, jadi Ghani takut jika Ghina beranggapan jika ia didahului oleh saudara kembarnya.
"Kamu tenang aja kak, aku gak apa-apa", Jawab Ghina sambil tersenyum.
"Tapi beneran kan, kami gak terpaksa kan jawabnya??", Tanya Ghani memastikan.
"Iya nggak papa lagi pula aku juga belum mau nikah, Mas Zian juga masih mengejar karirnya, kita sama-sama mengejar karir dan kalau kita sudah sama-sama siap pasti kita akan nikah", ucap Ghina yakin.
"Iya, selamat ya, tapi kapan nih acara Lamarannya, aku jadi nggak sabar nih punya kakak lagi, apalagi seperti Ratna, dia tuh baik, aku tahu itu, dan dia sopan ", Ucap Ghina.
"Ya udah kalau gitu Aku istirahat dulu ya, selamat berbahagia kakakku sayang", Ucap Ghina yang kemudian pergi meninggalkan Ghani seorang diri di depan TV.
Setelah Ghina pergi dari ruang tv, Ghani juga terlihat mematikan TV, ia kemudian masuk ke dalam kamarnya, lalu Ghani segera masuk ke kamar mandi dan kemudian segera mengganti pakaiannya dan bersiap untuk tidur, berhubung besok ia tidak terlalu sibuk dan jadwalnya tidak terlalu padat jadi Ghani besok bisa menjemput Ratna terlebih dahulu dan juga mengantar Ratna menuju ke kampusnya.
Ghani kini mulai mengantuk dan jujur dia sudah lega karena semua masalahnya sudah beres dan tinggal membereskan Mesya yang terus saja mengganggu hidupnya dan dia akan mendatangi Mesya dengan Ratna dan meminta dia untuk tidak mengganggu hubungan mereka lagi.
Ghani sudah terbawa ke alam mimpinya dan dia tidur nyenyak sekali sampai pagi pun menjelang.
Gani bangun dalam keadaan fit dan bersiap untuk segera menjemput sang pujaan hati, hari ini Ghani akan membawa Ratna untuk pergi menuju ke toko perhiasan terlebih dahulu dan benar-benar ingin memberikan cincin kepada Ratna untuk tanda dia sudah mengikat Ratna dan tidak boleh pergi kemana-mana selain bersama dengannya.
Aturan tersebut juga Berlaku untuk Rio, Rio pun sudah tidak boleh dekat dengan Ratna meskipun Rio itu adalah sahabat Ratna, Ghani tidak suka itu, dan ini salah satu trik dari Gani untuk menjauhkan Rio dari calon istrinya.
Ghani turun dari kamarnya dan menampilkan senyum khasnya dan dapat dilihat oleh Mommy nya, Alisa juga terlihat bingung kenapa bisa putranya itu sudah bisa tersenyum, padahal kemarin putranya itu terlihat sangat kesal, Dia sedih dan dia sedang patah hati.
"Selamat pagi Mom", Ucap Ghani sambil mencium pipi Mommy nya. "Selamat pagi juga Sayang, udah ceria lagi??", tanya Alisa kepada Ghani.
"Iya dong mom, ada yang mau Ghani bicarakan sama Mommy dan daddy", ucap Ghani kepada Mommy nya.
"Apa itu??", tanya Alisa penasaran, dan tak lama setelah itu Fandi pun juga turun dan menghampiri istri dan anaknya tersebut.
"Ada apa nih, Kenapa Daddy kayaknya ketinggalan zaman gini ya", ucap Fandi,
"Kebetulan juga ada Daddy, Ghani ingin membicarakan sesuatu kepada Daddy dan Mommy ", ucap Ghani kepada kedua orang tuanya.
Fandi pun duduk dan Alisa terlebih dahulu pergi ke dapur untuk mengambil dua cangkir kopi kesukaan kedua laki-lakinya itu.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu Bicarakan pada Daddy dan Mommy??", tanya Fandi kepada Ghani.
Mom, Dad, Sebenarnya tadi malam Ghani sudah melamar Ratna" ucap Ghani kepada Daddy dan Mommy nya.
Alisa dan Fandi pun saling berpandangan, tak menyangka jika putra ya ini satu langkah lebih maju daripada dirinya.
Kedua orang tua itu pun tersenyum ternyata putranya itu sudah dewasa dan Sudah berani melamar anak orang.
__ADS_1
Terus maksud kamu ngomong sama Daddy dan Mommy apa ??", tanya Fandi lagi yang ingin tahu sejauh mana anaknya itu serius dengan pembicaraan ini.
"Ya Ghani mau Daddy sama Mommy ngelamar Ratna buat aku", Ucap Ghani mantap.
Fandi kemudian menepuk bahu putranya, "Sudah besar ya, sudah mau menikah, Baiklah Daddy sama Mommy mau melamar kan Ratna buat kamu", ucap Daddy nya dan itu membuat Ghani tersenyum lebar.
"Terima kasih ya Dad, Mom Aku sayang sama Daddy dan Mommy", ucap Ghani kepada kedua orang tuanya, tak lama setelah itu semuanya pun sudah berkumpul termasuk kakaknya Rafa dan Disya, Rafa dan Disya juga sudah mengutarakan jika minggu depan mereka akan pergi ke Bali jadi Fandi harus mengatur ulang rencana untuk melamar Ratna.
"Jadi pagi ini Daddy mau bicara sama kalian semua", Ucap Fandi kepada semua putra dan Putrinya yang sudah duduk di meja makan bersama dengan dirinya. semuanya pun saling berpandang penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh dirinya.
"Nanti malam kalian semua harus ikut Daddy sama Mommy, kita mau melamar Ratna untuk untuk Ghani", ucap Fandi, Rafa dan Disya saling berpandangan, Mereka pun akhirnya tersenyum, apa yang dikatakan Ghani katakan tempo haru benar, dan Ghani benar-benar ingin melamar kekasihnya. Dan Ghina pun juga terlihat tersenyum ternyata kakaknya tidak main-main dan benar-benar mengutarakan niatnya kepada Daddy dan Mommy nya.
Tapi semua mata kini terjadi pada Ghina, Mereka takut jika Ghina akan marah jika Ghani akan menikah duluan.
"Ghin??, Kamu nggak apa-apa kan kalau Ghanimenikah dulu??", Tanya Alisa kepada putrinya.
"Ya nggak apa-apa lah Mom, aku sih santai aja lagi pula aku sama Mas zian masih ingin mengejar karir dan kita masih ingin mencari uang sebaik-baiknya buat hidup kita, buat masa depan kita", Ucap Ghina.
"Ya sudah kalau gitu jadi Semuanya Sudah jelas, nanti malam kita sama-sama pergi ke rumah Ratna". ucap Fandi dan kemudian semuanya pun mengangguk.
Ghani kemudianberpamitan kepada semuanya dan dia berangkat terlebih dahulu, rencananya ia langsung pergi ke rumah Ratna dan ingin menjemput Ratna dan mengantarkan Ratna ke kampusnya. ia tidak mau jika Ratna sampai dijemput oleh Rio itu dan Ghani tidak mau itu, kemudian Ghani memasuki mobilnya dan segera pergi meninggalkan rumahnya.
Di perjalanan Ghani mendapat telepon dari Ratna dan Gani pun seketika tersenyum
"Halo, assalamualaikum", Ucap ghani dan langsung dijawab oleh Ratna.
"Waalaikumsalam Mas, kamu beneran mau mau jemput aku??", tanya Ratna.
"Iya sayang ini aku udah di jalan bentar lagi sampai, Tunggu aku",Titah Ghani yang kemudian di iya kan oleh Ratna.
"Iya Mas Aku tunggu kamu hati-hati Dijalan", Ucap Ratna dan kemudian menutup teleponnya kembali.
Ghani sudah tiba di depan rumah Ratna dan Ratna yang sudah mengetahui suara mobil Ghani pun langsung saja membuka pintu rumahnya.
Ratna pun tersenyum saat melihat Ghani keluar dari mobilnya, Senyum mereka sama-sama terpancar setelah masalah yang mereka hadapi kemarin sudah selesai.
"Sudah siap sayang??", Tanya Ghani saat melihat Ratna keluar dari rumahnya
"Iya Mas, mau berangkat sekarang??", tanya Ratna.
"Booleh aku pamit sama mama kamu dulu??", Tanya Ghani kepada Ratna.
"Mama udah berangkat Mas pagi-pagi tadi", Jawab Ratna.
"Ya udah kalau gitu, gagal deh pamitan sama calon mertua", ucap Ghani dan membuat Ratna tersenyum.
"Oh iya aku lupa nanti malam keluarga aku mau datang ke sini Jadi kamu siap-siap ya", Ujar Ghani memberitahu.
Ratna pun tercengang, secepat itukah Gani benar-benar melamar dirinya secara resmi dan ia pun masih tidak percaya.
"Iya Mas aku nanti telepon mama ya dan bilang kalau kalau Keluarga Mas mau ke sini", ucap Ratna lagi, dan Kemudian mereka berdua segera memasuki mobil dan segera pergi dari rumah Ratna.
Perjalanan mereka cukup santai dan pertama kalinya Ghani harus mengantar Ratna ke ke kampusnya dan kemudian Ghani akan pergi ke rumah sakit, dan setelah itu kembali menjemput Ratna.
Mobil Ghani berhenti tepat di depan kampus Ratna, dan Ratna pun segera keluar dari dalam mobil Ghani, terlihat Rio juga juga baru saja datang dan kini melihat Ratna yang sedang bersama dengan Ghani.
Rio terus menatap kedua pasangan itu, hatinya terasa sakit, seharusnya ialah yang saat ini sedang menjemput Ratna. mungkin jika Rio mengutarakan perasaannya terlebih dahulu, Ratna pasti nya akan menjadi miliknya saat ini.
Tapi Rio saat ini sudah belajar ikhlas, Lagi pula Ghani sudah mapan dan dia juga sangat mencintai Ratna, pastinya Ghani bisa membahagiakan Ratna.
Ratna melambaikan tangannya kepada Ghani saat Ghani pergi meninggalkan pelataran kampus itu. Setelah Ghani pergi Ratna pun juga masuk ke dalam kampus dan berpapasan dengan Rio, Rio pun tersenyum kepada Ratna Dan mereka berdua berjalan bersama memasuki gedung kampus.
Wajah Ratna terlihat sangat bahagia sekali, dan Rio dapat merasakan itu, "Tumben wajah lo ceria banget, ada apa sih cerita dong sama gue", Ucap Rio, dan lagi-lagi Ratna pun tersenyum, Ratna sudah Tak sabar menunggu malam tiba saat ia akan resmi menjadi tunangan seorang dokter Ghani.
"Iya gue lagi bahagia banget nanti malam gue dilamar sama Mas Gahni", ucap Ratna mata Rio pun mendelik tak sangka Ratna akan dilamar secepat ini oleh Gani.
"Oh selamat ya, gue ikut seneng", ucap Rio yang sebenarnya Dia sangat sedih mendengar berita itu dari Ratna.
"Iya makasih, Lo memang sahabat terbaik gue", ucap Ratna dan kemudian mereka terus berjalan sampai menuju ke kelas mereka
Di rumah sakit Ghani sudah menginstruksikan kepada asistennya untuk tidak memperbolehkan Meisya masuk ke dalam ruangannya ada ataupun tidak ada dirinya ,Ghani benar-benar sudah muak kepada Masya dan gara-gara Meisya Dirinya dan Ratna putus secara tiba-tiba, dan alhamdulillah Ghani bisa membuat Ratna yakin jika dirinya tidak ada hubungan dengan Mesya.
Asisten nya pun mengangguk mengerti.
"Oke, terima kasih kalau begitu Kamu boleh keluar dan kembali kemeja kamu", ucap Ghani kepada asistennya.
"Baik dok, kalau begitu saya kembali dulu", Pamit suster tersebut dan kemudian kembali ke tempat duduk nya.
__ADS_1
Benar saja hari ini mesya mencoba untuk menemui Ghani dan dengan kekuatan seorang asisten, akhirnya Mesya pun menyerah dan kembali pulang dengan rasa kesal.