Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Nisa sakit


__ADS_3

"Nis kamu istirahat aja di sofa diruangan aku", Ujar Alisa sambil menggandeng tangan Nisa, Nisa pun menurut, kepalanya terasa pusing dan dia menjadi lemas sekali.


" Aku ambilin minum dulu, kamu tunggu disini", Dengan telatennya Alisa merawat Nisa yang seperti adiknya sendiri.


" Makasih ya mbak ", Jawab Nisa terharu.


Betapa tidak, Alisa adalah bosnya disini dan dia juga merupakan putri konglomerat kaya yang perusahaan nya sudah ada dimana-mana, tapi ia sangat baik memperlakukan Nisa yang hanya sekertaris nya tersebut.


Alisa kemudian keluar dan menuju pantry kantornya, ia sudah bingung sehingga ia sendiri yang kini mendatangi pantry tersebut.


" Ada yang bisa saya bantu Bu ", Para OB yang ada diruangan tersebut menjadi sangat kaget karena kedatangan Bos besarnya tersebut.


" Saya mau bikin teh hangat ", Alisa kemudian masuk kedapur kantor dan menyalakan kompor yang ada disana, sontak saja membuat para OB pun kaget, kenapa seorang Bos besar seperti Alisa mau menyiapkan teh di pantry ini.


" Biar saya saja Bu ", Tawar salah satu OB, Alisa pun kemudian mundur dan duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.


Beberapa saat kemudian Satu gelas besar teh sudah siap dan Alisa pun kemudian mengambil gelas lagi dan mengisinya dengan air putih.


" Biar saya yang bawa Bu ", Ujar OB yang masih berada bersama dengan Alisa.


" Tidak usah, biar saya sendiri, kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu ", Alisa pun pergi membuat semua pegawainya menatap nya dengan kagum.


" Bu Alisa baik ya, Dia mau buat teh nya sendiri dan gak gengsi sama sekali ", Ujar salah satu OB.


" Iya, aku sangat bersyukur banget punya Bos kayak Bu Alisa ", Para OB pun mulai membicarakan kebaikan Alisa kepada mereka.


Tak lama Alisa kemudian membuka kembali pintu ruangannya dan melihat Nisa yang masih memejamkan matanya.


" Ayo nis diminum dulu teh nya biar badan kamu enakkan ", Alisa pun menaruh teh tersebut di meja dan Nisa pun segera bangun dari tidurnya.


" Makasih ya mbak, mbak baik banget sama aku ", Ujar Nisa.


Nisa kemudian segera meminum teh hangat yang di berikan oleh Alisa.


Alisa kemudian segera mengambil kotak P3K yang ada diruangannya dan mengeluarkan minyak kayu putih untuk Nisa.


" Kamu oles-oles aja dulu di perut kamu Nis, biar gak mual lagi ".


Nisa kemudian mengambil dan membuka tutup minyak kayu putih tersebut.

__ADS_1


Bau minyak kayu putih tersebut membuat Nisa kembali mual dan berlari ke kamar mandi lagi.


" Ya Allah Nis, kamu kenapa lagi ??", Alisa pun mengikuti Nisa lagi, ia pijat tengkuk leher Nisa agar Nisa kembali bisa mengeluarkan semua isi perutnya.


Bukan makanan yang di keluar kan dari perut Nisa, hanya cairan warna kuning karena semua sarapan Nisa sudah ia muntahkan tadi pagi.


Nisa kembali mengelap mulutnya dan kembali ke sofa.


" Aku kok lemes banget ya mbak, dan aku hari ini kalau nyium bau yang tajam-tajam langsung mual ", Nisa pun mengutarakan apa yang ia rasakan sedari tadi.


Alisa kemudian berpikir, dan tak lama kemudian Alisa pun tersenyum.


" Nis jangan-jangan kamu hamil ", Ujar Alisa kepada Nisa.


Sontak saja membuat Nisa kaget dan tak percaya, sudah lama ia menantikan kehamilannya dan mungkinkah benar ia hamil ??


Nisa pun semakin tak sabar untuk mengetahui nya.


" Mbak yakin ??", Nisa pun kembali bertanya dan memastikan.


" Iya, Kamu coba periksa aja, Kalau nggak kamu tes aja pakai alat tes kehamilan "Ujar Alisa.


" Mau aku pesankan makanan Nis ??", Alisa kembali bertanya.


" Nggak usah mbak, lidah ku udah pahit, gak selera makan ", Ujar Nisa kepada Alisa.


Nisa pun sudah tak selera makan lagi, ia kini berniat untuk istirahat saja.


" Kamu istirahat saja Nis, biar aku yang telfon Denis ", Nisa pun mengangguk dan memejamkan matanya.


Kepalanya sedikit pusing dan dia ingin segera merebahkan tubuhnya.


Alisa kemudian berjalan dan duduk di mejanya, ia kemudian mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Denis, Sudah berulang kali ia mencoba menghubungi Denis tapi ponselnya kini sedang berada di luar jangkauan.


Alisa pun mengakhirinya dan kemudian menghubungi Suaminya, Alisa pun tersenyum lega karena ponsel Suaminya ternyata bisa di hubungi dan tak lama kemudian Fandi sudah mengangkat telfonnya.


" Halo mas, Assalamualaikum " Ucap Alisa dengan nada orang yang sangat senang.


" Waalaikum salam sayang, ada apa ??, seperti nya kamu terdengar sangat senang sekali ", Tanya Fandi kepada istrinya.

__ADS_1


Betapa tidak senang, Alisa sangat bahagia sekali ketika mengetahui Nisa sedang hamil, Karena Nisa sudah menantikan nya sudah lama sekali.


" Denis kemana mas ??", Alisa pun langsung saja menanyakan keberadaan Denis dan bukan Fandi.


" Denis ???, Kamu mau apa kok nyari Denis ??", Denis pun menggerutu tak jelas dalam telfonnya.


" Mas, tolong kali ini jangan mulai deh,ini penting banget ", Masih sempat-sempatnya Fandi cemburu kepada Denis membuat Alisa menggeleng kan kepalanya.


" Cepat mas berikan ponselmu ke Denis, aku mau bicara penting ", Perintah Alisa kepada suaminya.


Fandi pun cemberut, tapi sayangnya Alisa tidak bisa melihat bibir Suaminya yang sudah manyun sejak tadi.


" Ngomong aja sama mas sayang, nanti mas sampaikan ",


" Mas ini tuh masalah istrinya ", Ujar Alisa yang sudah mulai kesal dengan suaminya.


" Iya, iya sayang aku kasih ke Denis, kamu jangan marah dong, nanti cantiknya ilang ", Sempat-sempatnya Fandi menggombal ke istrinya membuat Alisa memutarkan bola matanya dan membuang nafasnya secara kasar.


Fandi pun segera keluar dan memberikan ponselnya ke Denis.


" Ada telfon buat kamu ", Ujar Fandi dengan singkat.


Denis seketika mendongakkan kepalanya,


" Dari siapa bos ??", Tanya Denis, pasalnya kenapa ada yang mencari nya tetapi menghubunginya lewat ponsel bosnya, Kenapa tidak di ponselnya??, Denis pun masih bertanya-tanya.


" Dari istriku ", Jawab Fandi singkat dan Denis langsung mengambil ponsel bosnya dengan segera, Denis yakin pasti ada sesuatu yang terjadi kepada istrinya sekarang.


" Halo Bu bos, ada apa ???", nada suara Denis pun terlihat cemas.


" Den, Nisa dari tadi muntah-muntah terus, aku rasa dia hamil, kamu coba cek ke dokter kasihan sudah lemas dari tadi ".


Denis pun terlihat bahagia, tetapi ia juga khawatir dengan keadaan istrinya yang sedang lemah.


" Iya Bu bos, aku akan kesana ", Ujar Denis yang langsung memberikan ponselnya kepada Fandi.


" Terimakasih bos, tapi aku harus pergi bos,istriku membutuhkanku ", Ujar Denis yang sudah akan pergi dari kantor.


Fandi kemudian menghentikan sejenak langkah Denis, " Tunggu Den, aku ikut kamu ", Denis dan Fandi pun langsung berangkat menuju ke kantor istrinya, dan Fandi pun mengikuti mobil Denis dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2