
Tepat pukul 01.00 pak Ardi datang dan dijemput oleh mang Dirman, pak Ardi yang baru saja turun langsung saja menatap mobil yang tak asing baginya, mobil Fandi menantunya kini terparkir di garasi rumahnya, pak Ardi pun tersenyum Fandi dan Alisa malam ini menginap dirumahnya, rumahnya terasa ramai jika Fandi dan Alisa berada di sini, Dan sebenarnya pak Ardi menginginkan mereka berdua beserta Rafa juga tinggal bersama dengannya.
Pak Ardi masuk kedalam rumahnya dengan membawa kunci yang selalu ia bawa, ia tutup kembali dan segera melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, pak Ardi segera masuk dan segera membersihkan badannya, rasanya badannya sudah lengket karena perjalanannya dari Kalimantan menuju ke Jakarta, sebenarnya pak Ardi sudah difasilitasi hotel oleh perusahaan yang mengundang dirinya hari ini, tapi tak tau mengapa pak Ardi menolaknya dan memilih untuk pulang kerumahnya, ternyata ini jawabnya, dirumahnya kini Fandi, Alisa, dan cucunya Rafa sedang menginap disini tanpa sepengetahuan dirinya.
Keesokan harinya, tepatnya saat adzan shubuh dikumandangkan Alisa terbangun begitu juga Fandi, mereka berdua kemudian segera pergi ke kamar mandi dan segera menunaikan ibadah sholat shubuh secara berjamaah.
Selepas itu, seperti biasanya Alisa akan pergi kedapur untuk membantu bibi yang sedang memasak, itu rutinitas Alisa setiap pagi, Fandi pun tidak melarang karena ia sudah terbiasa memakan masakan istrinya setiap pagi.
Fandi pun masih berada di kamarnya, menunggu Rafa yang sedang tidur, jika ditinggal keluar takutnya Rafa akan menangis jika tidak menemukan satu orang pun yang sedang bersama dengan dirinya.
Didalam dapur, Alisa kini tengah berkutat dengan masakannya, ia pagi ini membuat nasi goreng spesial, Bibi yang ada di sana pun hanya membantu sekenanya saja.
Setelah sarapan matang kini giliran Alisa membuat kopi, teh dan susu untuk kakeknya, Rafa pun tak tertinggal Alisa sudah menyiapkan susu khusus untuk putranya tersebut.
Didalam kamar, Fandi masih sibuk dengan ponselnya sambil menunggu putranya bangun, tak lama setelah itu Rafa sudah menggeliat, matanya pun tiba-tiba terbuka dan yang ia jumpai pertama kali adalah Daddy nya yang sedang duduk di sampingnya, Rafa segera duduk, dan seketika Fandi pun menoleh dan melihat putra nya yang sudah duduk sambil tersenyum kepadanya.
"Daddy", Rafa pun memanggil Fandi dan Fandi pun meraih anak nya itu dan mendudukkan di pangkuan nya.
"Kenapa, Rafa mau susu??", Tanya Fandi, biasanya anak itu setelah bangun tidur ia langsung meminum susunya.
Rafa pun mengangguk, dan Fandi pun kemudian berdiri dan menggendong putranya tersebut.
"Kita kebawah ya, kita lihat Mommy mu dulu", ujar Fandi.
Rafa pun tersenyum didalam gendongan Daddy nya, mereka pun turun dan segera menuju ke tempat Alisa.
__ADS_1
"Mommy", Ucap Rafa saat sudah datang di dalam dapur, Alisa pun mendongak, ia tersenyum dan segera menuju ke arah putranya.
"Mommy, Afa mau susu", Rafa pun berbicara tapi belum begitu lancar.
"Rafa mau susu sayang, sebentar ya mommy ambilkan, dan kamu mau kopi mas??", tanya Alisa kepada Fandi.
Fandi pun mengangguk, dan Fandi pun duduk di kursi yang ada di meja makan.
Tak lama kemudian pak Ardi pun datang, ia tersenyum melihat Putri dan menantunya, pak Ardi tambah tersenyum lagi ketika melihat cucunya yang sedang meminum susu.
Fandi dan Alisa pun kaget melihat kedatangan papanya, yang Fandi dan Alisa tahu papa nya sedang berada diluar kota, dan sejak kapan papanya itu sudah datang, Alisa pun tak tahu.
"Papa," Alisa pun menghampiri papanya, Alisa dan Fandi pun segera mencium punggung tangannya.
"Papa kapan datang??", Tanya Alisa, pak Ardi kemudian memeluk putri nya dan mencium pucuk kepalanya
Pak Ardi pun kemudian duduk bersama dengan menantunya Fandi dan mengambil alih Rafa di pangkuannya.
Alisa masih sibuk dengan urusan sarapan paginya, ia sedang menata semua masakan di atas meja yang ada di hadapan para lelaki tersebut.
Tak lama kemudian kakek Bagas pun juga sudah datang, mereka kini sudah berkumpul dan mereka segera melakukan sarapan bersama-sama.
Hari ini Fandi, Alisa, Rafa, pak Ardi dan kakek Bagas akan menghabiskan waktu dirumah ini, hari libur seperti ini akan mereka buat sebagai acara kumpul keluarga yang jarang mereka lakukan.
Rafa sedang bermain mobil-mobilan nya, baru saja ia mendapatkan nya dari kakeknya tentunya, pak Ardi ternyata sudah menyimpan berbagai macam mainan ,hanya saja pak Ardi akan menyerahkan kepada Rafa jika Rafa benar-benar sudah bisa memainkannya.
__ADS_1
Rafa terlihat senang sekali, pak Ardi pun ikut turun dan bermain bersama cucunya, hal yang tiba ia lakukan setiap hari, tapi pak Ardi sangat bahagia bisa bermain bersama dengan cucunya.
Alisa sedang memperhatikan layar televisi, begitu juga dengan Fandi, kakek Bagas kini juga sedang memperhatikan Rafa sedari tadi membuat kakek Bagas beberapa kali tertawa karena ulah cicitnya Tersebut.
"Sayang, bagaimana kandungan mu, sehat??", tanya Papa nya.
"Alhamdulillah Pah, mereka sehat", jawab Alisa.
"Mereka??, maksudnya sayang??", Tanya papa nya belum mengerti.
"Iya Pah mereka, bayi aku kembar pah, Alhamdulillah", ujar Alisa.
Pak Ardi yang mendengar nya pun langsung saja mengucap syukur, begitu juga dengan kakek nya.
"Ardi keluarga kita akan bertambah dua lagi, papa sangat bahagia", Ucap kakek Bagas.
"Iya Pah", Jawab pak Ardi yang masih terlihat senang mendengar berita dari putrinya.
"Kamu harus jaga kondisi kamu sayang, Dan bagaimana kalau sementara ini kamu cuti dulu sayang, papa tidak apa-apa jika kembali mengurus dua perusahaan lagi", Ucap pak Ardi.
"Pah, Alisa tidak apa-apa, Alisa bisa kok mengurus nya, Alisa nggak mau papa terlalu capek karena mengurus dua perusahaan, Papa tidak perlu khawatir, ada mas Fandi, mas Fandi selaku membantu ku pah, jadi aku tidak terlalu capek, lagi pula sekertaris aku juga cekatan jadi aku bisa mempercayainya", jawab Alisa.
"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan mu, tapi ingat selalu jaga kondisi mu, jangan sampai terlalu lelah sayang, papa gak mau terjadi sesuatu dengan mu dan cucu Papa",
"Iya Pah, Alisa janji akan selalu menjaga kondisi Alisa, iya kan mas??", Mata Alisa kini beralih ke Suaminya yang juga tengah menatap dirinya.
__ADS_1
"Iya Pah, papa tenang saja, Alisa akan Fandi jaga sekuat dan semampu Fandi", Jawab Fandi.
Hari ini adalah hari yang begitu cepat untuk Fandi dan Alisa, tak terasa hari pun sudah semakin sore, dan Alisa berencana akan pulang ke rumahnya malam ini dan bersiap untuk bekerja besok, Alisa sudah menanti hari esok, ia ingin sekali bertemu dengan Shinta dan membicarakan masalah Melly dengan Anton