Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
153


__ADS_3

Fandi mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat sehingga membuat para pengendara lain mengumpat karena ulahnya saat ini, Fandi terus menyusuri jalan menuju rumahnya karena ia yakin Alisa pasti akan pulang.


Fandi segera masuk kedalam pekarangan rumah nya dan melihat pak Udin yang berjalan menghampiri dirinya.


" Selamat siang Den, tumben pulang cepat ", Ujar pak Udin kepada majikannya tersebut.


" Alisa sudah pulang Pak ??", Tanya Fandi kepada pak Udin yang membuat pak Udin mengerutkan keningnya.


" Nyonya Belum pulang Den, Bukannya biasanya Nyonya pulang bersama Den Fandi ??", Tanya Pak Udin.


" Iya Pak, tadi Alisa ada urusan penting dan dia pergi membawa Rafa ", Ujar Fandi berbohong agar Pak Udin tak mengetahui jika Alisa sedang marah kepadanya.


Fandi mulai berpikir kemana istrinya pergi membawa Rafa," Rumah Papa Ardi, Pasti Alisa kesana ", Gumam Fandi dalam hatinya.


" Tapi bagaimana jika Papa Ardi mengetahui semua ini, pastinya aku yang akan di salahkan karena membiarkan Tania masuk kedalam rumah ini ", Gumamnya lagi.


" Boleh saya tanya Pak ??",


" Iya Den, Tanya apa ??",


" Apa Heni tadi pagi datang kesini ??", Tanya Fandi kepada pak Udin.


" Iya Pak, tadi mbak Heni datang, dan kemudian pulang setelah Bu Jum bilang kalau Den Rafa ikut Den Fandi dan Nyonya ke kantor ", Ujar Pak Udin.


" Baik pak kalau begitu, saya masuk dulu ", Ujar Fandi.


Pak Udin seperti babeh melihat Fandi saat ini, tak biasanya Fandi bertanya soal baby sitter Rafa,


" Sudah lah, gak baik su'udzon sana majikan sendiri ", Gumam Pak Udin dan kemudian kembali menuju pos jaganya.


🌸🌸🌸


Ditempat lain, Alisa kini tengah berada di dalam kamarnya bersama Rafa yang sedang bermain di atas ranjangnya, bayi itu tengkurap sambil memainkan mainan yang Alisa selalu bawa di tasnya jika Rafa ikut pergi bersamanya.


" Daddy pasti lagi nyari kita nak ", Ujar Alisa melihat Rafa yang sedang sibuk dengan mainannya.


Alisa kemudian mengambil ponsel yang ada didalam tasnya dan melihat apa ada panggilan masuk atau chat dari suaminya, tapi apa yang Alisa dapat, tak satupun panggilan dan chat yang masuk di layar ponselnya saat ini.

__ADS_1


Alisa pun mendengus kesal, ia semakin marah kepada Fandi karena Fandi tak menghubunginya sama sekali.


Kemudian Alisa mempunyai suatu rencana agar Fandi semakin bingung mencari dirinya dan Rafa, segera ia mengemasi barangnya yang ia bawa dari kantor tadi dan segera bersiap-siap untuk pergi dari rumahnya.


Alisa turun dengan menggendong Rafa dan dengan tas yang ada di tangannya,


" Bi saya pergi dulu ya, kalau mas Fandi datang bilang aja udah pergi dari tadi ", Ujar Alisa.


" Iya Non ", Jawab Bi Minah yang kini sedang berada di dapur.


Alisa pun menaiki taxi kembali dan kini taxi itu pun berjalan menuju ke arah tempat ia dan Fandi dulu.


🌼🌼🌼


Didalam rumahnya, Fandi kini sedang membersihkan badannya agar pikirannya Kemabli jernih, ia tak mau menjemput istrinya dalam keadaan kusut seperti habis lari maraton, memang selepas Fandi menuruni tangga darurat dari lantai 10 sampai lantai dasar, penampilan Fandi sangat kacau sekali, kemeja yang sudah tak Beraturan lagi, apalagi dasi yang ia kenakan sudah ia lepas saat ia sedang kegerahan tadi.


Kini ia membuka lemari pakaiannya dan mengambil kaos dan celana jeans pendek agar bisa terlihat lebih santai


Kemudian ia mengoleskan sedikit Pomade di rambut nya menambah kesan segar.


Segera ia meraih dompet dan kunci mobilnya untuk segera menjemput istrinya dirumah Papa mertuanya.


Fandi mengakui jika dirinya salah telah mengulur waktu untuk menjelaskan siapa Heni kepada istrinya.


" Sayang, tunggu mas datang ", Ujar Fandi tersenyum sambil menginjak gas mobilnya.


🌸🌸🌸


Alisa kini sudah sampai ditempat pertama kali ia bersama Fandi, memulai hidup bersama dengan dirinya, ia berjalan di loby apartemen dan kemudian masuk kedalam lift.


Alisa masih terus membawa card yang di berikan oleh Fandi kepadanya jika dulu ia tak meninggalkan Alisa didalam apartemen sendiri.


Setelah pintu lift terbuka, Alisa segera menuju ke apartemen Fandi yang sudah hampir satu tahun ini tak ia kunjungi.


Alisa kemudian membuka pintu tersebut dan melihat seisi ruangan tersebut,


" Masih seperti dulu ", Gumam Alisa dalam hatinya.

__ADS_1


Tempatnya pun juga masih bersih, Fandi dan Alisa sengaja menyuruh orang agar membersihkan apartemen nya satu Minggu sekali agar disaat ia datang, tak perlu lagi membersihkannya.


Alisa Kemudian berjalan menuju ke kamar yang dulu ia tempati bersama Fandi, banyak kenangan di kamar ini mulai dari sebelum menikah Samapi sesudah menikah dan akhirnya Samapi Alisa hamil.


Alisa masih mengingat jelas saat dirinya merawat Fandi saat mereka belum menikah, ada seulas senyum yang Alisa tunjukkan di bibirnya mengingat itu semua.


Terlihat beberapa foto dirinya dan Fandi yang ada didalam kamar ini, mulai dari foto pertunangan mereka, foto ketika dirinya dan Fandi berada di pantai Samapi foto pernikahan mereka yang di pasang di dinding kamar ini.


" Rafa kita disini dulu ya nak, sampai Daddy jemput kita, Mommy ingin lihat Daddy kamu berhasil atau nggak nyari kita berdua ", Ujar Alisa kepada Rafa.


Alisa segera melepas jilbabnya Kembali dan melihat di dalam lemari tersebut apakah masih ada baju untuk ia pakai,


dibukalah pintu lemari tersebut dan terlihat masih ada beberapa baju dirinya dan juga Fandi yang masih ada disitu.


Alisa saat ini merasakan perutnya sangat lapar, kemudian ia mengambil ponselnya dan mulai mencari makanan secara online, setelah sudah memesan ia letakkan kembali ponselnya dan segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang tersebut.


Jam sudah menunjukkan pukul dua siang, Rafa sudah mulai merengek minta ASI, segera Alisa merebahkan Rafa dan menyus*uinya di atas tempat tidur sambil berbaring, tak lama kemudian Rafa pun sudah tertidur kembali dan Alisa langsung bangkit dari tempat tidurnya


Sebelum makanan yang ia pesan datang Alisa segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya agar kembali segar.


🌼🌼🌼


Fandi saat ini sudah sampai di depan rumah mertua nya, ia akan siap jika istrinya Kembali marah terhadapnya saat ini,


Fandi kemudian membuka pintu mobil dan segera keluar dari dalam mobilnya, ia langkahkan kakinya menuju pintu utama rumah tersebut lalu mengetuknya secara perlahan.


Tak beberapa lama kemudian pintu pun terbuka dan tampak Bi Minah menyambut Fandi dengan sangat ramah.


" Assalamualaikum Bi ", Ucap Fandi kepada Bi Minah.


" Waalaikum salam den Fandi, mari silahkan masuk ", Jawab Bu Minah sembari mempersilahkan Fandi masuk.


" Silahkan duduk den ", Ujar bi Minah kepada Fandi.


" Iya Bi terimaksih, saya kesini mau jemput Alisa, Alisa nya dimana bi ??", Tanya Fandi.


" Non Alisa sudah pergi dari tadi den hampir satu jam yang lalu ", Jawab Bu Minah.

__ADS_1


" Pergi kemana Bi ??", Tanya Fandi.


" Kurang tahu den, tadi Nona bilang jika den Fandi datang bibi di suruh bilang jika nona sudah pergi ", Ujar bi Minah yang membuat Fandi sedikit frustasi karena istrinya.


__ADS_2