
Terlihat kedua orang tersebut tengah keluar dan mengangkat tubuh Alisa.
Para penjaga yang sudah kembali kedepan kini mulai menyadari jika nyonya nya Kini akan dibawa oleh kedua laki-laki tersebut.
" hey tunggu, mau dibawa kemana Bu Alisa ??",
Para penjaga tersebut langsung saja berlari dan melempar senjata yang ada di tangannya.
Dengan kelincahan ia melempar senjata akhirnya salah satu dari kedua orang tersebut akhirnya jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.
Leni pun semakin bingung, kabur pun sudah tak mungkin karena ia sedang tidak duduk di balik kemudi, ia kini berada di jok belakang dan sedang menjaga Alisa yang sudah tergeletak tak sadar.
Para penjaga itu pun berlari dan menghampiri laki-laki yang masih berdiri tegap disisi mobil.
Perkelahian pun terjadi, orang suruhan Leni pun kwalahan dengan dua orang penjaga tersebut.
Disamping itu, Bi sum yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak memanggil pak Udin dan Bi Sum.
" Pak Udin , Bi jum , Nyonya di culik", Bi sum pun terus berteriak Sampai Bi jum pun keluar dari dalam rumah.
Mereka bertiga pun melihat perkelahian antara penjaga dan penculik tersebut,
" Cepat telfon tuan", Bi sum pun menyuruh Bi Jum untuk menelfon Fandi.
Dengan segera ni jum pun berlari dan langsung meraih gagang telfon untuk menelfon Fandi yang sedang berada di kantor.
" Halo Den,Non Alisa di culik den ", Ujar ni Jum yang sudah panik sedari tadi ".
Fandi pun langsung berlari dan meninggalkan ruangan rapat, Denis pun juga kaget karena Fandi tanpa berpamitan langsung pergi meninggalkan ruang rapat.
" Bos Ada apa??",Tanya Denis yang melihat Fandi sedikit tergesa-gesa, Denis pun juga mengejar bosnya yang kini sedang berlari.
" Urus semuanya, aku mau menyelamatkan istriku ", Lagi-lagi Fandi harus berlari lagi karena ia tak mau sampai Alisa dibawa pergi oleh Leni.
__ADS_1
Fandi segera berlari menuju basemen dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tak mau kehilangan istrinya karena Fandi begitu sangat mencintai istrinya.
Fandi kini sudah sampai di depan rumahnya dan melihat para penjaga berkelahi dengan kedua penculik Tersebut, Laki-laki yang sedari tadi pingsan sudah sadar dan kini sedang membantu temannya yang sudah babak belur dihajar para penjaga yang di bayar Fandi.
Fandi segera menghampiri mobil hitam Tersebut membuat salah satu dari penculik itu memukul badan Fandi.
" Bugh... bugh... Fandi pun tidak dapat menangkisnya karena pikirannya sedari tadi tertuju pada Istrinya, Fandi pun jatuh tersungkur dan ia meringis kesakitan.
Fandi pun kembali berdiri, ia kini ikut berkelahi dan memukul orang yang tengah memukul dirinya tadi, Fandi sudah tidak dapat mengontrol dirinya sendiri, ia kini sudah meninju wajah laki-laki tersebut tanpa ampun.
Leni yang melihat Fandi di pukul oleh orang suruhannya terlihat murka.
" Dasar tidak berguna, kenapa malah Fandi yang di pukuli, dasar tidak becus semuanya ", Leni tidak menyangka jika Fandi akan datang.
Dua orang suruhannya tadi sudah tersungkur di jalanan aspal yang kasar,mereka pun sudah tidak sadarkan diri, dan wajah Fandi juga sudah dipenuhi dengan luka lebam.
Segera Fandi menuju mobil hitam tersebut yang sudah Fandi kira jika Istrinya berada di dalam mobil itu.
" Aku harus cepat pergi dari sini sebelum Fandi bisa menangkap Ki kembali, dan aku harus cepat karena sebentar lagi sepertinya Alisa akan sadar ", Leni kemudian menyalakan mesin mobil tersebut, Fandi kini kini berada di depan mobil tersebut dan menghalangi Leni untuk pergi.
" Turun kamu Len, mau kamu bawa kemana istriku ", Fandi pun memukul kap mobil Leni dengan keras.
" Menyingkir kamu Fand, atau kamu kutabrak ", Leni kembali menginjak gas dan akan melajukan mobilnya berharap Fandi akan menyingkir dari hadapannya.
" Silahkan ", Fandi pun tetap berdiri dan menghalangi mobil Leni.
Leni pun tak dapat berpikir, jika ia menabrak Fandi tentunya ia akan semakin rugi karena Fandi akan celaka karenanya.
Leni kemudian segera mematikan mobilnya, ia kemudian keluar dan menghampiri Fandi.
" Baik aku akan melepaskan Alisa, tapi dengan satu syarat ", Ujar Leni kepada Fandi.
" Syarat ??",Tanya Fandi, Fandi akan memanfaatkan syarat dari Leni untuk mengeluarkan istrinya dari dalam mobil tersebut.
__ADS_1
Disisi lain,Bi Jum sudah menghubungi pak Ardi, pak Ardi pun sudah menelfon polisi dan sebentar lagi polisi akan datang .
" Kamu harus menikah denganku dan meninggalkan Alisa, dia tidak pantas untukmu ", ujar Leni.
Fandi pun tak menyangka jika syarat yang disebutkan Leni adalah untuk meninggalkan Alisa, itu tidak mungkin bagi Fandi,
" Jangan memberi syarat gila seperti itu ", Ujar Fandi.
Leni pun tertawa dengan keras, " Aku sudah memberikanmu syarat, jika kamu tidak mau maka Alisa lah yang akan pergi dari hidupmu selamanya ',Ujar Leni mengancam.
Fandi tidak mau jika istrinya yang menjadi korban kegilaan Leni, sudah kedua kalinya Alisa menjadi korban kejahatan Leni, dan Fandi tidak akan pernah bisa memaafkan Leni jika terjadi sesuatu dengan istrinya.
" Baiklah, tapi lepaskan dulu istriku ",
" Sekarang dia istrimu, tapi nanti aku yang akan menjadi istrimu ", Leni pun tertawa kembali.
" Dasar wanita gila, jika bukan demi Alisa aku tidak akan mengucapkan kata-kata yang menjijikan itu ", Ujar Fandi dalam hatinya.
" Iya, tapi aku mohon lepaskan istriku sekarang "Lebih baik Fandi memohon seperti ini agar Leni percaya kepadanya, " Jangan khawatir aku akan menjadi milikmu", Lagi-lagi Fandi mengucapkan kata-kata yang menjijikan itu.
Fandi harus berpura-pura, jika tidak wanita psikopat itu akan bertindak lebih jauh kepada Alisa dan Fandi tidak mau itu terjadi.
Dari kejauhan Fandi sudah menerima isyarat dari pak Udin jika polisi sudah datang dan bersembunyi di balik mobil tersebut.
Dengan percayanya Leni pun membuka pintu belakang mobil tersebut, lalu kemudian tanpa Leni sadari Polisi sudah datang dan menangkap dirinya yang dengan sengaja menculik dan membekap Alisa dengan obat bius
Tangan Leni pun segera di borgol dan lagi-lagi seperti dulu Leni meronta ingin dilepaskan ,
" Fand kamu sudah berjanji akan menikahimu jika aku melepaskan Alisa, jadi lepaskan aku Fand, ayo kita menikah ", Leni sepertinya memang benar-benar gila karena obsesinya kepada Fandi.
Fandi segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya masuk kedalam rumah, meskipun badannya juga terasa sakit tapi Fandi tak merasakannya.
Leni sekarang sudah dibawa oleh pihak kepolisian dan dengan dua orang laki-laki tersebut, mereka akan mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka, terutama Leni ini akan menjadi kedua kalinya Leni akan merasakan tidur di balik jeruji besi sampai ia benar-benar jera.
__ADS_1