Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Hasil


__ADS_3

Fandi penasaran dengan apa yang akan di minta oleh istrinya, istrinya masih bersikap biasa saja sejak mereka tiba dirumah tadi.


Alisa yang kini sedang berada di dalam kamarnya sedang menyembunyikan testpack yang ia beli tadi, Alisa tidak ingin suami nya tahu jika Alisa sedang menyembunyikan benda tersebut.


Fandi kemudian masuk dengan menggendong Rafa, Alisa gelagapan ia kemudian segera menjauh dari tempat yang sedari tadi ia buat untuk menyembunyikan benda itu.


Alisa pun berbalik ia tersenyum kepada Rafa dan juga suaminya.


" Sini sayang ", Alisa melambaikan tangannya ke arah putranya dan Rafa segera menghampiri Mommy nya yang sedang duduk di tepi ranjangnya.


Rafa terlihat semakin pintar dalam bicaranya, suara nya juga sudah dapat dimengerti oleh Fandi dan Alisa membuat mereka semakin gemas kepada putranya tersebut.


Fandi kemudian duduk disamping istrinya dan melihat raut wajah Alisa yang terlihat biasa saja,


Fandi pun semakin penasaran apa yang akan direncanakan oleh istrinya kali ini,


" Sayang ??", Fandi pun semakin merapatkan badannya ke badan Istrinya, Alisa pun tidak menolak dan ia masih terlihat biasa saja.


" Iya mas, ada apa ??", Tanya Alisa kepada suaminya.


" Kamu baik-baik saja kan ??", Tanya Fandi kepada Alisa.


" Iya aku baik-baik saja mas, memangnya aku kenapa ??", Tanya Alisa.


" Emm... Nggak apa-apa sayang, kamu udah gak marah lagi sama mas ??", Tanya Fandi lagi.


Alisa pun menggeleng, Dan dia pun tersenyum kepada suaminya.


" Aku nggak marah sama kamu mas", Jawab Alisa dan kemudian Alisa pun mencium pipi Suaminya.


CUP... CUP... CUP..


Alisa mencium kedua pipi Fandi dan terakhir beralih kebawah menuju ke arah bibir Suaminya.


" Udah percaya kan kalau aku gak marah sama kamu ",

__ADS_1


Fandi pun seketika tersenyum lebar, Tak menyangka jika Istrinya akan menciumnya seperti ini, apalagi yang membuat Fandi ketagihan adalah Alisa yang membuat bibir nya basah kali ini.


Malam harinya, saat ini Fandi sedang menikmati acara televisi di kamarnya, Fandi sama sekali tidak menyadari jika Istrinya tidak ada di dalam kamar bersama dengannya, Alisa kini sudah terlelap bersama dengan Rafa di kamarnya, Alisa sudah merencanakan ini semua, dan ini adalah permainan Alisa secara tidak langsung kepada suaminya yaitu tidur berdua dengan Rafa di dalam kamar Rafa, Bi sum pun akhirnya kembali tidur bersama dengan Bi Jum malam ini.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, rasa kantuk pun sudah menghampiri Fandi, Fandi kemudian segera mematikan tv nya dan hendak tidur bersama dengan istrinya.


Saat Fandi berjalan menuju ke arah ranjangnya Fandi melihat ranjang tersebut kosong tak ada istrinya disana, Fandi pun mengucek matanya berharap itu hanya halusinasi nya karena matanya sudah tak bisa untuk dibuka Kembali,


Fandi pun akhirnya yakin Setelah sekian lama menatap ranjang tersebut istrinya kini tidak ada disana,


Fandi pun berbalik arah, ia kemudian membuka pintu kamarnya dan pergi mencari istrinya, tempat tujuan utamanya adalah kamar putranya, Fandi dapat menduga jika Istrinya itu kini sedang tidur bersama dengan Rafa dan meninggalkan dirinya sendiri.


Fandi kini tepat berada di depan pintu kamar putranya, ia kemudian membuka pintu tersebut dan ternyata pintu tersebut terkunci.


Fandi pun mengusap wajah nya secara kasar, dan pastinya malam ini ia akan tidur sendiri tanpa istrinya.


Fandi kemudian Kembali, ia tak mau mengetuk pintu kamar itu karena takut akan membangunkan putranya.


Fandi membaringkan tubuhnya di ranjangnya dengan sangat malas, apalagi malam ini ia tak dapat memeluk istrinya.


Fandi baru bisa memejamkan matanya sekitar pukul 3 pagi, sungguh sangat tega sekali Alisa membiarkan suaminya tidur sendiri.


Satu jam kemudian terdengar suara adzan shubuh, Alisa pun terbangun dan melihat Rafa yang masih tertidur pulas disamping nya.


Alisa kemudian turun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar menuju ke kamarnya, ia berniat untuk mengambil testpack yang ia simpan didalam lemari pakaiannya.


Alisa membuka pintu kamarnya secara pelan-pelan berharap agar Fandi tak tahu ia masuk secara diam-diam, Terlihat Fandi masih sangat pulas dan tak terganggu sama sekali dengan kedatangan Alisa.


Alisa kemudian berjalan perlahan, ia kemudian membuka lemarinya sangat pelan, kemudian ia mengambil testpack nya dan segera berjalan menuju ke kamar mandi.


Alisa mulai mencoba alat tes kehamilan tersebut, kemudian ia menunggu beberapa menit, tapi waktu berjalan sangat lambat, ia merasa tak sabar dengan hasil yang akan ia lihat nanti.


Beberapa menit kemudian Alisa pun mengeluarkan testpack tersebut dari dalam wadah yang ia gunakan, Alia pun tak percaya, wajahnya kini berubah sangat bahagia, hasil tes menunjukkan jika ia kini tengah hamil.


Rasa bahagia Alisa tidak dapat ia utarakan, ia ingin segera memberitahukan hasil tes nya tersebut kepada Fandi, pastinya suaminya tersebut akan sangat senang sekali, apalagi inilah yang Fandi inginkan selama ini.

__ADS_1


Alisa kemudian menyimpan hasil tes kehamilan nya, ia kemudian segera mengambil wudhu karena belum menunaikan sholat shubuh.


Setelah keluar dari dalam kamar mandi Alisa masih melihat suaminya yang belum bangun juga sampai sekarang, Alisa pun mendekat dan ia kemudian menggoyang kan tubuh suaminya agar Fandi terbangun.


" Mas bangun, udah shubuh, ayo kita sholat bersama ", ujar Alisa


Fandi pun menggeliat, samar-samar ia mendengar suara istrinya yang sedang membangunkan dirinya, seketika matanya terbuka, ia melihat istrinya yang sudah ada di kamar jnj dan kini tengah menggunakan mukenanya.


" Sayang ??", Panggil Fandi,


" Iya mas, ayo sholat dulu, keburu siang nanti ", Ujar Alisa, Fandi pun kemudian terbangun dan segera menuju ke kamar mandi,


Walaupun matanya masih sangat berat, tali Fandi paksaan karena ia belum sholat shubuh, dan itu juga karena istrinya suyafg berada bersama dengan dirinya.


Setengah jam kemudian mereka pun sudah selesai menunaikan kewajibannya, Alisa pun ingin beranjak pergi, tapi tangannya ditahan oleh Fandi.


" Mau kemana ??", Tanya Fandi.


" Mau taruh mukena mas, kenapa ??", Tanya Alisa.


" Kamu jangan kemana-mana sayang, temani mas dulu ya ", Pinta Fandi.


" Iya mas, aku kesana dulu ya ", Tunjuk Alisa ke arah lemari pakaiannya dan kemudian meletakkan mukenanya dan kemudian mengambil testpack yang ia simpan tadi.


Alisa pun menyembunyikan nya terlebih dahulu, Kemudian ia pun duduk disamping suaminya.


" Mas ada yang ingin aku bicarakan", Ujar Alisa.


" Apa sayang, apa ada masalah ??", Tanya Fandi.


Alisa pun mengeluarkan benda tersebut dan Fandi pun mengambilnya, Fandi tahu jika itu merupakan alat tes kehamilan,


Fandi kemudian membukanya dan melihat dua garis yang ada di benda tipis tersebut.


" Aku hamil mas ", Ujar Alisa, Fandi pun kemudian menatap istrinya dan ia Seketika memeluk tubuh istrinya dengan erat.

__ADS_1


__ADS_2