Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Gaya Helikopter


__ADS_3

Nun diam menatap punggung kedua majikannya yang tengah berjalan sambil bergandengan tangan. Sedetik kemudian sudut bibirnya tertarik ke atas. Pulang dengan wajah berbinar terang, juga dengan senyum yang begitu manis, menandakan kalau kedua majikannya ini sedang dalam mood yang bagus. Sebenarnya Nun tadi sempat mengkhawatirkan keadaan sang nyonya setelah mendengar kabar kalau Nyonya Clarissa jatuh sakit. Namun semua kekhawatiran itu menghilang seketika saat Nun melihat kalau nyonya kecilnya ternyata baik-baik saja. Dia lega, juga merasa bersyukur karena malam ini seluruh penghuni rumah tidak akan ada yang menjadi korban dari kegalauan Tuan Muda mereka.


"Hmm, semoga saja keadaan Nyonya Clarissa bisa segera membaik agar semua orang selamat dari ketidakwarasan Tuan Muda."


Sementara itu Gabrielle dan Elea yang baru sampai di dalam kamar dengan tidak sabaran langsung saling memagut bibir. Keduanya sama-sama terbakar gairah yang sudah mereka tahan sejak dari rumah orangtua mereka tadi. Awalnya Gabrielle terfikir untuk mengabulkan keinginan Elea yang mengajaknya untuk bercinta di dalam mobil. Namun kenikmatan penuh fantasi itu terpaksa Gabrielle urungkan mengingat kondisi Elea yang belum terlalu memungkinkan. Sebenarnya bisa saja dilakukan, tapi Gabrielle merasa tidak nyaman. Tunggu setelah kondisi Elea benar-benar pulih, baru dia akan memenuhi keinginan untuk bercinta di dalam mobil dengan berbagai macam gaya.


"Ahhh, Kak Iel... jangan terlalu keras. Nanti pu ...


tus," ucap Elea terbata-bata sambil menahan kepala suaminya yang tengah bertengger di dadanya.


"Tidak akan, sayang. Milikmu terlalu menggemaskan, aku tidak tahan jika hanya menghisapnya saja. Tahan sebentar ya, aku janji tidak akan sampai putus," sahut Gabrielle tanpa menjauhkan mulutnya dari benda kenyal yang sejak tadi terus mengundang untuk dinikmati.


"Kalau putus bagaimana? Nanti anak-anak kita minum asi darimana?"


Gabrielle mendongak. Dia menatap dalam ke wajah Elea yang terlihat begitu menggoda dengan rona merah di pipinya. Istri kecilnya ini sedang di landa gairah, hanya perlu sedikit membumbuinya lagi maka Elea akan segera terbang ke awang-awang. Sambil menciumi bagian dada atas, Gabrielle mengajak bibir Elea untuk membahas sesuatu yang bisa membuatnya semakin terbakar birahi. Dia berkeinginan untuk sedikit menyiksa istri kecilnya ini agar berhenti mengkhawatirkan p*tingnya yang bisa putus karena terlalu kuat dia hisap.


"Sayang, selama kau menjadi istriku, apa ada perlakuanku yang membuatmu merasa tidak puas?"


"Awww Kak Iel, tolong hentikan gerakan mulutmu dulu. Aku kan jadi tidak bisa berfikir kalau mulut Kakak terus menghisap di sana sini. Kakak ini sudah seperti lintah penghisap saja. Bedanya Kak Iel menghisap sumber mata air di dadaku, kalau lintah menghisap darah untuk bertahan hidup. Akhh, Kak Iel. Pelan-pelan!" racau Elea tak karu-karuan. Antara enak, geli, dan juga sedikit ngilu. Semua rasa tersebut bercampur menjadi satu, membuat seluruh tubuh Elea merinding karenanya.


"Sayang, kau belum menjawab pertanyaanku. Ayolah, nanti aku akan berhenti kalau kau sudah memberikan penilaian."


Bukannya menjawab, Elea malah memejamkan mata dengan sangat erat saat dia merasakan tangan suaminya yang mulai merambat dari bawah. Dia menggigit bibir bawahnya sambil menahan deru nafas yang kian menderu. Sekarang Elea benar-benar berada dalam kondisi on fire. Dia butuh pelepasan saat ini juga.


"Apa kau menyukai sentuhan tanganku, hm?" bisik Gabrielle sambil memandangi ekpresi di wajah Elea yang terlihat begitu errr... menggoda.


Mata terpejam, bibir yang di gigit, deru nafas yang mulai tidak beraturan, inilah yang Gabrielle inginkan. Gabrielle ingin Elea-nya merasakan betapa dia sangat amat mendamba tubuhnya yang begitu candu. Gabrielle juga ingin Elea bisa merasakan betapa dia sangat merindu, mencintai, menginginkan, dan juga membutuhkan kehadirannya di setiap tarikan nafasnya.

__ADS_1


"S-sangat suka, Kak Iel. T-tolong jangan siksa aku seperti ini, sayang. Aku ... aku tidak tahan," sahut Elea gusar. Ada yang berdesir kuat di dalam tubuh Elea saat tangan suaminya mulai masuk ke daerah rawan sentuhan. Ingin menjerit, tapi Elea terlalu sayang jika sentuhan ini sampai terlepas. Dia ingin lama, lama, lama, dan semakin lama menikmatinya.


"Tidak tahan apa, sayang? Ayo katakan. Beritahu aku apa yang kau inginkan."


"Aku ingin lebih, Kak. Aku ingin Kakak menyentuhku lebih dari ini."


"Sentuhan seperti apa yang aku inginkan?"


"Kak Iel," ....


Elea merengek. Dia mulai menggeliat saat tangan suaminya seperti sengaja melakukan penyiksaan di bawah sana.


"Apa sayang?"


"Ayo cepat," pinta Elea manja. Kali ini dia bicara sambil membuka mata.


Tak tahan dengan siksaan nikmat yang sedang dimainkan oleh suaminya, Elea yang saat itu berada dalam pangkuan pun segera menukar posisi sehingga kini suaminya lah yang berada di bawah. Dia menyeringai, merasa tertantang karena sekarang suaminya tengah tersenyum sambil menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kepala.


"Ingin apa, hm?" tanya Gabrielle.


"Ingin mengabsen roti sobek yang ada di perutnya Kakak. Setelah itu ingin memakannya. Hehehe," jawab Elea sembari tersenyum mesum.


"Memangnya bisa? Bukankah selama ini akulah yang selalu menjadi kapten setiap kita bercinta? Kau kan hanya berbaring, mend*sah, merintih, kemudian lemas dan tertidur. Yakin ingin memakanku, hm?"


"Lebih tepatnya Kak Iel yang tak pernah memberiku kesempatan untuk membalas. Jadi ya sudah, aku cosplay menjadi batang pisang saja. Toh rasanya sama-sama enak kan, Kak? Benar tidak?"


Setelah berkata seperti itu Gabrielle dan Elea terkekeh lucu. Dalam keadaan yang sama-sama on fire, mereka masih sempat membicarakan sesuatu seperti ini. Mungkin jika orang lain, mereka pasti akan langsung tancap gas untuk melakukan olahraga ranjang. Tapi Gabrielle dan Elea, mereka terbiasa mengobrol sebelum masuk ke permainan inti. Biar lebih bervariasi, begitu alasan Elea saat pertama kali membuka ide seperti ini sebelum mereka saling mengejar kenikmatan yang penuh keringat.

__ADS_1


"Apapun itu asal bersamamu maka semuanya akan terasa sangat nikmat, sayang. Apalagi kalau malam ini kau mau menggantikan aku menjadi kapten. Rasanya pasti akan seratus kali lebih nikmat lagi," ucap Gabrielle sambil memainkan satu tangannya di dada Elea yang sudah separuh terbuka.


"Hmmm, dasar modus. Bilang saja Kak Iel ingin mencoba gaya helikopter. Iya kan?" goda Elea sambil menaik-turunkan kedua alisnya.


"Gaya helikopter? Namanya aneh sekali. Jangan bilang gaya ini Levita yang mengajari," tebak Gabrielle penasaran.


Alih-alih menjawab rasa penasaran suaminya, Elea dengan nakal malah melucuti semuan kain yang menutupi tubuhnya. Dia tertawa melihat suaminya yang menatapnya tak berkedip saat dia berpose dengan gaya yang begitu menggoda.


"Suamiku, apa sekarang kau siap berlayar dengan aku yang menjadi kaptennya? Aku jamin pelayarannya akan membuatmu mabuk kepayang. Bagaimana?" bisik Elea dengan suara yang begitu sensasional.


Oh God, kenapa istriku jadi liar begini? Astaga Elea, kalau begini sih tanpa bermain dengan gaya helikopter aku sudah keluar duluan. Ekpresi wajah dan tubuhmu benar-benar sangat menggoda, sayang. Aku bisa gila jika tidak segera memasukkan si junior ke dalam milikmu. Akhhh.


"Aku anggap diammu adalah jawaban dari pertanyaanku barusan ya, Kak," ucap Elea kemudian mencium ****** di dada suaminya. "Malam ini aku akan memegang kendali. Kak Iel bersiaplah. Oke?"


Dan akhirnya ... malam panjang pun di mulai. Kali ini Gabrielle pasrah saja pada apa yang ingin dilakukan oleh Elea. Meski sebenarnya dia sangat gatal ingin menggerakan juniornya dengan kecepatan turbo, tapi Gabrielle berusaha menahan keinginannya itu demi memberi kesempatan pada Elea untuk berfantasi pada tubuhnya. Sungguh, Elea adalah paket yang sangat sempurna untuk seorang Gabrielle. Dia adalah juaranya dalam membahagiakan hati seorang suami.


Aku mencintaimu, sayang. Terima kasih sudah menjadi milikku. I love you. πŸ’œ


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...πŸ€Jangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss...


...πŸ€Ig: rifani_nini...


...πŸ€Fb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2