Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Tanda Lahir


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, NANIA SUDAH UP YA. KLIK PROFIL EMAK BUAT CARI NOVELNYA. JUDULNYA MY SUGAR DADDY.



***


“Selamat datang, Tuan Muda!”


Seorang pria dengan raut wajah yang begitu dingin tampak berjalan masuk ke dalam sebuah rumah sederhana di tepi pantai. Jadi bestie, nama siapa yang muncul di pemikiran kalian saat mendengar kata Tuan Muda? Bernkah? Atau Karl? Dan juga apa tujuannya datang ke rumah sederhana seperti ini? Tidakkah kalian merasa penasaran?


“Dimana wanita itu?”


{Bestie, ingat tidak dengan potongan kalimat ini? Dan inilah jawaban kenapa wanita yang Elea lihat menyebut kalau putra pertamanya adalah anak yang terlahir dengan memangku karma buruk}



“Wanita itu ada di dalam kamar mandi, Tuan Muda. Sejak dia sadar, dia tak henti muntah-muntah.”


Sebelah alis Karl terangkat ke atas. Sedikit pemberitahuan kalau orang yang ingin Karl temui adalah suster yang dulu ikut menangani persalinan ibunya. Mungkin anggota keluarganya mengira kalau Karl adalah anak kedua setelah kakaknya. Namun sebenarnya, Karl adalah anak pertama yang seharusnya bernama Bern. Kenapa bisa seperti itu? Jawabannya ada setelah suster tersebut keluar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Ceklek


“S-siapa kau?” tanya suster Lian. Dia menatap takut ke arah pria dingin yang sedang berdiri di hadapannya.


“Halo, suster. Apa kabar?” tanya Karl dingin tanpa ekpresi. Dia maju selangkah ke depan kemudian mencapit dagu tirus dari wanita yang akan menjadi kunci tentang dia dan kakaknya. “Aku dengar kau pernah melakukan kesalahan saat aku dan kedua saudariku terlahir ke dunia ini. Apa semua itu benar?”


Kening suster Lian mengerut. Dia mencoba mengingat-ingat tentang kesalahan yang pernah dibuatnya sebelum dia jatuh koma selama bertahun-tahun. Saat dia sedang berusaha untuk mengingat, tiba-tiba saja suster Lian terkenang dengan tragedi dimana dia tidak sengaja tersengat listrik saat ingin memandikan bayi milik Nyonya Elea dan Tuan Gabrielle. Kaget akan hal tersebut, suster Lian segera menatap seksama ke arah pria di hadapannya untuk menceritakan kebenarannya.


“Beberapa tahun lalu aku pernah menjadi orang beruntung yang ikut terlibat dalam proses kelahiran tiga pewaris keluarga Ma. Namun, ketika putra pertama dan putra kedua Nyonya Elea hendak kumandikan, secara tiba-tiba ada kabel yang melilit kakiku. Sebelum pingsan, aku sempat melihat ada sebuah tanda di kepala putra sulung Nyonya Elea. Tanda itu berupa titik hitam sebanyak dua butir dan terletak tepat di bagian belakang kepalanya. Karena saat itu keadaan Nyonya Elea tiba-tiba drop saat akan melahirkan anak ketiganya, tidak ada suster maupun dokter yang sempat mendengarkan pesanku kalau yang menjadi putra sulung di keluarga Ma adalah bayi yang memiliki tanda lahir di belakang kepalanya. Setelah itu aku pingsan dan baru tersadar lima belas tahun kemudian,” ucap suster Lian menceritakan kesalahan besar yang pernah dilakukannya. “Saat tersadar, aku meminta Ibuku menghubungi pihak rumah sakit untuk memastikan kalau kedua bayi itu tidak tertukar. Namun, saat perjalanan pulang dari rumah sakit Ibuku meninggal karena kecelakaan. Dan setelahnya aku di datangi oleh orang-orang asing. Mereka menyuntikkan sesuatu yang membuatku tertidur sangat lama.”


Hmmmm, ternyata mimpi yang aku lihat dan pengakuan wanita tua itu memang benar kalau aku seharusnya menjadi anak yang pertama. Apakah mungkin kejadian yang di alami suster ini adalah bagian dari karma yang sedang berjalan? Brengsek.


Karl melepaskan capitan tangannya kemudian berputar dan menyibak rambut belakangnya. Setelah itu Karl menyeringai saat mendengar suara pekikan kaget suster Lian.


“Astaga, Tuan Muda? Ini benar anda?” tanya suster Lian syok begitu melihat tanda lahir di belakang kepala pria dingin ini.


“Ya, ini aku. Akan tetapi orang mengenalku bukan sebagai putra sulung di keluarga Ma, melainkan putra kedua. Dan ini semua gara-gara kesalahanmu,” jawab Karl kemudian kembali berbalik menatap suster Lian. “Aaaaa, suster Lian. Aku perlu memberitahumu sesuatu hal tentang kematian yang terjadi pada Ibumu. Waktu itu Ibumu memang datang ke rumah sakit dengan maksud untuk memberitahukan kebenaran ini. Akan tetapi malang baginya karena dia bertemu denganku. Karena aku sudah sangat tersiksa dengan keadaan ini, maka aku putuskan untuk membiarkan semua orang tetap salah paham dengan menganggap kalau aku adalah putra kedua di keluarga Ma. Dan ya aku yang membunuh Ibumu, dan aku juga yang telah memerintahkan orang agar membiusmu. Menyenangkan sekali bukan? Hahahahhahaha!”


Tubuh suster Lian luruh ke lantai saat dia mendengar pengakuan langsung dari orang yang ternyata adalah dalang dibalik kematian ibunya dan juga keadaannya sekarang. Sungguh, tak pernah suster Lian bayangkan kalau kesalahan yang tak sengaja dia lakukan akan berakibat sefatal ini untuk hidupnya. Kejam, benar-benar kejam. Bagaimana bisa seseorang yang berasal dari keluarga terpandang melakukan hal semacam ini? Ini gila.

__ADS_1


“Kenapa hm? Tidak terima mengetahui fakta kalau akulah yang telah membunuh Ibumu? Iya?” teriak Karl dengan mata berkilat marah.


“Kau bajingan. Kau makhluk paling menjijikkan yang pernah aku lihat di dunia ini. Kalau Tuan Gabrielle tahu putra sulungnya adalah seorang pembunuh, beliau pasti akan merasa sangat kecewa. Lihat saja. Saat keluar dari tempat ini aku akan langsung membongkar kejadian yang sebenarnya. Karena ternyata memang benar kalau rumor yang menyebutkan tentang anak pertama di keluarga Ma adalah orang yang jahat dan sangat licik. Kau benar-benar manusia yang sangat kejam, Bern!” teriak suster Lian menyebut Karl tanpa embel-embel tuan muda. Emosinya benar-benar sudah sangat memuncak sekarang.


“Apa kau bilang? Keluar dari sini?"


Karl tertawa terbahak-bahak melihat betapa yakinnya suster Lian yang ingin melarikan diri dari tempat ini. Kalau bukan demi memastikan kebenarannya, Karl juga tidak mungkin membiarkannya tetap hidup sampai sekarang.


“Suster Lian, kuberitahu kau satu hal. Siapapun yang berhubungan denganku, aku pastikan nasib kalian tidak akan ada yang berakhir dengan baik. Bahkan kakakku saja, ups bukan, maksudku adikku, selama bertahun-tahun dia hidup di bawah kendaliku. Sementara adik perempuanku, dia beruntung karena terlahir sebagai gadis idiot yang tidak tahu apa-apa. Tapi pada akhirnya nanti aku juga akan menyingkirkan adik perempuanku karena dia menjadi penghalang untukku memiliki segalanya. Dan kau … hahahaha. Sebentar lagi kau juga akan segera menyusul Ibumu ke alam baka. Hahahaha!” ucap Karl seraya tertawa kesenangan.


Saat Karl tengah mengguncang mental suster Lian, seorang penjaga datang mendekat. Penjaga tersebut melaporkan apa yang sedang terjadi di kediaman kakaknya.


“Tuan Muda, saat ini Tuan Muda Bern tengah menghabiskan malamnya dengan Nona Amora. Racun pembakar gairah yang kami semprotkan ke dalam mobilnya berhasil membuat Tuan Muda Bern gagal mengendalikan diri!”


“Ya ya ya, ini sudah seharusnya terjadi. Kau dengar itu suster Lian? Saat ini satu adikku sedang berjalan menuju jurang sesal yang aku ciptakan. Nanti di saat waktunya tiba, aku juga akan membunuh wanita yang saat ini sedang di tidurinya. Dan apa kau bisa menebak apa yang selanjutnya akan terjadi pada adikku itu?”


Nafas suster Lian terengah-engah saat seorang penjaga tiba-tiba menyuntikkan sesuatu ke lengannya. Keadaan suster Lian yang masih sangat lemah membuatnya jadi tidak bisa berontak. Dan sebelum kesadarannya hilang, suster Lian masih sempat mendengar perkataan jahatnya Karl tentang Bern.


“Nanti aku akan membuat Bern di benci oleh keluargaku lalu dia akan dibuang karena telah membuat satu nyawa tak bersalah melayang sia-sia. Setelah itu aku tinggal mengatur rencana untuk menghabisi adik perempuanku. Kemudian … di keluarga Ma hanya akan tersisa aku seorang. Dan pada akhirnya akulah yang terlahir sebagai pemenang. Hahahahahahha!!”

__ADS_1


***


__ADS_2