Love Story: Gabrielle & Eleanor

Love Story: Gabrielle & Eleanor
Anak Naga


__ADS_3

Mata Levita tak berkedip saat bertatapan dengan seekor hairmau kecil yang kini tengah menggeram menghadang jalannya. Levi tidak tahu darimana binatang ini berasal, tapi yang jelas Levi sangat ingin menjewer telinganya.


"Cihh, berani sekali kau menggeram pada nyonya keduamu di rumah ini. Dasar hacil, harimau kecil!" hardik Levi tanpa merasa takut sedikitpun.


Grrrrrrr


"Hah, memangnya cuma kau saja yang bisa menggeram apa? Dengarkan ini baik-baik!" teriak Levi naik pitam. Dia lalu mengambil ancang-ancang untuk membalas geraman si hacil yang sudah berani memantik kekesalannya. "Grrrrrrr ... grrrrrrr. Kau dengar tidak! Grrrrrrr!!"


"Hahahhaaha ... hahahaha!"


Elea tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Levi yang sedang beradu geraman dengan Tora. Di sebelah Elea ada ibu mertuanya yang juga sedang menahan tawa gara-gara melihat kelakuan Levita. Sungguh, ini adalah pemandangan terlucu pagi ini. Bayangkan saja. Ada seorang manusia normal yang sedang melakukan battle dengan seekor harimau kecil yang masih belum sadar kalau Levita adalah makanan yang sangat lezat. Sangat menarik bukan?


"Kau ...


Levi tak jadi mengumpat setelah tahu kalau Elea sedang bersama ibunya Gabrielle. Urat malu Levi masih bisa bekerja dengan baik jika sedang berada di hadapan wanita berkharisma ini.


"Kak Levi, sejak kapan kau mempunyai keahlian seperti itu? Apa selama ini kau menggunakan uangnya Kak Iel untuk kursus geraman binatang buas?" tanya Elea sambil berusaha untuk menghentikan suara tawanya.


"Ck, kau jangan bicara yang tidak-tidak, Elea," jawab Levi kemudian mendepak tubuh si hacil agar tidak menghadang jalannya. Dia kemudian menghampiri Elea, lalu menyapa ibunya Gabrielle dengan sangat sopan.


Liona tersenyum melihat aura bersinar di kedua wajah wanita hamil ini. Dan sedetik kemudian senyum di bibir Liona berganti dengan raut keterkejutan di wajahnya. Ya, dia baru saja mendengar sesuatu yang membuatnya kaget tak percaya.


Ibu, nantinya anak Kak Levi akan menikah dengan salah satu dari anakku, Bu. Entah itu laki-laki atau perempuan, yang jelas kami akan menjadi besan. Tolong bantu aku menjaga calon jodoh dari cucu Ibu ya?

__ADS_1


Elea tersenyum kecil. Dia lalu mengangguk samar ketika ibu mertuanya menatapnya lekat. Elea berusaha menyampaikan bahwa apa yang dia sampaikan barusan adalah benar kalau dia dan Levita akan menjadi besan di masa depan nanti. Menarik bukan?


"Elea, Bibi Liona. Kenapa kalian malah saling berpandangan dalam diam? Aku masih ada di sini, tolong jangan di acuhkan!" protes Levi sembari menatap bergantian ke arah Elea dan Bibi Liona.


"Oh, kau masih ada di sini ya, Kak. Aku pikir kau langsung pulang ke rumah setelah kalah beradu geraman dengan Tora," sahut Elea dengan santai meledek si pelakor.


"Siapa? Tora?"


Nama siapa lagi itu? Jelek sekali, seperti nama karakter kartun yang kemana-mana selalu membawa peta.


"Iya Tora. Dia itu binatang lucu yang tadi kau ajak bettle geraman."


"Mulai dari Cuwee, sekarang Tora. Nanti apalagi, Elea? Astaga, sebenarnya darimana sih kau mendapatkan nama-nama jelek seperti itu? Heran aku!" ucap Levi tak habis pikir.


"Nah, Tora. Ini namanya Kak Levita Foster. Dia adalah pelakor peliharaanku. Kalau kau lapar dan paman penjaga lupa memberimu makan, kau boleh kok mencicipi daging bokongnya Kak Levi yang tebal itu. Tapi sedikit saja ya?" ucap Elea memperkenalkan Tora pada Levita.


"A-apa kau bilang, Elea? Pelakor peliharaanku? Hahahahahaha ... YAAAKKKKK! Kau pikir aku ini binatang atau bagaimana, hah. Aku ....


"Jangan berteriak terlalu kuat, Levita. Nanti anakmu keluar sebelum waktunya!" ucap Liona menegur dengan cara yang tidak biasa.


Mulut Levi langsung terkatup rapat begitu mendengar teguran halus dari ibunya Gabrielle. Lagi-lagi dia harus kembali menahan emosi demi menjaga kestabilan bayinya. Masalah Elea ... biarkan saja dulu. Dia akan membuat perhitungan dengannya nanti setelah mereka sama-sama melahirkan.


"Kak Levi, kau datang kemari pasti karena ingin memeras harta Kak Iel 'kan?"'tanya Elea sembari mengelus-elus kepala Tora. Dia terkekeh saat binatang kecil ini menggeram pelan sambil terus memperhatikan Levita.

__ADS_1


"Elea, apa aku perlu membawamu pergi ke rumah sakit lalu meminta dokter untuk memasangkan penyaring di tenggorokanmu? Ya Tuhan, kuatkan aku. Bukankah semalam kau yang bilang sendiri ingin mengajakku pergi berbelanja kebutuhan bayi? Kenapa sekarang kau malah menuduhku yang bukan-bukan?" jawab Levi dengan kesal memprotes pertanyaan Elea. Iman di hatinya benar-benar di uji sekarang ini.


"Oh, iya juga ya? Astaga, gara-gara kelelahan menghitung uang Kak Iel yang begitu banyak aku sampai lupa sudah membuat janji denganmu, Kak. Maaf ya."


Liona menundukkan kepala untuk menyembunyikan tawa di bibirnya yang hampir meledak gara-gara mendengar perkataan Elea. Dan yang lebih membuatnya tidak tahan untuk tidak tertawa adalah ekspresi syok di wajah Levita. Pelakor satu ini pasti terbakar api iri dengki setelah Elea memamerkan harta kekayaan Gabrielle yang sebenarnya tidak dia lakukan. Seperti biasa, menantunya ini hanya ingin memanas-manasi pelakor ini saja. Biasalah, kegiatan rutin untuk asah-mengasah emosi di antara mereka. 😅


"Bibi Liona, bisakah aku meminta air dingin di dapur rumahmu? Mendadak tubuhku serasa di bakar api neraka. Sangat panas," tanya Levita sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya di depan wajah.


Sialan plankton satu ini. Berani-beraninya ya dia pamer harta kekayaan Gabrielle di hadapanku. Tunggu saja. Lihat bagaimana aku akan menguras harta suamimu itu. Hah.


"Pelayan!" panggil Liona. Perutnya sudah sangat kaku mendengarkan percakapan absurd antara Levi dengan Elea. Benar-benar membuat orang lain menjadi gila.


"Iya, Nyonya besar."


"Tolong ambilkan air dingin untuk Levi. Dan untuk Elea tolong kau buatkan ....


"Jus telur mentah yang di campur dengan banyak daging buah naga!" teriak Elea menyela perkataan ibu mertuanya. Dia lalu menelan ludah. "Wahh, saat lahir nanti anak-anakku pasti akan sekuat hewan naga. Benar tidak Bu, Kak Levi? Kira-kira mereka mempunyai buntut tidak ya? Di dekat lubang hidung mereka ada kumis yang memanjang tidak? Ah, aku jadi penasaran."


Liona dan Levi hanya terdiam dengan tampang yang begitu bodoh. Bagaimana tidak! Hanya karena meminum jus buah naga yang di campur dengan telur, Elea sampai membayangkan kalau anaknya akan terlahir seperti buah yang dia makan sekarang. Lalu apa jadinya anak Levita yang ketika mengidam sangat ingin di hamili oleh Reinhard? Masa iya begitu lahir anaknya akan bunting semua? Kan tidak lucu. Benar tidak?


Greg, kau beruntung sekali karena tidak ikut mengobrol di sini. Tahu tidak, otakku seperti lumpuh. Tolong aku, Greg. Aku sudah hampir gila di sini.


*****

__ADS_1


__ADS_2